NovelToon NovelToon
Scandal Cinta Majemuk

Scandal Cinta Majemuk

Status: tamat
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Austin 'tak peduli. Dia mencintai Jasmine. Walaupun perut wanita itu membuncit di usia hampir trimester tiga kehamilannya. Tidak ada yang salah dengan hubungan keduanya. Jasmine tak bersuami. Kehamilannya adalah hasil tragedi penculikan yang justru menimbulkan simpati di hati Austin.

Tapi bagaimana jika suatu waktu, pria yang melakukan penculikan itu tiba-tiba datang.
Akan bagaimana hubungan mereka ke depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Decit suara pintu terbuka terdengar pelan dan hati-hati, lalu tertutup kembali secara utuh dengan dorongan perlahan telapak tangannya.

Dayhan Adinata--nama lengkapnya. Ia baru saja memasuki kamar Jasmine. Kemeja putih dengan lengan tergulung di sikut, menunjukkan bahwa ia belum melakukan treatment apa pun untuk membersihkan tubuhnya sepulang dari rumah sakit beberapa waktu lalu bersama Jasmine.

Cukup lama Dayhan menunggui Jasmine sadarkan diri dari pingsannya, akibat rasa kacau dan shock yang menerjang wanita itu setelah pertemuannya dengan Austin di tempat tersebut siang menjelang sore tadi.

Saran dokter agar Jasmine menginap untuk perawatan lebih intensif satu malam saja, tak diindahkan Jasmine. Wanita itu merasa dirinya baik-baik saja. Lalu memilih pulang setelah cukup merasa tenang.

Dan saat ini ....

Pandangan Dayhan telah jatuh pada sosok mpunya kamar yang kini meringkuk dengan selimut terbalut hanya sampai pinggangnya saja. Sebelah lengannya nampak dijadikan bantal untuk menyangga kepalanya yang menyamping, sedang satu lainnya ia gunakan untuk me remas seprai di hadapannya hingga kusut--sebagai bentuk pelepasan perasaan yang jujur saja, masih terasa menyakitkan.

Sisa kasur di belakang tubuh Jasmine, diambil Dayhan untuk duduk di sana, bersejajar punggung Jasmine yang nampak tak terusik dengan pergerakan di balik tubuhnya sama sekali.

"Jas." Telapak kanan tangannya ia angkat untuk membelai halus rambut wanita itu. "Makan dulu, yuk? Kamu 'kan harus minum obat. Ini udah malem banget lho!" kata Dayhan terdengar penuh perhatian.

Jasmine bergeming dengan posisinya. Mata sembab yang sedari pulang tadi ia sembunyikan dari Oma Lissa, kini terlihat semakin kacau. "Aku gak laper, Kak," sahutnya pelan dengan sedikit suara serak.

"Tapi kamu harus makan, Sayang."

Dan panggilan itulah yang akhirnya membuat Jasmine terusik. Entah bagaimana hatinya menyikapi. Ia membalik gegas tubuhnya menjadi telentang. Gerakan yang kemudian membenturkan napasnya dengan wajah Dayhan yang hanya berjarak satu jengkal saja dari wajahnya yang kusut.

Jasmine terpaku dalam diam. Deru napasnya sedikit menanjak dari sebelumnya, menandakan sebuah kecanggungan yang tiba-tiba saja menyapa.

Dayhan telah menekuk sikutnya di samping kepala Jasmine, membentuk posisi setengah berbaring dengan kaki tetap terjuntai ke lantai. Sedang tangan lainnya kini bergerak menghapus lembabnya pipi wanita itu. Merapikan anak-anak rambut yang merekat pada basahan di bagiannya. "Kamu gak boleh sakit," ucapnya dengan suara selembut kapas. "Mau Lily balik sama kamu lagi, hmm?"

Pertanyaan yang bagus.

Jasmine melengak menatap wajah Dayhan sedikit terkejut. "Maksud Kakak?"

Seraya tersenyum, Dayhan kembali merayap belaian telapak tangannya di wajah Jasmine hingga berakhir di satu bagian paling menggiurkan--bibir ranum wanita itu. Polesan merah muda yang nyaris pudar, terlihat sangat manis dibayangkan. Manis yang seakan menuntut untuk dikecup.

"Kamu tahu aku ini pengacara," imbuh Dayhan dengan nada berat. Bibir merah muda itu dimainkannya dengan usapan lembut ibu jarinya. "Aku bisa lakuin apa pun supaya hak asuh Lily balik jatuh sama kamu." Tatapan matanya semakin giat menyapu setiap detail paras manis Jasmine.

Dan Jasmine ....

Disuguhi godaan semacam itu, seolah tersihir, dalam sekejap saja, pikirannya membelok dari keruhnya bayangan tentang Austin dan juga Lily, menjadi fokus pada pergerakan Dayhan yang terasa lembut dirasakannya. Ia membatu. Bulatan tatapnya jatuh melumasi wajah mempesona milik Dayhan di depannya. Setiap tutur kata pria itu bahkan tak menyesap di otak besarnya sama sekali.

"Aku bakal lakuin apa pun agar kamu bahagia." Suara Dayhan semakin terdengar berat. "Aku sayang kamu, Jas."

Sebuah pengakuan yang manis. Pengakuan yang membuat jasmine lagi-lagi menjadi tolol. Wanita itu semakin patuh pada gemingnya. Menatap tak percaya pada siluet wajah yang membayang di balik cahaya lampu di atas langit-langit. Bahkan tanpa dirasakannya, pasangan kaki Dayhan kini telah naik--terbaring sempurna di sampingnya.

Hangat deru napas pria itu terasa semakin kuat menimpa kulit wajahnya.

Dayhan semakin intens menatapnya naik dan turun--dari mata ke bibir, dari bibir ke mata, lalu kembali turun pada ranumnya bibir milik Jasmine tersebut. Kemudian secara insting menggerakkan kepalanya semakin turun mendekat seolah tertarik. Sampai akhirnya mendarat membentuk sebuah kecupan. Kecupan yang semakin terasa sentuhannya, semakin in.tim dan mendalam dilakukannya. Pria itu bahkan telah memejamkan mata--merasai sensasi manis yang baru saja diciptakannya.

Mulanya pasang mata Jasmine menunjukkan keterkejutan dengan sedikit melebarkan bingkainya, namun perlahan meredup--tanda ia pun mulai terbawa.

Siapa pun pasti sama! Terlalu naif untuk mengatakan jika ini berlebihan. Karena memang kenyataannya ... lebih dari sekedar berlebihan. Nikmati saja tanpa harus berteriak melontarkan kebencian. Mereka tetap mereka, dan Anda tetaplah Anda!

Jasmine dan Dayhan ... keduanya telah sama-sama dewasa. Yang itu artinya, bukan hanya sebentuk perhatian dalam tema cinta dan perasaan, mereka juga memiliki kebutuhan lainnya--kebutuhan biologis yang lebih menuntut dalam bentuk sebuah sentuhan.

(Mohon kalian lebih bijak dan lebih dewasa menyikapi. Bisa membedakan mana baik dan mana yang menggoblokkan).

Dengan napas masih berderu memburu, Dayhan melepaskan pautan bibirnya. Bukan untuk menyerah pada kesadaran, namun semakin beranjak pada ketidakwarasan. Kecupannya ia turunkan pada lekukan leher jenjang milik Jasmine. Mengeksplor setiap bagiannya hingga turun pada sekitaran dada yang dua kancingnya telah ia lepas.

Jasmine menggelinjang singkat. Mengiring desah tipis yang menandakan ... ia pun mulai menikmati sensasinya.

Tidak ada segores pun penolakan. Pesona Dayhan terlalu kuat untuk disangkal. Dan di hitungan sepersekian detik, Jasmine telah tunduk di bawah kuasanya. Ia berpasrah dalam gelora brutal yang tentu saja terasa indah dirasakannya.

--

Keringat bercucur menantang hasrat di dalam kegiatan penuh napsu yang telah memakan waktu hampir satu jam lamanya.

Dan saat ini jam menunjukkan pukul 11.45 menjelang tengah malam. Benar-benar waktu yang berkualitas yang diambil Dayhan untuk tak diketahui perangainya oleh sang nenek--Oma Lissa. Wanita tua itu selalu mengambil waktu tidur di jam-jam muda sebelum angka sepuluh. Dan itu sudah pasti juga telah teruji kebenarannya.

Seprai putih dengan corak samar bunga-bunga itu telah semrawut berantakan. Rupanya pertarungan bermandi peluh antara Jasmine dan Dayhan cukup menggunakan kekuatan. Namun tak cukup keras suara-suara erang itu mereka keluarkan--demi tak mengundang perhatian seisi rumah tentu saja.

Mereka baru saja usai. Dayhan telah mengangkat kungkungan tubuhnya di atas tubuh polos Jasmine. Lantas merubah posisinya menjadi sebuah pelukan menyamping.

"Apa kamu nyesel kita ngelakuin ini?" Dayhan bertanya di beberapa menit kemudian. Melihat Jasmine yang tiba-tiba terdiam memasang raut wajah seolah bersedih.

Telapak tangan Jasmine naik membelai pipi dengan brewok tipis milik pria itu. "Aku cuma takut," katanya dengan suara lemah.

"Apa yang kamu takutin?" tanya Dayhan penasaran juga. "Apa kamu takut hamil?" lanjutnya. "Aku bahkan gak keluarin itu di dalem," ungkapnya jujur saja.

Jasmine dengan gegas menggeleng. "Bukan, bukan itu!"

"Trus?!"

"Aku takut Oma tahu. Dia pasti kecewa sama aku, kalo tahu cucu kesayangannya yang udah bertunangan ini tiba-tiba jalanin hubungan sama aku."

Pelukan dengan posisi berhadapan itu semakin direkatkan Dayhan. "Oma gak akan tahu, kalo kita jalanin ini serapi mungkin."

"Lalu Alexa?"

"Aku gak pernah cinta sama dia! Kamu tahu itu!" sanggah Dayhan apa adanya. Dikecupnya kening Jasmine dalam dan penuh perasaan. "Sekarang dan sampai kapan pun ... cinta aku sepenuhnya cuma buat kamu. Gak peduli kita harus backstreet selamanya sekali pun. Yang aku mau, aku tetep sama-sama kamu."

1
engkoz83
harus kahhhhh..seperti ini thor...
engkoz83
tuhhhh..ketemu Andrew dehhh... kacauuuuuuu
engkoz83
ihhh...bakalan amburadullll deh klu ketemu Andrew
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe..biar gk flat, Kak.

btw, mkasih udah maraton baca karya2 aku.
sehat selalu, Kak🥰
total 1 replies
Yudith Lahay
Good
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: makasih, Kak.
kaget aku, novel sepi ini tiba2 ada yg baca😄
total 1 replies
Emak Femes
𝚠𝚊𝚊𝚊𝚑 𝚐𝚊𝚔 𝚛𝚎𝚕𝚊 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚜𝚒 𝚊𝚞𝚜𝚝𝚒𝚗 𝚝𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚔
𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚒𝚗 𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚘𝚗𝚞𝚜2 𝚗𝚐𝚊𝚙𝚊𝚊𝚊𝚊
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Kgk, Mak.
mengcapek
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
hari di hafal luar kepada ya ozt bahwa Sanya perempuan itu maha benar 😃 walaupun salah tetap maha benar karena bakalan garing hari² Lo kalo mode ngambek nya udah keluar
Emak Femes
entah kenapa masih kebayangnya si ozt sama.jasmine dah mak
Emak Femes
satu kata
yasalaaaaaaammmmm
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Wkwkwk.

kenapa, Emak?
total 1 replies
🌺💐H@5#🌺💐
dasar bule songong tak ada romantis² nya ngelamar anak orang sejam yang lalu aja udah hampir buka paha artinya kalo jebol tadi tuh gawang sembilan bulan kedepannya udah punya adek tu si Lily versi Deddy songong
🌺💐H@5#🌺💐: 🤭🤭🤭🙈🙈🙈🙈
total 2 replies
🌺💐H@5#🌺💐
udah kentang harus banyak ngeles lagi gimana gk lapar coba?🤭😃😃 ngeles juga butuh tenaga kaliii wkwkkkk
Emak Femes
sepertinya elu kena karma Le...
skrg jan celap celup lagi
halalin satu Le trus elu celup smp mampus 🤣🤣🤣
Emak Femes
hadeeeeh
tobat napa Le Le
kok malah khilap
pusing eke
Emak Femes
hahahaha dunia nya selebar daun kelor
🌺💐H@5#🌺💐
menang banyak di bule songong adek rival mo di embat juga
🌺💐H@5#🌺💐
udah baca nya tegang tegang eh . malah next 😔😔kentang kentang
🌺💐H@5#🌺💐
hilal bahagia dah hampir muncul seperti nya 😊 berdamai dengan diri dengan keadaan memaafkan takdir menjalani hidup seperti air yang mengalir pasti bahagia sudah menanti
🌺💐H@5#🌺💐
sebetulnya damai itu indah tapi beda pemikiran yang kadang membuat nya menjadi rumit semoga Jasmine juga sepemikiran dengan niat ozt
🌺💐H@5#🌺💐
wiihhh bisa eror otak nya Jasmine njalani takdir hidup nya...oh tidak!!! jika kita yang dihadapkan dengan masalah seperti ini bisa apa coba... jangan ditanya tentang sabar tentang ikhlas entah lh
..
🌺💐H@5#🌺💐
da ellahh....apa musti Jasmine pindah lagi ke pelukan pria lain ape ya...aku rasa cinta yg udah di patri Ke Ben gak akan sama kwalitas nya dengan ke Andrew kalo Ben menolak Jasmine ...yg ada Jasmine bisa gila beneran kalo tau yg niduri waktu di enggres itu malah pria yang pernah nyulik dia
🌺💐H@5#🌺💐
inget Ben Abang Lo baru tiba tengah malam dari enggres.. kapan Lo terakhir vc ame jas mikir pura2 aja tanya ke resepsionis mana tau ada nm Andrew sebagai tamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!