Shireenz adalah gadis periang yang sedang mencari seorang kekasih yang sempurna untuknya. Namun, kenyataannya tidak ada manusia yang benar-benar sempurna didunia ini.
Tapi pada suatu hari, akhirnya shireenz menemukan seorang kekasih yang sempurna untuknya.
Itu pun bukan seorang manusia, melainkan seorang malaikat.
Seorang malaikat yang menjadi teman shireenz, dalam mengelilingi dunia masa depan, dan dunia spiritual.
Apakah mereka bisa bersatu?
Yuk baca kisahnya...
Foto cover by: Noveltoon
Kita kenalan yuk!...
@alizee_ens
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.y.h.Rahmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Proses Laporan Kasus
...CHAPTER 20...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Terimakasih, tante!" sahut Dea.
"Dea!... Apa kau tahu?, ketika kau sedang dioperasi waktu itu, Shireenz memarahi Suamimu" jelas Lisa pada Dea.
"Heh, Lisa!" tegur Shireenz yang melarang Lisa menceritakannya.
"Kenapa emangnya?" tanya Dea yang mulai serius.
"Heh, karna kau operasi sesar!" sahut Nisa.
"Apa?!" ucap Dea yang kaget.
"Iya. Dia memarahi Suamimu karna membuatmu Operasi Sesar!" sahut Onako.
"Benarkah itu, Shireenz?!" tanya Dea yang mengarah ke Shireenz.
Namun, Shireenz sudah menghilang dari kursinya.
"Eh... Dia kemana?" tanya Mereka semua yang bingung.
"Katanya ada urusan penting, dikantor!" sahut Mamanya Shireenz.
"Owh... Dia nggak pamit lagi " ucap Dea yang kesal.
"Tante!... Kami pamit, ya. Makasih buat makanannya!" pamit Mereka kepada Mamanya Shireenz.
"Iya, hati-hati dijalan!" sahut Mamanya Shireenz.
Suatu Hari
Dirumah Sepupunya Bila
"Aku yakin, dia pasti akan membunuhmu" ucap Bila (dengan wajah ketakutan) pada Sepupunya yang bernama Sherly yang sedang hamil sudah bulan ke-7.
"Bila!... Kumohon!... Jangan mengatakan itu lagi, Ali tidaklah seperti itu, dia tidak mungkin melakukan hal itu" jelas Sherly dengan lemah lembut pada Bila.
"Dia bahkan membunuh Mila, kau tidak melihatnya, makanya kau tidak percaya" jawab Bila.
"Tapi aku tidak akan membiarkannya membunuhmu juga, aku pasti akan menghukumnya" jelas Bila yang serius.
Sherly sangat sedih melihat keadaan Bila.
Bila pun keluar dari rumah Sherly
Tak lama kemudian
Ali (Suami Sherly) pun pulang dan langsung memeluk Sherly.
"Apa dia mengganggumu?" tanya Ali yang menanyakan Bayinya pada Sherly.
"Tidak" jawab Sherly yang masih memasang wajah sedih ya untuk Bila tadi.
"Ada apa, denganmu?. Kenapa kau terlihat sedih?" tanya Ali yang mengkhawatirkan Sherly.
"Tadi Bila kesini, dia mengatakan hal yang sama lagi" jawab Sherly yang lemas.
"Sudah kubilang, masukkan saja dia kerumah sakit jiwa, dia itu tidak waras!" jawab Ali yang membuat Sherly marah.
"Apa yang kau katakan?!... Dia baik-baik, saja. Kata paman, Bila hanya memiliki sedikit masalah, saja" jawab Sherly yang tidak terima Sepupunya dijelek-jelekkan.
"Maaf!... Aku tidak bermaksud membentakmu" ucap Ali dengan nada yang lembut pada Sherly.
"Aku hanya khawatir, dia akan melukaimu dan bayi kita" lanjut Ali yang membuat Sherly bingung.
"Sungguh?!" tanya Sherly yang tidak setuju.
"Ya!... Aku yakin, Bila lah yang telah melenyapkan Mila" jelas Ali yang membuat Sherly kesal.
"Kumohon!... Dia itu orang baik, dia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu " jawab Sherly yang terus membela Sepupunya.
"Baiklah" jawab Ali yang meninggalkan Sherly.
Ternyata Bila mengintip mereka dari jendela luar rumah.
Malam Harinya
Dirumah Sherly
Bila keluar dari kamarnya, dan dia pun memasuki ruang bekerja Ali, untuk mencari barang bukti yang kuat untuk memasukkan Ali kepenjara.
Dengan hati-hati, Bila mempotret semua yang dilihatnya. Bila membuka laci-laci meja, dan melihat berkas-berkas yang ada diatas meja.
Disisi Lain
Ali yang berada dilantai 2, mendengar suara dari lantai 1
Ali pun turun tangga, dan berjalan menuju ruang kerjanya
Saat Ali membuka pintu ruang kerjanya.
...'CETTTTEEEKKKKKK!!!'...
Didalam ruang kerja Ali
Lampu ruangan itu sudah padam, dan Bila sudah tidak ada didalam ruangan itu.
Ali pun menyalakan lampu ruangan itu, dia juga menutup laci-laci meja, yang terbuka.
Sepertinya Ali merasakan sesuatu
Tiba-tiba Ali membuka gorden jendelanya.
Dan ternyata, didalamnya ada Bila yang bersembunyi disana
"Ha?!" gumam Bila yang sangat terkejut.
"Apa yang kau lakukan, disini?" tanya Ali yang curiga pada Bila.
Bila hanya diam saja, dan segera keluar dari ruangan itu
Dikantor Pengadilan
Diruangan 'Pengacara Ida'
"Jadi, apa yang terjadi setelah itu?" tanya Ida pada Bila yang berhenti bercerita.
"Aku melihat mereka bertengkar karna diriku" jawab Bila.
"Apa kau merasa tidak enak atau bersalah?" tanya Shireenz pada Bila.
"Tidak, karna aku yakin bahwa aku bisa membuktikan, bahwa Ali adalah seorang Pembunuh" jawab Bila dengan serius.
"Aku tidak yakin" sahut ketus Ida yang membuat Shireenz terkejut.