Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Lalu Farah pun pergi meninggalkan kantor Ken. Mark yang memperhatikan Farah dari jauh hanya terdiam.Setekah melihat mobil Farah meninggalkan halaman kantor. Mark pun kembali melangkah menuju lift.
" Dasar perempuan aneh, pantas saja bos menghindarinya," kata Mark yang ingin menemui Ken di kantornya.
Sedangkan Syara yang hari ini berada di rumah sakit, untuk bertemu Naura kakak seniornya. Duduk menunggu dengan sabar untuk mengambil surat izin bertugasnya
" Hai Sya apa sudah lama menunggu ?" tanya Naura yang tersenyum melihat Syara duduk manis menunggunya di depan meja
" Tidak kak, apa sangat sibuk hari ini?" tanya Syara
" Ya begitulah, maklum hari ini akhir pekan jadi banyak orang yang datang untuk berobat," kata Naura duduk di kursinya.
" Apa kau yakin mau praktek disini. Kemaren aku bertemu kak Gee dia menanyakan mu. Sepertinya dia tertarik padamu," kata Naura tersenyum menatap Syara. " Dia bekerja di rumah sakit terkenal dan kau bisa pindah praktek kesana, jika kau mau," kata Naura
" Tidak kak, Syara disini saja. Syara sudah bertemu kak Gee di kampus kemaren. Dan kak Gee sudah tahu, Syara memilih disini untuk ambil praktek," jelas Syara
" Kenapa begitu, jika kau disana bisa lebih optimal untuk mengembangkan ilmu mu Sya. Karna peralatannya semua serba canggih," kata Naura yang sangat ingin mendapat tawaran disana. Namun itu, tidak berlaku untuknya.
" Syara belum ambil spesialis kak. Hanya dokter umum. Ngak tahu nanti mau lanjut atau enggak. Jadi Syara nyari tempat yang biasa saja dulu. Lagi pula Syara baru belajar," kata Syara yang akhir akhir ini harus pintar membagi waktunya.
" Baiklah, tapi apa kau sangat dekat dengan dokter Gee. Jarang ada wanita yang bisa dekat dengannya?" tanya Naura penuh selidik.. Karna Gee terlihat begitu perhatian kepada Syara.
" Hanya sekedar dekat kak, tidak ada hubungan apa pun. Karna kak Gee dulu memang senior Syara. Apa kak Naura menyukainya. Dekati saja, jika naksir. Syara ngak bisa," kata Syara tersenyum manis sambil mengerjakan kedua matanya.
" Hahaha . .kau ini bisa saja Sya. Tapi boleh lah tawaran mu itu. Tapi kok tadi kamu bilang ngak bisa dekat dengan dokter Gee. emang Syara sudah punya pacar ?" tanya Naura penasaran
" Hmm ..ya kak " angguk Syara dengan polosnya.
" Astaga ....wah rupanya kak Naura salah paham. Kakak pikir kau menyukaiku dokter Gee. Tapi rupanya Syara yang imut ini sudah ada yang punya ya," kata Naura menggoda
" Ya begitu lah," jawab Syara tersenyum.
" Siapa , apa dia tampan seperti dokter Gee atau dia teman seangkatan mu?" tanya Naura penuh selidik.
" Rahasia dong, sudah kak jangan bahas itu deh. Kapan Syara bisa mulai praktek?" tanya Syara yang tidak ingin membahas hubungannya dengan Ken
" Minggu depan, Syara bisa jadi asisten kak Naura dulu untuk sementara. Apa Syara tidak keberatan?" tanya Naura.
" Tidak sama sekali kak, itu akan membuat Syara lebih mudah belajar," kata Syara yang senang bisa belajar dengan senior nya itu. Karna Naura cukup kompeten walau tidak terlalu terkenal seperti senior senior lainnya.
" Ok...ini surat perintahnya. Minggu depan kau bisa masuk pagi jam 8. Dan kak Naura akan mengajak mu berkeliling melihat lihat rumah sakit ini besok. Sebelum kau mulai bekerja. Biar Syara lebih mengenal lingkungan di sini," kata Naura
" Baik kak, akan Syara usahakan datang lebih awal," kata Syara senang karna satu tugasnya sudah mulai selesai. Tinggal tugas lainnya. Yang harus segera ia selesaikan.
" Ok ...kau boleh pulang. Minggu depan kita bertemu lagi," kata Naura.
" Baik kak, terimakasih atas bantuan nya. Syara pulang dulu ya kak," pamit Syara sembari beranjak dan menyalami Naura
" Ya hati hati di jalan," kata Naura ketika Syara hendak melangkah pergi
" Ya kak...dah ," kata Syara berlalu keluar dari ruangan Naura menuju lorong rumah sakit untuk kembali ke kampusnya.
" Alhamdulilah, tinggal praktek ," kata Syara lega. Satu persatu urusannya mulai berjalan normal seperti biasanya.
***********
Sorenya Ken yang bertemu dokter Gee di sebuah ballroom hotel bersama Mira dan Bram. Membahas tentang kerja sama proyek farmasi yang akan mereka sepakati bersama. Sebab perusahaan itu di danai oleh Ken sendiri untuk membuat herbal dan obat kanker yang dikembang oleh beberapa dokter berpengalaman agar bisa bekerja sama dengan rumah sakit milik dokter Gee yang sedang dalam tahap pembangunan.
