Cerita Reinkarnasi Fiksi Fantasi: MAMPIR
Divine Citadel! Adalah tempat bersejarah, dan seseorang yang menginjakkan kakinya terakhir di atas gunung menjulang yang kini di sebut Divine Citadel. Dan tak ada satupun yang mampu mengalahkannya, kecuali hanya dengan tipu muslihat seorang wanita penghianat.
"Aku akan membalaskan dendam ku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon { RUDi }, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21: Desa orang kaku
...Chapter 21...
10 menit kemudian.
"Hahaha... truss kamu apakan tu orang"
"Hmm bukan apa-apa" berubah wajah serius "Hanya saja dia pulang telanjang hahahahah"
"Hahahahaa...."
Roland dan orang yang membawa kapak gembar itu bercerita seakan-akan teman lama yang lama tak jumpa. Sebenarnya orang-orang ini tampak kaku di karenakan kewaspadaannya terhadap serangan dari luar!
Roland sudah mengetahui hal itu, demi keamanan! dia menggunakan tehnik Shénzhì untuk melihat hati dan isi pikiran orang-orang desa.
Sebelumnya! Desa mereka rentan akan serangan dari Iblis. Suatu hari, di desa mereka datang seseorang wanita misterius! dan menumpang menginap semalam di desa ini dan di saat malam hari! Bhom... terdengar suara letupan dari tempat wanita itu menginap. Ternyata dia adalah Iblis yang menyamar menjadi manusia.
Saat itu lah mereka selalu waspada hingga saat ini, dan satu-satunya orang yang terkuat di desa mereka telah jatuh sakit tak sadarkan diri setelah melawan Iblis itu.
Di sisi lain! mereka yang tidak mengetahuinya.
Gabriel, Elena, Lilitha ƪ(‾.‾“)┐
"Apa maksud Roland?" tanya Gabriel yang tercengang.
"Entah lah" Ucap Elena (~‾▿‾)~
"Hahaha... oh ya kamu mau makan, aku pesankan, Hey pelayan, 1 porsi lagi" ucap Roland yang langsung memanggil pelayan.
30 menit kemudian (Di jalan)
Hahaha... Ternyata orang di desa itu ramah juga.." Ucap Roland,
"Eh.. kenapa kalian sejak tadi hanya diam dan menatap ku dengan tatapan aneh?" tanya Roland yang bingung, dengan temanya berwajah lesu, sejak di tokoh.
"Hahaha aku tau, pasti kalian kesal.. karena makanya belum kenyang hahahah"
Tawa Roland yang sengaja dibuat.
Tuk...!
"Aduh... apa yang kau lakukan Elena.. Kepala ku sakit" Roland sambil menggosok kepalanya, Elena melempar Roland karena dia kesal.
"Oh ya Gabriel! Tujuan kita sekarang adalah ke arah timur, sekarang langit sepertinya akan turun hujan! jadi kita harus cari perkemahan atau menginap" tanya Roland kepada Gabriel, sambil di atas kuda mereka.
Gabriel menjawab, dia memilih rumah untuk menginap saja, itu lebih layak daripada di guyur hujan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari suatu tempat yang bisa di tinggali dan pada akhirnya mereka tidak menemukan suatu desa lagi di perjalanan ini. Tetapi Roland tak sengaja menemukan sebuah goa saat menggunakan tehnik Shénzhì miliknya.
"Kawan! Aku melihat ada goa 300 meter ke arah selatan. Itu lebih baik daripada basah"
ucap Roland sambil memimpin jalan.
"Ayo!" ucap yang lain.
Hiya...! Hiya...!
2 menit di atas kuda, menuju ke arah goa.
"Wow! ini lumayan" ucap Elena.
"Aku belum pernah melihat goa sekecil ini" ucap Lilitha.
Ucap mereka sedikit mengejek pendapat Roland yang mendapatkan goa ini.
Mereka hanya melihat di bagian luar goa dengan lobang yang kecil, tetapi mereka tidak tahu! di dalam goa itu terdapat ruangan yang sangat besar!
"Hmm aku merasakan di dalam ada makhluk hidup, kelihatannya seperti hewan yang besar!" ucap Gabriel dengan kemampuannya merasakan ada seekor hewan di dalam goa ini.
"Hahaha kamu bercanda Gabriel! Dengan indera yang kumiliki aja tidak bisa merasakannya" ucap Elena!
Pada dasarnya Elena tidak mampu untuk mendeteksi hewan ini, karena hewan ini adalah hewan spiritual yang kuat dan sudah terjebak selama 200 tahun yang lalu!
"Tidak! Gabriel benar, aku merasakan ada seekor hewan buas yang besar dan itu adalah hewan spiritual yang terjebak di dalam goa ini" ucap Roland.
Beberapa orang tak dapat merasakan kehadirannya, umumnya hewan spiritual yang kuat! Dia mampu menyembunyikan kehadirannya.
Gabriel bisa merasakannya mungkin dia memiliki sebuah jimat atau ada belajar tehnik khusus.
(Misteri Gabriel
...akan aku ungkap seiring waktu,)...
"Hm... apakah menurut mu kita mampu atau tidak untuk melawanya" tanya Gabriel untuk memastikan.
Roland yang sudah berpikir matang, dan memutuskan untuk menguji kemampuannya dalam bertarung di kehidupannya yang sekarang.
"Kalian tunggu aku di luar! aku akan masuk untung memeriksa, jika aku memanggil, kalian harus segera datang" ucap Roland sambil turun dari kudanya.
"Tidak Roland, aku akan ikut" ucap Elena.
"Apakah kau yakin Roland!" ucap Gabriel.
"Iya! itu terlalu berbahaya" ucap Lilitha.
3 temanya memberikan pendapat khawatir kepada Roland akan tindakannya.
"Bagaimana aku bisa melindungi orang yang ku sayang jika aku sendiri selalu di lindungi oleh seorang wanita" ucap Roland dengan tegas kepada Elena yang selalu khawatir kepada Roland.
"Baiklah... aku hanya masuk untuk mengecek, dan jika aku dalam bahaya! aku akan memanggil kalian secepat mungkin" ucap Roland sambil mengusap kepala Elena dengan lembut.
Elena dengan wajah yang khawatir mengiyakan Roland!
"Hmm baiklah" jawab Elena dengan senyumnya.
Roland meminta Gabriel untuk tidak menggunakan indra keenamnya untuk mengecek area di sekitar atau di dalam goa.
Karena Roland tahu bahwa mereka belum bisa menyembunyikan energi spiritualnya dengan baik, jika mereka menggunakan indra keenamnya! itu hanya membuat kultivator dan hewan spiritual mengetahui lebih cepat posisi mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Di Chapter 22...
Roland "Hmm hanya hewan spiritual yang setara dengan kultivator tahap 5!" ucap Roland di dalam goa.
Roland
"Teman teman" ucap Roland dari dalam goa, "kali ini kita akan makan daging panggang".
Elena "Apakah kau yang membunuh hewan ini Roland?" ucap Elena yang bingung.
Gabriel di dalam hati "Hmm tidak heran dia mampu membunuh singa batu yang setara tahap 5" ucap Gabriel di dalam hati dengan senyum kecilnya.
Lilitha "Aku belum pernah memakan singa, mungkin enak" ucap Lilitha yang tak sabar ingin memotong dagingnya.
...Yuk temukan kelanjutannya di chapter 22..Like Vote Gifs biar jari lu tambah keren...
...(ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻...