Namaku Lin Mey, Putri dari seorang Kaisar, Kekaisaran Lin, ibuku bernama Xin Xia Fei, dari Klan Xin.
Pernikahan Politik, itu biasa terjadi, karena kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan dari Pernikahan itu.
Ibuku adalah wanita Genius, Ahli dalam Alkemis dan Formasi, tapi semuanya di rahasiakan dengan baik, setelah aku berumur 7 tahun, ibuku mulai melatih ku.
Kediaman kami yang terbilang jauh dari Istana, dimanfaatkan ibuku melatih ku.
Keberadaan ibuku sangat tidak disukai oh siapapun, termasuk ayahku, karena hanya Politik.
Dia tidak pernah datang melihatku, hanya jika ada acara Formal baru aku dan ibu bertemu dengannya.
Saat Umurku 10 tahun, entah ada masalah apa, tiba-tiba aku dan ibuku di kembalikan ke Klan dan status kami di cabut.
Kami tiba di Klan, terlihat suasana sudah kacau, ternyata Klan ibuku sudah di hancurkan, dengan tuduhan memberontak.
Ibuku tetap tenang, dan kemudian dia membawaku ke Hutan.
Penasaran lanjutannya... ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 21. Memulai mengumpulkan harta
Dengan menempuh perjalanan panjang, akhirnya pesawat China Airlines, tiba di Bandara ibukota Beijing, Lin Mey segera menghubungi saudara Pak Ernest, dan langsung tersambung, dua mengatakan kalau dia sudah berada di pintu kedatangan.
Beberapa kali Lin Mey berpapasan dengan orang Indonesia, tapi dia tidak menanggapi, lagian mereka juga tidak tahu kalau Lin Mey saat ini menjadi warganegara Indonesia.
Warga lokal kagum dengan tata bahasa Lin Mey yang rapih dan teratur, penekanan kata yang begitu sempurna.
Lin Mey tidak menutupi kecantikan nya, seperti dia berada kampus, karena dia selalu menutupi kecantikannya dengan ilusi tipis.
Jika tidak demikian, maka sudah pasti gempar di kampusnya, yang tau kecantikan aslinya, hanya Roland dan Hilda, dan tentunya Hana Putrinya.
Hana saja, sejak bangkitnya darah Phoenix dan ingatannya sebagai Ratu Phoenix, kecantikan kembali seperti dulu, dia ibunya terbiasa berpetualang, jadi teknik ilusi wajah, dia masih bisa gunakan.
Keluar dari pintu kedatangan, Lin Mey melihat ada seorang Pria dewasa berumur sekitar 35 tahun, mengangkat kertas bertuliskan namanya.
"Selamat datang Nona Muda, kakak sepupuku meminta saya agar menyiapkan segala sesuatu selama Nona Muda berada di Beijing, ucap Jimmy.
"Terimakasih, apakah Hotel dan tempat festival jaraknya jauh? tanya Lin Mey saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Hanya 10 menit dengan kecepatan sedang, itupun kalau tidak macet, jawab Jimmy.
"Baiklah, karena ini hampir pagi, saya ingin beristirahat terlebih dahulu, nanti kamu datang lagi ke hotel Jam makan siang dan temani saya makan", ucap Lin Mey.
"Nona Muda, apakah saya boleh membawa teman saya, tanya Jimmy.
"Bass saja, apalagi kalau dia adalah pacarmu, balas Lin Mey menebak.
"Hehehe, dia pacar saya, dia juga baru datang bulan kemarin, apalagi dia sudah tidak punya keluarga, makanya saya ajak ke sini, siapa tahu kami disini bisa sukses", ucap Jimmy.
"Ya sudah, dan semoga perjalanan saya kesini bisa membawa keberuntungan, dan apakah tahu soal Judi Batu? Kembali Lin Mey bertanya.
"Saya tau Nona Muda, saya sempat bekerja di Toko yang menjual berbagai jenis batu Giok dan batu berharga lainnya, tapi sayang bosku terlalu serakah, akhirnya kalah dalam perjudian batu, hingga sebagian tokonya di jual, dan imbasnya ke saya", jawab Jimmy terlihat ada kesedihan di matanya.
"Ya sudah, aku istirahat dulu, jangan lupa, besok datang saat makan siang, ucap Lin Mey mengingatkan.
"Baik Nona Muda, saya undur diri dulu, jawab Jimmy dan beranjak meninggalkan Lin Mey di lobby.
"Yun er, ibu sudah sampai nak, gimana kabarmu dan Luo er, ucap Lin Mey, yang kali ini menggunakan telepon.
"Yun er dan Luo er, baik-baik saja, kami sedang menunggu Ayah, tadi pergi ke gang sebelah jemput temannya mau ke Toko", jawab Hana yang memang sudah bersiap-siap mau ke tokonya.
