Genre: Action, Romantis, Fantasi, petualangan dan komedi.
Seorang pembunuh nomer satu dari devisi Wolf blood, Donz Ferliano, kembali ke kota dan menjadi murid yang paling kuat di sekolah laki-laki SMA Kuroshki!. Tidak hanya itu tujuan Donz Ferliano, ingin menemukan pembunuh, Ayahnya dan ingin membalaskan dendamnya.
Ayahnya terbunuh, dalam misinya oleh sekelompok Gangsters yang berada di Kota Osako Negara Jepang.
Apakah? Donz Ferliano akan berhasil menemukan pelaku pembunuhan ayahnya? Simak baik-baik ceritanya!!
Cerita orsinil bukan plagiat.
Novel ini terinspirasi dari Film Crows zero dan High and low.
Bantu Authour kalo ada kata yang tidak sesuai atau salah, tolong di koment ya.
Soalnya Authour buat Novel sambil kerja, masih mending tiap hari updet.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WiLz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 21.Terungkapnya Rahasia Veronica
Donz Ferliano kaget dan langsung melapaskan tangan Veronica yang sedang memeluk erat tubuhnya, lalu menyudutkannya ke tembok.
•Di Toilet laki-laki•
"Siapa kau?" tanya Donz Ferliano yang sedang mabuk.
"Kenapa kamu tidak mengenaliku." jawab Veronica.
"Kau! Veronica?" tanya Donz Ferliano.
"Akhirnya kau mengenaliku, Donz sayangku." jawab Veronica sambil mendekati Donz Ferliano.
"Cukup basa-basimu, kenapa? kau bisa berada disini." tanya Donz Ferliano.
"Kau selalu saja kasar, seperti biasanya." jawab Veronica sambil menggoda Donz.
"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, kenapa kamu ada di sini." tanya Donz Ferliano dengan muka dinginnya.
"Aku kemari karna ingin bertemu dengan mu Donz, aku rindu padamu, aku ingin selalu di dekatmu." jawab Veronica sambil memeluknya lagi.
"Lepaskan pelukanmu." tanya Donz Ferliano.
"Tapi Donz!" jawab veronica.
Donz Ferliano tak berkata apapun, ia melepaskan pelukannya dengan Veronica dan langsung pergi dari toilet tersebut.
"Donz kenapa kamu terus menghindar dariku." ucap Veronica sambil melihat Donz ferliano pergi.
Veronica berkata dalam hatinya.
Tapi aku akan terus mengejarmu sampai aku mendapatkan cinta dari mu.
Donz Ferliano kembali ke tempat Takeshi, Sachi, Mino Tamida, Kenzo dan Hyuga.
•Rungan VIP•
"Hei Donz, akhirnya kau kembali." kata Sachi.
"Aku akan pergi, kalian di sini saja aku ada urusan pribadi." kata Donz Ferliano sambil mengambil 1 botol minuman ber alkohol dan pergi dari ruangan tersebut.
"Tapi Donz, kita belum sele...sai" kata Mino Tamida.
"Sachi kenapa Donz pergi tanpa memberitahu ada urusan pribadia apa." tanya Takeshi.
"Entah, aku juga tidak tau. mending aku minum saja." jawab Sachi.
Takeshi berkata dalam hatinya.
Kenapa Donz langsung pergi, apa mungkin dia dalam masalah, sebaiknya aku mengikutinya.
"Hyuga tuangkan lagi minumanya." tanya Sachi.
"Baik kak Sachi." jawab Hyuga.
"Aku juga mau lagi Hyuga." ucap Kenzo.
Takeshi penasaran kenapa Donz Ferliano pergi, Takeshi diam-diam berjalan keluar pintu keluar namnu.
"Hei Takesi, mau kemana kau?" tanya Sachi.
"Emm anu, aku mau pergi ke toilet dulu." jawab Takeshi.
"Oh, kirain mau kemana, cepat ya kita mau buat permaina nih." ucap Sachi.
Takeshi pun berjalan keluar dan mengikuti Donz Ferliano pergi dari tempat karoke MoonShine.
Bukan hanya Takeshi saja yang mengikuti Donz Ferliano tapi Veronica juga mengikuti Donz Ferliano.
Malam sekitar jam 22.30 Donz Ferliano berjalan menuju taman dekat danau, yang siang hari dia jumpai bersama Naomi Akhira.
Donz Ferliano menuju taman dekat danau untuk menenangkat hatinya, karna dia teringat masa lalunya dengan Veronica.
Dulu Donz Ferliano pernah jatuh cinta kepada kakaknya Veronica bernama Velin.
Velin adalah kekasihnya Donz Ferliano saat dia masih di devisi Wolf Blood. Velin terbunuh karena Donz Ferliano saat dalam misi di Antartika.
Velin pernah menyelamatkan Donz Ferliano dengan pelukan Velin saat peluru sniper mengarah ke Donz Ferliano Velin melindungi Donz Ferliano dengan cara memeluknya, akhirnya Velin tertembak peluru yang tadinya mengarah kepada Donz Ferliano, malah menembak Velin.
