NovelToon NovelToon
Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua

Status: tamat
Genre:Poligami / Janda / Selingkuh / Pelakor / Tamat
Popularitas:94.5k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Bertemu dengan cinta pertama di ajang reuni sekolah, menumbuhkan kembali cinta lama yang memang belum terkubur sepenuhnya.

Wirra yang masih berstatus sebagai seorang suami, nyatanya tidak bisa melupakan pesona seorang Meyta setelah bertemu kembali dengan wanita itu.

Bagaimana akhir kisah Wirra dan Meyta? Sudikah Meyta menjadi yang kedua dari seorang Wirra? Atau, wanita itu akan meminta Wirra untuk meninggalkan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21 - Tangisan Anna

Malam itu, di salah satu sudut ibukota, ada seorang wanita cantik yang menangis sesenggukan. Wanita itu berusaha meredam suara tangisnya dengan berada di balik bantal.

Wanita itu bukan sedang meratapi nasibnya. Tapi, dia meratapi kebodohannya sendiri. Kebodohan yang menyebabkan sang suami kini menikmati masa-masa bulan madu bersama wanita lain.

Bukankah hal ini yang dia inginkan sejak berbulan-bulan lalu? Tapi kenapa hatinya kini hancur berkeping-keping saat mengingat sang suami pasti tengah bergumul dengan istri barunya?

Mungkin beberapa bulan lagi, sang suami sudah memiliki seorang keturunan dari wanita itu. Bukankah harusnya dia merasa senang? Sang suami dan keluarganya akan merasa sangat bahagia karena memiliki seorang penerus keluarga. Bukankah ini yang dia harapkan?

“Tapi, mengapa rasanya begitu sakit?”

Anna meraung tanpa suara. Semakin malam, dirinya merasa semakin sakit. Mungkin wanita itu menyadari, jika sang suami pasti tengah melampiaskan hasratnya pada Meyta.

Tentu saja apa yang ada dalam pikiran Anna, benar adanya.

Karena saat ini, Wirra tengah menghujam Meyta tanpa ampun. Pria itu bahkan bergerak dengan begitu liar. Tak memasuki tubuh Meyta selama beberapa minggu membuatnya begitu merindukan jepitan wanita itu di dalam sana.

Kini, tak hanya Meyta, bahkan Wirra pun mengerang dengan kencang. Hingga akhirnya pria itu menyemburkan ****** ***** yang begitu banyak ke dalam tubuh Meyta.

Padahal, pagi tadi dia sudah menyemburkan cairan itu ke dalam tubuh Anna. Tapi kini miliknya malah menyemburkan cairan yang lebih banyak lagi ke dalam tubuh Meyta.

Tubuh wanita itu benar-benar bagai candu bagi Wirra.

Dan malam itu, baik Wirra maupun Meyta, memutuskan untuk tak melanjutkan pergumulan itu. Mereka sudah begitu lelah dengan serangkaian acara pernikahan.

Sepasang pengantin baru itu pun memutuskan untuk beristirahat setelah membersihkan diri. Meyta bahkan langsung tertidur dengan pulas begitu memejamkan mata.

Berbeda dengan Anna. Istri pertama Wirra Pramudya itu, sama sekali tak bisa terlelap. Bayangan Wirra yang menghujam Meyta dengan menggebu-gebu terus terlintas di benaknya.

Suara teriakan Meyta yang merasa nikmat, serta erangan sang suami terus terdengar di telinganya.

“Apa malam ini, kalian melakukannya seperti yang kalian lakukan di dekat kolam renang, waktu itu?”

“Apa Meyta begitu nikmat sampai kamu mengerang begitu hebat, Mas?”

“Apa suamiku memberikan kenikmatan tiada tara hingga kamu menjerit seperti itu, Mey?”

Banyak sekali pertanyaan yang Anna lontarkan hingga membuat wanita itu tak mampu untuk memejamkan mata. Karena setiap dia memejamkan mata, adegan demi adegan yang Meyta dan Wirra lakukan di kolam renang, tempo hari, kembali melintas dalam pikiran Anna.

Wanita itu terus menangis sesenggukan hingga pagi, dan terlelap tanpa sadar.

Tak seperti Anna yang baru tertidur menjelang pagi. Wirra yang tertidur pulas, baru terbangun saja terbangun. Bahkan sang surya pun belum menyapa, tapi pria itu seolah tak mau kehilangan masa yang sia-sia.

Melihat Meyta yang tidur di sampingnya tanpa busana, pria itu pun menerkamnya.

Saat itu masih pukul 4 pagi, dan Wirra sudah kembali ingin mengulangi pergumulan mereka. Jemarinya yang nakal, mulai menggoda Meyta di bawah sana. Meyta pun terbangun dari tidurnya.

Tak peduli jika sang istri terlihat masih mengantuk, Wirra mulai menaiki wanita itu.

“Aku masih mengantuk, Wir,” rengek Meyta. Wirra hanya menanggapinya dengan tersenyum karena dia tau bagaimana cara membuat rasa kantuk Meyta menghilang.

Meyta kini sudah terlihat mengigit bibirnya saat Wirra terus menggeseknya di bawah sana. Dan mata Meyta seketika membulat ketika tanpa aba-aba Wirra memasuki tubuhnya dengan sekali hentakan.

Wirra bahkan langsung menyerang Meyta dengan brutal.

“Apa sekarang masih mengantuk?”

Meyta tentu saja tak dapat menjawabnya. Wanita itu kini sibuk mengerang di bawah kungkungan Wirra.

Sepasang pengantin baru itu pun kembali bergumul dengan penuh gairah. Bahkan mereka terus bergumul tanpa kenal lelah selama masa bulan madu.

Mereka saling memuaskan selama lima malam. Selama lima malam pula, Wirra tak sedikitpun ingat pada Anna. Yang pria itu inginkan hanya terus menghujam Meyta tanpa ampun. Wirra benar-benar tergila-gila dengan istri keduanya itu.

Wirra bahkan hanya membiarkan Meyta beristirahat ketika tiba waktunya untuk makan. Dan waktu istirahat itu tentu saja tak hanya digunakan oleh Meyta untuk makan saja. Wanita itu juga selalu menghubungi Mutiara.

Tak pernah dirinya terpisah begitu lama dengan sang anak kandung.

Bukan seperti Wirra yang lupa akan segalanya termasuk istri pertamanya, Meyta begitu merindukan Mutiara— anaknya. Setiap hari wanita itu melakukan panggilan video kepada Meyta. Bahkan, Wirra turut serta dalam pembicaraan melalui panggilan video itu.

Wirra, Meyta dan Mutiara benar-benar terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia. Wirra pun merasa begitu bahagia dengan situasi yang kini terjadi dalam hidupnya. Begitu juga dengan Meyta dan Mutiara. Sepasang ibu dan anak itu, kini menemukan kembali satu sosok yang begitu mereka rindukan. Seseorang yang menjadi pemimpin mereka, yang melindungi mereka dan yang selalu memberikan kehangatan kepada mereka.

Senyum sumringah tak pernah luntur di wajah Wirra, Meyta dan Mutiara ketika mereka melakukan panggilan video setiap harinya. Mereka bertiga benar-benar merasa bahagia.

Namun, tampaknya, senyum bahagia itu tercipta di atas rasa sakit seorang wanita. Dialah Anna. Wanita yang tak bisa lagi tertidur lelap sejak sang suami menikah lagi.

Setiap malam, Anna selalu menangisi kebodohannya.

Sepanjang hari, hanya ponsel yang dia tatap. Berharap ada kabar dari sang suami. Sejak mereka menikah, inilah kali pertama dirinya terpisah begitu lama dengan pria itu. Dua minggu. Anna berusaha menguatkan hatinya untuk dua minggu ke depan.

Anna juga berusaha untuk memahami jika sang suami tak ingin diganggu selama masa bulan madunya.

“Mungkin setelah bulan madu mereka selesai, Mas Wirra akan memberikan kabar.”

Begitulah pikir Anna. Walau selama lima malam dia terus menangis, tapi wanita itu tetap menunggu kabar dari sang suami.

Dan benar saja, setelah lima malam berlalu, Wirra mengirimkan sebuah pesan untuk Anna.

Wanita itu pun begitu sumringah saat mengetahui ada sebuah pesan dari sang suami yang begitu dirindukannya. Namun, hati Anna kembali remuk saat membaca isi pesan itu.

Sebuah pesan yang berisikan permintaan maaf dari pria itu.

Anna kembali menangis sesenggukan.

“Kenapa kamu begitu kejam, Mas? Kenapa kamu tega melakukan hal ini kepadaku?”

Bersyukur sang mertua tak lagi menginap di sana. Jika tidak, wanita lanjut usia itu akan mendengar bagaimana Anna meraung keras melampiaskan rasa sakit yang teramat di hatinya.

Jika selama ini Anna berusaha menutupi tangisannya, namun kali ini tidak begitu. Hari ini, Anna menangis dan meraung-raung tanpa peduli jika ada orang yang mendengar tangisannya.

Hatinya hancur.

1
Dian Anggraini
wah sipelakor ngelunjak
Suartati Hasibuan
kasian
Suartati Hasibuan
awas kamu Wirra ya lewat depan rumah ku lempar pake batu.,
Suartati Hasibuan
iihhh kok meyta jahat ya',kok aq jd kasihan anna
Suartati Hasibuan
mampir
Xi
good
Delta
akhirnya ada yg baru
Rahma Wari
okay
Ara
🤸🏻‍♀️
ime
oke gas
Eta: gemoy
total 1 replies
Dhani Assyfa
metong
Dhani Assyfa
makanya jgn byk ngobral janji
Dhani Assyfa
baru mikir sekarang
Dhani Assyfa
ada mau aja
Dhani Assyfa
syukurlah
siapa tau meya bisa didepak
Dhani Assyfa
ana oh ana
Dhani Assyfa
menyerah aja an
Dhani Assyfa
masih aja dibela
Dhani Assyfa
wirra aja gak peduli an
ngapain inget dia terus
Dhani Assyfa
mending berpisah drpd tersiksa lahir batin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!