Pernikahan di atas penderitaan terjadi karena perjodohan yang sangat tidak kamu inginkan, namun karena kedua orang tua hanya bisa menerima takdir.
Perjodohan tidak selalu dalam masalah, terkadang salah satu di antara kedua pasangan memiliki perasaan dan simpati yang tidak bisa ia katakan, yang mana bisa membuat dirinya merasa dibakar api cemburu saat melihat pasangannya bertemu dengan teman yang tidak sejenis.
Rasa cemburu membuat seseorang melakukan hal yang tidak di inginkan pasangannya, walaupun dirinya sendiri tidak menginginkannya, namun karena api cemburu yang membakar akal sehatnya membuatnya melakukan hal yang harusnya ia tidak lakukan.
Wanita mana yang tidak sakit hati apabila anak di kandungannya tidak di akui oleh ayahnya sendiri.
"Dia bukan anakku, dia anak lelaki simpanan mu itu,!" teriaknya marah didepan ibu mertuanya.
Kecelakaan terjadi begitu saja karena kelalaian diri sendiri, koma selama beberapa tahun. hingga pada saat sadar semuanya seakan berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
musibah
Satya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dirinya sangat merasa murka, matanya menatap tajam kedepan tanpa sedikitpun berkedip, rasa sakit dihatinya tak bisa ia sembunyikan sedikitpun. Kendali mobilnya semakin tidak stabil. Satya semakin menancap Gas membuat mobilnya menabrak pembatas jalan hingga membuat mobilnya terlempar ke seberang jalan dengan jarak cukup jauh, mobilnya hancur seketika, Satya tersenyum tipis hingga akhirnya kehilangan kesadaran.
Kini kemacetan semakin padat dikarenakan kecelakaan tersebut, Satya segera dilarikan ke rumah sakit dengan darah yang sudah mengalir dimana-mana. Yudha berdiri menatap jam yang sudah sangat larut, belum ada kabar dari Satya, dirinya entah mengapa merasa sangat khawatir pada Satya. Yudha mengambil ponselnya dan menelfon Ayah Satya.
“Ada apa menelfon selarut Ini,?” Tanya pak Dewa dengan suara serak.
“Apa Satya menginap disana,?” tanya Yudha.
“Dia sedari tadi pergi, buat apa kamu menelfon selarut ini Cuma untuk anak ingusan itu,” ucap Pak Dewa dan langsung mematikan ponselnya.
Yudha duduk dengan wajah prustasi, dia kembali menelfon Satya namun nomornya sudah tidak bisa di hubungi. Yudha mengecak GPS di mobil Satya, beruntung aksesnya masih bisa terhubung. Yudha menyipitkan matanya melihat posisi Satya saat ini.
“Kenapa dia begitu lama disana? Tidak ada tempat spesial disekitar situ,” ucap Yudha.
Yudha memilih untuk menyusul Satya, namun di tengah perjalanan macet sudah sangat padat, masih sekitar 3 kilometer untuk sampai di tempat Satya.
“Apa mungkin macet membuatnya kelamaan, ahhg sialan,” ucap Yudha kembali mengambil ponselnya dan mengecek.
“Tapi dia tidak bergerak dari tempat itu, ini sudah hampir 2 jam,” ucap Yudha.
Yudha memilih mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, dia melihat ada tokoh besar didepannya, dengan segera ia memarkirkan mobilnya disana dan berjalan ke arah posisi Satya saat ini.
“Kenapa sungguh membuatku seperti orang bodoh, berjalan kaki di malam seperti ini,” gumam kesal Yudha.
“Ojek,” ucap seseorang yang berhenti di sampingnya, Yudha tanpa banyak pikir langsung naik ke atas motor.
“Kenapa macet tengah malam seperti ini,?” tanya Yudha.
“Ada kecelakaan didepan sana, sungguh malang sekali nasib orang, saya mendengar jika yang kecelakaan ini membawa mobil dengan kecepatan tinggi, untung saja tidak ada yang di tabraknya. Makanya Pak kalau bawa kendaraan itu sebaiknya hati-hati, tapi kalau sudah begini mah, itu namanya bagi-bagi Rezeki, Rezeki untuk Dokter, Rezeki untuk bengkel, Rezeki tukang urut, Rezeki tukang gali kubur, Rezeki buat ojek seperti kami nih, saya tadi lihat bapak parkir mobil dan jalan, jadi saya sudah tau jika anda malas untuk nunggu,” ucap Kang Ojek membuat Yudha tertawa pelan.
“Rezeki buat tetangga, makan gratis,” lanjut ojek tersebut.
“Lama sekali,” ucap Yudha.
“Dari pada bapak naik mobil, Bapak mungkin baru maju 1 meter,” ucap ojek tersebut.
“Iya,” saut kesal Yudha.
“Mau di antar kemana,?” tanya kang ojek.
“Maju saja, tidak usah banyak tanya,” saut Yudha.
“Anak muda jaman sekarang makin gak waras, susah untuk di atur, orang yang lebih tua saja di bentak-bentak,” ucap Kang Ojek.
“Abang mau ngojek apa ngajak berantem,?” tanya Yudha sudah sangat kesal.
“Hehehe, daripada jenuh, itu sudah menjadi kesan pada penumpang saya,” ucap Ojol tersebut dan hanya di angguki dengan wajah kesal oleh Yudha.