NovelToon NovelToon
Mr Arrogant I Love You

Mr Arrogant I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:522.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anugrah Utarie

"Kamu adalah laki-laki yang bisa membuatku percaya, bahwa tidak semua laki-laki itu brengsek" ~Rania


"Kamu adalah wanita yang membuatku mengerti apa itu cinta" ~Aldrich

Aldrich yang tidak percaya pada cinta semenjak pengkhianatan yang dilakukan oleh suami kakaknya dan membuat kakak satu-satunya meninggal karena bunuh diri.

Akhirnya dipertemukan dengan Rania yang tidak percaya kepada laki-laki, setelah melihat sahabatnya sendiri meninggal karena bunuh diri akibat ditinggal kekasih yang telah menghamilinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugrah Utarie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kembali

"Kakak kenal dengan kakak tampan ini?" pertanyaan Arshad membuat Rania menoleh padanya.

"Ohh ti.. dak, kakak tidak kenal dengannya. Ayo kita menemui Bunda" Rania mengajak adiknya untuk segera pergi dari hadapan Aldrich. Namun Arshad sangat yakin kalau mereka berdua saling kenal. Meskipun dia masih bocah ingusan, tapi ia bisa mengetahuinya hanya dari tatapan keduanya.

"Tunggu Rania, aku ingin bicara" Aldrich mencoba menghentikan Rania namun wanita itu tetap berjalan tanpa memperdulikan laki-laki itu. Sehingga membuat Aldrich mengusap kasar wajahnya.

"Kak, sepertinya kakak itu ingin bicara serius dengan kakak" Arshad menghentikan langkahnya dan membuat Rania ikut berhenti.

"Sudahlah Arshad, kakak tidak mau bicara dengannya"

"Berarti kakak kenal kan dengan kakak tampan itu?" Arshad semakin menyudutkan Rania.

"Arshad" Rania menatap wajah adiknya.

"Kakakku yang cantik, kakak yang tampan itu orang baik. Buktinya tadi dia nolongin Arshad. Jadi sebaiknya kakak bicara aja sama dia ya, Arshad tunggu disini"

"Arshad, kalau kakak bilang nggak ya nggak. Ayo kita pergi, Bunda pasti udah nyariin kita" Rania menarik tangan adiknya.

Aldrich hanya bisa menatap kepergian Rania dengan perasaan kecewa. Karena ia tidak mau membuat Rania semakin membencinya, kalau sampai memaksa wanita itu. Sementara Arshad masih melihat ke arah Aldrich yang jelas sekali raut kesedihan tergambar jelas di wajahnya.

Sebenarnya Rania hampir saja menangis, namun berusaha ia tahan. Ia tidak mau menangis di depan adiknya. Mereka terus menelusuri jalan setapak sampai di tempat mobil mereka berada.

"Arshad, ya ampun nak.. Bunda udah takut kamu nggak akan ketemu" Bunda Livana langsung berlari menghampiri putra bungsunya.

"Maafin Arshad ya Bund, tadi Arshad ketemu sama kakak tampan di kebun teh sebelum bertemu dengan kak Rania" Arshad langsung memeluk Rania.

"Kakak tampan? Siapa Ars? Kamu kenal?" tanya Alden penasaran, dia berharap laki-laki itu orang baik yang akan jadi pendamping kakaknya.

"Ars sih nggak kenal kak, tapi kak Rania kenal" jawab Arshad polos, karena Rania juga tidak mengatakan apa-apa selama mereka dalam perjalan tadi.

"Arshad... " Rania menatap tajam adik laki-lakinya.

"Kamu kenal nak sama laki-laki itu?" kali ini Bunda Livana yang bertanya.

"Ng... gak Bund, Rania nggak kenal sama dia. Arshad ngarang Bund" Rania jadi gelagapan karena pertanyaan Bundanya.

"Kamu yakin?" Bunda Livana menyipitkan matanya karena belum percaya dengan ucapan anak sulungnya. Karena Arshad tidak mungkin bohong kalau dia mengatakan Rania mengenal laki-laki yang dimaksud putra bungsunya.

"Iya Bunda, Bunda nggak percaya sama Rania" Rania langsung mengerucutkan bibirnya.

"Bukan gitu sayang, Bunda percaya kok sama kamu" Bunda Livana tersenyum, meskipun dalam hati dia masih bertanya-tanya. (Aku harus menanyakan langsung kepada Arshad).

"Balik yok Bund, udaranya mulai dingin nih. Rania lupa bawa jaket" Rania langsung berjalan ke arah mobil yang sudah dibuka kuncinya oleh Alden. Semuanya langsung mengikuti Rania dan segera pulang ke rumah.

🍁🍁🍁

Aldrich masih belum bergeming dari posisinya. Ia masih berdiri di tengah kebun teh dengan tatapan kosong. Pertemuannya kembali dengan Rania membuat dirinya kembali kacau.

