Entah keberuntungan atau kesialan bagi seorang Sheril dengan mudahnya jatuh ke dalam pesona seorang Arion yang ketus, galak dan cuek.
Arion si pemilik sejuta pesona, mampu memikat banyak hati orang, tapi nyatanya hati Arion lah yang paling sulit untuk dipikat.
Bagi Sheril, Arion adalah orbitnya. Dunia Sheril seakan hanya tertuju kepada Arion seorang.
Bagi Arion, Sheril adalah salah satu dari sekian banyak bintang yang mengelilinginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 - Masih Malam yang Sama
Berbeda dari liburan semester sebelumnya, liburan kali ini Arion habiskan untuk belajar tentang bisnis selama 14 jam dalam 1 hari. Mengingat masuk sekolah besok lusa, Arion memutuskan untuk meliburkan diri dari aktivitas belajar bisnisnya. Ia perlu menyegarkan otak, kepalanya sudah terasa begitu pening.
Arion memarkirkan motornya di area parkir restauran cepat saji berlambang huruf M. Waktu baru menunjukkan pukul 6 petang. Setelah memesan burger cheese, kentang goreng beserta mocca float, Arion mengambil tempat duduk di sudut ruangan. Posisinya sangat strategis untuk menarik perhatian pengunjung.
"Eh, liat cowok yang duduk di sudut deh. Bule ya dia?"
"Iya, ganteng banget. Jadi pengen ajak foto. Ajak foto yuk!"
Gerakan jempol Arion men-scroll layar ponsel terhenti ketika kedua gadis remaja berdiri di samping kursinya.
"Excusme,"
Arion mendongkak, menatap kedua gadis remaja itu tanpa ekspresi.
"Can we take pictures together?" Tanya gadis remaja itu malu-malu.
Arion mendengus, dirinya terlalu sibuk hanya untuk foto dengan kedua gadis remaja tersebut. Permintaan seperti ini bukanlah kali pertama, sudah sering kali Arion di pintai foto bersama padahal dirinya bukan artis.
Keunikan orang Indonesia kalau ada bule ganteng, di ajak foto bareng.
"Gue gak mau." Balas Arion singkat kemudian kembali fokus ke layar ponselnya.
Kedua gadis itu membelalak. Bukan karena penolakan Arion, tapi karena terkejut mengetahui Arion bisa berbahasa Indonesia.
"Oh my God! Dia bisa ngomong Indo dong!" Histerisnya.
Arion tak menghiraukannya, 15 menit yang lalu Arion mendownload semua aplikasi sosial media hanya untuk mencari nama 'Sheril Patricia Eudora'. Sudah 1 bulan hilang kontak, Arion ingin tahu bagaimana keadaan gadis itu sebab terakhir kali keadaan gadis itu tidak baik-baik saja. Setidaknya Arion bisa mengetahuinya walau hanya melalui sosial media.
Akun Instagram Sheril sangat ramai. Pengikutnya sudah puluhan ribu, postingan fotonya juga hampir 200. Arion mengetuk foto paling terbaru yang Sheril posting.
Liked by garazeandriano and 10.482 others
sherilpatricia sweet 16, eaakkk. Doain aja semoga gue banyak duit gais biar bisa mensejahterakan rakyat missqueen ku apa lagi yang jomlo awokwowk
View all 3.629 comments
ray.rayhan Hiiih kucheng, yang ada gue di palakin traktiran mulu sama lo 🙂
garazeandriano Happy Birthday Presiden Jomlo 🤗
adenamargarita Happy Birthday temen gue yang paling de best 💕
travianagatha Pibesdey mblo, panjang umur pendek napas ye 😎
aidanpramoedya moga turun jabatan jones bro 👌
ranggadarmaw Selamat ulang tahun mblo, kurang-kurangin stalk Arion nya ya sis ^-^
andrehutama Mat un gan, bakso gue jangan lupa :))
Alis Arion terangkat membaca komentar demi komentar di postingan yang di unggah 12 jam lalu. Ia tidak tahu sama sekali jika Sheril sedang berulang tahun hari ini.
Setelah menghabiskan makanannya, Arion kembali mengitari padatnya kota Jakarta tanpa tujuan. Otaknya sedang sibuk berpikir, apa yang harus ia lakukan kepada Sheril? Apakah ia harus memberikannya ucapan juga?
Karena serumit apapun keadaan hubungan mereka saat ini, tetap saja Sheril adalah orang yang menemani Arion selama hari ulang tahunnya kemarin. Rasanya tidak impas jika Arion tidak hadir di hari spesial Sheril.
Setelah mengitari kota Jakarta selama satu jam, Arion memberhentikan motornya di dekat post satpam kompleks perumahan. Selama memikirkan Sheril, tanpa sadar Arion sudah memasuki wilayah perumahan Sheril. Rumah Sheril tidak besar, begitu sederhana namun sangat nyaman untuk di tempati.
Arion mengangkat tangan kirinya, jam tangan Arion sudah menunjukkan pukul 8 lewat 10 menit. Hari semakin malam dan Arion ingin mengurungkan niatnya pergi ke rumah Sheril, seperti kurang sopan jika bertamu ke rumah orang di jam segini.
Baru Arion menyalakan mesin motor, saat mendengar suara teriakan dan kegaduhan yang berasal dari dekat rumah Sheril, Arion kembali mematikan mesin motornya. Ia jadi penasaran kegaduhan apa yang terjadi.
Mata Arion menatap mobil hitam yang keluar dari pekarangan rumah Sheril, kaca jendela depannya retak, membuat Arion semakin yakin jika kegaduhan yang terjadi barusan berasal dari rumah Sheril.
Tebakan Arion tidak salah saat melihat Sheril berjalan keluar rumah seraya menundukkan kepala. Bahkan dari jarak 15 meter saja, Arion sudah tahu jika gadis itu sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Arion akhirnya memarkirkan motor di depan post satpam, ia memberikan selembar uang merah kepada satpam itu dan berkata. "Pak, saya titip motor sebentar ya. Makasih,"
Satpam itu melongo menatap Arion yang sudah pergi tanpa mendengar jawabannya terlebih dahulu. Hanya untuk menitipkan motor sebentar ia sudah di berikan seratus ribu, rasanya itu terlalu besar. Arion sendiri juga sudah terbiasa dengan kebiasaan orang Amerika yang selalu memberikan tip dimana pun dan kapan pun itu.
Mengikuti kemana perginya gadis itu, Arion berdiri dengan jarak 3 meter di belakang Sheril. Dari jarak sedekat ini, Arion bisa mendengar dengan jelas tangisan Sheril.
Malam ini, pertama kalinya Arion melihat Sheril sehancur ini. Arion tidak menyangka jika gadis yang selalu tersenyum lebar setiap berhadapan dirinya, sekarang sedang menangis histeris. Hati Arion seakan ikut tersayat setiap mendengar isakan dan ungkapan rasa sakit hati Sheril. Arion bisa merasakan kepedihan Sheril.
Setelah mengumpulkan keberanian diri, Arion duduk di sebelah Sheril dan langsung menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
Lebih dari satu bulan tidak bertegur sapa, sekalinya bertemu, Arion harus melihat kekacauan Sheril. Arion memeluk erat Sheril, pelukan Arion tersendiri mengandung banyak arti. Yaitu memberi kekuatan agar Sheril bisa melewati ini semua, menyadarkan Sheril bahwa gadis itu tidak sendirian, memberitahu jika Arion ada sebagai sandarannya dan menyalurkan kerinduan Arion terhadap gadis itu.
Arion menahan Sheril agar tidak perlu mendongkak, membiarkan Sheril menggelamkan kepalanya di dada bidang Arion.
"It's me, Arion. Keluarin semua rasa sakit hati lo sampai merasa elo baikan," bisikan lembut Arion membuat Sheril menangis kembali.
"Iyon," Isak Sheril.
"Gue benci bokap gue, gue juga benci wanita yang udah ngerebut bokap dari gue dan nyokap gue, gue juga benci sama anak kecil yang menjadi bukti kalau selama ini bokap gue punya anak selain gue."
Sambil mendengarkan segala ungkapan rasa sakit hati Sheril, tangan Arion tak berhenti mengusap kepala Sheril.
"Gue itu anak semata wayang. Gue benci pas tau bokap gue punya anak selain gue. Gue juga gak tega liat nyokap gue yang semakin tersiksa mentalnya gara-gara bokap gue. Arion, gue benci mereka semua!" Sheril mengguncangkan tubuhnya sendiri, seakan ingin terlepas dari tali drama menyakitkan yang mengikat dirinya selama ini.
"Silahkan benci mereka, elo punya hak untuk itu," jawab Arion.
"Arion, tadi gue jambak anak mereka, gue juga nampar wanita itu. Meski gue udah sakitin dua cewek itu kenapa gue cuma bisa nangis di pas berhadapan bokap gue? Yang ada gue di tampar sama bokap gue sendiri di depan mereka, pipi gue sakit Arion, tapi hati gue lebih sakit!" Sheril bercerita di sela isakannya.
Telapak tangan Arion menyentuh pipi Sheril secara perlahan. "Sebelah mana yang sakit? Yang ini?"
Dalam pelukan Arion, Sheril menganggukkan kepalanya. Memberi tahu bahwa bagian itulah yang terasa sakit.
Arion menunduk, meniup perlahan pipi Sheril seraya mengusapnya penuh kehati-hatian.
"Trust me, everything will be fine." Bisik Arion berusaha menenangkan Sheril.
Seperti sebuah mantra, tangisan Sheril langsung reda hingga Arion merasakan napas Sheril sudah teratur. Rupanya Sheril sudah terlelap di pelukan hangat Arion.
Arion menyingkirkan anak rambut dari wajah Sheril untuk melihat wajah cantik itu lebih jelas. Hidung merah akibat terlalu lama menangis, kantung mata menghitam akibat kurang tidur, sedikit kerutan di dahi menandakan Sheril tidak benar-benar tertidur dengan nyenyak dan bibir yang pucat.
Dua puluh menit berlalu dalam kesunyian, selama itu pula Arion menatap Sheril secara lekat-lekat, menatapi setiap inci dari wajah yang sudah tidak di temuinya selama satu bulan terakhir.
Arion merindukan sosok Sheril yang ceria, hatinya ikut teriris melihat Sheril sehancur ini.
Setelah memastikan Sheril telah tertidur lelap, Arion menggendong Sheril ala bridal style. Tubuh Sheril terasa begitu ringan, dan Arion berani bertaruh bahwa berat badan Sheril tidak sampai 45 kg.
Arion membawa Sheril pulang ke rumah, pintu rumah Sheril juga dibiarkan terbuka menandakan Dewi menunggu kepulangan putri tercintanya.
Tapi Arion tidak menemukan keberadaan Dewi di ruang tengah. Sudah beberapa kali ke rumah Sheril, Arion langsung tahu yang mana pintu kamar Sheril.
Setelah membaringkan Sheril di atas tempat tidur, Arion melepaskan sandal Sheril lalu menyelimutinya agar Sheril semakin terasa nyaman dalam tidurnya.
Arion berlutut di samping tempat tidur Sheril, mengusap puncak kepala Sheril penuh kehati-hatian karena tidak ingin Sheril merasa terganggu.
Setelah terdiam cukup lama, Arion menunduk lalu mendaratkan bibirnya di kening Sheril.
"Happy Birthday Sheril, I just hope your happiness. I miss you." Bisiknya penuh perasaan.
Meskipun Arion tidak menjadi yang pertama memberi ucapan selamat ulang tahun kepada Sheril, tapi Arion berharap semoga dirinya lah menjadi yang terakhir hari ini. Arion juga yang menjadi orang terakhir Sheril lihat sebelum tertidur lelap.
Setelah menghabiskan 5 menit hanya untuk menatap Sheril terlelap, Arion keluar dari kamar Sheril dan menemukan Dewi yang ternyata sudah tertidur di kamarnya sendiri. Sepertinya wanita paruh baya itu ketiduran ketika menunggu kepulangan Sheril.
Arion menutup pintu secara perlahan rumah Sheril yang tidak dikunci, tidak ingin mengganggu dua perempuan yang sudah tertidur lelap setelah merasakan luka yang luar biasa. Rasa rindu Arion sudah terbayarkan malam ini.
Kembali ke post satpam, Arion mengeluarkan 4 lembar uang berwarna merah dan memberikannya kepada pak satpam.
"Pak, rumah Sheril pintunya enggak di kunci. Bisa minta tolong buat lebih jagain rumah itu malam ini? Seenggaknya sampai jam 6 pagi." Pinta Arion.
Pak satpam itu tercengang dengan uang yang diberikan oleh Arion. Menjaga setiap rumah di kompleks perumahan ini sudah menjadi tugasnya setiap malam. Tapi malam ini ia mendapatkan rezeki tak terduga terlebih lagi dari seorang remaja laki-laki.
"Bisa mas. Biasanya jam 6 pagi saya suka liat Bu Dewi udah buang sampah di depan rumahnya. Ngomong-ngomong, mas gak kebanyakan ngasih uangnya ke saya?" Satpam itu menjadi tidak enak sendiri.
"Saya kira itu masih kurang. Saya minta tolong ya pak. Kalau gitu saya pulang dulu, terima kasih." Setelah pamit, Arion melajukan motornya dan pergi dari kompleks dimana Sheril tinggal.
Malam ini, kerinduan Arion sudah terbayarkan meski harus melihat Sheril terluka seperti itu. Sebenarnya Arion merasa marah saat Sheril memberitahu bagaimana rasa sakit hatinya. Tapi apa yang harus Arion lakukan? Ia tak ada sangkut pautnya dengan masalah keluarga Sheril.
Arion menjadi teringat harapan Sheril ketika ulang tahunnya waktu itu. Sheril mengharapkan kebahagiaan Arion kapan pun dan dimana pun itu.
Sepertinya mulai malam ini harapan itu akan terbalik, meskipun Arion tidak tahu berharap kepada siapa, tapi ia sangat menginginkan Sheril lebih bahagia dari dirinya kapan pun dan dimana pun itu. Keinginan Arion lebih dari keinginan Sheril. Sebab Arion ingin selalu melihat senyuman ceria yang membuat kecantikan Sheril menjadi berkali-kali lipat.
udh nunggu lama bgt 😭