NovelToon NovelToon
Jeratan Tuan Sempurna

Jeratan Tuan Sempurna

Status: tamat
Genre:Cintapertama / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Menikahlah denganku, aku akan memberikanmu uang untuk balas dendam. Habiskan semua uang, bahkan semua uang yang ada di rumahku..." Kalimat yang diucapkan oleh seorang pemuda rupawan, dengan tubuh sempurna, mengecup bibirku. Harum parfumnya yang maskulin telah menyatu dengan tubuhku.

Semalam kami memang melakukannya, benar-benar melakukannya. Pria yang paling sempurna di kantor tempatku bekerja, tampan, pintar, karier cemerlang. Apa yang kurang darinya? Kenapa dia mau-maunya tidur dengan si cupu muka jerawatan sepertiku.

Keberuntungan yang gila-gilaan!

*
Namaku Valentino, manager pemasaran. Tidak memiliki ambisi maupun cinta. Tapi ketika gadis berkacamata ini berani menentang dan menamparku di hadapan umum, saat itulah aku sadar. Aku membutuhkan gadis ini, predator yang akan aku bawa ke dalam rumah untuk melawan ayah dan ibu angkatku.

Memberinya cinta, dia akan menjadi kesatria. Sedangkan aku akan memeluknya dari belakang. Itulah aku, yang ingin bersembunyi di bawah rok istriku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikut

"Pak Valent...aku..." Dirinya benar-benar gugup saat ini, tatapan mata tajam menghunus masih terlihat di hadapannya.

"Diam, dan nikmati saja," perintah Valentino pada wanita di hadapannya. Entah karena ketakutan atau apa, suhu tubuhnya mulai terasa tidak normal.

Pemuda itu membalik tubuh Zizy, melepaskan tali yang terdapat dibelakang gaun. Hingga perlahan gaun itu merosot turun. Jemari tangan Valent terselip ke depan, menemukan dua benda yang membuat Zizy hanya dapat memejamkan matanya. Bibir pemuda itu merayap di punggungnya, mengantarkan nuansa geli yang aneh.

Apa yang terjadi? Mengapa dapat seperti ini? Gaun pengantin yang teronggok di lantai. Semua diamati olehnya, termasuk jemari pemuda ini yang bergerak lebih intens. Lidahnya menjilat bagian punggung, terkadang mengecupnya dengan keras. Sakit, tapi mengantarkan lebih banyak sensasi aneh.

"Pak Valent..." Zizy menggigit bagian bawah bibirnya sendiri.

Hingga pemuda itu membalik posisi mereka, mencium Zizy dengan agresif sembari melepaskan dasi kupu-kupunya. Melemparkan asal setelan tuxedo yang dipakainya.

Lidah mereka saling bertautan serakah. Mata Zizy terpejam, bagaikan menikmati sensasi yang dirasakannya. Apa yang terjadi? Entahlah...

Tangannya dibimbing untuk bergerak melepaskan ikat pinggang sang pemuda. Sedangkan Valentino, jemari tangannya melepaskan kemeja yang dipakainya.

Bodoh? Kenapa dirinya menurut? Namun, kala sepasang tubuh itu menempel memang sensasi itu terasa lebih nyaman. Tidak ada lagi bagian yang membatasi mereka, kecuali kain kecil segitiga di bagian bawah.

Dada bidang, yang kini mendekapnya. Entah telah berapa tanda tercipta di lehernya.

Bug!

Pasangan itu terjatuh di tempat tidur, bibir mereka kembali berciuman. Sepasang lidah yang enggan berhenti entah mengapa, jembatan liur tercipta kala pangutan itu terlepas sesaat. Ini indah... benar-benar indah ... bukankah hanya mimpi untuk dapat menikahi pemuda ini?

"Aku mencintaimu, aku tidak menyadarinya, mungkin dimulai dari tiga tahun ini. Aku yang selalu menghalangimu, pindah divisi atau naik jabatan," kali ini Valentino mengatakan hal yang disembunyikan olehnya.

Lembur? Hampir setiap malam wanita itu lembur, hanya untuk mendapatkan uang lebih. Walaupun tidak cantik, namun dirinya lah yang paling pintar di divisinya. Aneh bukan? Tingkat posesif pria yang tidak ingin ditinggalkan ini penyebabnya, dirinya tidak dapat melarikan diri dari divisi marketing. Hingga pada akhirnya Valentino mengetahui Zizy memiliki kekasih, barulah biang dari rasa posesif itu disadari sang pemuda. Dirinya menyukai wanita ini, wanita yang hampir selalu ada di kantor hingga pukul 10 malam.

Namun, otak Zizy terasa kelu untuk berfikir, ciuman Valentino yang turun menjadi penyebabnya. Menjambak rambut pemuda itu pelan, sedikit menekan kepalanya. Berusaha tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Namun, seharusnya ini menjijikkan, tapi mengapa begitu indah? Itulah yang ada dalam fikiran Zizy yang baru pernah berhubungan badan beberapa hari ini.

Kain penutup terakhir bagian tubuh mereka dilepaskan Valentino. Pemuda yang memeluk Zizy erat mencium bibirnya seakan tidak pernah puas. Dua buah benda bergesekan di bagian bawah, dada bidang menempel, mungkin menyetarakan detak jantung dan aliran darah mereka yang semakin cepat.

Hingga bibir yang dibungkam itu hendak berucap, betapa indah sensasi yang dibuat pemuda ini. Tidak menyadari segalanya, jarak kakinya telah melebar, tubuh mereka telah menyatu.

Sakit? Tidak lagi, hanya sensasi aneh yang terasa. Wanita yang dapat melihat hal yang sama, terjadi pada pemuda di atas tubuhnya. Menatapnya dengan pandangan sayu. Belum ada yang terjadi, hingga tubuh mereka bergerak perlahan.

"Agh..." Kala dirinya ingin berucap, bibirnya dibungkam. Kamar yang berada di sebelah ruang tamu, tanpa peredam suara. Mungkin juga disandari Valentino. Tidak mungkin dirinya membiarkan keluarga Zizy mendengar putri mereka dieksekusi bukan?

Tidak ada yang dapat dilakukan Zizy, permainan lidah bahkan di luar mulut. Mencakar pelan punggung Valentino. Jika difikirkannya ini menjijikkan, bertukar peluh dan liur dengan seseorang. Namun, entah perasaan apa ini? Dirinya membalas segalanya? Apa dirinya menyukai Valentino? Tapi sejak kapan?

Napsu, segalanya bercampur menjadi satu. Tubuhnya bergerak seiring tubuh Valentino yang tidak henti-hentinya melakukan keinginannya. Segalanya semakin terasa indah, hingga pekikan pasangan itu kembali tertahan dalam ciuman. Kala sepasang cairan menyatu, ini benar-benar indah bagi mereka. Menjalar merilekskan seluruh urat saraf.

Tubuh pemuda itu kembali memeluknya erat, memiringkan posisi tidur mereka."Aku mencintaimu,"

Satu kalimat, sebelum akhirnya Valentino menarik selimut. Tertidur sembari mendekap Zizy yang kelelahan.

*

Pagi kini telah menyapa. Apa yang biasanya dikerjakan pengantin baru? Bangun siang? Melakukan aktivitas bersama di dalam kamar mandi? Tapi tidak, dirinya merasa seperti melakukan ritual pesugihan setelah ditiduri pangeran tampan. Secarik kertas terlihat di atas meja.'Aku bangun duluan. Dalam 15 menit setelah kamu bangun sebaiknya keluar dari kamar! Pakai pakaianmu! Lalu mandi!'

Masih saja sama seperti dulu, atasannya yang super sempurna. Tidak ada romantis-romantisnya sama sekali. Zizy mengenakan pakaiannya, hendak ke kamar mandi yang letaknya memang terpisah.

Dirinya tidak mengerti sama sekali, menghalangi kariernya selama 3 tahun? Tapi belakangan kesal karena dirinya memiliki pacar? Karena itu pada akhirnya Valentino mengetahui perasaannya sendiri?

Kata-kata yang indah, tapi hanya kata-kata yang tidak sesuai realita. Mengirim pesan pun tidak ada romantis-romantisnya, bahkan setelah malam pertama pun, tidak ada adegan morning kiss seperti dalam film-film.

Tapi ini baru pukul 6 pagi. Apa yang dilakukan pemuda itu sebenarnya? Zizy mulai keluar dari kamarnya, sedikit mengintip, terlihat sosok s*tan yang kembali membuat lututnya lemas. Bukan hanya sekali, tapi setiap mereka terbangun hal itu akan diulangi. Mungkin tiga kali, terakhir jam 4 pagi tadi.

Pemuda yang dengan santainya masih mengenakan kacamata bacanya. Mengenakan sweater dan celana panjang mengingat pagi yang cukup dingin. Jemari tangannya bergerak cepat, seakan pekerjaan adalah hidupnya. Pemuda yang memang terbiasa seorang diri tanpa keluarganya.

Wanita yang menelan ludahnya, mungkin orang ini sudah bangun pukul 5 atau setengah 6 pagi. Seorang istri yang bangun terlambat? Apa yang akan dilakukan suaminya?

Merayap bagaikan cicak, berharap Valentino tidak melihat dirinya yang bangun lebih terlambat dari atasannya sendiri.

"Aku adalah cicak! Iblis ini tidak melihatku! Aku adalah cicak!" batinnya mengsugesti diri, mengeluarkan keringat dingin dari pelipisnya.

Namun, suara itu mengejutkannya. Benar-benar terdengar suara bariton dari sang pemuda."Sudah bangun? Segera mandi dan sarapan."

Zizy membulatkan matanya, pria dingin ini memang tidak ada romantis-romantisnya."Baik pak!" jawab Zizy cepat, segera berlari ke kamar mandi walaupun sejujurnya kakinya lemas, setelah tiga kali dihajar pemuda ini di tempat tidur.

Valentino mengenyitkan keningnya, melepaskan kacamata bacanya. Sesaat kemudian meraih phonecellnya. Memesan makanan lewat aplikasi. Salmon, tuna, apel, bayam, ginseng, bahkan coklat, semua jenis makanan yang akan dapat membuat dirinya dapat kembali menghajar wanita ini nanti malam.

Wajah tersenyum tanpa rasa bersalah. Semakin sering melakukannya, kemungkinan hamil semakin besar bukan? Itulah yang ada dalam benaknya.

Hingga dirinya kembali meletakkan phonecellnya. Dari pagi Yusuf sudah pergi, ditemani oleh Rusli, guna mencari suplayer yang memberikan harga lebih miring. Mungkin Rusli benar-benar serius ingin kebahagiaan untuk anak-anaknya. Namun, keadaan kesehatannya sendiri yang menderita asam urat, membuatnya sama-sama menjadi beban untuk putrinya.

Ini masih benar-benar pagi, Valentino melanjutkan pekerjaannya. Hingga suara Zizy yang telah berpakaian rapi terdengar, jerawat besar di wajahnya masih berbekas, namun untuk jerawat akibat alergi, telah menghilang. Perawatan wajah penyebabnya, wajah wanita itu yang memang aslinya putih ditambah lebih segar. Walaupun memakai pakaian sederhana, kini terlihat jauh lebih cantik, terutama softlens yang dipakainya, menggantikan kacamata tebal. Walaupun tadi malam memang sempat dilepaskan. Tapi kini entah kenapa memakainya lagi.

"Mau kemana?" tanya Valentino menutup laptopnya, melepaskan kacamata bacanya.

"Ibu sedang kerepotan. Aku mau belanja keperluan Sita, dia---" Kalimat wanita itu disela.

"Sudah cantik sedikit saja, mau memperlihatkan pada Jaka? Atau ada pria kampung lain?" Kalimat menusuk yang benar-benar sinis, pemuda yang menyandarkan punggungnya di sofa.

"Sebenarnya pada ibu-ibu yang ada di tukang sayur..." Batin Zizy, tersenyum menampakan deretan gigi putihnya, mengingat niatnya untuk pamer ketahuan.

"Aku akan mengantarmu," Valentino tersenyum padanya.

"A... apa?" Zizy gelagapan, menatap tidak percaya, ulat karung ingin pergi belanja di pasar yang sudah hujan, becek, tidak ada ojek.

"Iya, aku akan mengantarmu. Besok sore kita akan kembali ke rumah." Tegas Valentino.

"Rumah? Maksudmu kantor?" tanya Zizy lagi, menduga-duga isi fikiran bos br*ngseknya.

1
jumirah slavina
astagaaaaaaaa Zi... mantra'mu

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
semangat terus berkarya
sukses ya kak💪
✨Susanti✨
akal-akalan mereka ini kayaknya
✨Susanti✨
yess
✨Susanti✨
ada masanya semua akan berbalik
✨Susanti✨
malangnya sutra
✨Susanti✨
ada kalanya semua akan berbalik
✨Susanti✨
sudah bosan hidup
✨Susanti✨
gaakan jadi cerita jika tidak ada kesalahpahaman 😩
✨Susanti✨
semangat kak
✨Susanti✨
🤣🤣🤣
✨Susanti✨
😩😩😩 tak kira beneran, padahal udah mau mewek
✨Susanti✨
tuh kan 😩😭😭
✨Susanti✨
apa bakal ada tragedi kah?
✨Susanti✨
semangat kak 😩🤣🤣
✨Susanti✨
curiga sama gangga ini🤔
✨Susanti✨
sampe ikut emosi bacanya
✨Susanti✨
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
widya widya
Hebat Arya. Orang baik, hidupmu kedepannya pasti akan baik 🙏
widya widya
Mampir mau baca kisah putra Nadila 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!