Aku tidak tahu dosa apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga tuhan menghukumku Seperti ini.
Aku Terjerat Dalam hubungan pernikahan Dimana Akulah orang ketiganya, Bangga? bahagia? tentu tidak, Aku seorang wanita mana mungkin aku akan bahagia diatas luka wanita lain Seburuk apapun wanita itu dia tetap seorang wanita dan sebaik apapun aku, Akan jauh lebih buruk dari pada dia.
Menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan sebuah hukum yang tengah aku jalani.
Jika diluar sana beberapa wanita bangga menjadi orang ketiga, tetapi aku justru menyesal, karena hinaan, cemoohan, serta makian, sudah menjadi Nyanyi wajib yang selalu terdengar ditelingaku.
Aku tidak berdaya jika harus melawan Nama besar Keluarga Sanjaya. Tapi jangan sebut Nama aku Luna jika aku mudahkan Semua keinginannya.
Silahkan langsung di baca 👉
Tinggalkan Jejak jika kalian suka dengan 💬🌟❤️ Terima kasih 🙏🙏🙏
Ingat Warning,⚠️⚠️⚠️21+++
Jangan lupa Follow IG Vivia129
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sahabat lama
Luna menggenggam erat selimut yang menutupi tubuh polosnya, seolah ia sedang menyalurkan rasa sakitnya.
genggamannya tidak cukup untuk menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan. Luna mulai menangis dan berteriak sejadi
jadinya. Mungkin dengan begitu rasa sakitnya dapat berkurang.
Setelah puas, Luna meraih Bathrobe menutupi Tubuhnya. berjalan dengan tertatih tati ke kamar mandi, Ia harus Kembali membersihkan dirinya.
Setelah kekejaman yang dia dapat dari suaminya beberapa jam yang lalu kini Luna sudah sampai di rumah sakit sambil menenteng dua paper bag yang berisi seragam kerja dan tiga lembar daster rumahan.
Sebelum ke rumah sakit Luna mampir ke rumah kakaknya Zen mengambil mobil yang ia titipkan.
" Luna." Luna berhenti ketika mendengar seseorang memanggilnya. Ia berbalik menatap kearah orang itu.
" Dina." Ucap Luna ." Kamu Dina kan." Tanya Luna sedikit tak percaya dengan wanita yang menghampirinya.
" Iya! ini aku Nadina Amelia sahabat kamu." Jawabnya sedikit bangga, ia menaik turunkan kedua alis dengan senyum yang mengembang sempurna.
" Kamu kerja disini juga." Tanya Luna lagi, raut wajahnya terlihat tidak percaya dengan kehadiran Sahabatnya itu. Ya Luna , Nurul dan Dina adalah sahabat dari kecil SD, SMP sampai SMA mereka selalu bersama, Mereka mulai berpisah saat Kuliah, itupun Karena Nurul Kuliah di Universitas yang berbeda dengan mereka! Sedangkan Dina dan Luna kuliah di kampus yang sama dengan fakultas dan jurusan yang sama pula. Kebidanan adalah jurusan yang di ambil kedua sahabat itu, begitu selesai Kuliah, Dina berkerja sebagai Asisten dokter kandungan yang membuka Klinik persalinan di kampung mereka sedangkan Luna langsung ikut tes pegawai dan berakhir di rumah sakit ini.
" Iya dong! aku coba coba nasib aja dengan ikut tes seperti kamu! Eh ternyata aku lulus dan di tempat di rumah sakit ini, aku nggak nyangka kamu juga kerja disini."
" Aku juga senang bisa ketemu kamu lagi." Luna memeluk erat tubuh Sahabatnya.
" Aku juga." Ucap Dina Setelah mengurai pelukannya dengan Luna. " Kamu di ruangan apa Luna."
" Ginek! Kamu."
" Kebidanan! Sip malam juga?" Luna mengangguk.
" Tapi Din, kamu tinggal dimana?"
" Di mes rumah Sakit lah! biar hemat."
" Sama siapa? bukannya satu mes untuk dua orang ya." Kedua berjalan beriringan menuju ruang Masing masing kebetulan ruang Kebidanan dan Ginek berdampingan.
" Sendiri."
" Aku boleh numpang di mes kamu."
" Boleh dong."
" Ya udah nanti pulang aku ke mes kamu ya."
" Oke." Keduanya pun berpisah dan masuk keruangan masing masing.
...💋💋💋💋💋...
Reval memutuskan untuk kembali ke perusahaan Setelah meninggalkan Luna. banyak pekerjaan yang menumpuk, yang ia tinggalkan untuk bertemu dengan Luna Tetapi apa yang di dapat Luna mengatainya dan membuat Ia merah.
" Tumben balik lagi bro." Tanya Indra yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.
" Pusing gue." Jawab Reva.
" Pusing kenapa? orang punya istri aja lebih dari satu, kalau istri tua merajuk yah kemar istri mudalah! kenapa harus pusing sih bro tinggal nikmati aja."
" Kalau ngomong sih enak! coba loh di posisi gue." Usul Reval tetapi segera di tolak putra.
" Sorry bro, Terima kasih! buat kamu aja. Nurul udah lebih dari cukup buat aku." Indra mengangkat kedua tangannya menggantung di udara! seolah sedang menolak. " Aku permisi, kerjaan ku lagi banyak. Indra Pergi meninggalkan Reval yang mengerang Frustasi di ruangannya
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading.. 💋💋...
...💋Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍...
gak apa thor penulis jg manusia biasa kami pembaca blm tentu bisa nulis, terima kasih dgn kisah ini. saran sih dikit, cerita ini babyak sedihnya jd bacanya nyesek. semangat berkarya
aku heran ama dion berbuat salah udah tahu kena minta dicegah oleh melly untuk tdk celap celup... lebay dion mah
aku gsk kebayang lho thor cinta namun sejauh itu jaraknya