Melinda dijual oleh keluarganya, dia di jual pada sindikat penjualan manusia. berbulan-bulan hidupnya menderita karena harus tinggal di penampungan, dan ketika dia menyerah dia di pertemukan dengan seorang tentara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menukar
Aku update dua bab ya
Sammy mematikan kran shower, lelaki itu mengambil handuk kemudian mengelap seluruh tubuhnya, tadi karena tidak bisa melampiaskan apa yang dia rasakan, Akhirnya Sammy memutuskan untuk berdiri di bawah kucuran shower guna menetralkan tubuhnya dan mendinginkan hawa panas yang tadi sempat melingkupinya.
Setelah keluar dari kamar mandi, Sammy mendudukkan diri di ranjang, kemudian dia mengerjapkan matanya, lelaki itu sekarang seperti sedang melihat Melinda duduk di depannya. Dan ketika melihat Melinda, otomatis Sammy mengingat kejadian barusan.
Dan ketika bayangan Melinda hilang, Sammy langsung mengusap wajahnya, dia pun langsung membaringkan tubuhnya. Beberapa kali Sammy berusaha memejamkan matanya agar bisa terlelap, tapi tidak bisa otaknya dan pikirannya dipenuhi oleh Melinda dan kejadian barusan
Terlebih lagi apa yang akan mereka lakukan tadi masih terbayang-bayang di otak lelaki itu, hingga sesuatu yang sudah susah payah dia dinginkan kembali tegang..
Selama bertahun-tahun, Sammy tidak pernah lagi merasakan kehangatan, dan ketika hampir melakukan seperti tadi tentu saja membuat Sammy hampir gila.
waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi
Melinda berdiri di depan pintu, rasanya dia begitu enggan untuk keluar dari kamar, tentu saja karena dia malu. Bagaimana caranya dia menghadapi Sammy setelah apa yang terjadi semalam.
“Kakak!” panggil Laura dari luar, Laura sudah keluar sedari tadi, tentu saja karena dia harus sarapan, sedangkan Melinda ragu-ragu untuk keluar hingga dia masih berada di kamar.
“Kakak ayo sarapan, Daddy sudah menunggu kakak,” kata Laura. Sebenarnya bukan hanya Melinda saja yang merasa gugup, Sammy pun Tentu saja gugup, dia juga mulai bingung bagaimana cara berinteraksi dengan Melinda setelah apa yang terjadi karena yang pasti kecanggungan akan membentang keduanya. Tapi, Sammy berusaha untuk baik-baik saja dan berusaha untuk tidak terlihat gugup. Itu, sebabnya dia memanggil Melinda dan mengajak wanita itu sarapan bersama.
“I-ia," jawab Melinda dengan terbata, hingga mau tak mau dia pun langsung memutar ke gagang pintu Kemudian keluar dari kamar.
“Pagi, Tuan.” sapa Melinda ketika Sammy sudah berada di meja makan. Sammy yang sedang minum langsung terbatuk ketika mendengar ucapan Melinda, membuat Laura menatap Sammy dan Melinda secara bergantian, tentu saja gadis kecil itu merasa aneh dengan reaksi keduanya
“Ia, pagi," jawab Sammy, lelaki itu tidak berani menatap Melinda dan malah menatap ke arah piring yang berada di depannya, hingga pada akhirnya Melinda pun menarik kursi kemudian dia mendudukkan dirinya di kursi yang berseberangan dengan Sammy, lalu mulai menyuapi Laura.
Ketika acara makan mulai berlangsung suasana begitu hening, hanya terdengar celotehan Laura. Padahal, biasanya Melinda dan Sammy selalu bercerita hangat, layaknya seorang keluarga, tapi kali ini mereka benar-benar diam seribu bahasa.
hingga pada akhirnya acara sarapan pun selesai, Melinda dengan cepat langsung membawa piring bekasnya makan pergi ke dapur, dan dia berencana untuk mendekam di kamar karena dia begitu malu menatap Sammy.
Helaan nafas lega terlihat dari wajah Sammy ketika Melinda pamit ke kamar, berarti dia tidak harus merasa canggung lagi. Dan Baru saja dia akan mengajak Laura untuk pergi berbelanja ke supermarket bawah, tapi tiba-tiba pintu bel berbunyi hingga Sammy pun langsung berjalan ke arah pintu.
