NovelToon NovelToon
Dendam (Abraham)

Dendam (Abraham)

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Dendam Kesumat / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:48k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuza

Di tinggalkan oleh sang ibu bersama adik dan ayahnya membuat Abraham merasa sangat membenci sosok wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.

Sehingga membuat Abraham bersumpah pada dirinya sendiri, bahwa ia harus menjadi orang kaya, supaya laki-laki itu bisa membalaskan dendamnya pada ibu kandungnya sendiri.

"Kau bukan anakku lagi, Abraham! Kau hanya bocah pem bunuh!"~ Selena berteriak pada anak yang kira-kira baru saja berusia 10 tahun itu.

"Ibu lah pem bunuh itu!"~ Abraham dengan gigi yang menggeletuk terlihat membuang sebilah pisau yang sudah berlumuran darah ke depan Selena yang sedang menangis histeris.
🌹🌹🌹🌹🌹
Penasaran, kuy kepoin yukk! Jangan lupa kasih dukungan dengan cara Like, Komen dan tambahkan ke Favorit. Eits, jangan lupa juga kasih bintang lima😄
Satu lagi, bijaklah dalam memilih bacaan jika tidak suka SKIP!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

"Buang keresek itu!" kata Abraham setengah berteriak yang sekarang pria arogan itu malah menyuruh tangan kanannya itu untuk membuang keresek hitam yang tadi Desta berikan pada Arga itu. "Buang Arga, lalu usir wanita itu dari sini. Jika dia hanya datang untuk memberikan Ayahnya makanan saja, tidak memberikanku jawaban atas apa yang sudah aku tawarkan padanya," sambung Abraham.

Desta yang mendengar itu malah menatap Abraham dengan sinis. "Omong kosong macam apa ini? Apa kamu mau aku membawakan kamu polisi ke sini? Supaya kamu di tangkap karena telah mengurung Ayahku!" Intonasi nada bicara Desta terdengar sedikit keras, karena ia tidak terima jika saja Abraham malah mau membuang keresek itu. "Jika kamu melarang kancungmu ini untuk memberikan Ayahku ini." Desta sekarang malah mengambil kembali keresek hitam itu secara paksa dari tangan Arga. "Biar aku sendiri yang akan mengantarnya pada Ayahku." Sesaat setelah mengatakan itu Desta langsung saja berjalan menuju ruang bawah tanah dengan langkah kaki lebarnya.

"Dia sangat menarik," gumam Abraham pelan supaya tidak di dengar, akan tetapi kalimatnya itu malah di dengar oleh Arga.

"Tuan apa yang harus saya lakukan?" tanya Arga.

"Kita ikuti saja dia," jawab laki-laki yang sekarang bergegas menyusul Desta untuk segera ikut ke ruang bawah tanah.

Arga hanya bisa mengangguk dan mengikuti tuannya itu, Arga juga sebenarnya tahu kalau saat ini Abraham sebenarnya memiliki rasa pada Desta. Tetapi laki-laki itu tidak berani mengatakan apapun selain bisa menutup mulutnya saja secara rapat-rapat, karena Arga juga takut salah bicara saat ini menginggat mood tuannya itu sangat mudah sekali berubah-ubah.

"Arga, apa Nadia sudah sampai di sana?" tanya Abraham tiba-tiba yang sekarang malah menanyakan tentang sang adik.

"Maafkan saya Tuan, saya sampai lupa memberitahu Anda." Arga terlihat menunduk saat ia mengatakan itu pada Abraham.

"Ada apa?" Abraham mengerutkan dahi saat laki-laki itu bertanya.

"Nyonya Sarah sudah sadar Tuan, sehingga Dokter Sean mutuskan untuk tidak membawa beliau ke luar Negeri," jawab Arga sedikit takut karena memang benar dirinya lupa memberitahu Abraham tentang Sarah yang sudah sadar dari komanya.

"Lalu? Kenapa kamu baru bilang padaku, Arga?" Sorot mata Abraham sangat tajam.

"Saya benar-benar minta maaf Tuan." Arga mundur beberapa langkah, pada.saat Abraham mendekat ke arahnya. "Karena saya lupa, sebenarnya tadi saya mau menyampaikan itu, tapi karena ada Nona Desta … saya malah menjadi lupa." Arga terus saja berusaha menjelaskan pada Abraham kalau saat ini dirinya benar-benar lupa.

"Alasanmu saja, sekarang ikuti wanita itu karena aku harus pergi ke rumah sakit." Abraham lalu pergi begitu saja setelah laki-laki itu mengatakan itu semua, karena saat ini ia harus melihat keadaan bibinya yang sudah sadar. "Pastikan kalau wanita itu tidak macam-macam!" seru Abraham sebelum laki-laki itu pergi dari sana.

"Huh, Tuan … Anda hampir saja membuat jantung saya ini berhenti berdetak untuk sesaat," batin Arga saat melihat Abraham yang pergi dengan sangat terburu-buru. Sehingga kini membuat Arga bisa sedikit bernafas dengan lega. Sebab Abraham tidak memarahinya sesui dengan apa yang dari tadi laki-laki itu pikirkan.

"Astaga, aku sampai lupa kalau Nona Desta sudah masuk ke ruang bawah tanah." Arga menepuk dahinya, karena ia baru saja mengingat kalau Desta sudah masuk ke dalam ruang bawah tanah itu.

🍂🍂

"Ayah."

Desta begitu kaget saat melihat penampilan sang ayah yang sudah seperti gembel padahal kemarin wanita itu melihat Farhan masih terlihat seperti biasa saja hanya ada bekas memar di wajah pria paruh baya itu.

Tapi lihatlah sekarang menampilan Farhan memang benar-benar seperti gembel, pria paruh baya itu juga terlihat sangat memeperihatinkan.

"Desta, Ayah sangat kapar." Farhan memegang perutnya sambil berjalan ke arah samping jeruji besi itu. Dimana saat ini Desta sedang berdiri.

"Ayah lapar?" Desta bertanya seraya memberikan Farhan keresek yang wanita itu bawa. "Ayah bisa makan ini kalau Ayah lapar."

Farhan mengulurkan tangan ingin mengambil keresek itu. Akan tetapi Arga yang baru saja datang langsung saja mengambil secara paksa dari tangan Desta. Sehingga membuat pria paruh baya itu hanya bisa menatap keresek yang di ambil oleh Arga dengan tatapan yang sendu.

"Mohon maaf Nona, jika keputusan Anda belum ditentukan maka saya tidak bisa membiarkan Anda memberikan makan yang ada di dalam keresek ini pada Pak Farhan. Saya berharap Anda mengerti karena ini juga salah satu perintah dari Tuan saya yaitu Tuan Abra,' kata Arga yang menyembunyikan keresek itu di belakang tubuh tegapnya.

"Apa kamu mau Ayahku akan mati kelaparan di dalam jeruji ini? Kenapa kamu dan tuanmu itu sangat tega sekali. Dimana letak hati nuranimu?"

Arga tidak menjawb karena saat ini dirinya sedang menjalankan tugas apa yang telah Abraham perintahkan.

"Jangan terlalu egois menjadi manusia sesama makhluk hidup!" Desta yang marah menunjuk wajah Arga. "Andai saja yang di dalam itu Ayahmu, apa yang akan kamu lakukan?" Mata Desta terasa panas tatkala ia menatap wajah pucat sang ayah. "Jangan diam saja pencundang!" Wanita itu terlihat ingin mengambil keresek itu.

Namun, Arga terlihat malah menjunjung tinggi keresek itu sehingga membuat Desta tidak bisa mengambilnya.

"Kembalikan! Jangan malah membuatku semakin marah!" Pada saat Desta terus saja berusaha mengambilnya tiba-tiba saja terdengar suara tubuh Farhan yang malah ambruk.

"Ayah!" Desta langsung saja menginjak kaki Arga karena saat ini wanita itu benar-benar sangat kesal di buat oleh tangan kanan Abraham itu.

"Des, maafkan Ayah ...," kata Abraham sebelum mata pria paruh baya itu terpejam.

"Ayah, Ayah!" Desta duduk lesu saat melihat Farhan kini malah pingsan. "Buka! Buka jeruji besi ini!" Desta sekarang menatap Arga. "Buka! Ayahku pingsan di dalam sana." Air mata Desta menetas dengan sangat deras, karena saat ini wanita itu tidak tahu apa yang harus ia

lakukan.

"Biarkan saja Nona, nanti juga Pak Farhan akan bangun dengan sendirinya jika dia sudah lama pings–"

"Kurang ajar!" Desta nemotong kalimat Arga. "Buka jeruji besi ini, sialan!" Desta saat ini benar-benar merasa sangat kasihan saat ia melihat Farhan tergeletak di tanah. "Buka, Ayahku pingkan mungkin saja karena kelaparan." Wanita itu terdengar meraung menangis histeris.

"Kita tunggu Tuan Abra datang, karena hanya dia yang berhak menentukan apakah Pak Farhan boleh di keluarkan atau tidak," ucap Arga begitu santai. Laki-laki itu juga sama sekali tidak menunjukkan kalau saat ini dia sangat panik.

"Kamu sudah gila!" Desta menatap Arga sebelum wanita itu malah mengambil segenggam tanah lalu melempar tanah itu ke arah wajah laki-laki itu.

Namun, Arga yang sudah tahu apa yang akan Desta lakukan pada dirinya dengan sangat cepat malah menghindar. Sehingga laki-laki itu tidak kelilipan oleh tanah itu.

"Anda jangan macam-macam Nona, jika Anda ingin masuk ke dalam jeruji besi itu untuk menyelamatkan ayah Anda. Nona hanya perlu menghubungi Tuan Abra." Arga memberikan Desta ponselnya hanya untuk sekedar menghubungi Abraham. "Ayo, Anda harus segera menghubungi Tuan Abra, sebelum semuanya terlambat."

Desta yang tidak punya pilihan lain pada akhirnya wanita itu segera mengambil ponsel Arga hanya untuk wanita itu menghubungi Abraham.

***

Abraham yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit terlihat mengemudi dengan kecepatan tinggi, laki-laki arogan itu juga tidak mempedulikan meski saat ini di jalan raya itu sangat ramai.

Pikiran Abraham juga terus saja tertuju pada Desta yang laki-laki itu tinggalkan di mansion bersama Arga.

"Arga memang pelupa, bisa-bisa hal seperti ini dia tidak memberitahuku," kata Abraham berbicara pada dirinya sendiri.

Tidak lama pada saat laki-laki itu terus saja berbicara tiba-tiba saja ponsel laki-laki itu malah terdengar berdering.

"Arga, mau apa dia meneleponku? Apa dia mau mendengarku marah-marah?" Abraham untuk beberapa saat malah mengabikan panggilan telepon itu.

Namun, pada menit-menit terakhir Abraham terlihat menggangkat panggilan telepon yang terus saja berdering itu.

"Halo, ada apa kamu meneleponku? Apa ada yang penting? Sehingga kamu malah berani-raninya meneleponku!" Abraham bertanya dengan nada yang lantang.

"Halo, Arga, kenapa kamu malah diam saja?" Abraham terdengar bertanya sekali lagi, karena tidak ada suara Arga dari seberang telepon itu.

"Bebaskan Ayahku, karena saat ini Ayahku pingsan." Terdengar suara Desta lirih. "Aku mohon ... keluarkan Ayahku dari dalam jeruji besi terkutuk ini."

Abraham tidak menjawab, laki-laki itu malah memilih untuk memutuskan panggilan telepon itu.

1
Wahyu Kasep
gimana ini
Revan enak nasibnya
Cica Kosmetik
Luar biasa
Try Adistya
bagus ceritanya...
Dewi Nurlela
mampuslah kau Revan
Dewi Nurlela
emang jodoh mereka berdua
Dewi Nurlela
apa Desta anak pak Farhan
Windarti
arogsn dan bodoh ksyak beda beda tipis ya
Myra Myra
kasihan makwe dia revan ko akan menyesal...biar Ae makwe dia dpt laki yang cyg dia
Myra Myra
Kuar dari umah to...jgn balik
Windarti
si abra bodoh atsu ap.ibudia berpikir itu selina.padahalbukan lah.si adista ksn punya ibu kandung.bodoh emang si abra.arogan. juga bodoh teryata ya
Halu
sama yg baca juga ga ngerti soalnya time skip nya kecepetan
Ayuza Y.A🌹: 🙏Maaf ya kak
total 1 replies
Setangkai Mawar
Kuy mampir seru banget😍😍
naya_handa
Ceritanya menyayat hati, wajib mampir dan baca ❤️
Ayuza Y.A🌹: Terima kasih bestai😍😘😘
total 1 replies
naya_handa
Abraham di paksa dewasa sebelum waktunya 😥😥
Ayuza Y.A🌹: 🤧Kasihan sekali
total 1 replies
naya_handa
😢😢😢😢
Ayuza Y.A🌹: 🤧🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
naya_handa
Lagi susah d tinggal, nanti nyesel loohh 🙃
Ayuza Y.A🌹: Pasti akan menyesal😁
total 1 replies
Bunga Alika
Aku mampir nihh, aku kasih Mawar biar semangat
Bunga Alika: sama-sama
total 2 replies
Vita Zhao
Hadir Author sayang😘
Vita Zhao: Sama" Akak😘
total 2 replies
Rya Kurniawan
Kasian Timo, untung anak-anaknya pintar.. semangat up bestie

aku kirimin Mawar 2 ya.. 🥰🥰
Rya Kurniawan: sama-sama bebh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!