Anya seorang perempuan kaya yang harus meninggalkan semuanya yang dia miliki karena sakit hati yang dia punya kepada Adi. Dia memilih menghilang dari kehidupan masa lalunya dan memulai segala sesuatunya dari nol. Akankah dia bertemu dengan kekasih baru dan mempunyai kehidupan yang lebih baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Arinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fokus
Selama perjalanan menuju kantor, Anya dan pria tampan tidak ada percakapan. Mereka saling diam dengan pikiran masing-masing. Begitu mobil sampai di parkiran perusahaan, Anya mengucapkan terimakasih lalu turun dari mobil dan masuk ke perusahaan. Namun Anya bingung dia harus ke arah mana, karena Anya kemarin tidak bertanya dimana ruangan departemen marketing.
"Ada di lantai 3 departemen marketing. Keluar lift ambil lorong kanan", pria tampan tersebut memberitahu seolah dia mengerti kesulitan Anya.
"Terimakasih lagi", kata Anya lalu berjalan menuju lift diikuti pria tampan. Mereka masuk ke dalam lift bersama.
" Sebagai ganti ucapan terimakasih, nanti siang aku ke ruanganmu dan kita makan siang bersama", kata pria tampan nyengir.
"Apaan coba?", kata Anya lalu keluar bersamaan saat pintu lift terbuka.
"Tunggu aku nanti ya", teriak pria tampan sesaat sebelum pintu lift tertutup.
"Dasar cowok gak jelas", gerutu Anya. Anya mulai berjalan ke lorong menuju departemen marketing. Dilihatnya sebuah tulisan "DEPARTEMEN MARKETING" di pintu kaca. Anya menghela nafas panjang lalu masuk ke ruangan tersebut.
Saat Anya masuk baru sekitar 5 karyawan yang ada. Mereka melihat Anya dengan tatapan bingung. Anya lalu berjalan ke ruangan yang bertuliskan "manager room".
" Maaf kamu siapa? Mau apa kamu ke ruang manager? Manager lagi cuti", kata seorang perempuan menghentikan langkah Anya.
"Dia manager percobaan di departemen marketing sekarang", kata Nisa yang secara tiba-tiba sudah ada disana.
" Terimakasih Bu Nisa sudah mengenalkan saya. Mohon maaf ini departemen marketing, sedang apa karyawan HRD kesini? Ada yang bisa saya bantu?", tanya Anya.
"Saya disini cuma mau ngasih kamu file ini. Ini laporan departemen marketing beberapa bulan belakang. Tadinya sekretaris tuan yang mau memberikannya padamu, tapi berhubung sekretaris sibuk jadi aku yang disuruh memberikannya", kata Nisa memberikan satu kardus berisi dokumen.
"Terimakasih", kata Anya mengambil kardus ditangan Nisa dan berlalu masuk ke ruangannya.
" Kurang ajar, berani sekali dia", gumam Nisa dalam hati. "Aku akan buat perhitungan denganmu". Nisa pun pergi untuk kembali ke ruangannya.
Anya didalam langsung membaca dokumen di kardus tadi. Ternyata hasil laporan departemen marketing tiga bulan terakhir. Juga ada beberapa dokumen hasil kinerja karyawan departemen tersebut. Anya membaca sekilas hasil kinerja karyawan.
Anya melihat keluar ruangannya. Ruangannya di desain dengan kaca yang bisa melihat keluar ruangan, tetapi bagi yang diluar ruangan mereka tidak bisa melihat ke dalam ruangan. Para karyawan sibuk bekerja di meja mereka masing-masing. Anya keluar ruangan dan berniat memperkenalkan diri.
" Selamat pagi menjelang siang semua, mohon perhatiannya sebentar", Anya memecah keheningan. Semua mata tertuju padanya sekarang. Beberapa orang tampak menatap bingung, namun sebagian pria di ruangan tersebut melihat Anya dengan pandangan kagum akan kecantikannya.
"Perkenalkan nama saya Kirana Putri Subekti, kalian bisa panggil saya Anya. Saya mulai hari ini bekerja disini sebagai manager marketing namun masih dalam masa percobaan. Saya hanya diberi waktu satu bulan untuk memperbaiki kinerja departemen marketing karena menurut laporan yang saya baca tadi, memang terjadi penurunan dalam hal pemasaran. Jadi saya mohon kerjasama teman teman semua untuk kedepannya", kata Anya diakhiri dengan senyum. " Dan saya juga ingin tahu satu persatu kalian. Mohon perkenalkan diri dan tugas kalian disini".
Satu persatu karyawan memperkenalkan diri dan menjelaskan tugas mereka masing-masing. Anya tampak memperhatikan setiap orang yang berbicara. Setelah semua orang memperkenalkan diri, Anya meminta salah satu dari mereka masuk ke ruangannya.
"Ada yang bisa saya bantu Bu?", tanya perempuan tersebut dengan sedikit gugup.
"Santai aja, gak usah takut. Aku gak gigit", Anya tertawa melihat ekspresi gugup perempuan di depannya. " Nama kamu Cindy dan kamu bertugas sebagai sekretaris ku mulai sekarang. Kamu akan bantu semua yang aku butuhkan. Entah dokumen, jadwal jadwal maupun yanh lainnya".
"Kenapa saya Bu?", tanya Cindy heran. "Saya karyawan paling baru disini Bu".
"Memang kamu karyawan paling baru dan kamu paling pendiam, kamu juga karyawan dengan nilai kinerjanya yang hanya rata-rata. Tapi saya merasa kamu ada bakat dan kemampuan yang baik untuk jadi sekretaris saya, hanya saja karena kamu terlalu takut dan tidak percaya diri makanya kamu tidak bisa menunjukkan kinerjamu dengan maksimal", kata Anya dengan mantap.
" Tapi Bu bagaimana dengan karyawan yang lain? Apa mereka tidak masalah?", Cindy masih bingung dengan pola pikir Anya.
"Santai saja, itu urusan saya. Segera kembali ke mejamu dan tolong analisis laporan ini. Bawa kesini kalau sudah selesai", Anya memberikan sebuah laporan agak tebal kepada Cindy.
" Baik Bu, saya permisi", Cindy menerima laporan tersebut dan keluar dari ruangan.
Anya kembali berkutat dengan dokumen di depannya. Anya hari ini ingin fokus menganalisis kendala apa yang membuat marketing terus menurun kinerjanya. Tanpa Anya sadari, sudah saatnya makan siang.
"Hai, ayo makan siang. Jangan lihat laporan terus, mana bisa kenyang kamu", kata pria tampan mengagetkan Anya.
Anya mendongak melihat siapa yang mengagetkannya, dan Anya menghela nafas kasar.
______________
jangan lupa vote, like dan share nya teman teman. jadikan juga sebagai salah satu novel favorit semua pembaca.
terimakasih semuanya.
follow IG : @widiaarinta
sukses
semangat
keren dan mantap