"Permisi Den, Aden sedang apa atuh disini? Sebaiknya Aden pulang, karena hujan sebentar lagi turun" ucapan salah satu pekerja yang pulang memetik teh yang bernama Kang Ucup membuat Aldrich tersadar.

"Ohh iya Kang, sebentar lagi saya pulang" jawab Aldrich ramah.

"Baiklah Den, kalau begitu saya pulang dulu" Kang Ucup langsung pergi meninggalkan Aldrich yang masih setia berdiri mematung di tengah-tengah kebun teh.

Dengan langkah gontai ia kembali ke rumah Neneknya dengan tampang yang tidak ada ramah-ramahnya.

"Nenek, Aldrich pulang" ucapnya datar.

"Kamu dari mana toh nak? Dari tadi Nenek cariin" Nenek Ambarwati menghampiri cucunya.

"Dari kebun teh Nek, karena bosan makanya Aldrich pergi main ke kebun" jawab Aldrich seadanya.

"Yowes, makan dulu nak" Nenek Ambar membawa cucunya ke meja makan. Mereka menikmati makan siang dengan lahapnya.

Aldrich memang hanya tinggal berdua dengan Neneknya karena Mommy dan Daddynya harus kembali lagi ke London setelah seminggu berada di Indonesia. Selama Aldrich berada di Indonesia, perusahaannya akan terus ia pantau. Namun yang turun ke lapangan adalah Adhlino asisten pribadinya.

"Aldrich ke kamar ya Nek" ia berdiri setelah menyelesaikan makan siangnya. Ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang letaknya menghadap ke kebun teh. Jadi kalau ia membuka jendela maka ia akan bisa melihat langsung pemandangan kebun teh yang luas dan sangat indah.

Sampai di kamar, ia merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran besar. Ia memejamkan matanya dan kembali teringat sorot kebencian yang terpancar dari mata Rania.

"Rania, apa segitu bencinya kamu denganku? Sampai kamu pura-pura tidak mengenalku" sejujurnya hatinya memang sangat hancur mendengar Rania mengatakan kepada adiknya kalau dia tidak mengenalnya.

"Hah" Aldrich menghela napas kasar dan bangun dari tidurnya. Kemudian melangkah menuju balkon untuk menenangkan pikirannya yang kacau. Namun tetap saja ia tidak bisa menghalau Rania dari pikirannya.

Akhirnya ia memutuskan pergi secara diam-diam ke sebuah night club di kota Bandung. Ia pergi menggunakan ojek untuk sampai di kota dan lanjut menggunakan taxi.

Sementara Rania dan keluarganya baru saja sampai di rumah. Rania langsung turun dan masuk ke dalam rumah. Ia menuju dapur untuk mengambil minum, karena tenggorokannya sudah sangat kering.

"Kak, Bunda boleh minta tolong nggak?" Bunda Livana memanggil anaknya dari ruang tengah.

"Minta tolong apa Bund? Baru juga nyampe Bund" Rania berjalan sambil membawa gelas berisi air dan menghampiri Bundanya.

"Semua persediaan kita sudah mau habis, jadi Bunda mau minta tolong kamu buat ke belanja. Bisa kak? Nanti Bunda berikan catatan apa-apa aja yang mau di beli. Kamu bis pergi dengan Alden"

"Alden nggak bisa Bund... Karena ada tugas yang harus diselesaikan" Alden menyauti ucapan Bundanya dari ambang pintu kamarnya.

"Ya udah Bund, biar Rania pergi sendiri aja. Alden kunci mobil mana?" teriaknya pada sang adik yang sudah masuk ke dalam kamar.

"Ada di dekat lemari kak" jawabnya sambil berteriak.

Bunda Livana segera berdiri dan mengambil catatan belanjaan. Kemudian menyerahkannya kepada Rania dan menyerahkan platinum card kepada anaknya.

"Rania pergi dulu ya Bund" pamitnya sambil mencium punggung tangan Bundanya.

"Hati-hati ya sayang"

"Iya Bund" Rania langsung pergi ke depan dan masuk ke dalam mobilnya. Setelah menghidupkan mesin mobilnya, Rania melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya.

Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 20 menit, ia sudah sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota Bandung. Rania turun dari mobil setelah ia memarkirkan mobilnya.

Rania masuk ke dalam dan menuju ke supermarket untuk membeli semua kebutuhan yang ada dalam catatan yang diberikan Bundanya.

Selesai mengambil semua yang diminta Bundanya. Ia mendorong trolley menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Pramuniaga segera menghitung belanjaan Rania. Setelah semua belanjaannya di totalkan, ia mengeluarkan platinum card untuk membayar semua belanjaannya.

Pramuniaga mengembalikan kartu Rania setelah memotong semua tagihan belanjaan dengan tersenyum ramah.

"Terimakasih Mba" ucap Rania ramah dan mengambil kartunya. Rania memasukkan semua kantung ke dalam trolley dan mendorongnya menuju parkiran.

Saat keluar dari parkiran, ia lihat langit sudah berubah warna menjadi gelap. "Ternyata lama juga aku belanjannya. Sampai udah gelap gini" ia pun cepat-cepat melajukan mobilnya agar cepat sampai di rumah.

Disaat ia sedang asik-asiknya bernyanyi di dalam mobil, ia melihat seseorang tergeletak di pinggir jalan dan sudah dikerumuni warga sekitar. Karena jiwa penolongnya yang tidak bisa membiarkan orang kesusahan, Rania menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan. Ia keluar dan segera menghampiri kerumunan warga.

"Permisi Pak, ada apa ya?" tanya Rania pada warga yang berdiri di dekat kerumunan.

"Ini Neng, ada cah bagus yang pingsan. Kayaknya habis di begal" jawab salah satu warga yang ditanya Rania.

Karena penasaran, Rania menerobos kerumunan warga untuk melihat laki-laki yang tengah pingsan tersebut. Matanya langsung terbelalak saat melihat dengan jelas wajah laki-laki yang tengah berbaring dengan luka lebam di wajahnya.

"Aldrich" teriaknya spontan dan langsung menghampiri laki-laki itu. "Astaga, kenapa kamu jadi seperti ini?" Rania meraih tubuh laki-laki yang pura-pura tidak ia kenali tadi ke dalam pelukannya. Ia kembali teringat pertemuannya tadi pagi dengan Aldrich dan tanpa sadar air matanya lolos begitu saja.

Semua warga terheran-heran dengan apa yang mereka lihat? Tapi tidak ada yang berani berkomentar.

"Pak tolong bawa dia ke mobil saya" pinta Rania pada warga yang masih berkumpul disana.

"Baik Neng" tanpa membuang waktu warga yang diminta bantuan oleh Rania langsung mengangkat tubuh Aldrich dan memasukkannya ke dalam mobil Rania.

"Makasih Pak" ucap Rania pada warga yang sudah membantunya.

"Sama-sama Neng" jawab warga tersebut.

Rania langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya ke Rumah Sakit terdekat. Sampai di Rumah Sakit, Rania memanggil petugas kesehatan untuk membantu dirinya mengangkat Aldrich.

Petugas kesehatan langsung membawa brangkar dan memindahkan tubuh Aldrich ke atasnya. Kemudian segera mendorongnya masuk ke dalam UGD diikuti oleh Rania.

"Maaf Mba, Mba tunggu di luar dulu" perawat membawa Rania ke luar UGD.

"Tapi kan.. " Rania hanya pasrah dan menunggu di luar. Ada perasaan bersalah yang menghinggapi hatinya. Karena saat memeluk tubuh laki-laki itu, ia mencium bau alkohol dari mulutnya.

"Sejauh apapun aku pergi dan menghilang, kenapa aku kembali dipertemukan dengamu?" Rania menutup wajahnya dengan telapak tangan. Apa benar ini adalah takdir yang sudah Tuhan gariskan untukku? Karena aku kembali bertemu dengan orang yang jelas-jelas ingin aku lupakan. Sungguh takdir itu memang lucu dan selalu di luar dugaan.

🌿🌿🌿🌿🌿

Memang benar, kalau sesuatu yang sudah ditakdirkan untukmu pasti akan menjadi milikmu. Sejauh apapun kamu pergi dan bersembunyi, kamu akan dipertemukan kembali dengannya. Begitulah takdir yang tidak bisa ditolak ataupun dihindari.

1
cetom😘😘
klo udah dini hari berarti jamnya 00.40 tor
MamiTya
ditunggu kelanjutannya thor...
Rita
kok...end 🤔
gimana Kenzie dan Liana?
gimana anak2 Riana dan Aldrich?
Rita
😂🤣😂🤣
walaupun akan menghadapi kemarahan suami tapi setidaknya sudah menggigit dan menjambak Leo...
Rita
jahara banget jadi mertua , lagian anak dah Nikah juga....ya Hak suami lah srkarang
Bunda Puput
top bgt
Whindy Anugrah: makasih kak
total 1 replies
Pertiwi Tiwi
Rania hamil
Pertiwi Tiwi
jodoh .
Pertiwi Tiwi
jodoh .
A.L 1805
😭😭
Mahrita Sartika
visual in q suka q suka q suka
A.0122
up lg dong thor
A.0122
kasian kenzie kehilangan orang yg dicinta untuk selamanya dan tak ada disaat terakhir orang yg dicinta didunia ini
A.0122
liana sakit kanker kah atau penyakit berbahaya lainnya
A.0122
kk nya bahagia eh adiknya menderita karna hatinya hancur
A.0122
baby twins A
A.0122
kasian si lucas selalu berharap pada jodoh orang lain
A.0122
rasakan itu leo karna sepertinya si twins tak suka ibu mereka didekati oleh leo
A.0122
bnr² profesional nie mereka
A.0122
wah aldrich ga marah saat tau rania bawah mobil sendiri ke kantornya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!