Velin tewas dalam pelukanya Donz Ferliano, karna itu Donz Ferliano di benci oleh ayahnya Velin dan Veronica, karna tewasnya Velin dalam misi bersama Donz Ferliano.
Namun Veronica tidak membeci Donz Ferliano karna Veronica ingin menggatikan kakanya Velin di hati Donz Ferliano.
Namun Donz Ferliano tidak menetapkan hati Veronica, karna Veronica di mata Donz Ferliano adalah sebagai adik.
"Velin sejak saat ini adikmu terus mengejarku, aku tidak mau mengalami kejadia serupa sepertimu." kata Donz Ferliano yang berjalan sambil memegang bolol minuman alkohol.
"Ayah selama ini Donz tidak bisa menebus ke salahan Donz sendiri, seandainya saja ayah masih ada di dunia ini, Donz tidak akan menderita seperti ini." kata Donz Ferliano yang mabuk karna kebanyakan minum.
Donz Ferliano pun sampai di pinggir danau tersebut.
"Donz hanya ingin hidup, layaknya sesorang manusia biasa, kenapa! kenapa! ayah memasukanku ke dalam pasukan militer." kata Donz Ferliano dengan nada suara tinggi.
Veronica pun berjalan menghampiri Donz Ferliano yang sedang berdiri di pinggir danau.
•Di Pinggir Danau•
"Donz, Maafin aku karna aku terus mengejarmu demi kakak ku." kata Veronica.
"Kamu tidak perlu minta maaf." kata Donz Ferliano.
"Aku mengerjamu karna kakak ku meminta agar kamu bisa melupakan kakak ku." kata Veronica.
"Kenapa? kau harus melakukan itu." kata Donz Ferliano sambil berbalik ke belakang dan berjalan menghampiri Veronica.
"Sebenarnya saat ke jadian itu, kakak ku sengaja mengorbankan dirinya tertembak, karena dari dulu kakak ku sudah pasrah ingin mengakhiri hidupnya." kata Veronica.
"Kenapa dia ingin sekali mati, apa alasan dia ingin mengakhiri hidupnya." tanya Donz Ferliano merasa marah.
"karena kakak, dari dulu sudah mengidap penyakit yang tidak bisa di obat." jawab Veronica.
"Penyakit apa? yang dia alami saat itu." tanya Donz Ferliano.
"Dia mengalami tumor di otaknya." jawab Veronica.
"Apa? apa yang kamu bilang, kenapa kau baru bilang sekarang." kata Donz Ferliano.
"Karna kakaku tidak mu kamu merasa sedih saat dia mati karena penyakit, dia ingin mati di medan perang karna ingin membela negaranya sendiri." kata Veronica yang merasa sedih.
"Tapi kenapa? dia tidak menceritakannya kepadaku, dari dulu aku merasa bersalah atas kematiannya." kata Donz Ferliano yang berbicara nada tinggi dan meneteskan air matanya.
"Cuma aku saja yang tau penyakitnya, karna ayahku tidak mau melihat anaknya meninggal karna penyakit yang di derita kakak saat itu." kata Veronica.
"Kalo begitu aku pergi dulu, Donz." ucap Veronica yang berlari sambil meneteskan air mata.
Veronica berkata dalam hatinya.
Maafkan aku kakak aku sengaja mengunkapkan ini kepada Donz, Karna aku sudah cape berpura-pura suka ke padanya.
Donz Ferliano terdiam dan tidak berkata apa-apa namun dia melukai dirinya sendiri dengan botol minumannya dengan cara memukulkan ke kepalanya sendiri.
"Crek" suara botol ke kepala Donz Ferliano
Kepala Donz Ferliano pun mengeluarkan darah dan dia cuma tersenyum.
Donz Ferliano mengeluarkan dompetnya dan mengambil photo Velin berkata dalam hatinya.
Aku selama ini menyalahkan diriku sendiri, karna kematianmu, tapi kau malah menyakiti hatiku seperti ini, andaikan saja kau beritahu dari awal, aku pasti membantumu.
Takeshi yang dari tadi bersembunyi di balik pohon melihat Donz Ferliano dan Veronica tentang masalahnya, Takeshi pun berjalan menghampiri Donz Feliano yang berdiri sendiri di pinggir Danau.
"Aku mungkin tidak tau masalah mu, tapi dari kau menyakiti dirimu sendiri seperti itu, lebih baik kau pokus membalaskan dendam atasa ayahmu." kata Takeshi.
"Kau benar Takeshi." kata Donz Ferliano.
"Kau akhirnya sadar juga, baiklah kalo begitu kita pergi dari sini." ucap Takeshi barjalan pergi.
Tak lama kemudian saat Donz Ferliano ingin pergi dan melangkahkan kakinya dia pun pingsan.
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu