NovelToon NovelToon
Wanita Idaman Lain

Wanita Idaman Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: istia akhtar

Nawalisya Nasyirah, berusia 28 tahun telah menikah dengan Fandyka Satya Mahardika yang telah berusia 21 tahun. Mereka menikah atas dasar perjodohan. Nawal menerima perjodohan itu atas dasar rasa sayang dan hormat kepada orang tuanya, Hingga akhirnya Nawal membuka hati dan belajar mencintai sang suami.

3 bulan awal pernikahan Fandy dan Nawal berjalan biasa saja, meski mereka tak saling dekat. Namun, setelah 3 bulan itu, Fandy memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Mila.

Disitulah cinta Nawal di uji. Akan kah mereka tetap bertahan? Ditambah lagi dengan masalah usia Nawal yang lebih matang dari fandy?
Simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran tentangmu

Nawalisya

Aku menyusuri lorong di sebuah gang, jalan menuju rumah kontrakan ku selama hampir empat tahun ini. Aku saat ini tengah berada di kota Bali, tepatnya di daerah Sesetan, Denpasar, Bali.

Ya. Aku sengaja menghilang tepat di hari dimana mas Fandy masih mengakui perasaan cintanya untuk Mila. Aku sengaja memilih Bali untuk tempat pelarian ku, yang notabene nya tidak lah jauh dari Banyuwangi.

Dulu, Banyuwangi - temanggung mas Fandy bisa menemukanku, karna di sana aku tinggal dengan pak lek parman, adik dari bapakku.. Tapi di Bali? mas Fandy tidak akan menemukanku. Terbukti dalam kurun waktu selama hampir empat tahun ini, dia tidak bisa menemukanku. Atau mungkin, bisa saja mas Fandy tidak mencariku. Aku nggak peduli.

Aku berjalan perlahan melewati lorong menuju kontrakan ku dengan menenteng kantung plastik kecil berisi martabak manis kesukaan putraku, Kenan Nayaka Mahardhika. Dengan harapan, aku menyematkan nama itu agar anakku tumbuh menjadi anak yang kuat, tegas, tajam dan bijaksana yang berasal dari keluarga Mahardhika yang berarti berhati lembut.

Entahlah, meski aku masih merasa sakit hati atas kelakuan mas Fandy, tidak tau kenapa aku tetap menyematkan nama belakang mas Fandy pada Kenan, putraku.

"Mommy....", Suara riang Kenan memecah lamunanku. Tanpa terasa aku ternyata sudah sampai di halaman rumahku yang sederhana ini.

Kenan berlari dan segera berhambur memelukku yang baru saja tiba dari kerjaku. Selama ini, aku meninggalkan kennan semenjak Kenan baru berusia satu bulan. Aku bekerja di sebuah counter ponsel yang cukup besar sebagai Marketing.

Yah, berkat bantuan nila, sahabat karibku yang baiknya melebihi saudara. Saat itu, aku benar-benar bingung harus pergi kemana. Hingga nila mengirim ku ke saudaranya yang bernama kak Jihan. Kak Jihan sangatlah baik. Dia dengan suka rela membantuku dari sebelum melahirkan, hingga Kenan terlahir dan mencarikan aku pekerjaan.

Kak Jihan juga membantuku mengurus dan menjaga Kenan. Entahlah, apa yang akan terjadi jika aku tak dipertemukan dengan kak Jihan. Pastilah aku menjadi gelandangan yang mengemis hanya untuk makan. Terlebih lagi, di Bali semua harga kebutuhan pokok sangatlah jauh lebih mahal di banding dengan Banyuwangi.

"Ya, sayang. Kenan sudah mandi?",

"Yes mom, Aunty Jihan yang memandikan. Mommy pulang kerja bawa apa?", Tanyanya dengan binar mata bahagia.

"Mom bawa martabak manis untuk Kenan dan kak Elma, makan bareng ya nggak boleh rebutan. Kalau rebutan mom ambil lagi makanannya".

"Thank you mom, I love you", Jawabnya sambil berlalu ke arah Elma, anak kak Jihan.

Aku berjalan dan tersenyum ke arah kak Jihan yang duduk di teras depan.

"Kak,....", kak Jihan tersenyum, wanita ini selalu ada disaat aku membutuhkan. Sungguh, beruntungnya nila memiliki saudara sebaik kak Jihan. Aku terkadang iri karena terlahir sebagai anak tunggal dan nggak mempunyai kakak.

"Apa? Kangen?", candanya dengan lelehan pelan.

"Kak Jihan udah deh berhenti ngajari Kenan ngomong bahasa Inggris segala. Wong aku orang Jawa kok. Jadi berasa punya laki bule deh di ajak ngomong anakku pake bahasa asing".

"Ohh biarin... bagus dong dengan gitu, dia jadi pinter bahasa asingnya. Jadi besok sekolahnya nggak kesusahan pas mata pelajaran bahasa inggris.", Jawabnya ringan, "Atau jangan-jangan, kamu bener-bener pengen laki bule ya? Tenang aja, Embak dari masih perawan menetap di Bali. Banyak kok kenalan-kenalan bule yang masih lajang. Yang pasti rasanya hot..." Ucapnya sambil mengerlingkan sebelah mata nya dengan nakal.

"Ohh, Ngaco deh kak Jihan. Mana ada? Aku nggak mau ahh dapet bule. Fokusku cuma kerja dan ngurusin Kenan aja kak",

"Kenapa? Masih nggak bisa move on dari Daddy nya kennan? Mau sampai kapan? Sampai maut memisahkan?" , Aku bersungut kesal mendengar ocehan kak Jihan yang aku rasa ini berlebihan.

"Jangan mulai deh kak. Aku mana ada pikiran nikah lagi? Maksud aku tuh aku nggak mau untuk berkomitmen lagi. Kayak ngerasa kapok aja sama yang namanya pernikahan. Nggak berani untuk kembali berumah tangga".

"Kakak ngerti kamu trauma", Katanya dengan wajah serius, kemudian menghadap ke arahku. "Tapi nggak berarti semua cowok sama kan? nggak semua cowok itu brengsek. Nggak semuanya juga baik. Kak Gibran, suami kakak contohnya. meskipun kerjanya jauh berlayar di lautan, ketemu tiga atau sampe empat bulan sekali, pulang kerumah pun hanya beberapa hari, tapi nggak ada tanda-tanda mendua tuh". Aku menghela nafas berat.

"Iya deh kak. Aku pikirin lagi ntar tentang ucapan kakak",

"Good," kata kak Jihan sambil mengacungkan dua jempolnya ke arahku, "Ohh ya, malem Minggu depan, kamu ikut kakak ke acara ulang tahun temen kakak ya. Di pantai Sanur. Ntar kakak kenalin sama temen-temen kakak yang masih lajang. Kali aja ada yang nyantol, Hari Sabtunya kamu shift pagi deh".

"Siiip, Aku mau mandi dulu", ucapku sambil berlalu ke dalam rumah.

🌙🌙🌙🌙

Di sebuah rumah yang cukup besar berlantai dua, Seorang wanita paruh baya tengah duduk di kursi roda. Wanita itu tengah memeluk sebuah foto berukuran sedang, menangis dan hanyut dalam lamunan. Seorang pria paruh baya duduk disampingnya, dengan setia menemani sang istri yang terpuruk, hanyut dalam rasa bersalahnya.

"Buk, udah. Suatu saat pasti kita bisa menemukan menantu dan cucu kita. Ibu jangan terus sedih. Gimana kalau Nawal pulang dan lihat ibu terpuruk seperti ini. Nawal pasti sedih buk".

"Apa iya Nawal akan pulang kesini yah? Ibu rasa, Nawal nggak mungkin kembali disini. Lihat saja yah. Orang tuanya pun nggak tau keberadaan anak itu. Bagai mana kabar nawal sekarang yah? Sudah sebesar apa cucu kita?". Dia terisak, hingga muncul sosok pria muda yang semakin berwibawa di usianya yang kini sudah beranjak dewasa.

Fandyka

"Assalamualaikum yah, buk. Gimana? Apa ibu udah makan malam?". Lama tak ada jawaban dari kedua orang tuaku yang selalu mengabaikanku semenjak Nawal pergi. Aku menghela nafas berat. Hingga suara lembut Mila datang membuat semua mata menatapnya.

"Assalamualaikum mas, kamu udah pulang?" Katanya sambil meraih tanganku dan mencium punggung tanganku. Sesuatu yang sangat aku rindukan saat itu dilakukan oleh Nawal. Tidak aku pungkiri, Nawal.... aku sangat merindukannya.

"Iya". kulihat dia membawa nampan berisi makanan lembut. Pasti itu untuk ibu. Ya. Selama ini Mila selalu merawat ibu dengan baik, meski tak ayal ibu selalu menolaknya bahkan melontarkan kata-kata kasar untuknya.

"Kamu mandi gih, aku udah nyiapin makan malam untuk kamu." kemudian tatapannya beralih pada ibuku. "Ibu, ibu makan dulu yuk terus obatnya diminum. Biar ibu cepet pulih ya?". Katanya dengan penuh kelembutan.

"Berhenti. Aku tidak mau kau layani. Berapa kali harus aku bilang. Aku tidak mau obat", Tatapan ibu yang tidak pernah ramah pada Mila. "Aku lebih baik mati daripada harus bermantukan kamu dan kehilangan nawal dan cucuku. Lihat dirimu yang menyedihkan ini. Bahkan setelah sekian tahun kamu dinikahi putriku, kamu tak juga dikaruniai anak. Tuhan pasti benar-benar murka dengan tidak memberikan kalian keturunan". Baru kali ini ibu mengucapkan kata-kata yang membuatku nggak bisa berkutik.

"Cukup Bu. Selama ini, aku diem aja melihat ibu memperlakukan Mila dengan buruk. Lihat kebaikannya sekali aja buk. Mila udah mengurus dan merawat ibu dengan baik selama ini. Apa ibu nggak sadar?", Aku reflek meninggikan suaraku. Aku benar-benar benci dengan sifat ibu yang seperti ini. Mila hanya menunduk dan menangis.

"Bahkan, beribu-ribu kebaikannya pun tidak akan membuat Nawal dan cucu ibu kembali".

"Nawal yang pergi meninggalkan Fandy buk", kataku melemahkan suaraku.

"Karna kamu memilih wanita sialan ini, pantas saja nawa pergi meninggalkanmu". Kata ibu dengan wajah yang basah seluruh pipinya karna air mata.

Aku tidak banyak berkata apapun lagi. Kuraih tangan Mila dan membawanya masuk ke kamarku. Aku memang meminta Mila untuk tinggal di rumah ibu supaya dengan mudah, Mila merawat ibu dan mengambil hatinya. Tapi siapa sangka setelah hampir empat tahun, pernikahanku dan Mila tidak serta Merta membuat ibu luluh.

"Sayang, maafin ibuk yah", ucapku saat kami sudah sama-sama duduk di tepi ranjang. Dia hanya tersenyum. Aku tau senyum itu dipaksakan. "Akhir pekan, gimana kalau kita liburan ke Bali? Itung-itung kita bulan madu deh. Kan selama kita nikah, kita nggak pernah bulan madu. Biar kamu nggak terlalu stres dan ceper punya anak. Ucapan ibu, kamu jangan ambil hati yah. Maafin ibuku",

"Aku ngerti mas. Semua butuh waktu".

"Makasih sayang". ucapku lalu memeluknya. Semoga dengan begitu, aku bisa menyenangkan Mila yang selalu merasa tertekan saat berada bersama ibu.

1
rara ayu
Luar biasa
Siska Febriana
huhuuu knp sih Mila bahagia...disinikan yg terluka Nawal knp dibikin sakit .....seharusnya ada karma buat pelakor Mila SE*an itu😡
Siska Febriana
huhhh pengen gw Jambak si nenek lampir Mila itu
Siska Febriana
setan emank si Fandy ini.pengen bgt aku bejek bejek😡😡
falea sezi
bodoh aja mau balik bodoooooo
Firgi Septia
justru yg trauma itu nawal bukan kamu /Shame/
Mamanya Reza
hadeeeeeh.... dasar novel...
pengen kesel, kok ada cewe mcm bgono, mslhnya ini cuma novel
Sari
yaampun cuman novel aja sakit hatinya, jadi takut punya suami lagi
Lala Al Fadholi
pshal happy ending tp knp masih kesal aja dgn fandy yg dengan gampangnya bolak balik ke milla...jd ga ikhlas aja kaya klo akhirnya beesama nawal lg mending dia menduda seumur hidup 😝🤪
Lala Al Fadholi
iba kok bisa mpe 4 tahun...iba kok bisa sampai mengalahi istri yg d cinta...iba kok bisa mengalahi anak dalam kandungan...dasar brondong tolol dan labil...ga cocok biat nawal yg dewasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu rhor
Istia Akhtar ❤️: Terima kasih sudah singgah, jangan lupa singgah ke ceritaku yang lain.
total 1 replies
Sri Wahyuningsih
Kecewa
Saras Wati
bagus.... sangat menyentuh hati
Sulati Cus
do'a kok jelek bener
Sulati Cus
daddy pria brengs**
Nur Zia Aini
thor jngn bikin nawal.balikan.sm fandy thor
Yuli Nadya
ok
Henrita Henrita
berhenti membaca, karena wanitanya terlalu bodoh
Sri Wahyuni
smoga ga jtemu sm s nawal
Sri Wahyuni
mka nya nawal jngn bgtu mudah y jna rayuan suami laknat dan skrng rsakn akibt nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!