Shandra Hasanah, diusianya yang hampir kepala tiga selalu dikatain perawan tua dan dikatain memiliki wajah yang tidak cantik. Hingga suatu ketika ia dimintai menikah dengan mendiang suami adiknya, Athaya Besmana, karena sang adik yang bernama Alika dikabarkan mengalami kecelakaan dan Athaya sangat terpukul dengan kepergian sang istri.
Tak ingin membuat Athaya terus bersedih, orang tua Athaya justru meminta Shandra menjadi istri dari mendiang suami adiknya. Lalu, apa Shandra menerima permintaan orang tua Athaya?sementara Athaya masih sangat mencintai adiknya, Alika.
Ikuti kisah Shandra _Pemilik Hati Suamiku _
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Mas Abim ...," gumam Shandra.
Abim tersenyum, kemudian melangkah mendekati Shandra. Abim tak menyangka akan bertemu dengan Shandra di sini dan kebetulan sekali ia butuh bantuan Shandra. Akan tetapi Abim sedikit ragu, sebab suaminya Shandra sudah melarangnya.
"Kamu sendirian di sini?" tanya Abim.
Shandra menggelengkan kepalanya pelan. "Aku sama mama mertua," balas Shandra. Sikap Shandra seketika terlihat canggung.
"Oh." Abim menggusak rambutnya. "Mm ... aku ...." Abim bingung sendiri, ia takut kalau Shandra tidak mau menemui ibunya.
Ibunya Abim tengah sakit dan sang ibu sangat kekeh ingin bertemu dengan Shandra. Ibunya Abim masih belum percaya kalau Shandra, calon menantu idamannya sudah menikah. Padahal ibunya Abim sangat berharap Abim dan Shandra berjodoh. Namun apa dikata takdir tidak merestui keduanya untuk hidup bersama.
"Aku kenapa?" tanya Shandra yang merasa heran melihat Abim tidak melanjutkan ucapannya. Seperti ada sesuatu yang ingin dia katakan.
"Gak jadi deh." Abim akhirnya tidak jadi meminta Shandra menemui ibunya. Lagian Abim tidak mau merepotkan Shandra dan pastinya Shandra pasti nanti kena omel sama suaminya. Ia tidak mau buat masalah di dalam rumah tangga Shandra.
"Aku pergi dulu," pamit Abim.
Shandra mengangguk, setelah Abim pergi Shandra beralih lagi ke temannya Alika, namun ia tidak mendapati keduanya.
"Kemana mereka?"
Shandra melihat sekelilingnya, akan tetapi mereka tidak ada di restoran itu. Akhirnya Shandra pun pergi dari sana, namun di kepalanya terus memikirkan sosok yang ditemui temannya Alika.
Apa benar wanita itu adalah Alika?
Pertanyaannya itu terus berputar dipikirannya.
"Shan, kamu dari mana? Ibu dari tadi mencarimu," ucap Bu Cici.
"Dari toilet. Di toiletnya tadi ngantri, jadi lama," kata Shandra.
"Oh ... pulang yuk."
***
Malam kedua, Atha dan Shandra tetap disuruh nginep lagi. Atha sebenarnya sudah gak mau, takut kejadian pagi tadi terulang lagi. Bisa repot buat dirinya. Sementara ia tidak mungkin menyentuh tubuh Shandra.
Dan malam ini Atha sengaja tidur terpisah, demi mengantisipasi kejadian seperti tadi pagi.
"Kamu mau kemana?" tanya Shandra heran.
"Aku mau tidur di kamar sebelah."
"Oh ...."
Atha keluar dari sana dan saat hendak membuka pintu kamar sebelah, dari arah belakang bapaknya menimpuk punggungnya.
"Kamu mau ngapain ke kamar ini?" tanya Pak Ishaq.
Atha berjingkat kaget, lalu memutarkan badannya menghadap bapaknya.
"Mau ... mau ...." Atha bingung mencari alasan yang tepat. Otaknya buntu dan tak menemukan alasan yang bagus.
Pak ishaq menanti perkataan Atha selanjutnya.
Sementara Atha terus memutar otaknya, hingga suara merdu istrinya memberi penyelamat baginya.
"Mas, udah ketemu dompetnya," seloroh Shandra.
"Belum," sahut Atha dengan napas lega.
Beruntung Shandra datang di waktu yang tepat, sehingga ia tidak perlu cari-cari alasan.
"Oh, cari dompet," tukas Pak Ishaq.
Pak Ishaq tidak bertanya lagi, dia pergi dari sana.
Atha menoleh ke arah Shandra, ia ingin mengucapkan terima kasih, namun Shandra justru melenggang masuk ke kamarnya.
***
Di keheningan malam, Atha tak dapat tidur. Ia berusaha memejamkan matanya untuk menjemput sang mimpi, tapi semakin ia berusaha untuk tidur semakin susah.
Atha membuang napas panjang, lalu menatap langit-langit kamar. Pikirannya melayang entah kemana.
Di luar suara petir bergemuruh. Hujan akan segera turun. Atha turun dari ranjang dan entah kenapa kakinya justru melangkah ke luar kamar dan menuju kamar Shandra.
Sesaat Atha terdiam di depan pintu. Di lubuk hatinya tengah berperang antara masuk atau tidak.
Masuk, tidak, masuk, tidak.
Dua kata itu terus bergaduh dalam benaknya.
Pada akhirnya kata masuk menang. Perlahan Atha membuka pintunya, ia memanjangkan lehernya ke arah ranjang. Namun, orang yang ia cari tidak ada di tempat. Mata Atha kemudian menyapu sekitarnya dan melihat seseorang tengah duduk bersimpuh di atas sajadah. Atha masuk dan memperhatikan Shandra dari belakang.
Shandra tengah berzikir, jemarinya sibuk dengan butiran tasbih.
Atha terpana melihat Shandra begitu rajin beribadah, tidak seperti dirinya yang semakin jauh. Ada rasa malu di dalam hatinya.
Tidak mau mengganggu, Atha memilih pergi dari sana. Saat hendak membuka pintu, Shandra memanggilnya.
"Mas," panggil Shandra.
Otomatis Atha menoleh dan melongo melihat wajah Shandra. Wajah yang selama ini terhalang oleh cadar. Wajah yang terlihat putih, bersih dan bersinar.
"Kamu Shandra?" Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Atha.
🌺🌺🌺
Mampir juga ke novel othor yang satu lagi. Judulnya Aku Belum Mati, Sayang!
aihhh jangan lah sampai kaya drama Indosiar ya Thor
aiahhh ,,semoga otak nya terbuka si atta bukanya gelap mata ingin memiliki nya kembali terus kamu di tinggal
kan
akhirnya kebongkar juga...
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
ayo???
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya