Bima Pawitra terlahir dari keluarga kaya, namun takdir telah menentukan dirinya.
Ketika orangtuanya dalam perjalan pulang, ditengah jalan menjadi target pembunuh bayaran. Orangtua Bima berusaha menghindar, namun terpojok ketepi jurang, sehingga Bima yang berada dalam pelukan ibunya terlepas dari tangannya dan terlempar ke jurang karena terpeleset.
Tanpa di ketahui oleh orangtuanya, Bima yang masih bayi menembus dimensi lain dan di selamatkan kakek Alam.
17 tahun dalam perawatan kakek Alam, Bima menjadi sosok pemuda sakti dan kembali kebumi untuk mencari orangtuanya.
Bumi tidak sesederhana yang di lihatnya, Bima juga tidak tahu bahwa dia adalah sang terpilih menjadi penguasa tiga dunia.
Apa yang akan terjadi selanjutnya, berhasilkah menemukan orangtuanya. Dan apa reaksinya setelah mengetahui bahwa menjadi sang terpilih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arkhan biantara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbebas Dari Hukuman
"Ini... Arrrgh....!!!"
Juber mengertakkan giginya menahan marah, dia sudah tahu akan kalah jadi berusaha melakukan pembelaan tapi ternyata pengawal Jatmiko akan setuju jika ada perjanjian sesuai yang diinginkan Wira, ini sama aja mengalami kerugian dua kali lipat.
Akhirnya Juber dengan rasa putus asa berkata; "Baiklah aku akan pergi dan tidak akan menuntut keadilan, akan tetapi jika mereka berada diluar itu urusannya lain."
"Ayo Pergi"
Setelah melihat kepergian Juber dan lainya, semuanya menghela napas lega.
"Kalau kalian berdua muncul dari awal mungkin akan berakhir dengan cepat," Bima mulai angkat bicara.
"Maaf ini karena atas perintah tuan Jatmiko," pengawal Jatmiko sedikit menyesal,
"Sudahlah" Bima mengibaskan tangannya.
"Lalu kenapa kamu bisa tahu bahwa aku ada disini sudah sejak lama," pengawal Jatmiko melirik kerah Wira.
"Itu rahasia perusahaan hehehe..." Wira terkekeh.
"Karena urusan sudah beres sebaiknya kalian pulang aku sudah menyiapkan mobil dan untuk masalah lainnya biar pengacara yang akan urus," kata pengawal.
"Baik aku sangat berterimakasih pada kalian dan sampaikan salam pada kakek Jatmiko, seminggu lagi jemput aku", Kata Bima.
pengawal mengangguk "Baik nanti aku sampaikan pada tuan".
"Ayo kang kita pulang waktu sudah mulai sore, namun sebelumnya kita antar dulu bu Lasmi, dan mengobati penyakit anaknya." Ucap Bima
Wira mengangguk dan menuntun bu Lasmi. Kemudian mereka pergi menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh pengawal Jatmiko.
...----------------...
Waktu sudah menunjukan sore hari, di sebuah gedung perkantoran tepatnya Arsha Grup. Jaya Arsha duduk di kursi direktur, matanya fokus melihat berkas-berkas yang harus dia tanda tangani, sampai dia lupa waktu kalau Daniel tidak memanggilnya. Wajah Daniel suram dan cemas, bukan karena melihat Bosnya akan tetapi berita di internet yang telah dia terima. Kejadian keributan di jalan raya, membuat macet total yang membuat Daniel cemas bukan soal kemacetan atau keributan, tapi orang yang baru dia kenal juga orang yang telah menolong Bos perusahaannya dari ancaman kematian, Bima dan Wira telah di bawa kekantor polisi serta berurusan dengan keluarga Marwan itulah yang membuat dia cemas. Pada awalny Daniel tidak akan memberitahu masalah ini, namun retret kejadian berbuntut panjang, akhirnya Daniel masuk keruangan Direktur.
"Bos...bos.. Ada masalah diluar" Daniel berbicara dengan cemas.
"Ada masalah apa memangnya?" Jaya Arsha menjawabnya tapi mata tetap poku kebawah.
"Bima dan Wira bos kena masalah" kata Daniel
"Apa kamu bilang... Jaya Arsha terkejut langsung mengangkat kepalanya; Cepat katakan apa yang terjadi."
"Lebih baik Bos melihatnya sendiri diberita sekarang." kata Daneil.
Jaya Arsha kemudian mengambil hp dan membuka sosmed. Setelah beberapa saat mendadak wajah Jaya Arsha berubah menjadi suram; "Ini...ini.. kenapa bisa terjadi seperti ini...?"
"Inilah kenapa aku memberitahumu, apa yang akan kita lakukan" Daniel menghela napas.
"Bagaimanapun kita harus membantunya meskipun ada keluarga Marwan, kita setidaknya bisa meringankan beban mereka." Jaya Arsha sangat cemas
"Ayo kita berangkat" Jaya Arsha langsung berdiri dan turun tanpa menunggu Daniel.
Setelah ada diparkiran kemudian naik mobil tancap gas.. Mobil yang ditumpangi Jaya Arsha dan Daniel melaju dengan kecepatan sedang menuju arah kantor kepolisian kota, karena hari sudah sore jalan raya sudah mulai macet membuat mobil tidak bisa melaju cepat..
"Aaargh"
Jaya Arsha yang duduk disamping Daniel, menggertakan gigi karena macet, bisakah jalan lebih cepat."
"lihat bos tidak bisa memotong jalan, semu jalan sudah macet" kata Daniel matanya fokus kedepan.
"Tapi ini bakal terlambat, kalau terjadi sama mereka bagaimana;" Wajah Jaya Arsha tambah suram.
Daniel menghela napas lalu berkata; "Dulu bos pernah mengatakan padaku bahwa mereka ahli beladiri jadi setidaknya mereka bisa mempertahankan diri, jadi sebaiknya bos berfikir tenang."
"Tapi ini berbeda Daniel... ini kota bukan kampung.. Arrrgh..." Jari tangan Jaya Arsha memijat-mijat keningya.
Daniel tidak lagi menjawab karena percuma berbicara dengan orang yang sedang dilanda rasa cemas yang sangat dalam.
Meskipun macet akhirnya sampai juga di kantor kepolisian, buru-buru Jaya Arsha turun dengan langkah cepat memasuki kantor kepolisian.. Dan langsung bertanya dimana Bima dan Wira, setelah mendapatkan jawaban akhirnya Jaya Arsha merasa lega, bingung juga kaget, karena Bima dan Wira terbebas dari hukuman dan sudah dalam perjalanan pulang, setelah mendapatkan bantuan dari pengacara pribadi Jatmiko. Inilah yang membuat bingung dan kaget sejak kapan Bima kenal dengan orang terkuat nomor satu, jelas-jelas mereka berdua baru datang kemarin. Namun akhirnya Jaya Arsha tidak memikirkannya lagi, kemudian pulang mungkin nanti akan menanyakannya.