Menikahi wanita cacat, bukanlah impian si Mamat si tukang sate kece idola banyak wanita. Tapi, demi untuk membiayai operasi sang Ayah, terpaksa Mamat menerima tawaran untuk menjadi suami kontrak seorang wanita dengan tubuh dipenuhi dengan sisik.
Flower Ezperanza adalah wanita yang memiliki tubuh cacat dengan sisik pada sekujur tubuhnya. Flo mendapatkan cacat itu karena suatu kecelakaan. Lantas, apa jadinya jika Flo tahu jika Mamat suaminya bukanlah seorang tukang sate biasa tapi dia adalah seorang mafia yang sedang menyamar!
Apa tujuan seorang Alexander Gerald, eks mafia kejam yang menyamar sebagai tukang sate?
Yuk ikuti kisah seru dan romantis mereka 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tusukanku patah!!
Mamat pun mencoba untuk terlihat biasa-biasa saja. Agar istrinya tidak curiga. "Sayang, kamu ngapain di sini?" tanya Mamat sambil mencoba meraih tangan istrinya.
Seketika Flo menghindari sang suami. "Jawab dulu pertanyaanku? Siapa kamu?" Flo lagi-lagi bertanggung. Karena dirinya merasa jika Mamat sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Siapa aku? Aku suamimu, Mamat. Masa kamu lupa? Jangan gitu dong, Sayang! Masa aku harus mengingatkanmu jika aku ini suamimu?" ucap Mamat yang terus berusaha untuk menenangkan istrinya. Bu
"Jangan sentuh aku? Aku tahu kamu tidak jujur padaku. Kamu bukan Mamat tukang sate. Kamu orang lain. Pantas saja aku melihat tato itu di tanganmu. Dan sekarang aku sadar jika tato itu adalah lambang mafia milik Mateo. Iya kan?" Sahut Flo yang semakin kecewa.
"Hei kenapa kamu berkata seperti itu, Sayang! Aku Mamat suamimu. Apa kamu tidak percaya denganku? Mau kutunjukkan tusukanku? Biar kamu percaya? Rasanya masih sangat menggila, Sayang! Janganlah ngambek seperti ini. Tuduhan mu itu tidak beralasan, Flo!" Mamat mencoba menggoda Istrinya dengan langsung memeluk Flo.
"Ihhhh lepaskan! Jangan ganggu aku!" rengek Flo sambil terus berusaha untuk melepas dirinya dari pelukan sang suami.
"Aku akan terus mengganggumu, karena aku sangat mencintaimu, Sayang!" lagi-lagi Mamat terus berupa membuat istrinya percaya. Mamat berharap bisa membuat Flo percaya pada dirinya.
Namun, Flo sudah terlanjur kecewa. Ia mendengar suara Mamat berbicara dengan seseorang dengan menyinggung masalah dirinya. Flo pun tidak begitu mudah percaya dengan suaminya sendiri. Sebelum Mamat mengatakan hal yang sebenarnya.
Karena Mamat tidak mau melepaskan pelukannya. Bahkan pelukannya semakin erat. Flo pun mulai berontak dengan seluruh tenaga. Ia menendang-nendang hingga tak terasa kaki Flo tepat mengenai inti tubuh Mamat.
"Awwwww ... tusukanku patah!!!" pekik Namatin yang sontak melepaskan istrinya dan berganti mendekap sesuatu yang biasa digunakan untuk menusuk istrinya.
Flo melihat Mamat yang kesakitan. Namun, bukannya kasihan Flo justru meninggalkan Mamat begitu saja. Karena Flo terlanjur kecewa dengan ketidak jujuran suaminya.
"Siapapun kamu, aku sangat kecewa denganmu, Tuan! Kamu sudah membohongiku. Ternyata kamu tahu asal usul apa yang menyebabkan aku seperti ini. Kenapa? Kenapa aku harus bertemu denganmu!"
Dengan derai air mata. Flo langsung pergi dari rumah Pak Mahmud. Ia pulang dalam keadaan menangis. Sementara itu, Manat yang masih merasakan nyeri pada pangkal pahanya, karena tendangan kaki Flower yang cukup kuat, ia pun mencoba mengejar istrinya dan mencoba untuk menjelaskannya.
"Flo, tunggu! Flo!!"
Pak Mahmud melihat Flo yang keluar dari rumahnya sambil menangis, disusul Mamat dengan langkah kaki menyeret sedang mengejar istrinya. Di saat yang bersamaan, Pak Mahmud terbatuk-batuk dan itu membuat Mamat mendadak berhenti mengejar istrinya dan segera menghampiri Pak Mahmud. Karena ia tahu kondisi pak Mahmud harus mendapatkan pertolongan dengan segera.
"Pak Mahmud tidak apa-apa? Bertahanlah, Pak! Sebentar lagi orang-orang suruhan saya akan membawa Pak Mahmud ke rumah sakit." seru Mamat alias Xander yang tampak khawatir dengan kondisi orang yang selama ini sudah membantu Xander menutupi identitasnya.
"Saya tidak apa-apa, Tuan muda. Sebaiknya Anda kejar istri Anda! Nona Flower lebih membutuhkan Anda. Cepatlah!" pak Mahmud justru menyuruh Xander untuk segera menyusul istrinya. Karena pak Mahmud merasa jika Flower mulai curiga.
"Baiklah, sepertinya Flo mulai mencium identitasku. Mungkin dia mendengarkan percakapan saat aku menelepon anak buahku di rumah. Saya pergi dulu. Sebentar lagi orang-orang saya akan membawa pak Mahmud. Jadi, anak buah Daddy tidak akan bisa lagi menemukan pak Mahmud."
Setelah mengatakan hal itu, Xander segera pergi menyusul istrinya yang sedang marah. Xander berharap Flo bisa mengerti jika dirinya sangat menyesal dan ingin memperbaiki semuanya.
"Flo, semoga saja kamu bisa mengerti perasaanku. Aku tidak pernah berniat untuk menyakitimu. Aku benar-benar ingin memperbaiki semuanya, aku ingin menebus kesalahan-kesalahan ku padamu. Semoga kau bisa memaafkanku!"
...BERSAMBUNG...
udah belum sich, kok lupa ,,
apa Xander cuma bergumam aja waktu itu,, 🤔🤔🤔