”Nadine!” Panggil Sammy ketika melihat adiknya yang datang, karena memang Nadine sudah tahu tentang Lauda. 2 bulan lalu, tanpa sengaja Nadine melihat foto Laura di ponsel Sammy, hingga pada akhirnya dia mendesak sang Kaka untuk bercerita.
"Di mana Laura. Aku ingin membawanya pergi, hari ini aku libur Jadi aku ingin menghabiskan waktuku bersama Laura." mata Sammy membulat ketika mendengar itu, jika Laura pergi bersama Nadine otomatis dia hanya akan berdua dengan Melinda.
Dua jam kemudian
Sammy berdiri di depan kamar Melinda, dia memutuskan untuk berbicara dengan wanita itu guna menghindari kecanggungan yang akan terjadi kedepannya.
Tadinya, setelah Laura di bawa pergi oleh Nadine, Sammy langsung ingin pergi dari apartemen. Tapi, dia berpikir jika dia pergi tanpa menyelesaikan apa yang terjadi. Hubungannya dengan Melinda pasti akan kacau.
Setelah mengetuk pintu selama beberapa kali, akhirnya pintu terbuka. Muncul sosok Melinda, tentu saja wanita itu tidak berani untuk mengangkat kepalanya karena dia begitu malu menatap Sammy.
“Bisa kita bicara?" Tanya Sammy yang memulai pembicaraan. Hingga Melinda mengangguk, dan setelah itu Melinda pun langsung mengikuti langkah Sammy yang sekarang sudah berjalan ke ruang tamu.
“Aku minta maaf, atas kesalahanku semalam.” Sammy mendahului berbicara.
“A-aku juga minta maaf, karena telah lancang.” Melinda menjawab dengan terbata. Wanita itu berusaha untuk terlihat santai, tapi tetap saja dia sangat gugup.
“Aku berharap, kita tidak canggung lagi seperti kemarin," ucap Sammy, hingga Melinda kembali mengangguk. Keduanya bisa saja sepakat untuk tidak saling canggung. Tapi, wajah mereka terlihat jelas bahwa masih merasa canggung satu sama lain.
****
Satu bulan kemudian
“Apa kau masih berhubungan dengan Melinda?" Tanya Sammy yang mengintrogasi Jasson. Ini sudah satu bulan berlalu semenjak kejadian di apartemen, dan selama satu bulan ini, Sammy tidak pernah datang lagi ke apartemen yang di tempati oleh putrinya, tentu saja karena dia masih merasa canggung dan merasa tidak enak, hingga Dia memutuskan untuk tidak datang.
Tapi hari ini mendadak Sammy mendadak penasaran dengan perkembangan hubungan Melinda dan juga Jason, sebenarnya mungkin Sammy merindukan wanita itu, dia juga ingin tahu kabar Melinda karena satu bulan ini Melinda hanya mengirim pesan beberapa kali itu pun hanya mengirimkan foto Laura.
Sebelum kejadian malam itu, Melinda dan Sammy sering sekali bertukar pesan sekedar untuk menanyakan aktivitas masing-masing. Tapi selama sebulan ini Melinda hanya mengirimkan foto Laura dan tentu saja itu memantik kerinduan di diri Sammy
"Kenapa kau penasaran sekali dengan hubungan orang lain?" jasson malah balik bertanya membuat Sammy mengatupkan bibirnya menahan kesal.
“jawab saja."
“Melinda mulai mengacuhkanku, jadi aku rasa aku lebih baik mundur, apalagi dia mengatakan bahwa dia menyukai orang lain."
. Mendengar Jason mengatakan itu, tiba-tiba wajah Sammy langsung berbinar. Entah kenapa dia merasa senang ketika Jasson mengatakan bahwa Melinda menyukai lelaki lain, karena tentu saja Sammy yakin bahwa Melinda menyukainya.
Jika di masa lalu, Sammy tidak terima di sukai oleh Melinda, sekarang malah sebaliknya.
Jason menggeleng ketika Sammy pergi begitu saja, ” aku masih mencintai Melinda, tapi uang 3 juta dolarku lebih berharga." Jason membatin, karena dia dibayar oleh Rega untuk meninggalkan Melinda tapi sebelum meninggalkan Melinda dia harus memanas-manasi Sammy terlebih dahulu.