" Apa kau yakin Gee butuh asisten anak baru. Kenapa tidak dokter dokter spesialis saja?" tanya Mira agar urusan mereka lebih berjalan mulus.
" Jika saya memakai dokter dokter senior Maka pembayaran kontrak mereka akan lebih mahal. Berbeda dengan dokter muda dan residen yang berbakat. Mereka masih mau dibayar dengan sedikit lebih murah, karna proyek ini baru akan berjalan. Saya tidak ingin menanggung banyak kerugian jika belum pasti berkembang," kata dokter Gee mengemukakan pendapat dan alasannya
" Ya kau benar Gee, aku setuju. Kau bisa memilih dokter dokter muda berbakat untuk mendukungmu" kata Ken menyetujui pendapat Gee.
" Kalau saya pribadi terserah kalian saja. Mana baiknya " kata Mira ikut bersuara. " Dan kau Bram apa pendapatmu?" tanya Mira
" Menurutku itu bagus, karna proyek ini baru berjalan. Jadi kita harus berhati hati. Biar kan dokter dokter senior bersantai lebih dulu. Baru setelah rumah sakit berdiri mereka ambil peranan," kata Bram setuju.
" Bagus lah, jika kita semuanya sudah sepakat Berarti kerjasama ini akan terlaksana dengan baik, dan saya yakin perusahaan ini akan punya masa depan," kata Gee.
" Ok ....atur saja semuanya Gee. Besok kita tandatangani surat perjanjiannya," kata Ken sembari melonggarkan dasinya. Karna meeting mereka sudah selesai
" Ok ...kita sepakat tuan, saya akan siapkan berkasnya," kata Gee tersenyum.
" Oh ya saya dengar tuan muda Ken sudah menikah dari tuan Kusuma. Selamat untuk tuan muda semoga anda berbahagia," kata Gee mengulurkan tangannya kepada Ken
" Terimakasih ," Ken menyambut tangan Gee dengan senyum hangat
" Tapi kenapa acaranya tertutup, apa tidak ada resepsi?" tanya Gee menatap Ken. Tahu jika milyader muda itu tidak kekurangan uang untuk mengelar pesta mewah.
" Saya ingin kehidupan pribadi saya tidak terlalu mencolok untuk publik. Karna istri saya juga masih dalam masa menyelesaikan kuliahnya," kata Ken memberikan alasan.
" O...begitu baiklah tuan, saya bisa memakluminya.," kata dokter Gee tersenyum
" Dia masih kuliah Ken ?" tanya Bram tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Karna temannya itu cukup tertutup dengan kehidupan asmaranya .
" Hmm...." dehem Mira yang Sudah tahu istri Ken masih berkuliah. Namun Mira tidak mengenal seperti apa Sasa yang menjadi istri pilihan sepupunya itu.
" Ya sudah tuan Ken, mba Mira, mas Bram. Saya pamit duluan. Sel ayo kembali," kata dokter Gee pada temannya.
" Ya dok, tuan tuan kami pergi duluan. Karna ada urusan lain yang harus kami kerjakan," kata teman dokter Gee yang ikutan berpamitan
" Ya silahkan," kata Mira tersenyum kepada dokter Gee yang menurutnya sangat tampan dan juga terlihat keren .
" Eh tunggu dok, apa dokter Gee sudan punya pasangan ?" tanya Mira tanpa basa basi
" Oh...itu saya sedang pedekate dengan adik tingkat saya mba. Hanya saja kami belum ke tingkat lebih serius ," kata Gee tersenyum. Sembari membayangkan wajah Syara di kepalanya.
" Oh....saya pikir anda belum ada yang punya, maaf " kata Mira sedikit merasa malu sudah menanyakan kehidupan asmara dokter Gee
" Tidak apa apa mba, selamat siang. Sampai bertemu lagi di lain waktu," kata dokter Gee sopan lalu pergi bersama temannya.
" Kau ini Mir, apa kau tidak bisa mencari yang lain. kenapa harus dokter muda itu?" kata Bram
" Dih suka suka gue dong, dia cukup keren. Umur kita hanya selisih dua tahun .Dan aku tidak terlalu tua untuknya," kata Mira dengan percaya diri. Sedangkan Ken hanya tersenyum melihat tingkah sepupunya itu.
Dan tiba tiba ...
" Hai Ken....kalian disini. Wah kebetulan sekali," kata Cindy yang ingin merangkul bahu Ken. Namun Ken dengan cepat menepis tangan wanita itu.
" Yah ...Ken. Aku kangen banget lho sama kamu, masa kamu masih cuek aja sama aku yang cantik begini ," kata Cindy yang tak lain teman Mira. Sehingga Mira langsung mendelik melihat tingkah temannya itu yang sangat tergila gila pada Ken.
" Astaga...kau gila ya Cin...Ken itu sudah menikah. Mau main rangkul aja lho sama suami orang ," omel Mira
" Hah...sudah menikah. Ya tuhan aku tak punya kesempatan dong," kata Cindy kaget langsung duduk di sebelah Mira dengan wajah cemberut
" Ck...dasar wanita aneh," celetuk Bram yang tahu Cindy bucin setengah mati pada Ken Namun Ken tak pernah sekalipun menangapi perasaan sahabat dekat sepupunya itu.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?