Aktivitas Pak Hartono sekarang tidak seperti dulu lagi, yang kadang menjadi makelar, guna menambah pendapatan, untuk beli susu Daniel, terlihat jelas, Pak Hartono sangat menyayangi Daniel dan Hana.
Lin Mey juga sudah berpesan agar, biarkan Pak Hartono menikmati masa tuanya dengan bahagia, Lin Mey sangat menghormati Pak Hartono, karena sudah merawat Hana di saat berada di titik terendahnya, makanya sebelum berangkat ke China, dia sudah mentransfer uang ke Hana agar di berikan ke Pak Hartono.
Teman-teman Pak Hartono yang dulu cuek kini mencoba mendekat, tapi pria tua yang sudah berpengalaman itu tau apa tujuan mereka, jadi dia biasa saja, dia hanya dekat dengan Kakek Yong walau tiap main catur berakhir ribut.
Anak-anak dan menantu Kakek Yong juga hanya bisa diam kalau dua orang tua itu berantem.
Kembali ke posisi Lin Mey.
Setelah menghubungi Hana, dia istirahat, karena perjalanan panjangnya nyaris dia tidak bisa beristirahat selama di pesawat.
Waktu menunjukkan jam 8 pagi waktu Jakarta, suasana pagi di kediaman Keluarga Samudera terlihat mendung, secara salah satu anggota yang kembali ke Markas Mafia, kebingungan karena ada setumpuk debu di tengah ruangan, ada secarik tulisan, yang mengatakan bahwa debu itu milik dari seluruh anggota yang mati.
Anggota itu langsung menghubungi Rizal Samudera, dan sontak membuat Rizal Samudera terkejut, belum habis keterkejutan nya, seorang murid juga menelpon nya, bahwa sasana mereka porak poranda.
Rizal Samudera kebingungan mau menanggapi seperti apa, dia yang sudah banyak makan asam garamnya kehidupan Mafia dan bisnis, belum pernah dia menemukan kasus seperti ini, namun akhirnya dia mencoba berdamai dengan situasi yang dia hadapi.
Beruntung Rizal memiliki istri yang sederhana, hingga akhirnya dia menyampaikan kepada istrinya bahwa dia akan pindah ke kota kecil dan membuka usaha kecil untuk masa tua mereka, Rizal bukan sudah sepenuhnya bangkrut, tabungannya masih triliunan, hanya saja dia sadar, kalau waktunya pasti tiba.
Keputusan besarnya berdampak pada seluruh keluarga nya, dan mereka juga menyadari bahwa jika terus keras kepala dan egois, maka keluarga besarnya akan hancur tak bersisa.
Rizal Samudera mencoba menghubungi Lin Mey tapi tidak ada jawaban, dia mencoba menghubungi Roland, tapi Roland menjawab tunggu keputusan Nona Muda nya.
Rizal berharap dengan menjual sisa sahamnya, seluruh hutang akan tertutupi, dan bisa hidup tenang bersama istri dan Putrinya yang memang hidup sederhana, kecuali Zaki, yang glamor dan arogan.
Zaki yang mendengar keputusan Ayahnya, sangat menolak dan tidak mau hidup di kota kecil, dia sendiri punya usaha 3 restoran dan 1 hotel kecil yang tidak termasuk dalam group Samudera, jadi lolos.
"Jalani hidup mu baik-baik, ayah akan mendukung mu, dan berharap kamu bisa sukses, jika ada waktu berkunjunglah ke tempat Ayah dan ibu", ucap Rizal Samudera.
"Maafkan Zaki ayah, tapi Zaki berjanji akan merubah cara hidup dan mengembangkan usaha milik sendiri", ucap Zaki yang entah dari mana bisa berpikiran untuk bertobat.
"Asal kamu tahu, di kota kelahiran ibu, belum ada makanan yang seperti kamu jual di restoran mu, bakatmu adalah kuliner, di Amerika Serikat kamu termasuk koki muda yang handal, jadi ibu pikir, membuka usaha di kota kecil tidaklah buruk, bisnis hotel disana juga masih minim, padahal pariwisata disana juga tak kalah bagus dengan tempat lain, ucap ibunya Zaki.
Ibunya Zaki, bukan juga orang sembarangan, diam-diam dia sudah mendirikan Perusahaan untuk putrinya, dan terbilang cukup sukses, walau masih status perusahaan menengah.
Akhirnya Zaki tercerahkan, tabungan miliknya hampir mendekati 3 triliun, dia rasa sudah cukup melebarkan sayapnya ke kota kelahiran ibunya.
Keputusan besar Rizal, tidak bisa di bantah oleh keluarga besar, mereka akan terus maju dengan Group kedua mereka tapi tentunya akan lebih elegan dalam pengelolaan nya.
Hari sudah siang, dan waktu makan siang sudah tiba, Jimmy dan pacarnya juga sudah datang dan menunggu Lin Mey di lobby Hotel.
Mereka bertiga makan dengan penuh sukacita, walau tidak bersuara. Lin Mey dengan Mata Phoenix nya, mengetahui bahwa Jimmy dan Pacarnya bernama Kimberly, dalam keadaan tidak baik-baik saja soal ekonomi.
Mereka cerdas dan kuat pantang menyerah, Lin Mey berpikir akan bermitra dengan mereka dalam pengadaan barang untuk toko perhiasannya.
"Jimmy, Kimberly, kalau kalian mau, aku akan membantu ekonomi kalian, saya butuh bahan baku untuk pembuatan Perhiasan, jadi kalian disini yang mengatur pengiriman sambil bantu saya mencari barang yang saya butuhkan, bagaimana? tawar Lin Mey.
"Kami bersedia, ada beberapa perusahaan importir yang kami bantu, tapi setelah mereka bisa sendiri, maka kami di tinggalkan, Aku punya perusahaan berlisensi untuk pengiriman luar negeri, hanya saja, 3 bulan lagi harus di perbarui, kami sudah 3 bulan tidak mendapatkan customer, jadi kami bekerja jadi pemandu wisata saja untuk bertahan hidup", ucap Jimmy.
"Ya sudah sebelum saya pulang ke Indonesia, saya akan memberikan kalian modal, saya sudah paham sekarang akan cerita Pak Ernest, ucap Lin Mey.
"Terimakasih Nona Muda, saya kan bekerja keras untuk bisa mengembalikan modal dari anda", ucap Jimmy dan Kimberly.
"Bagus, saya senang mendengarnya dan saya tunggu waktu pelunasan modal saya", ucap Lin Mey.
Karena acara lelang nya besok, Jimmy mengajak Lin Mey untuk untuk melihat Judi Batu, sambil melihat-lihat batu mulia yang perdagangkan.
Saat ini mereka berada di pusat perjudian batu, Lin Mey yang banyak berpetualang, sering menemukan barang-barang seperti batu mulia, dia ambil dan menyimpannya, maka jangan heran jika hartanya sangat banyak, belum lagi rampasan dari pertempuran yang bukan sedikit Klan dan sekte aliran Hitam dan beberapa Kekaisaran dan kerajaan yang di hancurkan dia bersama Hana.
Dia mengganti Kaisar dan Raja, seperti dia mengganti pakaiannya, pundi-pundi keuangannya juga datang dari penjualan Pill Kultivasi dan juga senjata, dia dan Hana beberapa kali menemukan Goa yang berisikan harta, bahkan bukan hanya 100 tambang yang mereka kuras isinya.
Didalam Ruang Jiwa, dia masih memiliki 10 gunung merupakan Tambang Emas dan batu mulia, hanya saja dia malas menambang nya.
Hana juga sama, Ruang jiwanya memiliki harta yang tak terhitung, saat dia bereinkarnasi, Ruang Jiwa nya terlempar, dan dia sendiri menyegelnya, agar saat dia bangkit, maka Ruang Jiwa yang terlempar, kembali kepadanya.
Hanya saja, Hana malas memasuki Ruang Jiwa nya, harta yang di tinggalkan suaminya di berikan semuanya kepada 2 putra kembarnya.
Lin Mey terpaku tiba-tiba saja Mata Phoenix nya aktif, terlihat lah isi dalam batu itu, dia menemukan sekitar 15 batu Giok yang sangat mahal, dalam ukuran yang besar.
Jimmy dan Kimberly terkejut saat Lin Mey mengajak mereka berdua untuk membeli batu mentah.
Lin Mey dengan cekatan, menawar dan membayar ke 15 batu Giok mentah, dia membayar semuanya dengan harga, 2 milyar Yuan, dan Lin Mey pun langsung membayarnya, hingga membuat mata Jimmy dan Kimberly melotot tak percaya.
Tidak butuh waktu lama para tukang potong segera membelah Batu-batu itu, hingga membuat mata para pengunjung terbuka lebar.
Lin Mey mendapatkan Batu Kaisar Hijau 2 pcs, Kaca Lubang Tua 3 pcs, Red Velvet 3 pcs, beruntung nya lagi dia mendapatkan 2 batu emerald dan 2 batu Ruby, terakhir dia mendapatkan 3 batu Fulushou.
Para penonton terkejut dengan apa yang Lin Mey dapatkan, banyak dari mereka tak mampu membayar nya, hingga datang 4 orang dengan tergesa-gesa lalu masuk ke toko itu.
"Nona, kenalkan kami berasal dari perusahaan STONES OF BEAUTY, Perusahaan pembuat perhiasan terbesar dan terbaik di China.