NovelToon NovelToon
Setelah Jatuh Talak Itu

Setelah Jatuh Talak Itu

Status: tamat
Genre:Pengganti / Cerai / Romansa / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:194.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Setelah di jatuhkan talak 6 tahun lalu dalam keadaan hamil yang ternyata tidak mengubah apapun dalam kehidupan Saffana.
Sakit hati yang dia terima membuat Saffana tetap mengakhiri pernikahan itu dengan laki-laki yang pasti dia cintai.
Semua keputusan itu di ambil dengan melibatkan sang pencipta.

Setelah 6 tahun. Saffana yang akhirnya hidup masing-masing dengan mantan suaminya. Tetapi hubungan mereka tetap baik. Karena mereka masih saudara dan juga masih ada anak yang bernama Alisha buah hati mereka berdua.
Hubungan mantan pasangan suami istri itu tetap baik dan kompak dengan merawat Alisha. Tetapi tetap harus berjarak.

Seiring berjalannya waktu, Saffana dan Aksa sama-sama menemukan pasangan hidup mereka masing-masing untuk memulai kehidupan baru setelah 6 tahun lebih sendiri.
Saffana yang sedang dalam proses perencanaan pernikahan.
Bagaimana kehidupan Aksa dan Saffana saat mereka berdua memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan pasangan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Rumah Sakit.

"Lepaskan aku!"

"Lepaskan aku Tante sakit!" keluh Saffana yang tidak mendapatkan ampunan dari Mira.

"Lepaskan sakit!" Saffana yang mendapatkan perlakuan yang tidak baik hanya bisa memberontak melawan dua orang itu sekaligus yang menyerang dia.

"Dasar wanita sialan!" Saffana yang terus berusaha untuk menyelamatkan diri dengan mendorong kembali Mira dan membuat Mira yang terjatuh dengan begitu Saffana yang cepat-cepat menutup pintu. Namun tetap saja Mira dan Tasya yang tidak mau mengalah dan mendorong pintu itu yang saling dorong dengan Saffana.

Saffana mengeluarkan seluruh tenaganya untuk untuk menghadapi dua wanita yang memang sakit jiwa yang berbuat nekat kepada Saffana .

Sampai akhirnya Tasya yang mengambil tindakan dengan menendang perut Saffana dengan sangat kuat dan membuat Saffana yang menahan rasa sakit yang luar biasa dengan memegang perut itu. Mira juga ikut membantu dengan mendorong Saffana yang akhirnya membuat Saffana terdorong yang sampai membentur siku meja.

"Auhhhh...." lirih Saffana yang begitu kesakitan dan langsung terbaring dengan posisi sedikit meringkuk yang memegang perutnya.

"Itu pelajaran untuk wanita seperti kamu yang sudah berani kepada kami!" tegas Mira yang bukannya membantu Saffana semakin jahat yang sekarang menginjak lagi perut Saffana.

"Argggghhh!" Saffana berteriak menahan rasa sakit yang luar biasa.

"Dengan kamu yang sudah bercerai dari Andre tidak akan ada lagi laki-laki yang mau menikah dengan kamu. Karena kamu tidak akan memiliki keturunan lagi!" tegas Mira yang menginjak perut itu dengan sangat kuat tanpa memiliki perasaan sedikitpun kepada Saffana sejak tadi menahan kerasa sakit yang luar biasa.

"Mampus kamu!" umpat Mira yang penuh dengan kekejaman dan tidak ada rasa iba sama sekali.

Karena perbuatan Mira yang sangat kejam membuat Saffana tidak bisa menahan rasa sakit itu dan perlahan mata itu terpejam dengan air mata yang jatuh membasahi pipi mulus itu.

"Tante cukup!" Tasya yang melihat Saffana yang sudah lemah dan panik berusaha untuk menghentikan Mira

"Kamu jangan hentikan saya untuk memberikan wanita ini pelajaran. Dia sudah sangat keterlaluan dan harus diberikan pelajaran!" tegas Mira yang tidak peduli dan semakin keras menginjak perut Saffana.

"Tante tapi dia sudah tidak sadar dan bagaimana jika dia mati. Kita bisa mendapatkan masalah," ucap Tasya yang mengingatkan.

Barulah Mira melihat ke arah Saffana yang memang sudah tidak sadarkan diri dan Mira baru mengangkat kakinya dari perut Saffana.

"Apa dia mati?" tanya Mira yang tiba-tiba menjadi sangat takut.

"Aku tidak tahu Tante!" sahut Tasya juga begitu takut dan mereka berdua semakin panik saat melihat darah yang keluar dari mulut Saffana.

"Tante sebaiknya sekarang kita pergi dari sini dan sebelum ada yang melihat kita. Kita bisa menjadi tersangka jika kita berdua tetap berada di sini!" ucap Tasya yang mengambil keputusan.

"Iya kamu benar. Saya juga tidak mau mendapatkan masalah!" sahut Mira yang langsung setuju dan mereka berdua langsung pergi meninggalkan rumah Saffana tanpa peduli dengan apa yang terjadi pada Saffana.

***********

Aksa yang baru selesai dari kamar mandi yang menaiki ranjang dengan menarik selimut yang ingin tertidur.

Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.

Baru saja ingin memejamkan mata tiba-tiba ponsel Aksa sudah berdering yang membuat Aksa membuka melihat panggilan telpon itu dengan kontak Saffana.

"Kenapa Saffana menelponku malam-malam seperti ini. Apa jangan-jangan terjadi sesuatu pada Alisha!" batin Aksa dengan hati yang tiba-tiba merasa tidak enak dan langsung mengangkat telepon tersebut.

"Assalamualaikum Saffana!" sahut Aksa.

"Ayah! Ayah!" suara Alisha yang terdengar di dalam panggilan telepon tersebut dengan suara tangis yang pernah ketakutan.

"Alisha! Kamu kenapa sayang?" tanya Aksa yang begitu panik yang menyibak selimut.

"Ibu Ayah," Alisha yang merengek yang mungkin kebingungan harus mengatakan apa.

"Ibu ada di mana Alisha?" tanya Aksa yang benar-benar sangat mengkhawatirkan Alisha.

"Ibu tidak bangun, mulut Ibu banyak keluar darah!" ucap Alisha dengan suara yang bergetar membuat Aksa semakin khawatir pada sang Putri.

"Alisha kamu tenang ya sayang, Ayah akan segera datang," ucap Aksa yang berusaha berbicara dengan lembut agar Alisha tidak takut. Aksa dan juga tidak tahu apa yang terjadi dan tidak punya waktu untuk bertanya lebih banyak lagi kepada Alisha. Dia langsung bergerak dengan cepat.

**********

Malam-malam Aksa yang langsung pergi menuju rumah Saffana untuk mencari tahu apa yang terjadi kepada Saffana dengan Aksa yang tidak lama sudah sampai kekediaman Alisha dengan Aksa yang buru-buru mematikan mesin mobil itu dan melihat keluar yang ternyata pintu rumah Saffana yang terbuka yang membuat Aksa mungkin khawatir.

Aksa yang memasuki rumah dan dihadapan pintu sudah terlihat Alisha yang terduduk di lantai yang menangisi Saffana yang tidak sadarkan diri.

"Saffana..." lirih Aksa

"Ayah!" Alisha yang langsung menghampiri Aksa dengan memeluk Aksa.

"Ibu tidak bangun ayah," ucap Alisha dengan suara bergetar yang sangat ketakutan.

"Alisha takut Ayah," ucap Alisha.

Aksa yang langsung menghampiri Saffana untuk melihat keadaan Saffana.

"Saffana bangun!"

"Saffana!" Aksa mengangkat wajah itu dan Melihat pipi membara dan juga darah yang keluar dari mulut Saffana.

"Alisha kita bawa Ibu kerumah sakit ya!" ajak Aksa. Alisha menganggukkan kepala.

Aksa yang langsung menggendong Saffana ala bridal style dan buru-buru langsung keluar dari rumah yang diikuti Alisha. Setelah mendudukkan Saffana di kursi belakang dengan memakaikan sabuk pengaman dan juga membukakan pintu mobil untuk Alisha yang langsung masuk dan Aksa yang juga sebelum pergi menutup pintu rumah Saffana.

