Kisah seorang gadis bernama ara yang dikhianati kekasihnya, tanpa sengaja dia dipertemukan dengan malaikat tanpa sayap yang ternyata pacar dari selingkuhan kekasihnya. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah ara akan tetap melanjutkan kisahnya dengan kekasihnya? atau akan merelakan kekasihnya begitu saja? ikuti kisahnya di "My CLick Girl" ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
CAMPING…
🌻🌻🌻
Ara point of view:
Kenapa ciuman nya di keningku kemarin malam itu rasa nya lebih romantis daripada ciuman di bibir ya? Rasa nya ada aliran listrik yang mengalir di tubuhku, menghangatkan jiwaku hanya dengan ucapan gombal nya itu.
Jago sekali dia membuatku tersipu malu, entah sudah semerah apa pipiku saat itu. Hanya dengan membayangkan nya saja pipiku rasa nya panas.
Pagi ini aku dan debby berjalan ke kampus. Chika pasti sudah menunggu kami di kampus. Aku hanya membawa peralatan yang ku butuhkan saja, tidak perlu bawa barang banyak seperti orang mau pindahan. Aku melihat debby yang membawa koper gede banget, membuatku tertawa geli.
“Hey, bisma ikut camping loh, ra,” ceriwis debby sambil berusaha menarik koper nya.
“Terus?” tanyaku singkat.
“Apa kamu nggak malu setelah adegan mencuri ciuman nya malam itu? kalo aku jadi kamu pasti aku bakalan sembunyi saja di rumah. Tidak akan keluar rumah apalagi ketemu dia,” celetuk debby.
“Aku kan nggak sengaja, si ulat bulu itu yang selalu menyudutkanku. Ku beri pelajaran saja dia," Kataku menggoda nya.
“Citra maksudmu? Kata vino dia menangis semalaman. Kamu nggak ngrasa bersalah uda nyakitin dia?” kata debby berhenti dan melirikku.
“Pacarmu mulai menyuruhmu agar aku berbaik hati dan beramah tamah pada ulat bulu itu? pacarmu itu menyebalkan, nggak ada bedanya sama citra," Kataku tertawa geli dan debby semakin kesal.
Akhir nya kita berada di atas truck, kita berangkat dengan 3 truck. Aku dan Chika berada dalam satu truck, sedangkan debby entahlah dia berada di truck nomor berapa. Truck ini penuh sekali, saling berdesakan di dalamnya. Bahkan aku bingung mau berpegangan ke siapa.
Nggak ada yang ku kenal di sini kecuali Chika, secara aku adalah anggota baru yang jarang ikut pertemuan juga. Perjalanan ini terasa panjang apalagi saat truck melesat kesana kemari rasa nya aku terombang ambing bersama kerumunan orang ini.
Seseorang menarikku ke dekat nya, aku melihat ke arah wajah nya dan dia Bisma. Muncul darimana dia tadi? Tangan kanan nya memeluk pinggangku dan aku menghadap ke dada nya yang bidang, sedangkan tangan kiri nya berpegangan pada sisi truck.
Selama perjalanan dia memelukku dengan erat tanpa berbicara banyak hingga perjalanan ini berakhir dan sampailah kita di kebun teh dengan suasana yang cukup sejuk dan nyaman.
Dia tetap memelukku dan melarangku turun dulu. Akhir nya kita turun terakhir, dia turun dulu dan membantuku turun dari truck.
Mataku rasanya takjub dengan hamparan teh yang begitu luas nya, hijau nya itu memanjakan mataku. Ku hirup udara segar yang jarang ku temui di kota. Seperti nya hanya aku yang membawa tas ransel cukup simple dan praktis. Yang lain sibuk dengan kopernya yang serba gede.
Bisma meninggalkanku menuju stand panitia ada debby dan chika juga di sana, lebih baik begini kan aku jadi bebas. Ketua panitia teriak teriak menggunakan TOA dengan semangat menjelaskan aturan yang harus kita patuhi selama camping.
Ahh… kenapa mataku ini? Kenapa panitia nya cantik cantik, sexy dan kece abis sih. Debby dan Chika kan juga cantik, apa yang aku pikirkan? Aku mengutuki diriku sendiri, kenapa aku jadi cemburu buta gini sih?
Aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan untuk mengendalikan diriku sendiri. Mencoba menenangkan diriku sendiri. Aku sedikit memandang bisma, ternyata begitu tampan nya dia berdiri di sana. Tampan? Ngomong apa aku ini?
“Hey, aku Marchel. Anggota baru juga?” Tanya seorang cowok yang tiba tiba membuyarkan lamunanku tentang bisma.
“Eh, iya aku anggota baru," Kataku tersenyum pada nya.
“Apa aku boleh jadi temanmu?” tawar nya.
“Tentu saja," jawabku singkat.
“Kamu belum menyebutkan nama,”
“Aku kinara," Akhir nya aku menemukan teman di sini.
Kenapa ada cowok seganteng ini mau kenalan sama aku ya? Ahh… secantik itu kah aku? Hahaha. Aku tertawa dalam hati menghibur diriku sendiri dengan percaya diri nya.
Setelah acara panjang yang digunakan untuk outbound dan kegiatan kegiatan yang menguras tenaga hari ini. Malam ini aku ingin menenangkan diri di depan tenda, ada café kecil tempat ngopi dan ngeteh gitu di sini.
Romantic banget suasana nya, sayangbnya bisma nggak mungkin di sini. Aku ngrasa kesepian dan hanya sendiri di sini. Chika, debby dan bisma sibuk dengan kepanitiaan mereka.
Acara kita malam ini ada api unggun sih, hanya saja baru dimulai jam 9 malam nanti. Rasa nya udara nya semakin menusuk, kupakai jaketku dan menyeduh teh hangat yang sudah ku pesan tadi.
“Sendiri?” tiba tiba marchel muncul di hadapanku.
“Kebetulan sih iya,”jawabku.
“Boleh ku temani? kenapa nggak ada yang mendekati orang secantik kamu? Apa semua cowok di sini pada nggak bisa liat ya?”kata marchel tersenyum.
“Terimakasi sudah bilang aku cantik, kamu orang tersekian yang bilang begitu,” Kataku terkekeh biar suasana nggak tegang.
“Ternyata kamu asik juga ya? Aku mahasiswa baru," kata marchel.
“Lulusan sekolah mana? Asli kota ini?” tanyaku
“Aku asli kota ini, hanya saja aku lulusan australia,”
“Kamu memang suka bercanda ya? Australia?” aku terkekeh.
“Dari sekian banyak orang, hanya kamu yang nggak percaya aku lulusan Australia," kata Marchel terkekeh.
“Kalo aku jadi kamu ya nggak akan lanjut kuliah di sini. Kenapa nggak lanjut di Australia juga?” sahutku.
“Aku sedang mengejar cinta seseorang, dia lari ke endonesa,” Terang marchel.
“Benarkah ada wanita yang berlari darimu?” tanyaku heran.
“Ya, karena dia mencintai sepupuku,"
“Cinta segitiga ya?” aku terkekeh lagi.
“Kenapa malah ketawa?” tanya marchel heran.
“Itulah cinta, nggak bisa dipahami. Dikejar lari, kalo dilepas mendekat," Sahutku.
“Kamu uda punya pacar?”
“He’em…” jawabku tersenyum bayangin wajah Bisma.
“Iyalah, mana mungkin secantik kamu nggak punya pacar," celetuk marchel.
“Maka nya cewekmu lari, kamu suka nggombalin cewek lain,” Kataku terkekeh.
“Cowokmu juga pasti suka nggombalin cewek lain,” Sahutbnya.
“Aku yakin nggak mungkin,”jawabku percaya diri.
“Seyakin itu?”
“Iya, dia tergila-gila padaku," Aku terkekeh sekali lagi.
Dari kejauhan chika menghampiriku dan Marchel yang sedang asyik ngobrol. Dia menjatuhkan badan nya dengan begitu saja di kursi sebelahku. Memesan cappuccino, melihatku dan Marchel dengan bergantian.
“Siapa ini? Pacar kamu?” Tanya chika.
“Ngawur, kita baru kenal,” Jawabku.
“Wah, di sini semua cantik cantik ya," kata marchel.
“Terimakasih,” Kata chika tersenyum manis.
"Tapi sayang Dia sudah punya cowok katanya," Kata marchel pada chika sambil melirikku jahil.
“Mana mungkin kinara punya pacar, dia ini cewek galak. Bikin masalah dengan pacar orang sering dia,” Celoteh chika.
jangan lupa like, comment and vote 🌻🌻🌻
hepi reading dan srmoga suka,
ku tunggu dukungan nya, jangan lupa tinggalkan jejak ya ❤️❤️❤️
tapi si Bisma juga cueknya kebangetan sama Ara..