NovelToon NovelToon
Dipaksa Suami Menerima Istri Siri!

Dipaksa Suami Menerima Istri Siri!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:51.7k
Nilai: 5
Nama Author: niya_23

Alya, seorang wanita lembut dan setia, tak pernah membayangkan rumah tangganya yang terlihat sempurna harus terguncang oleh kenyataan pahit. Suaminya, Reza, yang selama ini ia percaya dan cintai sepenuh hati, tiba-tiba membawa wanita lain dan memperkenalkannya sebagai istri sirinya. Hancur dan terluka, Alya dipaksa menerima kehadiran orang ketiga dalam hidupnya, meski batinnya menolak keras.

Namun, hidup tak semudah menelan kenyataan
Alya harus menghadapi dilema antara mempertahankan rumah tangganya demi Ibunya atau memperjuangkan harga dirinya yang diinjak-injak. Perlahan, rahasia demi rahasia tentang rahasia istri sirinya mulai terungkap, membuka luka lama dan menguji batas kesabaran Alya. Mampukah cinta bertahan saat kepercayaan telah dikhianati? Ataukah Alya akan menemukan kekuatannya sendiri untuk berdiri dan memilih jalannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niya_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Hari-hari setelah putusan cerai, Alya memulai dari titik awal lagi ia kini hanya berfokus mengembalikan dirinya. Ia menutup luka hatinya dengan bekerja lebih giat, membangun kembali citra dan karier yang sempat ia tinggalkan dulu karena masalah rumah tangga.

Di kantor, banyak yang melihat Alya jauh berbeda kini ia lebih tegas, lebih fokus dan sorot matanya tajam beberapa rekan kerja juga menyimpan bisik-bisik perihal dirinya.

Alya baru saja keluar dari ruangan Pak Dirga setelah rapat singkat membahas proyek terbaru. Senyum tipis masih melekat di wajahnya ada rasa lega karena presentasi kemarin mendapat pujian.

Namun, di sisi lain rekan kerja Alya bernama Dina yang lebih senior mulai iri akan keberhasilan Alya. Ia sudah mengintai momen itu untuk dijadikan bahan gosip. Pandangan Dina kepada Alya penuh dengan ejekan dan tatapan sinis.

Dina mulai melancarkan racun fitnahnya kepada Alya ia berbisik, tapi cukup keras untuk didengar orang lain. “Eh, lo tuh liat si Alya barusan? Baru cerai aja udah rajin banget keluar masuk ruangan Pak Dirga ngapain tuh yah? nggak heran sih gue kalo kerjaannya selalu dipuji."

“Ya iyalah, kalau deket sama bos mah gampang. Kerja seadanya aja bisa naik jabatan. Kita yang banting tulang malah nggak keliatan,” sahut rekan kerja yang lain.

Dina tertawa kecil, tapi sinis. “Makanya, di kantor ini bukan soal kerja keras, tapi soal siapa yang bisa bikin bos betah. Dan Alya jelas paham cara mainnya."

Beberapa orang di pantry menoleh, ada yang pura-pura sibuk, tapi jelas mereka mendengar. Bisikan itu mulai menyebar ke Divisi lain.

Ketika Alya kembali ke mejanya, ia merasakan atmosfer aneh beberapa rekan menatapnya dengan tatapan penuh curiga, sebagian lain saling berbisik sambil melirik ke arahnya. Alya tidak tahu, apa yang sedang mereka bicarakan padahal gosip tentang dirinya sudah mulai tersebar.

Pada jam makan siang Amel dan Alya bertemu untuk makan bersama mereka pergi ke sebuah restoran dekat kantor.

“Mel, akhirnya gue bisa napas lega. Presentasi tadi diterima, Pak Dirga juga bilang dia puas sama hasilnya. Rasanya seneng banget, akhirnya kerja keras gue gak sia-sia,” ucap Alya sambil menyeruput kopi di atas mejanya.

Amel menatap Alya, ia menarik napas panjang. “Al… ada sesuatu yang harus gue bilang. Gue sebenarnya nggak mau lo kepikiran, tapi gue nggak tega kalau lo denger dari orang lain duluan."

“Apa, Mel? Lo jangan bikin gue takut,” ucap Alya dengan mengernyitkan dahinya ia sedikit cemas.

“Ada gosip di kantor. Katanya lo deketin Pak Dirga biar gampang naik jabatan. Mereka bilang lo kayak merayu dia,” sahut Amel hati-hati.

“Hah!Gosip murahan itu dari mana? Siapa yang ngomong begitu?"

“Gue nggak bisa pastiin siapa yang nyebarin, tapi gue denger sendiri orang-orang bisik-bisik di pantry. Dan parahnya, mereka percaya,”

“Ya Allah baru aja kelar  masalah rumah tangga, sekarang malah ada fitnah ini? Padahal gue kerja mati-matian buat ngerjain proyek ini, tapi gue gak peduli sih biarin aja orang mau ngomong apa."

Amel menggenggam tangan Alya, tegas.

“Bagus Al gue suka sikap lo jangan biarin omongan mereka ngejatuhin lo. Gue tahu kerjaan lo bersih, lo tahu lo dapet semua ini karena lo mampu. Jangan kasih mereka senjata buat bikin lo jatuh."

“Ia, Mel Kali ini gue harus bertahan."

Alya kembali ke mejanya dengan napas berat. Ia bisa merasakan darahnya mendidih, tapi ia memilih diam. Satu hal yang ia tahu: kalau ia terpancing emosi, gosip itu akan semakin

dipercaya. Namun dalam hati, Alya sadar fitnah ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama kalau tidak, karier yang baru ia bangun bisa runtuh sebelum berkembang.

Pak Dirga, memang akhir-akhir ini sering memberikan perhatian kecil kepada Alya sekedar menanyakan kabar ibunya, atau menyelipkan motivasi ketika Alya tampak lelah. Perhatian itu terasa tulus, tapi di mata orang lain bisa saja ditafsirkan berbeda.

Pak Dirga tiba-tiba datang ke meja Alya ia tersenyum ramah. “Bu Alya, laporan kamu minggu ini sudah bagus terus terang, tanpa kamu, tim ini mungkin sudah kacau. Bagus teruskan kerja kerasmu."

Alya hanya tersenyum tipis, ia berusaha profesional. “Terima kasih, Pak. Laporan ini hasil kerja keras tim saya. Saya hanya berusahanya melakukan bagian saya saja."

Pak Dirga menatap lebih lama, dengan nada sedikit lembut. “Ini tidak hanya sekedar bagianmu. Kamu sudah melampaui ekspektasi. Saya… bangga punya orang seperti kamu di tim ini."

Alya tersentak. Hatinya bergetar sesaat, tapi ia cepat-cepat menunduk, menahan diri. Ia masih trauma, takut membaca perhatian pria terlalu jauh.

Dua rekan kerja lain mendengar pembicaraan Alya dan Dirga. Maka terjadilah gosip semakin panas.

Bisik-bisik itu menyebar cepat, seperti api yang membakar rumput kering. Alya secara tidak sengaja mendengar pembicaraan gosip tentang dirinya ketika ia sedang di toilet mendengar dengan seksama apa yang sedang mereka bicarakan.

“Eh, lo liatkan tadi? Pak Dirga lama banget di meja si Alya,” ucap Dina sinis.

“Iya. Nggak heran si janda itu mau dipromosiin cepet dekat sama Bos rupanya. Kalau begitu caranya, kita yang kerja keras jadi nggak ada artinya,” sahut wanita lain.

Alya yang mendengar hal itu seketika wajahnya panas dan dadanya sesak, ia akhirnya memberanikan diri mendatangi Dina yang sedang asik bersolek di kaca toilet.

Alya keluar dari toilet sambil menahan emosi, suaranya tenang tapi tegas. “Dina, saya dengar yang kamu bicarakan tentang saya kamu jangan bicara sembarangan tentang saya kalau ada yang mau kamu tanyakan tentang saya lebih baik tanya langsung pada saya, bukan bikin gosip murahan seperti itu ngerti kamu!”

Dina pura-pura polos, ia tersenyum sinis.

“Lho, aku cuma bilang fakta yang semua orang lihat. Kamu sering banget dipanggil Pak Dirga terus hasil kerjaan kamu selalu dipuji. Wajar dong kalau orang mikir ada yang lebih dari sekadar rekan kerja."

“Saya kerja pakai keringat sendiri. Semua laporan, semua presentasi, saya yang bikin dari nol. Kalau kamu mau bukti, lihat aja hasilnya, bukan nyebar fitnah,” ucap Alya dengan tatapan tajam.

“Ya sudah, kita lihat aja nanti siapa yang benar. Di kantor ini, reputasi lebih penting dari laporan," sahut Dina sambil menyilangkan tangan, dengan nada meremehkan dan langsung pergi meninggalkan Alya.

Di rumah, Alya duduk sendiri di kamar, memandangi tumpukan berkas kerja di meja. Ia menutup mata, mencoba menepis gosip yang menekan. Tapi wajah Pak Dirga tiba-tiba muncul di pikirannya, begitu juga senyum ramahnya.

Di sisi lain, jauh di apartemennya yang sunyi, Reza menatap layar ponsel kosong. Dalam benaknya, satu pikiran berulang  ia tidak bisa menerima kekalahan. Sesuatu dalam dirinya mulai merencanakan langkah baru yang bisa saja kembali menyeret Alya ke dalam badai.

Bersambung....

Kasih Like guys.....

1
Surati
bagus ceritanya 👍
Didin Wahidin
yg bener aja Thor, ada suster julid
evi carolin
dr awal sdh jelas mamanya Dirga ga suka sama kamu lbh baik ga usah diteruskan ckp hubungan kerja aja ,jelas jelas sifat mmnya Dirga spt itu lbh baik nikmatin hdp smp bertemu jodoh yg meratukan mu ,Dirga bucin ama kamu biar aja kan ada mmnya yg ngerecokin hdp anaknya seterusnya
evi carolin
selamat berbahagia Reza ,selamat atas segalanya , selamat menikmati hidup pilihan mu
evi carolin
perasaan aman tuh kawin lg taunya ketahuan,eh giliran mo dilepas kaya cacing kena abu 😜 panas panas deh rumah tangganya si Reza ama gundiknya apa lg ditambah bukti nikah dia yg terbaru .... yuhuuu .../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
evi carolin
ya iyalah ,masak bisanya ngasih dr milik istri pertama ,keliatan banget ga mampu nafkahin istri kedua,mulai dr nol buat istri kedua ya .... bkn tinggal nyomot punya istri pertama /Joyful//Joyful//Joyful/
Rina Susilowati
poligami hampir semua diawali dengan selingkuh. seperti sewa pelacur, ketahuan baru bilang poligami 😆
Merry Marmut
seru thor
Ma Em
Akhirnya Alya bahagia bersama Dirga dan Arsya , setelah Alya banyak merasakan penderitaan dan berakhir dgn kebahagiaan , terima kasih Thor semoga author selalu sehat dan panjang umur sukses selalu 🤲🙏😘🥰
Lisa Yacoub
ceritanya bagus, thor .....dgn nasehat yg bijak dan menyentuh.
Arieee
bagus👍👍👍👍👍
Arieee
👍👍👍👍👍👍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰bagus
cinta semu
Bu Rini makin berani .. semoga Alya & Dirga bisa mengatasi ny💪
partini
doa istri Solehah dan ibu itu wow sekali loh
Moms Putri
ceritanya acak adut
Ma Em
Alhamdulillah Alya sekarang sdh hamil , ternyata Alya tdk mandul tapi yg mandul mantan suaminya Alya , semoga Alya dan Dirga selalu bahagia apalagi beberapa blm lagi anaknya akan lahir , semoga pernikahan Alya dan Dirga langgeng .
Ma Em
Semangat Thor semoga anaknya segera sembuh dan sehat selalu 🤲🤲
Jue
Di dunia nyata soal jodoh maut ini terletak di tangan Allah SWT , Restu ibubapa itu hanya syarat untuk melengkapi sebuah bahtera perkahwinan atau lebih tepat perkataan restu itu sendiri datang dari bahasa Sanskrit lama ( Agama Hindu ) , Ketika sudah bertemu dengan orang yang kita rasa tepat maka boleh saja menikah tanpa restu dengan syarat ada wali hakim jangan sampai lari menikah di sempadan pula , Lalu perlahan-lahan ambil hati mentua dengan sikap diri kita yang baik dan ingatlah bahawa sesuatu yang datang pada kita di bawah aturan Allah SWT maka yang maha kuasa adalah sebaik-baik perancang hidup setiap makhluknya di muka bumi ini ..... 💪
Rieya Yanie
biar tahu rasa reza
Ma Em
Bu Desi tdk akan menyesal punya menantu Alya karena Alya orangnya baik , sabar serta penyayang dan pilihan Dirga itu tdk akan salah .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!