NovelToon NovelToon
Second Life

Second Life

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zhara

Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.

Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Aksi Jahat

Sesuai rencana Selyn, Daniel, Ibu mertua dan Papa mertua serta Rebecca berlibur ke puncak. Dan ada acara pendakian sampai kepuncak.

"Wah pasti seru ya Selyn. Nanti kita bakal barbeque ya di sana. "

"Tentu saja Rebecca, " Jawab Ibu Carlos.

"Tunggu Bu, Aku ke toilet dulu. " Selyn pun pergi ke toilet. Namun dia hanya sebentar. Lalu ia teringat bahwa ia meninggalkan syal yang ia buat untuk di kasihkan ke Daniel sebagai suprisenya nanti di atas puncak.

Selyn pun ke kamar mencari Syal yang ia buat di lemari. Namun pada saat mencari. Selyn mendengar suara Rebecca seolah bermanja manja.

Merasa sedikit aneh. Terusik hatinya untuk mengintip dan bersembunyi. Lalu Selyn masuk ke dalam lemari besar dengan sebuah gawang-gawang sehingga ia bisa melihat dari balik lemari.

"Mana Selyn, aku mencari-carinya. Mobil sudah mau berangkat. "

"Heyy... Niel. Tadi ku lihat istri mu itu sedang ke toilet. Santai saja dulu. " Rebecca memeluk Daniel dengan mesra.

"Aah jangan Becca, nanti di lihat orang. "

"Ayolah, Aku kangen kamu lo. Emmuacchhh. "

Rebecca menciumi bibir Daniel dengan nafsu. Awalnya Daniel menolak namun akhirnya ia pun membalas nya.

Rebecca pun dengan sangat berani mencumbu suami sahabatnya sendiri. Namun kegiatan mereka terhenti, saat Ibu Daniel berteriak teriak.

"DANIEL... REBECCA... SELYNN .. Dimana sih mereka. Anak-anak itu. " Diana berteriak dengan kesal.

"Upss... Tuh sudah dipanggil. Stop ya sayang. " Rebecca menyudahi ciumannya.

"Ih jahat, cium lagi. Kau ini sudah membangunkan burung ku yang tertidur, lihat nih. Gimana cara nya menidurkannya lagi. "

"Hahaha, nanti ya my little sweety. " Cubit Rebecca ke pipi Daniel. Dia pun berlari pergi keluar.

"Aahhhh Becca, kau bikin aku tersiksa. Kau selalu saja bikin nafsu ku bergejolak, " Gumam Daniel membenarkan posisi celananya yang terasa ketat dan tidak nyaman. Lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu.

Di dalam lemari, Selyn melihat perselingkuhan mereka pun sangat terkejut. Hanya air mata yang keluar saat melihat kekejian yang mereka tampilkan.

"Sungguh bejat kau Daniel dan Rebecca. Nanti di puncak aku ingin menanti kejujuran mereka. Aku ingin mereka sendiri mengakuinya di hadapan ku. "

Dengan berat, Selyn pun menyapu air matanya yang sudah bersimbah ruah membasahi pipinya yang cabby.

Ia keluar dengan wajah sendu dan sepanjang perjalanan pun ia hanya diam saja. Yang lain penuh riang bernyanyi, berjoget di dalam bis. Sosok Selyn yang ceria menjadi kosong. Seolah ia tidak berada ditempatnya.

"*Harusnya mereka bilang, jika aku menjadi penghalang mereka. Aku akan mundur dari perjodohan. Aku tidak sampai menikah dengan Daniel dan tidak sampai jatuh cinta dengannya. Seorang wanita, jika ia sudah menikah pasti akan merelakan hidup seutuhnya demi suaminya. Tapi kalian berbohong kepada ku. Dan melakukan sifat iblis itu di belakang ku.

Pantas saja Daniel tidak pernah menyentuhku. Karena nafsunya hanya untuk Rebecca. Ya Tuhan, Rebecca adalah sahabat kecil ku. Kenapa dia sampai hati melakukan itu kepada ku. Kenapa ia tidak jujur saja. Kenapa harus berbohong.

Kakek. Kakek salah mengirim aku ke keluarga ini. Apa yang harus ke katakan kepada kakek. Hanya dia mutiara hatiku, aku takut menyakiti hatinya.

Jika ia tahu cucunya tersakit. Maka pasti pula hatinya semakin tersakiti*. "

Selyn hanya terdiam dan memandang wajah ceria suami nya dan rebecca yang penuh kepalsuan. Hatinya ingin muntah di wajah mereka berdua.

"Sungguh durjana sekali wajah mereka yang tertawa di belakang ku seolah tidak berdosa. Aku kutuk kalian berdua. Sangat kurang ajar sifat Jahanam kalian. "

Umpatan umpatan terkumpul memenuhi relung hati Selyn. Namun sayang, ia tidak bisa mengungkapkannya.

Akhirnya sampai lah di tempat rest area sebelum naik ke puncak. Di situ mereka akan menginap di villa yang di kelola oleh tempat itu juga.

Barang-barang sudah di pindah ke villa. Rencana liburan akan di lakukan selama 4 hari.

"Selyn, ayo kita ke puncak. Aku ingin cepat cepat berfoto di sana. "

"Aku lelah, kamu saja. "

"Oke kalo begitu.Tante aku pergi dulu ya. " Rebecca pun langsung berlari kecil. Sedangkan Selyn masih sibuk membereskan barang bersama Mey pelayan yang dekat dengannya. Karena semua pelayan di keluarga Motiarga pun ikut berlibur juga.

"Nona, Aku lihat Nona Rebecca pergi dan tidak berapa lama Suami Nona mengikuti. Apa Nona tidak ikut? " Mey tahu kegelisahan Selyn.

"Baiknya aku pergi menyusul mereka Mey, Bereskan ini semua. "

"Apa perlu aku temani Nona? "

"Tidak Mey. " Selyn tersenyum dan memegang pundak Mey lalu berjalan pergi menyusul Daniel dan Rebecca. Dan dengan sengaja Selyn mengambil jalan yang berbeda agar bisa menciduk mereka.

Memang karena tubuh gempalnya, jadi sedikit kesulitan saat menaiki gunung itu. Meskipun tidak terlalu curam. Pemandangan yang indah menyejukkan mata namun tidak bagi Selyn yang hatinya telah patah.

Perlahan demi perlahan akhirnya ia telah sampai ke puncak. Dan dia bersembunyi di balik batu. Ia mengintip dari balik batu itu aktifitas Suaminya bersama Rebecca.

"I LOVE YOU.... " Teriak Rebecca kencang. Terdengar gaunh pantulan suaranya.

"Sangat indah sayang, "

"Ah, kamu ini bikin kaget saja. Aku kira kau tidak menyusul. "

"Menyusul dong. Kapan lagi aku bisa berduaan dengan mu. " Peluk Daniel kepada Rebecca dari belakang.

"Kau tahu, aku rindu dengan mu sayang. " tangan Daniel menyibakkan rambut Rebecca yang menutupi wajahnya akibat hembusan angin.

"Semakin hari kau semakin cantik sayang, " Puji Daniel dengan sungguh manis.

Mendengar pujian penuh manis madu itu, Rebecca pun tersipu malu dan mengalihkan pandangannya.

"Tapi, aku menjadi simpanan mu! " Ucapnya sedikit kesal.

Wajah kesal di paras cantiknya dielus Daniel mesra, "Tapi kau bisa pastikan, cinta ku hanya untuk mu. Bahkan tubuh ku ini milik mu sorang. "

Seketika mendengar rayuan Daniel, bibir manyun Rebecca berubah senyuman nakal. "Tapi aku mau seutuhnya, aku tidak suka bermain sembunyi - sembunyi seperti ini. "

"Hanya sementara, Aku akan berusaha membuat keinginan mu terwujud. Tapi bukankah dengan seperti ini sangat mengasyikkan. " Daniel mencium bibir Rebecca. Rebecca pun membalas ciuman Daniel.

Selyn yang melihatnya dari balik batu semakin yakin akan perselingkuhan mereka berdua. Ia pun langsung berdiri dan menguatkan hati.

"Kalian Bajingan! " teriak Selyn

Mereka pun terkejut dan menghentikan ciuman mereka. Tangan mereka gemetar tak karuan.

"Selyn, sedang apa kau disini! "

"Aku, Aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Kalian ini sudah jelas. Aku akan beritahu Papa. Aku ingin cerai!"

"Jangan Selyn, ini tidak seperti yang kau bayangkan. " Daniel menarik tangan Selyn.

"Biarkan, Biarkan saja dia tahu! Harusnya kau bertanya tentang kebenarannya. Karena yang sebenarnya terjadi, kau lah penghalang cinta kami." Teriak Rebecca.

Teriakan Rebecca menghentikan langkah Selyn. Dan dia berbalik badan menghadap Rebecca, " Maksud mu aku yang menghalangi, tapi kenapa pada saat pernikahan kau tidak beri tahu aku terlebih dahulu. Kau itu sahabat ku. "

"Bagaimana aku beri tahu kamu, kamu kepalang jatuh cinta. Dan aku baru tahu calon suami mu adalah Daniel. "

"Ini sudah tidak benar, aku akan beri tahu Papa Carlos. "

Baru saja melangkah, Daniel mengambil batu dan menghantamkannya ke belakang kepala Selyn. Dan Selyn pun seketika roboh ke tanah.

"DANIEL!! APA YANG KAU LAKUKAN! " Teriak Rebecca. dia langsung menghampiri Selyn. Dan pada saat ia mendekatinya, mengalirlah darah dari kepalanya membanjiri tanah.

"Niel, dia... Dia... Aakkhhhh. Kenapa kau harus memukulnya. " Rebecca menyalahkan Daniel yang masih tidak percaya ia melakukan itu. Di lemparnya batu berlumur darah itu ke tanah. Dan ia pun terduduk di tanah dengan wajah yang sangat panik.

"Oohh tidak! Aku repleks, aku takut Papa tahu. Otomatis warisan ku akan hilang. Bagaimana ini Bec? " tanya nya panik.

"Niel, tenang Niel. NIELL... TATAP MATA KU! Ini sudah sesuai rencana kita. Kita hanya pulang terpisah Niel. Kita tidak pernah bertemu disini. Dan Selyn juga tidak pernah disini. Cuci tanganmu. Pulang dan tidur. Anggap tidak pernah terjadi. "

"Tapi!! "

"Kamu pulang Niel. dan jangan pernah bilang dari puncak. oke. Selyn aku yang urus! " Rebecca meyakinkan Daniel dengan tegas.

Mendengar penjelasan Rebecca, Daniel pun pulang dengan cepat meninggalkan Selyn dan Rebecca di puncak. Kecemasan nya ia pendam dalam-dalam. Saat melangkah pulang, ia pandangi Rebecca. Rebecca meyakinkan Daniel bahwa ini baik-baik saja. Dan akhirnya Daniel pun pulang.

"Hemmm. Sorry Selyn. Kau menyebabkan aku harus bertindak diluar batas. " Rebecca menarik Kaki Selyn. Ia seret tubuh Selyn ke ujung tebing batu. Ia pandangi tebing jurang itu, sangat curam dan tinggi. Ia geledah baju Selyn dan ia pastikan tidak ada identitas di tubuhnya.

Ia lepas sepatu Selyn dan ia letakkan sebelah di tepi jurang. "Maaf Selyn. " Ia menginjak tubuh Selyn dan sempat ragu saat melihat jari jari Selyn bergerak. Namun dia kuatkan hati untuk mendorong kakinya ke tubuh Selyn. Perlahan tapi pasti, tubuh Selyn terguling dan jatuh di kedalaman jurang. Bahkan suara hantaman tubuh Selyn pun tidak terdengar.

Lalu batu bekas hantaman kepala Selyn ia siram dengan air mineral yang ia bawa, namun tidak terlalu bersih karena air sudah kepalang habis, ia posisikan batu yang berdarah ke tanah. Begitupula tanah yang sudah terkontaminasi darah Selyn. Ia timpa kembali dengan tanah dan debu beserta daun-daun kering. Ia berkeyakinan, jika hujan maka bekas darah ini pun pasti akan menghilang.

Hari sudah senja dan Rebecca sudah merasa yakin dengan pembersihan tempat itu. Ia pun pergi meninggalkan tempat kejadian pembunuhan rahasia mereka. Ia kembali ke Villa dengan tenang dan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Malam Itu, mereka berdua Daniel dan Rebecca tidur ditempat masing-masing dengan perasaan gelisah. Mereka bersyukur anggota keluarga lainnya tidak ada yang sadar akan kehilangan Selyn karena semua orang merasakan lelah yang teramat sangat sehingga asyik dengan diri mereka sendiri.

💙Bersambung💙

💛Terimakasih Sudah membaca novelku

❤Jangan lupa like, komen dan vote

💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya

💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya

Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗

1
Zainab Ddi
seneng akhir yg sangat indah semangat selalu author untuk bekarya ditunggu cerita yg baru
Zainab Ddi
akhir yg menyedihkan
Zainab Ddi
rasain Rebecca dan Daniel
Zainab Ddi
bunuh diri kali Daniel
Zainab Ddi
wah mereka menikah dan lansung bulan madu
Zainab Ddi
wah mike nekat kok Edwar jd berubah ya
Zainab Ddi
wah siapa t7h
Zainab Ddi
jangan2 rebecca
Zainab Ddi
wah lanjut baca nih
Zainab Ddi
hati2 selyn
Zainab Ddi
semoga mike ketemu dengan aiky
Zainab Ddi
🤣🤣
Zainab Ddi
seru banget nih
Zainab Ddi
🤣🤣🤣rasain daniel
Zainab Ddi
🤣🤣🤣daniel dikerjain
Zainab Ddi
wah Edwar marah tuh
Zainab Ddi
semog ketemu ya
Zainab Ddi
lanjut baca
Zainab Ddi
syukur Daniel takut kan sama ayahmu
Zainab Ddi
kasian yamin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!