NovelToon NovelToon
Dilema Dalam Diam

Dilema Dalam Diam

Status: tamat
Genre:Pelakor / Romansa / Tamat
Popularitas:288.3k
Nilai: 5
Nama Author: Windersone

Banyak faktor yang membuat pasangan mencari kesenangan dengan mendua. Malini Lestari, wanita itu menjadi korban yang diduakan. Karena perselingkuhan itu, kepercayaan yang selama ini ditanamkan untuk sang suami, Hudda Prasetya, pudar seketika, meskipun sebelumnya tahu suaminya itu memiliki sifat yang baik, bertanggung jawab, dan menjadi satu-satunya pria yang paling diagungkan kesetiaannya.

Bukan karena cinta, Hudda berselingkuh karena terikat oleh sebuah insiden kecelakaan beberapa bulan lalu yang membuatnya terjalin hubungan bersama Yuna, sang istri temannya karena terpaksa. Interaksi itu membuatnya ingin coba-coba menjalin hubungan.

Bagaimana Malini menyikapi masalah perselingkuhan mereka?

***
Baca juga novel kedua saya yang berjudul Noda Dibalik Rupa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windersone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menahan Emosi dan Marah

🌿🌿🌿

Hudda dan Malini berdiri diam di dalam lift dengan perasaan saling marah. Malini berdiri dengan jarak beberapa langkah dari Hudda dan kedua tangannya menyilang di dada.

"Tolong bersikap lebih profesional. Jangan membuat orang-orang berpikir ada masalah. Jika mereka tahu, kamu yang akan malu sendiri," kata Malini, berbicara dingin sambil menatap jejeran angka di sudut pintu.

"Kamu juga akan merasakan hal yang sama karena kamu juga menduakan ku," balas Hudda dengan raut wajah dingin yang sama.

"Aku tidak pernah selingkuh. Aku bukan kamu, ingat itu," tekan Malini dan melangkah keluar setelah pintu lift terbuka.

Hudda menahan emosinya dan mengikuti Malini berjalan di antara beberapa penghuni perusahaan itu. Senyuman ditunjukkan Malini untuk menyembunyikan masalah yang terjadi di antara mereka berdua. Begitu juga dengan Hudda, ekspresinya tidak sama seperti sebelumnya. Mereka juga membalas senyuman itu, tapi pikiran mereka dipenuhi oleh rasa penasaran dengan hubungan yang terjalin antara Hudda dan Malini.

"Apa yang sudah terjadi?" tanya Rangga, berbicara sendiri sambil memperhatikan mereka keluar dari perusahaan.

Rangga berdiri di samping pot bunga hias yang ada di dalam lobi, di pojokan. Wujudnya tidak disadari oleh sepasang suami-istri yang berada dalam suasana hati yang emosi itu. Rangga berjalan memasuki lift, ia ingin menemui Agung untuk mencari tahu hal yang terjadi baru saja.

"Sudah. Seperti yang kamu minta, aku sudah melakukannya dan sepertinya mereka akan bertengkar hebat. Tepati janjimu, temani aku malam ini," kata Agung, berbicara bersama seseorang melalui sambungan telepon di depan ruangannya dengan posisi tubuh membelakangi lift.

Rangga mendengar semua perkataan Agung yang membuatnya diam mematung di depan pintu lift dengan amarah yang ditahan. Setelah berbicara, ia memasukkan ponsel ke dalam saku celana sambil memutar tubuh ke belakang. Senyuman di bibir pria itu memudar, berubah menjadi kaget saat melihat Rangga berdiri dengan wajah marah di belakangnya.

"Siapa yang kakak hubungi? Kalian berencana mengganggu hubungan mereka? Tidak disangka, kakak berani melakukan itu demi menghabiskan waktu bersama wanita lain. Katakan padaku, siapa yang menyuruh kakak melakukannya?" tanya Rangga dengan penekanan.

"Kamu masih kecil. Urus saja pekerjaanmu," balas Agung sambil berjalan mendekatinya, menepuk bahunya, dan lanjut berjalan memasuki lift.

Rangga mencengkram erat kedua tangannya yang sedikit memegangi celana bagian pahanya.

***

Di dalam mobil pun mereka masih diam dalam kemarahan masing-masing yang mereka pendam. Tapi, Hudda berharap Malini angkat bicara dan menjelaskan situasi yang terjadi itu, bukannya hanya diam. Namun, Malini hanya diam dengan kedua tangan memegang tas di atas pangkuannya dan mata menghadap ke depan, enggan melihat wajah sang suami yang selalu membuatnya merasa sakit hati.

"Kamu tidak akan memberikan penjelasan? Kamu marah? Seharusnya aku yang marah," kata Hudda, akhirnya berbicara karena sudah tidak tahan dengan situasi diam itu.

Malini hanya diam, ia mengambil ponsel dari tas dan memainkannya dengan santai. Hudda meraih ponselnya dan melemparkannya ke bangku belakang. Malini masih diam dan sabar, ia beralih duduk di belakang melalui celah antara tempat duduknya dan Hudda, sekaligus untuk mengambil ponselnya dan menghindari Hudda.

Sikapnya membuat Hudda semakin jengkel. Pria itu menepikan mobil dan duduk diam sambil menggenggam erat setir mobil dengan wajah putihnya mulai memerah karena marah.

"Apa sebenarnya yang kamu inginkan?" tanya Hudda, menoleh ke belakang, menatap Malini yang memainkan ponsel dengan raut wajah yang selalu dingin sejak diajak keluar dari perusahaan Agung.

"Tidak ada," balas Malini, berbicara dengan santai, seolah mereka tidak sedang bertengkar.

"Kamu selalu membuatku bingung. Kadang-kadang marah, diam, dan bertingkah santai seolah tidak ada yang terjadi. Membosankan," celetuk Hudda, emosi.

"Terserah kamu mau menilai apa. Antar aku kembali ke rumah. Jika tidak, aku akan turun," kata Malini.

"Tolong jangan kekanak-kanakan," bentak Hudda dengan emosi semakin membesar.

"Jadi, kamu mau aku bagaimana? Marah? Percuma. Menangis? Untuk apa aku menangisi pria sepertimu. Diam? Itu yang bisa aku lakukan. Sekarang aku tidak peduli kamu mau berbuat apa. Mau jalan sama Yuna, sama wanita manapun, aku tidak peduli. Yang jelas, aku tidak pernah selingkuh dengan siapapun karena aku bukan kamu. Camkan itu," ucap Malini dan membuka pintu mobil, keluar dan melambaikan tangan ke taksi yang kebetulan lewat.

"Bagaimana aku bisa memperbaikinya? Aku benar-benar pusing. Belum masalah pekerjaan, sekarang masalah rumah tangga." Hudda mengacak-acak rambutnya karena emosi.

Suasana hati Malini tidak seperti sebelumnya, ketika berada di mobil Hudda. Air matanya mengalir deras dalam isak tangis yang tidak bisa terbendungi. Hatinya terasa padu, sakit, sampai dadanya terasa sesak untuk bernapas.

Sopir taksi menatapnya sesekali dari kaca yang ada di samping kepalanya, yang mengarah ke belakang. Sopir taksi itu adalah wanita yang mengantar Yuna kemarin, yang ikut berbicara menasihatinya. Wanita yang terlihat seusia dengan Malini itu ikut meneteskan air mata, mengingat rumah tangganya juga tidak semulus orang-orang yang beruntung di luaran sana.

"Sakit sekali. Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri?" tanya Malini, bergumam sedih.

"Perselingkuhan biasa terjadi. Tidak perlu memikirkannya. Kita sebagai wanita harus kuat!" seru wanita itu dan membuat Malini diam.

Sopir taksi wanita itu menepikan mobil di depan sebuah minimarket. Ia keluar dan memasuki minimarket itu dengan Malini memperhatikannya bersama air mata masih mengalir, tapi suara tangis berkurang. Wanita dalam setelan celana jeans dan baju kaos hitam dengan rambut diikat tinggal itu keluar bersama sebotol air putih.

"Minumlah," katanya sambil menyodorkan botol minuman itu ke belakang setelah masuk dan duduk di bangku setir.

"Terima kasih," ucap Malini dan mengambil minuman itu. 

"Aku sudah tahu masalahmu. Perselingkuhan, kan? Penyakit itu sedang bermekaran di kalangan masyarakat. Kamu bisa cerita padaku, mungkin aku bisa berbagi solusi karena aku salah satu korbannya," kata sopir taksi itu, bernama Donita. 

"Benar. Dia menjalin hubungan bersama karyawannya di kantor. Dia bilang, awalnya melindungi wanita itu karena mendapatkan tanggung jawab dari mendiang suaminya, tapi setelah itu dia malah tertarik dengannya sampai mereka memberikan nama pada hubungan mereka. Aku percaya padanya, aku bisa melihat kebenaran saat dia mengatakan hubungan mereka tidak sedalam yang aku bayangkan. Tapi, entah kenapa hatiku tidak bisa menerimanya. Ada mereka yang di luaran sana masih bisa menerima perselingkuhan suami mereka dan memperbaiki meskipun sudah parah, tapi aku tidak bisa," cerita Malini.

Raut wajah Donita berubah sedih sambil mengingat sesuatu dalam benaknya. 

"Wanita berprinsip memang akan sulit menerimanya. Bagi mereka kesetiaan itu pondasi paling kuat dalam sebuah hubungan, bukan hanya uang maupun cinta," kata Donita dengan tatapan kosong, menatap tas yang ada di samping Malini.

Donita mengalihkan mata menatap Malini dan tersenyum. 

"Kamu wanita yang bijak, aku bisa melihat itu. Lakukan apa yang menurutmu benar. Tapi, jangan lupa pada orang-orang yang ada di sekitarmu, terutama anak-anak. Bukan uang ayah mereka yang dibutuhkan oleh mereka, tapi kasih sayang dan kebersamaan itu yang membuat mereka akan membandingkan nasib mereka dengan anak lain yang memiliki keluarga lengkap," saran Donita "Kamu mau diantar ke mana?" tanya Donita, mengalihkan pembicaraan.

"Di Jalan Seraya 2," jawab Malini. 

"Baik. Jangan menangis lagi. Harus kuat. Satu lagi saranku, karena suamimu didominasi oleh wanita lain yang berusaha untuk menghancurkan hubungan kalian, sebaiknya kamu pertahankan. Kecuali, jika suamimu yang mendominasi selingkuhannya. Itu yang paling berbahaya. Kamu tahu, dunia perselingkuhan itu juga ada levelnya, kayak game." Donita bercanda di akhir kalimatnya dengan menunjukkan senyum, menghibur.

Malini membalas senyuman itu dan mengalihkan pandangan ke luar jendela mobil dengan perasaan lega setelah ceritanya didengar oleh Donita.

1
lovina
mampir lg ke sini, ternyata karya authornya emng modelan gini semua...wajr sih wanitanya di buat bodoh mulu authornya laki2 toh, ngapain buat novel dgn judul beda kalau.isinya sm semua mana klise lg
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya, trmksh🙏
total 1 replies
sekarasih natalina
maaf ya saran aja ceritanya terlalu berbelit belit, dan terlalu byk intrik kyk sinetron ikan terbang
Konny Rianty
Alhamdulillah "" Akhir yg Bahagiaa"" Makasih Thorrrr....
Konny Rianty
Jangan lh" mdh² an Malini berjodoh lagi sm Huda"" kasian anak² Thorrr"" bongkar kebusukan Siska" Mdh² an Malini& Hudda kembali bersatu lagi Thorrr'" Ciannnn Anak- Anak...
Konny Rianty
Thorrr" bikin kedok Rangga& Siska terbongkar Thorrr"" Satu kan lagi Lini& Yuda " Kasian Anak- Anak
Sila Silawatidewi
fuj
yuyunn 2706
ya ampun Malini ini namanya tantangan utk cerai,jgn Krn anak hrga dirimu terinjak
yuyunn 2706
hebat Malini,sabarnya seluas samudra
yuyunn 2706
letoy amat Malini didorong smpe jatoh,balaslah dorong lagi
pipi gemoy
Rangga 🌹
pipi gemoy
karakter hudda 👎🏼👎🏼👎🏼👎🏼👎🏼👎🏼👎🏼👎🏼
pipi gemoy
🌹👻
Jeni Safitri
Koq ceritanya rasa menggantung gini ya, itu suara wanita di telp suara siapa apakah masih ada pelakor lagi atau siska masih hidup atau saudara siska tuntut balas mengantung rasanya
Jeni Safitri
Apakah dion yg berkhianat krn diancam siska
Jeni Safitri
Ck.. Menghukum koq ttp menikahi siska yg ada masuk jurang lebih dlm
Jeni Safitri
Kakau bisa yidha juga di oenjara krn menutupi kejahatan sama aja ikut dlm.kerjasama
Jeni Safitri
Laki" kalau lemah dan tidak tegas ini akibatnya gampang di recoki pelakor
Jeni Safitri
Katanya ngak cinta tapi lgsg ngercep kasih oerhatian ke yuna, malini goblok mau aja di bodoh"in
Jeni Safitri
Ini lah makanya kalau ngak hati" dlm. Beeteman krn banyak teman yg membawa kehanvuran buat kita krn mrk merasa iri dengki melihat mesuksesan kita
Jeni Safitri
Mampus kamu malini emang enak di kerjain, makanya jadi wanita harus tegas kalau ngak sanggup suami selingkuh diam aja jangan cari" bukti, tapi cari bumti berarti siap utk pisah jangan diam aja akhirnya diam mu di manfaatkan org" gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!