Di harap kan bijak saat membaca.
Menceritakan seorang anak yang berbeda dan
mempunyai kelebihan,
Sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan makhluk dunia lain.
Bisa melihat dan merasakan makhluk tak kasat mata, sampai harus berjuang dari kerasnya hidup dan takdir yang sangat kejam.
Mempertahan kan sesuatu yang di berikan oleh pencipta,
akan kan selamanya akan seperti ini,
Jika dia bisa memilih dan di beri kesempatan untuk memilih,
Apa yang akan dia pilih, Memilih Hidup dengan kelebihan, atau membuang kelebihan itu,.
Klik hati untuk mengikuti kisah ini,
dan jangan lupa Rate bintang lima, tinggalkan jejak kalian di colom comentar..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch-21 MENJAGA JARAK
...Next...
#PAGI HARI
Keesokan harinya aku sengaja bangun pagi, untuk sekolah hari Senin.
kuturuni tanga dan ku lihat bunda sedang memasak, aku berpamitan pada bunda untuk berangkat lebih awal.
"Bun.. berangkat ya.." ucap ku menyalami bunda
"lohhh ga sarapan dulu nak." kata bunda
"nggak Bun, ada tugas di kelas bareng temen, takut telat.." jawab ku asal
padahal tak ada tugas, cuma malas saja melihat putra hari ini
"ya sudah bawa roti ini buat di jalan," kata bunda sambil memberikan roti srikaya dan kue coklat yang bunda buat semalam
"iya bun.. pamit ya Bun.. assalammualaikum.." pamit ku
"waalaikumsalam.. ati ati nak.."
aku pun memanggil Mbak Dina untuk mengantar ku kesekolah..
(Mbak Dina ini supir pribadi khusus menemani ku kalo aku di tinggal bunda ma ayah ke luar kota, sengaja cari supir perempuan biar nyaman, aku soalnya ga bisa nyaman kalo Deket Ama cow muda maupun tua.)
"mbak berangkat yuk.." ucap ku saat melihat mbak Dina sedang mengelap mobil
"tumben berangkat pagi dek," kata mbak Dina bingung
"pingin berangkat pagi ajah mbak, ayo buruan mbak.." ucap ku cuek
mbak Dina pun mengangguk tanda mengerti,
ku tengok arah rumah putra yang ada di sebelah rumah ku,
kulihat putra melihat ku, tapi ku palingan muka dan masuk ke mobil,..
"udah siap dek.." tanya mbak Dina
"udah mbak, ayo berangkat, pelan pelan saja mbak.." jelas ku
"siapp.."
mobil itu meninggalkan pekarangan rumah, dan menuju sekolah..
jarak sekolah tidak jauh dari rumah, tapi kalo berjalan kaki mungkin akan memakan waktu 30 menit,
"dek, semalem mbak mimpi aneh.." kata mbak Dina tiba tiba
"mimpi apa mbak,..?" penasaran ku
"semalem itu kaya ada yang manggil manggil mbak di mimpi, tapi anehnya kaya nyata dek mimpinya.." jelasnya lagi
"cuma mimpi kali mbak, mimpikan ga sadar.." jelas ku
"iya kali dek.."
emang di blakang rumah ada penghuni yang waktu itu tinggal di pohon besar di pekarangan om alex.. tapi karna hujan terus dan pohonnya sudah tua, om alex memutuskan menebangnya..
karna pohon itu di tebang, penunggu pohon itu pun pergi mencari tempat lain, dan ada satu yang ingin ikut dengan ku,
tapi aku tolak karna aku tak suka banyak banyak penjaga, ku suruh dia pergi ke pemakaman umum Yang ada di pertigaan jalan sana,
karna di sana banyak sekali yang menetap di situ, ada yang menjaga rumahnya, ada yang karna pacarnya di situ, ada pula yang arwah penasaran jail di sana..
tapi malah dia di blakang rumah dan menggangu di sana..
(nanti aku minta tolong Tante kunyi buat mengusirnya..)
Tante kunyi itu Tante baju biru ya, namanya kunyi katanya waktu dia memperkenalkan diri.
Akhirnya sampai juga di sekolah, aku turun dari mobil dan berjalan masuk ke kelas, orang orang pada sibuk membaca buku, karna hari ini matpel pertama akan ada ujian dadakan..
bagai mana aku bisa tau, karna ada di antara teman ku yang memakai khodam nya untuk membantunya mengerjakan soal,
"Bau lagi.." ucap ku sambil mengambil masker dan parfum di dalam tas ku.. ku semprot masker ku dengan parfum dan ku pakai..
Tenggg tengg tenggg..
bunyi bel sekolah berbunyi tanda masuk kelas dan belajar
tak lama guru datang, membawa kertas ulangan baru
"Pagi anak anak.." ucap guru
"pagi Bu.." ucap serentak
"hari ini ada ulangan dadakan.. siapa yang sudah belajar pasti bakal tau jawabannya.." ucap Bu guru
"baik Bu.."
Ulangan pun berjalan dengan baik, walau pusing karna mencium bau darah tapi sukses tanpa kendala..
aku segera pulang karna matpel cuma 1..
mbak Dina juga sudah menunggu dari tadi di parkir sekolah, saat ku ingin memasuki mobil kulihat putra juga akan pulang, aku tidak menegurnya dan masuk ke mobil untuk pulang, aku ga mau buat orang terbebani lagi, kataku dalan hati..
sampai sini dulu ya..
next siangan..
wassalamu'alaikum
tour, itu