Juara 🥉 Event Air Mata Pernikahan S3
Ainsley dan Charlie adalah sepasang suami istri yang juga anggota FBI. Mereka bertugas menggagalkan penyelundupan narkotika di pelabuhan New York yang dilakukan oleh mafia bernama John Wilson.
Tapi rencana mereka di ketahui oleh musuh sehingga terjadi baku tembak antara kedua kubu.
John Wilson berhasil kabur, tapi Charlie tidak membiarkannya begitu saja. Dia mengejar John hingga terjadi kecelakaan tragis yang menewaskan Charlie.
Ainsley terpuruk dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari FBI. Dia terus mencari keberadaan suaminya karena dia tidak percaya suaminya meninggal jika belum melihat jasadnya. Bahkan dia berencana untuk balas dendam.
Tapi beberapa bulan kemudian saat dia berlibur, dia bertemu dengan pria yang mirip dengan suaminya. Tapi sayangnya, pria itu bernama Michael dan mempunyai tunangan.
Siapakah Michael sebenarnya? Dan apakah Ainsley bisa membalaskan dendam kematian suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Tempat Persembunyian Yang Aman
Ainsley meminta Michael dan Daisy untuk membereskan barang-barang mereka termasuk foto-foto mereka berdua untuk menghilangkan jejak jika mereka pernah tinggal di sini. Baru setelahnya Ainsley membawa keduanya ke rumah yang dia sewa.
Awalnya Daisy sangat marah mengetahui jika selama ini Ainsley tinggal di depan rumah mereka. Dia yakin jika Ainsley sengaja melakukan itu untuk memata-matai keduanya.
Ainsley hanya memutar kedua bola matanya. Dia sedang malas berdebat dengan Daisy. Untuk itu dia membiarkan wanita itu mengoceh sesuka hatinya.
"Kalian bisa tidur dimanapun kalian mau. Aku akan kembali ke rumah kalian karena sebentar lagi teman-teman ku akan datang." seru Ainsley
"Terimakasih Ainsley." ucap Michael
Ainsley hanya mengangguk dan mengganti bajunya yang terkena noda darah. Baru setelahnya, dia kembali ke rumah Daisy dan menunggu kedatangan Clara dan yang lain.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Clara dan anggota FBI lainnya datang dan langsung membereskan mayat-mayat tersebut. Mereka mulai mengidentifikasi satu persatu mayat dan memang benar mereka adalah anak buah John Wilson. Tapi untuk apa mereka mengincar nyawa Ainsley?
"Aku tidak tahu kenapa mereka mencoba membunuh ku? Aku sedang berlibur di sini. Tapi tiba-tiba mereka datang dengan senjata. Untuk itu aku melakukan perlawanan. Dan yah, seperti yang kalian lihat." seru Ainsley
"Mungkin mereka menganggap mu sebagai ancaman, Ainsley." timpal Clara.
Ainsley tidak menjawab karena dia tahu maksud dari ucapan sahabatnya.
"Kami bisa mengerti Ainsley. Mungkin karena kau adalah istri Charlie, musuh bebuyutan John. Tapi, kenapa baru sekarang mereka melakukannya? Bukankah saat kau terpuruk karena kematian Charlie adalah waktu yang tepat untuk menyingkirkan mu? Ini sangat tidak masuk akal. Apalagi kau bukan lagi anggota FBI." seru Henry.
Ainsley mengepalkan tangannya erat saat mendengar Henry yang begitu santai, mengatakan jika Charlie sudah mati. Tapi dia mencoba untuk menahan emosinya karena dia tidak ingin orang lain tahu jika Charlie sebenarnya masih hidup.
"Kau bisa tanyakan langsung pada John, Henry." sahut Ainsley
Henry tidak lagi menjawab, Dia lebih memilih memeriksa ruangan lain. Dia ingin tahu apakah ada jejak Charlie di sana. Namun dia tidak menemukan apapun. Dia yakin jika Ainsley sudah menyingkirkan apapun yang berhubungan dengan Charlie.
"Jadi kau mencoba untuk menyembunyikannya, ya? Tapi sayangnya hal itu tidak akan berlangsung lama karena cepat atau lambat, Charlie akan mati untuk kedua kalinya" seringai Henry dalam hati
Clara ikut mencari petunjuk . Dia tidak begitu banyak bicara kali ini. Tapi tetap saja dia khawatir. Dia menatap Ainsley seolah bertanya apakah semua baik-baik saja? dan Ainsley mengangguk pelan sebagai jawaban. Clara menghela nafas lega. Dia meminta anggotanya untuk mengangkut mayat-mayat tersebut dan membawanya ke markas untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Setelah semua selesai, Clara, Henry dan anggota FBI yang lain pamit undur diri. Untuk sementara rumah itu dipasangi police line. Dan meminta Ainsley untuk tinggal di tempat lain sementara waktu karena FBI akan bekerjasama dengan Polisi setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.
Ainsley tidak keberatan. Setelah semua pergi, dia kembali ke rumahnya. Dia melihat Michael dan Daisy yang sudah tertidur pulas di tempat terpisah. Dia mengambil laptopnya dan pergi ke ruang tamu di lantai dasar.
Ainsley mulai mencari tempat yang aman untuk Michael dan Daisy. Dia yakin John tidak akan tinggal diam. Pria itu pasti akan kembali menyerang Michael untuk melenyapkannya. Untuk itu, dia akan menyembunyikan Michael terlebih dahulu, setidaknya sampai ingatannya kembali.
Tapi ada yang membuatnya penasaran. Kenapa John bisa tahu keberadaan Michael? Apakah dia juga tahu kalau Michael itu adalah Charlie?
Ini sangat aneh. Ainsley mulai merangkai peristiwa dari pertama saat mereka menjalankan misi di pelabuhan untuk menggagalkan penyelundupan narkotika yang dilakukan oleh John Wilson
Charlie sudah menyusun strategi dengan begitu matang. Dan mereka yakin jika misi kali ini akan berhasil. Namun saat mereka sampai di lokasi semua berubah. Kedatangan mereka seolah diketahui oleh musuh sehingga mereka gagal. Tapi yang membuat dia penasaran, bagaimana Charlie bisa mengalami kecelakaan?
Saat itu dia melihat Charlie mengejar John menggunakan mobil. Charlie bukanlah orang yang amatiran. Walaupun dalam keadaan terdesak sekalipun, Charlie pasti akan mencari cara yang lebih efektif untuk menghindar dari serangan musuh. Jadi apa mungkin mobil yang Charlie gunakan sudah disabotase sebelumnya? Jika itu benar berarti kedatangan FBI waktu itu sudah diketahui musuh.
"Apa ada penghianat di tim Alfa?" batin ainsley
Ainsley kembali berfikir. Yang mengetahui jika Charlie masih hidup adalah Clara. Tidak mungkin Clara adalah penghianat, kan?
"Sepertinya aku harus menyelidikinya. Untuk sementara aku akan membawa mereka berdua ke tempat yang aman terlebih dahulu." batin ainsley. Dia membaringkan tubuhnya di sofa dan menghela nafas panjang. "Aku harap yang aku pikirkan ini salah Ra. Aku yakin kau bukan pengkhianat."
...----------------...
Keesokan harinya, banyak warga berkumpul di depan rumah Daisy. Mereka menyaksikan penyelidikan yang dilakukan oleh polisi. Awalnya mereka penasaran, apa yang telah terjadi? Kenapa banyak polisi di rumah Daisy. Namun saat polisi meminta keterangan dari mereka dan menjelaskan apa yang terjadi, mereka benar-benar terkejut. Mereka tidak menyangka jika tetangga mereka mengalami hal buruk semalam.
Mereka tidak tahu menahu tentang peristiwa yang terjadi semalam. Hanya saja mereka mendengar suara benda pecah. Dan mereka mengira jika Michael dan Daisy sedang bertengkar. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Untuk itu mereka memilih untuk mengabaikannya.
Sementara itu, Ainsley meminta Daisy dan Michael untuk menyamar karena hari ini juga dia akan membawa mereka berdua ke tempat yang lebih aman. Jangan sampai warga ataupun polisi tahu keberadaan mereka karena dia takut anak buah John menyamar sebagai salah satu dari mereka.
Awalnya Daisy menolak dengan alasan jika dia ikut dengan Ainsley maka kesialan itu akan kembali datang pada mereka. Untuk itu Daisy memutuskan untuk mencari tempat tinggal sendiri.
Namun Ainsley kembali meyakinkan Daisy, jika anak buah John sewaktu-waktu bisa menemukan mereka. Ainsley berjanji akan melindungi mereka bahkan dia akan meminta teman-temannya untuk melindungi mereka berdua
Daisy terdiam. Mau tidak mau dia mengikuti perkataan Ainsley. Dan saat ini mereka sudah berada di dalam taksi menuju New York. Ainsley membawa Daisy dan Michael ke rumah lamanya sebelum ia menikah dengan Charlie
"Maaf jika rumah ini sangat kecil. Tapi untuk sementara ini adalah tempat yang aman untuk bersembunyi dari anak buah John." seru Ainsley
"Tidak apa-apa Ainsley, justru kami berterima kasih padamu." sahut Michael
Ainsley hanya mengangguk dan tersenyum. Namun wajah Daisy terlihat sangat tidak senang. Dia masih mengira jika semua itu adalah akal-akalan Ainsley saja agar bisa dekat dengan Michael.
"Kau bisa menipu Michael , tapi tidak dengan ku. Awas saja jika kau merebut Michael dariku!!" batin Daisy geram
kerennnnn