NovelToon NovelToon
Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Barat / Dokter
Popularitas:53.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kang Haji RIS'

Dia di juluki profesor muda di jaman nya, membuat eksperimen eksperimen yang mengguncang dunia dengan kemampuan nya itu. Ketika dia sedang membuat formula untuk memperpanjang umur manusia. Tetapi tujuan nya belum tercapai karna di bunuh oleh sahabat nya dengan di ledakan kan nya gedung laboratorium itu bersama dirinya.

Rupanya Sang Dewa belum memutuskan kejeniusan nya itu hilang, sehingga arwahnya kin terpental ke seratus tahun yang lalu dan masuk ke seorang pria yang sangat lemah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang Haji RIS', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali nya Rizki ke Ibu kota

Waktu berutang pada saya. Tentang jarum jam yang lelah berputar. Tentang cerita yang menggantung. Tentang perjalanan yang belum usai. Perpisahan bukan awal tentang kesedihan tetapi perpisahan ku ini dengan gadis kecil, dengan Kakek Tua Kes, awal mengungkap siapa pemilik tubuh ini. Kenapa bisa sampai berada di atas Gunung waktu itu.

Malam telah berlalu, pagi pun tiba, ayam ayam terdengar berkokok saling bersahutan satu sama lain menyambut datang nya sang mentari di pagi desa nelayan.

Tampak di halaman rumah Kakek Tua Kes, seorang pemuda yang di juluki oleh penduduk desa nelayan sebagai Tabib Dewa berdiri dengan gaya kedua tangannya di simpan dalam saku celananya itu, menghadap kearah gadis kecil dan Kakek nya.

"Kakek Tua Kes. Kesya, ingat soal menangkap ikan lobster, usahakan jangan sampai orang lain mengetahui nya. Kalau tidak pasti dapat menimbulkan masalah nantinya.." Pesan Rizki sebelum pergi meninggalkan rumah yang menjadi tempat kehidupan kedua nya itu.

"Yaa, aku mengerti.. Anak Muda Ki, apa kau yakin tidak mau tinggal lebih lama di desa ini, atau beberapa hari lagi..?" Tanya Kakek Tua itu, Ia tak menyangka pemuda yang pertamakali menyelamatkan Cucu nya dari racun ular kobra yang sangat mematikan itu akan pergi, padahal sang Kakek berharap pemuda itu bisa tinggal di desa ini dan berniat untuk di jadikan nya menantunya.

"Hidung belang, apakah kau bener bener akan pergi?" Bukan kah kau bilang tidak akan pergi secepat ini." Kini yang bertanya Kesya, hal serupa pun di rasakan oleh gadis kecil yang awal nya sangat membencinya, berbalik seratus derajat menyukai Rizki, walau pun kata itu tidak terucap oleh gadis berusia 19 tahun tersebut.

"Para pembunuh telah berdatangan, aku tak mau kalian berdua ikut terlibat dalam misteri ini, bagaimana pun aku harus pergi untuk menyelesaikan dan mengungkap semua misteri ini.." Batin Rizki bergejolak.

"Setelah menghilang begitu lama, aku juga harus pergi melihat lihat situasi nya.." Alasan Rizki kepada mereka berdua agar mengerti tentang kepergian nya dari desa kecil dengan seribu kenangan yang telah di lalui di kehidupan kedua nya itu.

"Pergilah. Pergilah! Lebih cepat lebih baik. Huh.." Kesya membalikkan badannya dia tak mau wajah penuh rindu kehilangan Rizki di perlihatkan kepada nya.

"Jangan sedih begitu Kes. Kita masih bisa bertemu lagi kok! Saat ada waktu kosong. Aku pasti akan pergi kemari untuk menemui mu dan Kakek Tua.." Rizki tersenyum penuh arti, ketika gadis kecil itu menoleh dengan wajah yang bersemu merah.

"Sekalian untuk memeriksa luka mu yang ada di bokong yang begitu indah dan cantik.." Kedip satu mata Rizki membuat Kesya semakin memerah wajahnya.

"Tidak perlu mengungkit-ungkit luka yang ada di pantat ku..." Teriak Kesya refleks tangan nya langsung memegang pantat yang terkena gigitan ular kobra waktu itu.

"Hahahaha.." Selamat Tinggal gadis kecilku.." Rizki langsung berjalan kearah mobil milik reporter Riani.

Satu unit mobil mewah pun melesat pergi meninggalkan desa kecil di pelosok negri itu, membelah jalanan di pagi itu dengan cuaca yang begitu cerah.

Selang beberapa jam kemudian mobil pun telah sampai di pusat kota Guangxi, dimana tempat yang akan di tuju oleh pemuda itu.

"Selanjutnya kau berencana akan pergi kemana? Apa kau berniat akan menemui tunangan mu.?" Tanya Riani dalam langkah kaki menuju sebuah apartemen milik nya.

Setelah tunangan nya menghilang, seorang wanita mempertahankan perusahaan seorang diri, bahkan sampai di jebak oleh orang lain. Aku terlalu banyak berhutang padanya..." Rizki berhenti dari langkah kaki nya, sorot mata nya tajam keatas langit.

"Saat ini yang paling penting, mencari otak dari semua ini.." Kata Rizki menoleh kearah Riani sambil tersenyum manis, lalu mereka berdua pun melanjutkan perjalanan dan tiba di salah satu gedung yang menjulang tinggi keatas.

"Bagaimana tempat ini sangat megah kan.? Setelah kau hilang dan terbangun di desa kecil. Kau tidak terkejut dengan semua pemandangan ini kan.?" Tanya Riani mencoba membangunkan ingatan Rizki yang percaya bahwa pemuda yang kini berdiri di hadapannya itu hilang ingatan.

"Yah..... Lumayan." Cuek Rizki!

"Mobil mobil di jalan ini sangat kuno di bandingkan dengan 90 tahun yang akan datang.." Gumam Rizki menoleh kearah mobil mobil yang berlalu lalang.

"Kau sombong sekali! Dasar lihat saja nanti.." Kesal Riani berkata dengan nada tinggi kepada Rizki, yang tampak asal asalan menjawab nya.

Tak lama kemudian mereka pun kini sudah keluar dari lift dan berada di lantai 23 apartemen milik reporter cantik itu. Riani pun langsung membukakan pintu apartemen dan bertanya kepada pemuda tentang rumah yang di tempati nya, apakah dia masih bisa menyombongkan diri sendiri nya.

"Ceklek.."

Pintu terbuka.." Bagaimana ini adalah rumah ku. Tidak tahu bagaimana menurut Tabib Dewa Ki yang memiliki selera tinggi." Kata Riani dengan memperlihatkan semua furnitur di rumah ini adalah benda berkualitas tinggi dan anggapan dirinya pemuda itu akan terkejut setelah melihat semuanya.

"Yah, tempat ini masih bisa di tinggali.." Kata Rizki acuh dan cuek hingga Riani pun langsung amarah nya meluap luap, namun Ia mencoba untuk bersabar.

"Si brengsek ini, rasanya ingin ku sobek mulut nya! Apa dia tidak bisa berkata sesuatu yang enak di dengar sedikit! Hah.." Kesal Hati Riani.

"Kalau begitu aku memang harus terpaksa tinggal di sini. Tenang saja aku bukan orang yang pemilih kok." Rizki dengan santai nya langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu.

"Kau akan tinggal di rumah ku.?" Tanya Riani terkejut!

"Tentu saja, kalau tidak untuk apa mengikuti mu kemari. Aku juga tidak memiliki tempat tinggal.." Lugas Rizki berkata tanpa beban.

"Kau.... Kau ingin tinggal serumah dengan ku.." Kata Riani terbata bata semakin tak mengerti tentang polah tingkah dan pikiran pemuda sombong tersebut.

"Tentu saja jangan khawatir, aku akan menjaga baik baik kesucian ku. Aku tidak akan memberikan kesempatan pada mu untuk melecehkan ku.." Ujar Rizki berterus terang.

"Siapa yang peduli dengan kesucian mu! Aku lebih khawatir dengan keselamatan diriku sendiri.." Kata hati Riani yang tampak terlihat kesal di wajahnya.

"Baiklah karena aku juga bukan orang yang pelit! Kalau kau tinggal di rumah ku, kau pasti akan membayar uang sewa kan..?" Tanya Riani tersenyum jahat.

"Satu bulan 2500000, kau berikan uang jaminan sebesar 5 juta untuk waktu dua bulan. Harga ini tidak boleh di tawar lagi..." Riani membalikkan badannya dan hendak melangkah pergi.

"Kau....... Meminta uang sewa seharga resep ku! Kau bener bener kejam.." Kata Rizki berkerut keningnya!

"Hehehehe.. Aku belajar dari mu." Riani menoleh kearah Rizki seraya terkekeh sinis.

Bersambung.

1
Krisnanto putra aditia
oyyy lanjut
Yono Hariyono
ini sudah tamat apa gimana ya
Ka Gura
penulis pling gk niat ya vuman ini, 1 kli sbulan blom tentu update 😪
Dadang Sumbada
awal yg baik lanjut, maaf sebagai masukan sebaiknya dalm satu momen jangan terlalu lama jadi indahnya cerita berkurang...
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
anugrah
ups
anugrah
uhk sadis ey
anugrah
lanjut
anugrah
Wkwkwkwkwk.baru tahu rasa ya bahwa MC punya kekuatan
anugrah
Mampus gadis sombong itu
anugrah
ya aku gila wkwkwwkwkwk
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Hiu Kali
dari cuman kata " apa kau membenciku" bisa jadi dua bab.. kereen bener ini othor.. kalah daah chatGPT...
Author_Ay: Permisi kak

Yuk baca juga dan masukkan ke dalam rak karya aku kak di jamin seru

NONA GALAK & TUAN POSESIF 😁😁

BERIKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN
total 1 replies
Muhammad aka
hajar lah bos
Muhammad aka
puas kau sebel lihat si tangyi
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor
Muhammad aka
belum ups lagi
Muhammad aka
hahahaha Rizki rizki
Muhammad aka
jangan kasih kendor
Muhammad aka
lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!