Lalu dia secepatnya pergi membawa Saffana kerumah sakit yang tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya pada Saffana yang terpenting bagi Aksa bagaimana Saffana pertolongan terlebih dahulu.

***********

Rumah sakit.

Dokter yang sekarang sedang menangani Saffana di ruang ICU dengan kondisi Saffana yang benar-benar tidak baik-baik saja. Ibu dan Ayah Saffana yang sudah hadir di sana. Rachel, Aliyah dan juga Adam langsung buru-buru ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari Aksa.

Sementara Aksa yang juga menunggu di luar bersama keluarganya yang sekarang sedang menggendong Alisha yang tertidur dengan sangat nyenyak dengan dengan wajah yang bertumpu pada bahu Aksa

Alisha memang sekarang baru bisa tertidur setelah sejak tadi sangat rewel dan penuh ketakutan yang mungkin sangat khawatir kepada sang Ibu.

"Apa sebenarnya terjadi Aksa. Kenapa Saffana bisa sampai seperti itu?" tanya Shofia yang sejak tadi sangat mengkhawatirkan putrinya.

"Aku juga tidak tahu Bunda. Alisha yang tadi menghubungiku dan dia menangis menceritakan jika Saffana sudah dia lihat dalam keadaan seperti itu dan aku juga belum bertanya apa-apa kepada Alisha. Karena aku takut Alisha trauma melihat kejadian itu," jawab Aksa.

"Apa-apa jangan-jangan ada maling yang masuk ke rumah Saffana!" sahut Rachel yang menduga-duga.

"Tapi aku melihat rumah itu tampak rapi dan tidak seperti ada bongkaran," jawab Aksa yang memang sangat tidak yakin jika ada maling.

"Atau jangan-jangan ini perbuatan...." sahut Aliyah yang tiba-tiba kepikiran sesuatu namun tidak melanjutkan kalimat itu.

"Perbuatan siapa Aliyah?" tanya Rachel dengan rasa penasaran yang sangat besar dan sangat seperti orang-orang yang lain yang sedang menunggu jawaban dari Aliyah yang seperti tahu sesuatu.

Bersambung

1
Dyah Oktina
kok adam....arif kali.
Dyah Oktina
ish... berani sekali irene...main tampar... kok gitu... 😠
falea sezi
mati a wes.
Yati Syahira
kgn bodoh safana pasang cctv
Lani Lani
jd perepuan bodoh amat ....bego ngak lapor polisi...benar ngak ada otak...
Nora Asdi: ngak ada otaknya otor yg buat buat sis 😂😂😂
total 1 replies
yuyunn 2706
keren Thor,saffana hampir dpt bonus
yuyunn 2706
ini yg dinamakan bego level dewa thor
yuyunn 2706
sebenarnya yg bodoh itu siapa Thor?
M Holis
ssfana tolooooll😠😠😠😠😡😠😡😠😠😠😠😠😠😠
Heryta Herman
kenapa saffana di gambarkan sebagai perempuan polos,dan mudah di intimidasi thor... ini bukan jaman dulu,thor...wanita skrng sangat cerdas dan tau hak nya...
please lah...
Heryta Herman
saffana perempuan bodoh..mau saja di bodoho dgn andre dan kluarganya juga si pelakor gila..
Safa Almira
yey
Dewi Dama
bingung nihh..savina ppnya udah Almarhum y...terus david itu siapa
ainuncepenis: Hallo kakak ini lanjutan cerita dari jebakan Saffana untuk Aska. Jadi bisa baca di sana kak
total 1 replies
Dewi Dama
cerita nya bagus..tpi banyak salah ketik nya sampai menyalahi arti...
Dewi Dama
Luar biasa
Dewi Dama
sedih bangat..thooorrr
Ruzita Ismail
Luar biasa
guntur 1609
rasain kau irene
guntur 1609
hahahh hancur kalian semuanya.
guntur 1609
mereka lupa karena ke enakan nagdon adeknya alisha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!