Ketidakadilan membuat seseorang menjadi berbeda, orang itu berubah. Penghianatan membuat seseorang menyimpan kebencian. Kedua orang itu memiliki pengalaman hidup yang berbeda, tapi tujuan mereka sama. Balas dendam.
Ben menawarkan bantuan untuk Clarie dan Clarie menerimanya. Mereka membuat sebuah perjanjian, dan perjanjian itu mengikat keduanya. Setelah beberapa minggu, perjanjian itu juga mengikat Ben dalam pesona yang Clarie miliki. Perasaan yang lebih dari rekan, perasaan yang ingin selalu melindungi dan memiliki gadis itu.
Sayangnya tembok yang Clarie miliki terlalu tinggi dan kokoh. Ditambah lagi mantan kekasih Clarie yang masih belum merelakan Clarie, dan sahabatnya dari masa lalu. Siapa yang dapat meruntuhkan tembok tinggi dan kokoh itu? Siapa yang bisa mendapatkan kesetiaan hati Clarie seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. H-4
Renata dan Diva sedang asik berbelanja di pusat perbelanjaan kota. Mereka sedang mencari gaun yang cocok untuk dipakai di acara pernikahan Rena. Sudah banyak gaun yang dicoba oleh Diva, tapi masih belum ada yang cocok. "Renata, gaun ini udah bagus lho, itu udah cukup. Aku juga setuju-setuju saja sama modelnya," protes Diva karena Renata terus mengobrak-abrik gaun yang disediakan di salah satu toko.
Renata tetap tidak menghiraukan protes yang disampaikan oleh sahabatnya itu, dia masih mencari gaun yang menurut dirinya bagus. Pilihannya tertuju pada gaun selutut yang berwarna abu-abu dan merah muda. "Nah, yang merah muda untuk pernikahan, terus yang abu-abu ini hadiah persahabatan kita. Janji dateng," ucap Renata sambil menyerahkan kedua gaun pilihannya kepada pelayan toko untuk dibungkus. Diva menghela napas, dia sangat keberatan dengan kedua gaun tadi. Selama ini Renata terus membelikannya barang-barang yang bisa dikatakan mewah, selalu. Namun Diva belum sangat jarang membelikan barang untuk Renata, itu rasanya seperti kamu sedang memanfaatkan sahabatmu.
"Hei sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Kamu sahabatku, dan aku sangat menyayangimu. Anggap saja ini sebagai hadiah ulang tahunmu lima bulan lagi," Renata mencoba menenangkan hati sahabatnya itu. "Hei lebih baik kita ngobrol saja, mungkin kamu ingin menanyakan sesuatu?"
"Belum. Kita mampir ke tempat biasa yuk,"
Tempat biasa yang dimaksud oleh Diva adalah kedai ice cream di seberang pusat perbelanjaan kota. Tempat itu biasa mereka digunakan untuk melepas penat. Tapi bukan itu alasan sebenarnya. Diva sebenarnya suka kepada pemilik kedai itu. Nathan namanya. Dia adalah pria yang ramah dan hangat, tentu itu menjadi nilai plus ketika dia melayani pelanggan. Selain ramah dan hangat kepada semua orang, Nathan terlihat sangat tampan dengan kacamata kotak yang kadang menghiasi matanya. Dan untungnya juga dia belum menikah.
Dengan wajah berseri Diva membuka pintu kedai tersebut, kemudian matanya menatap ke seluruh ruangan. Ada sedikit rasa kecewa karena tidak ada tanda-tanda bahwa Nathan ada di sana. Diva duduk di tempat duduk terdekat yang dapat dia jangkau, kemudian Renata menyusulnya. "Jangan lemes gitu, mentang-mentang Kak Nathan nggak ada hari ini," goda Renata.
Diva menatap sedih ke arah sahabatnya itu dan menyuruh Renata untuk memesankan ice cream. Tak lama kemudian pesanan datang, sambil makan, Renata terus menatap Diva dengan tatapan meledek. "Renata, udah deh, jangan begitu. Malu tahu,"
"Makannya jangan cemberut,"
"Iya, nggak cemberut lagi,"
"Nah gitu dong,"
Diva teringat dengan kejadian beberapa hari lalu, tentang Clarie. "Ren, Kak Clarie itu kemarin kencan sama siapa sih? Ganteng banget," tanya Diva tiba-tiba.
"Diva, aku saranin kamu itu nggak usah suka sama laki-laki itu. Dia itu pria tanpa hati yang pernah aku ceritain ke kamu. Cukup Kak Clarie saja yang suka ke dia," Renata membalas dengan nada kesal, dia sedang tidak mau membahas topik tentang kakaknya itu. Sayangnya, Diva tidak peka.
"Tapi kan ganteng. Aku nggak tahu gimana Kak Clarie bisa dapat laki-laki yang ganteng-ganteng. Pertama Kak Dean, terus yang kedua pria tanpa hati itu," lanjut Diva.
......................
"Karena sudah sepakat, tolong jangan sampai melanggar kesepakatan kita. Kalau melanggar, aku tidak akan pernah memberimu kesempatan hidup. Mengerti?"
"Iya mengerti. Jadi apa yang bisa aku lakukan? Apa yang bisa kubantu?"
"Besok pagi, aku, kamu, Martin, Deo, Lena, dan Diena akan pergi keluar kota. Ada acara keluarga di sana, tepatnya di resort pribadi milik pamanku,"
"Jadi? Hal yang kamu berikan kepadaku itu untuk persiapan di acara keluarga milikmu?" Ben mengangguk menjawab pertanyaan Clarie.
"Ingat, santai saja di sana. Dan jangan terlihat canggung jika berada di dekatku, okay?"
salam hangat dari novel ku
salam
Dinda dalam senja
like buat kamu thor..
jangan lupa feed back nya ya..
"i will die in love"
jangan lupa feed back yak😊
"i will die in love"