Dunia persilatan ibarat lorong goa yang panjang.
Tempat ancaman kematian selalu datang dari balik kegelapan.
Pertarungan demi pertarungan yang selalu berakhir dengan kematian.
Itulah jalan para pendekar membunuh atau di bunuh.
Bagiku seorang pendekar mengusai ilmu beladiri bukan mencari kesempurnaan melainkan untuk membela mereka yang lemah dan tak berdaya.
Apakah arti kesempurnaan ilmu, jika tak di abadikan untuk kemanusiaan.
Namun dalam setiap pertarungan yang berakhir dalam kematian lawan, hanya kehilangan yang kurasakan.
Semakin lama semakin dalam.
Ada yang hilang dan ada yang ku temukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizan Armand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Turnamen Pendekar Muda
Hari-hari berlalu dilalui Arya dengan terus membimbing Liu Wei berlatih.
Tak terasa kini sudah hari dimana dimulainya turnamen antar sekte yang berlangsung di sebuah gedung yang berlokasi di Sekte Bunga Matahari.
Arya saat ini nampak sedang berjalan mendekati gedung diadakannya acara turnamen tersebut. Dalam perjalanannya, dia mendengar para pendekar saling membicarakan kandidat juara pada turnamen kali ini.
"Aku mendengar Zang Lu pemuda berbakat dari Sekte Bambu Kuning ikut serta dalam turnamen ini. Aku yakin dialah yang akan keluar menjadi juara dalam turnamen kali ini. Sudah banyak prestasinya semenjak dia masih berusia 9 tahun, aku dengar Zang Lu sudah bisa menguasai jurus-jurus terkuat dari sektenya."
"Ah tidak juga.. ku rasa malah Qin Ling perempuan cantik dari sekte bunga Kamboja yang jadi juaranya. Permainan pedangnya dikatakan tidak kalah dari tarian, membuat semua yang menyaksikannya akan terpana."
"Apa kalian melupakan Zhao Lang anak dari tetua Sekte Pedang Teratai? Walaupun dia angkuh, tapi dia patut diperhitungkan karena bagaimanapun dia adalah anak dari tetua Sekte Pedang Teratai."
"Ah... Anak dari tetua Sekte besar belum tentu menjadi jaminan." Ucap yang lain berbisik.
*****
Sampailah Arya di depan pintu masuk gedung terselenggaranya acara turnamen tersebut.
"Maaf boleh saya lihat lencana atau tanda pengenal anda tuan?" Tanya salah satu penjaga pintu gedung itu.
"Aku tidak punya lencana tapi aku sudah beberapa hari ini menjadi tamu di sekte ini. Dan kata Patriark Wang Bai aku di perbolehkan untuk melihat-lihat acara turnamen." Balas Arya tersenyum ramah.
"Maaf tuan, tanpa lencana dan tanda pengenal anda dilarang masuk." Tegas penjaga itu.
"Baiklah jika begitu, tapi apakah boleh aku menunggu disini?" Tanya Arya.
"Boleh, tapi agak menjauhlah dari sini." Ucap penjaga itu sambil mengayunkan tangannya.
Arya lalu berjalan agak menjauh dari pintu masuk gedung tersebut. Pemuda itu seperti sedang menunggu seseorang, Arya berfikir mungkin dia akan bertemu seseorang yang dikenalinya di sana.
"Hei itu bukannya pemuda yang mencari masalah dengan tuan muda." Kata salah seorang pemuda pada teman-temannya.
Arya yang mendengar perkataan itu lalu memandang sumber dari suara itu berada. Dia melihat Zhao Lang dan kawan-kawannya datang menghampirinya.
"Kali ini kau tidak akan ku biarkan lolos. Beri dia pelajaran." Zhao Lang memerintahkan para anak buahnya.
Sebelum para kawanan itu mendekati Arya, terlihat 4 pria berjalan ke arah mereka. Salah satu dari 4 orang itu adalah Patriark Wang Bai.
"Salam junior pada Patriark Wang Bai." Ucap Arya sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa saudara Arya masih berada di luar." Kata Patriark Wang Bai yang membuat semua orang terkejut, setelah mengetahui nama dari pemuda yang berbicara pada Patriark Sekte Bunga Matahari tersebut.
"Arya?.. kenapa anda memanggil pemuda ini dengan sebutan yang aneh seperti itu. apakah aku tidak salah mendengar Patriark?" Tanya salah seorang yang datang bersama Patriark Wang Bai.
"Tidak, kau tidak salah mendengarnya tetua Hang... Dia memang lebih suka dengan sebutan seperti itu, sebenarnya nama aslinya adalah Li Xian." Ucap Patriark Wang Bai menjelaskan.
"Maafkan junior mengganggu percakapan para senior semua. Junior sebelumnya tidak di izinkan masuk karena tidak mempunyai lencana, apakah Patriark bisa memberikan izin untuk saya masuk?" Tanya Arya.
"Oh silahkan saudara Arya, mari ikut masuklah bersama kami" Ucap Patriark Wang Bai sambil melirik para penjaga gedung tersebut. Dia lantas berjalan memasuki gedung turnamen bersama Arya serta keempat orang yang datang bersamanya.
"Siapa pemuda itu? mengapa Patriark dari Sekte kecil ini seolah menghormatinya." Gumam Zhao Lang dalam hati. Ia dibuat kesal karena Arya masih bisa lolos darinya.
****
Setelah mereka semua masuk ke dalam gedung, Arya mendengar suara seseorang memanggilnya. Benar saja, orang itu tidak lain adalah Liu Wei yang sejak dari tadi melihat podium penonton untuk memastikan jika Arya datang untuk menyaksikannya. Sayangnya Liu Wei tidak bisa menghampiri pemuda itu, sebab dirinya berada diantara para peserta lainnya, yang berbeda tempat dari para penonton.
Arya membalas panggilan itu dengan melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah Liu Wei.
Patriark Wang Bai, tetua Hang Luo dan kedua tetua sekte lain yang bersamanya, kini berjalan mendekati arena pertandingan dan duduk di tempat khusus yang disediakan untuk masing-masing tetua dari berbagai sekte yang mengantarkan murid-muridnya mengikuti kompetisi tersebut.
Para penonton yang melihat pemuda yang berjalan bersama para tetua, merekapun menebak-nebak siapa sebenarnya Arya.
"Saudara Arya, mari duduk bersama kami." Tetua Hong Duan berjalan mendekati Arya.
"Apakah saudara Arya membawa beberapa pil penyembuh seperti yang kami minta?" Tanya tetua Hong Duan sesaat setelah Arya duduk.
"Iya tentu saja tetua.." Balas Arya tersenyum ke arah tetua Hong Duan dan lantas memberikan pil yang diminta tersebut.
Kemudian pemuda itu mengalihkan pandanganya ke arah para peserta turnamen. Arya melihat ada 15 orang peserta yang mengikuti turnamen tersebut. Kebanyakan dari para peserta berumur sekitar 13-17 tahun.
Pandangan Arya kembali tertuju pada Liu Wei yang masih terus menatap dirinya sambil tersenyum.
"Selamat datang di turnamen pendekar muda yang di adakan 5 tahun sekali, kali ini Sekte Bunga Matahari kembali mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah pertandingan luar biasa ini." Patriark Wang Bai mulai menyampaikan pesannya, dia terlihat berbicara pelan namun suaranya di perkeras menggunakan energi Qi. Sehingga suara Patriark Wang Bai begitu jelas bagi setiap penonton, seolah dia berbicara di samping mereka.
"Turnamen ini bertujuan mempererat hubungan antar sekte kita dan mencari bakat dari generasi muda untuk menjadi pendekar hebat yang selanjutnya akan menjadi penerus impian kita." Patriark Wang Bai menjelaskan garis besar turnamen persahabatan kali ini.
"Pada acara kali ini kita kedatangan tamu spesial yaitu tetua Zhao Feng dari Sekte Pedang Teratai. Beliau mengikut sertakan anaknya yaitu Zhao Lang untuk bergabung mengikuti turnamen kali ini." Patriark Wang Bai mempersilahkan tetua Zhao Feng dan anaknya Zhao Lang untuk berdiri ke tengah arena.
Kehadiran mereka di tengah-tengah panggung untuk mewakili Sekte Pedang Teratai yang selama ini menjadi pelindung sekte-sekte kecil seperti mereka, disambut sorak sorai tepuk tangan dari para tetua dan para penonton.
Patriark Wang Bai lalu menyuruh para peserta dari Sekte Bunga Kamboja untuk masuk ke arena lapangan. Lalu selanjutnya adalah Sekte Bambu Kuning, Sekte Angin Timur dan Sekte Bunga Matahari sendiri.
Masing-masing Sekte membawa 3 murid untuk menjadi peserta, 1 dari Sekte Pedang Teratai dan 5 dari tuan rumah sendiri Sekte Bunga Matahari.
Patriark Wang Bai menjabarkan aturan-aturan yang berlaku dalam pertandingan turnamen ini. Seseorang dinilai kalah jika kehilangan kesadaran, keluarnya dari lapangan pertandingan, mengalami luka yang menyebabkan pendarahan serius ataupun menyerah.
Yang terpenting adalah semua harus mengingat bahwa ini pertandingan persahabatan. Tidak boleh ada yang mencoba membunuh, atau memusnahkan ilmu lawannya. Jika peserta melanggar aturan ini, maka akan didiskualifikasi.
Patriark Wang Bai lalu menyerahkan hak suara kepada tetua dari Sekte Pedang Teratai agar menjelaskan hadiah untuk para pemenang.
Tetua Zhao Feng lalu berjalan ke depan. "Juara dari turnamen kali ini ada 3. Juara pertama akan mendapatkan 10 pil untuk Kultivasi, senjata kelas atas dan kitab beladiri. Juara kedua mendapatkan 6 pil, senjata kelas menengah dan juara ke 3 mendapatkan 4 pil Kultivasi."
Mendengar hadiah yang akan di dapatkan, membuat semua penonton bergemuruh dan para pendekar yang mengikuti turnamen menjadi semakin antusias. Karena bagaimanapun Sumberdaya untuk Kultivasi adalah barang yang sangat berharga bagi para pendekar.
"Aku yakin juara kali ini adalah Zang Lu." Ucap salah satu pendekar yang berada dekat dengan Arya.
"Omong kosong, menurutku Qin Ling lah yang akan menjadi pemenang."
"Haaah... Kalian tidak mengerti apa-apa, jelas Zhao Lang lah yang akan lebih menguasai pertandingan."
Suasana menjadi meriah, banyak pendekar yang bahkan mulai bertaruh harta mereka pada jagoannya.
Arya memperhatikan sekitarnya sambil tersenyum tipis,
"Kenapa mereka mempertaruhkan harta dalam pertandingan ini."
________
Terimakasih untuk para pembaca yang masih menyimak dan mendukung novel ini.
Maafkan jika masih banyak kekurangan 🙏
atur kembali alur ceritamu Thor biar pembaca ga salah menilai mu !!!
males ngebaca tingkah perempuan yg kyk gtu Thor !!! 😡