NovelToon NovelToon
Di Balik Mata INDIGO 2

Di Balik Mata INDIGO 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Horor
Popularitas:257.6k
Nilai: 5
Nama Author: Restia pratiwi

Setelah melewati begitu banyak hal yang menegangkan, akhirnya seorang Alia Ragasy bisa merasakan kehidupan yang tenang dan damai seperti orang lain pada umumnya, namun bukan berarti jika dia bisa lepas dari kehidupan lamanya. Saat ia pikir itu adalah hal terakhir dari masalah yang selalu mengganggunya, namun itu justru menjadi awal dari kehidupannya yang lebih sulit dari sebelumnya!

Saran author sebelum baca season ini baca yang season 1 dulu yah, karena ada beberapa bab yang akan flashback ke season 1, biar nggak bingung hehe
selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restia pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

...Di balik mata INDIGO season 2...

...**BAB 2****1...

...Penyesalan Azam**...

Azam melihat Alia tergeletak dengan posisi duduk dan bersandar ke salah satu sisi batu besar itu. Seketika jantung nya kembali terasa sangat sakit seperti tertusuk oleh pisau yang tajam.

Dengan cepat Azam pun menghampiri Alia, mencoba membangunkan istrinya yang kini tak sadarkan diri. Sementara Pak Joko dan Bu Marni hanya berdiri di luar pagar besi itu.

"Ra... Ragasy bangun..." ucap Azam pelan.

Sudah beberapa kali Azam mencoba membangunkan Alia, namun rasanya usaha itu hanya sia-sia saja karena Alia tidak bergeming sama sekali.

Dengan cepat Azam pun menarik tubuh Alia ke dalam pelukannya, tadinya ia berpikir kalau Alia hanya pingsan dan akan segera bangun setelah ia mencoba membangunkannya karena Azam sama sekali tidak melihat luka di sekujur tubuh Alia. Namun tiba-tiba ia teringat akan kematian Melisa yang diceritakan oleh Pak Joko dan membuatnya semakin khawatir.

Azam pun menggendong Alia di posisi depan dan membawanya keluar dari area itu. Raut wajahnya sangat pucat dengan peluh yang membasahi keningnya, air matanya juga tak mau berhenti menetes karena begitu mengkhawatirkan Alia.

"Bagaimana nak Azam?" tanya Bu Marni.

"Sepertinya dia pingsan Bu." jawab Azam.

"Ya sudah ayo kita bawa ke rumah." ujar Bu Marni.

Azam hanya mengangguk, mereka bertiga pun berjalan menuju ke rumah Bu marni dan Pak Joko.

Azam membaringkan Alia di atas dipan yang berada di dalam kamar almarhum Melisa, karena di rumah itu hanya ada dua kamar, jadi mereka tidak punya pilihan lain.

Bu Marni pun segera mengambil minyak angin dan mengusapnya ke bagian kaki, tangan dan juga hidung Alia, berharap agar ia bisa cepat sadar.

Azam yang semakin khawatir melihat istrinya tak kunjung sadar pun akhirnya mulai bicara.

"Bu, Pak, apa di daerah sini ada seorang dokter ataupun bidan yang biasa diundang ke rumah?" tanya Azam.

"Iya ada nak, tapi... rumahnya cukup jauh dari sini, akan memakan waktu lama jika kita berjalan kaki." jawab Bu Marni.

"Oh kebetulan saya bawa sepeda motor, tapi saya parkir kan di depan pintu gerbang rumah yang banyak batu nya itu Bu, apa ini Ibu mau mengantar saya untuk memanggil dokter itu?." ucap Azam.

"Em begini saja nak, Bapak yang antar nak Azam mengambil sepeda motor dan pergi ke rumah Bu bidan, lalu Ibu akan menjaga nak Alia di sini." jelas Bu Marni.

"Baiklah kalau begitu, saya minta tolong titip istri saya ya Bu." ucap Azam.

"Iya nak, berangkatlah dan hati-hati di jalan."

Azam dan Pak Joko pun segera berjalan meninggalkan rumah itu dan bergegas untuk mengambil sepeda motornya. Namun Azam meminta kepada Pak joko supaya mereka tidak melewati jalan yang tadi, jadi Pak Joko pun mengajak Azam lewat jalan aspal.

Meskipun memakan waktu lebih lama, namun setidaknya Azam tidak melihat kembali tempat itu, tempat di mana ia melihat istrinya tergeletak tak berdaya karena ulah mahluk tak kasat mata.

*****

Setelah sekitar satu jam akhirnya Azam dan Pak Joko kembali dengan membawa seorang bidan yang tinggal di Desa itu.

Azam dengan cepat meminta bidan itu untuk segera memeriksa keadaan istri dan calon anaknya.

Dengan perlahan Bu bidan mulai mengeluarkan stetoskop dan memeriksa detak jantung Alia, kemudian dilanjutkan dengan memeriksa nadi dan juga perutnya.

Setelah selesai memeriksa keseluruhan pada tubuh Alia, bidan itu menggelengkan kepalanya dengan raut wajah datar, hal itu semakin membuat Azam frustasi karena merasa sangat khawatir.

"Bagaimana keadaan istri saya Bu?" tanya Azam dengan pelan. Suaranya sedikit gemetar karena menahan rasa khawatir dan juga takut.

"Detak jantungnya lemah sekali, denyut nadinya juga, tapi sepertinya tidak ada yang serius, dia mungkin hanya shock dan sedikit kelelahan." jelas bidan itu.

"Oh iya, biarkan dia istirahat, jangan sampai kelelahan ataupun terlalu emosional, karena usia kandungannya masih sangat rentan." imbuh Bu bidan kepada Azam.

"Baik bu, terimakasih atas kedatangannya." ucap Azam.

"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu. Mari Pak, Bu..." ucap Bu bidan sembari mengangguk kepada Pak Joko dan juga Bu Marni.

Azam mengantarkan Bu bidan itu sampai ke depan rumah, dan setelah itu ia segera kembali untuk melihat keadaan Alia.

Meskipun Bu bidan tadi berkata kalau tidak ada yang serius, namun Azam tahu betul keadaan seperti apa yang sedang dialami oleh Alia.

Tak lama kemudian Azam melihat ke arah jam tangannya, dan ternyata waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.

"Astaghfirullah hal adzim... ampuni aku ya Allah, aku lalai dalam menjalankan perintah Mu..." gumam Azam. Ia tersadar kalau ternyata dirinya belum melaksanakan shalat Dzuhur, dan sekarang sudah masuk waktu ashar.

Karena rumah Pak Joko agak terpencil di kelilingi hutan, maka tak heran jika suara adzan di masjid sekitar tidak terdengar sampai ke rumahnya.

Azam pun segera meminta izin kepada pasangan suami-istri itu untuk menumpang sholat dan berdoa, dia melakukan sholat jamak untuk mengganti sholat Dzuhur yang tadi belum ia kerjakan.

Setelah selesai sholat, Azam kembali ke dalam kamar dimana Alia berada. Dia duduk di samping istrinya itu sembari membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, berharap agar Alia selalu berada dalam lindungan yang maha kuasa.

Sekitar jam 5 sore, Azam menghentikan tadarus nya, ia sadar jika itu sudah cukup lama, namun masih belum juga ada tanda-tanda Alia akan tersadar.

Dia mencoba menggenggam tangan Alia lalu mengecupnya dengan lembut. Air matanya kembali mengalir tanpa permisi, Azam sadar bahwa sekarang dirinya tidak bisa menjaga dan melindungi Alia seperti dulu lagi, karena ia harus membagi perlindungan itu untuk calon anaknya juga.

Berkali-kali Azam mencoba untuk menggunakan mata batinnya dan masuk ke alam bawah sadar Alia, namun tetap saja tidak bisa. Dalam hatinya timbul rasa penyesalan yang begitu besar.

"Kenapa? kenapa seperti ini!" ucap Azam dengan penuh penekanan.

Air mata tak henti-hentinya mengalir membasahi kedua pipi Azam, dia merasa tidak lagi bisa melindungi Alia, dan ini semua terjadi karena kesalahan yang ia buat sendiri.

Kini, Azam bukan lagi Azam yang dulu, bukan lagi Azam yang selalu bisa melindungi Alia meskipun dari jarak jauh, bahkan untuk sekedar berkomunikasi batin dengan Alia saja ia tidak lagi bisa.

"Saya pikir, hanya dengan saya yang selalu berada di dekatnya, itu akan cukup agar saya bisa terus melindunginya, tapi ternyata..."

Azam bergumam sendiri, namun ia juga tidak bisa melanjutkan kata-katanya, ia semakin frustasi ketika mengingat sebuah perkataan yang keluar dari mulutnya sendiri hingga membuatnya menjadi seperti sekarang. Membuatnya tidak bisa lagi melindungi perempuan yang sangat ia cintai meskipun ia selalu berada dalam pandangannya.

"Ya Allah... apakah saya begitu egois? sampai-sampai Engkau memberikan teguran ini kepada hamba?" ucap Azam dalam hati.

Dari balik pintu, Bu Marni melihat Azam dengan wajah yang sangat sedih, dia juga ikut merasa sedih karena mengingat dirinya juga pernah kehilangan orang yang sangat ia sayangi.

"Nak Azam... yang sabar yah..." ucap Bu Marni yang mencoba menenangkan Azam.

...*...

...*...

...*...

Jangan lupa dukung author yah! like komen dan juga kasih vote di karya author ini!

1
Anggun Lastari
kak ini aku nunggu udah 4thn kayak nya lama banget gak up²
sampai aku baca berkali² kirain baru ternyata sama😄
Des Ariesta
ga ada update ny kah lagi thor??
W. Lea🌺
lama gak buka apk ini, eh tau2nya udh lanjut
next thor next 😭
kenapa sangat berduka sekali crita ini thor...😭😭😭
Puji Lestari
lanjut tor
Vierah
masyaallah setelah lama baru di up lagii lanjutannya thor.. semoga authornya sehat selalu 😇😇😇
lanjut lagii thor penasaran banget 🤭
Puji Lestari
lanjut
Puji Lestari
keren
Puji Lestari
up lagi
Introvert
semangat ka 🙆🥰
Puji Lestari
lanjut
Mutyara
mantap lanjutkan Thor
Puji Lestari
keren
Puji Lestari
lanjut
Introvert
keinget kata² seorang kakek yang bilang "ujian kali ini sangat berat"😭
Mutyara
lanjutkan Thor s
Mutyara
lanjutkan Thor
Puji Lestari
keren setelah sekian lama menunggu akhirnya up lagi
Puji Lestari
lanjut
Mutyara
lanjutkan Thor
Introvert
Alhamdulillah update lagi🥰🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!