NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pangeran Kampus

Terjerat Cinta Pangeran Kampus

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: dwimst

Aura Elvany hanya seorang gadis biasa yang ingin menjalani masa kuliahnya dengan tentram jika bisa inginnya sampai ia di wisuda nanti. Namun semua keinginannya sirna hanya karena ia menabrak seorang cowok terkenal kampus karena jenius dan tampan. Tapi, tidak ada yang tahu jika ia adalah orang yang sangat kaya, karena Denis menyembunyikan identitasnya dengan baik.

Denis Adra sebenarnya adalah CEO di perusahaan teknologi terkenal dunia, yang berpura-pura menjadi Mahasiswa di Universitas terbaik di Kota E. Hanya untuk sekedar menikmati masa mudanya yang hilang karena pekerjaannya, tetapi di tengah menikmati kesenangan masa mudanya ia malah ingin menjerat cinta seorang gadis yang membuatnya tertarik sejak pertama bertemu, gadis bernama Aura Elvany.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwimst, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 – Mengantar Pulang

Perasaan Aura sudah enakan sekarang, ia ingin pulang ke rumah sudah beberapa jam berlalu ia tidur di klinik ini dengan di temani Denis yang sibuk sendiri sekarang dengan iPad-nya entah apa yang dia kerjakan terlihat begitu serius. Keseriusan Denis menatapi tabletnya seolah-olah tidak memperhatikan apa-apa.

Namun saat Aura bangun dari tidurnya, Denis pun langsung menghentikan kegiatannya juga, tampaknya ia menyadari pergerakan Aura meskipun seserius itu.

"Mau ke mana?" tanya Denis langsung, seolah-olah lupa akan waktu.

"Ke mana lagi tujuanku sekarang, pikirkan saja." Jawab Aura tidak menjelaskan, ia pikir Denis hanya sekedar basa-basi saja.

"Kamu mau pulang?" ujar Denis sambil melihat jam tangannya ia tampaknya baru menyadari kalo hari sudah sore, pria itu entah apa yang dikerjakannya dengan tabletnya sampai lupa waktu, kemudian Denis memasukannya ke dalam tas.

"Iya, mana mungkin aku mau bermalam di tempat ini," jelas Aura. Ia baru menyadari jika sepertinya Denis benar-benar tidak memperhatikan waktu.

"Apa yang dikerjakannya sampai lupa waktu seperti itu. Jika aku tidak bangun maka apakah dia akan tetap fokus dengan apa yang dikerjakannya dengan ipadnya itu." Pikir Aura.

Aura memikirkan berbagai macam hal saat Denis memainkan ipadnya. "Mungkin dia main game, atau sedang memperhatikan foto-foto wanita seksi yang mungkin saja tidak berbusana. Pikiranmu Aura." Aura memprotes isi pikirannya sendiri.

"Kamu gak mikirin aku berbuat macam-macam dengan ipad milikku, kan Aura?" tanya Denis sepertinya tahu isi pikiran Aura.

"Ahaha, maafkan aku." Aura tidak menjelaskan.

"Aku sedang bekerja," kata Denis singkat.

"Huh? Aku pikir kamu hanya orang biasa yang menerima uang setiap bulannya dari orang tuamu."

Denis menatap Aura tampak sedih saat membicarakan hal itu. Aura merasa bersalah.

"Ah maafkan aku, aku tidak tahu apa-apa tentangmu Denis. Maafkan aku kalau itu menyinggung perasaanmu." Aura tertunduk merasa bersalah.

"Sudahlah tidak apa-apa. Kapan-kapan aku akan cerita padamu. Tentang diriku, yang kamu tidak tahu." Denis ingin Aura tahu.

"Ta-tapi aku memang tidak ingin mau tahu banyak tentang dirimu. Aku bukan siapa-siapa." Aura merasa agak canggung sambil berbicara ke lain arah tidak menatap Denis.

"Tapi, aku ingin kamu tahu aku siapa, yang bahkan orang tidak tahu. Tinggal kamu tanya atau aku yang beritahu sendiri akhirnya." Denis berkata serius, ekspresinya berbeda dari sebelumnya seolah dia orang lain.

Aura lagi-lagi merasa menciut jika melihat ekspresi Denis yang seperti itu, dari perkataanya saja Aura sudah mengerti cepat atau lambat Denis akan mengatakan tentang dirinya yang Aura tidak ingin tahu.

"Ah aku mau pulang." Aura mengalihkan pembicaraan mereka.

"Bermalam saja juga boleh tetap akan aku temani." Kata Denis mulai kembali seperti sebelumnya, Aura menatap Denis dengan tatapan kesal. Seolah mengatakan, aku akan tetap pulang.

"Baiklah, biar aku antar." Tawar Denis, tidak ingin melanjutkan candaannya. Karena Aura sudah menatapnya seperti itu.

"Sepertinya aku sekarang sudah bisa pulang sendiri," kata Aura menolak tawaran Denis secara halus. Ia tidak bisa dibantu Denis terus-terusan seperti ini.

"Kamu tidak perlu jual mahal terus, saat ini kamu masih butuh bantuan orang." Ucap Denis sedikit kesal melihat Aura yang sakit tapi masih saja menolak tawarannya.

"Siapa juga yang jual mahal, aku mau cepat-cepat pulang biar bisa istirahat lagi. Biar besok sudah sehat lagi." Jelas Aura.

"Karena itu biar cepat sampai kosanmu aku antar kamu pulang." Denis masih menawarkan tumpangan.

"Aaah, tapi aku bisa pulang sendiri." Aura masih menolak Denis.

"Kali ini gak ada penolakan," Denis akhirnya mengeluarkan sikap memaksanya yang entah mengapa tidak bisa menolaknya.

"Oh ayolah," Aura mendengus pasrah membuang matanya ke arah lain tidak berani menatap tatapan dingin dari Denis.

Akhirnya mau tidak mau Aura akhirnya pulang diantar oleh Denis, ia juga tidak ingin berdebat lebih lama lagi.

"Kenapa sih ni cowok mau-mau aja nganterin aku, jadinya dia kayak kurang kerjaan banget." Batin Aura memikirkan alasan Denis yang mau-mau saja mengantarnya tanpa imbalan.

Setelah itu pikiran Aura melayang memikirkan hal-hal aneh tentang Denis, memikirkan pria itu yang ada maunya saja pada dirinya setelah itu jika sudah dapat apa yang ia mau. Maka, Aura akan dicampakkan seperti wanita lainnya.

Memikirkannya saja membuat dahi Aura langsung berkerut, tidak semudah itu pikir Aura ia akan termakan rayuan laki-laki setelah ia pernah patah hati sekali. Hal itu sudah cukup untuk membuatnya berpengalaman dalam hal percintaan.

Tidak lama sampai lah mereka berdua di depan kosan Aura.

"Terimakasih sudah mengantarkan kupulang." Ucap Aura.

"Sebagai ucapan terima kasihmu, apa tidak sebaiknya kamu mempersilahkan aku mampir sebentar." Ucap Denis meminta imbalan terlihat raut wajah Aura yang menahan kesalnya, pikirannya sepertinya tambah menjadi jelek tentang Denis.

Namun, karena memikirkan kebaikan Denis yang sudah menemaninya seharian ini karena sakit, ia tidak ingin menumpahkan kata-kata kasar pada pria itu.

"Tapi setelah ini aku mau langsung istirahat, kamu tidak ingin mengganggukukan. Siapa tahu nanti jika kamu ada di sini aku malah tidak bisa tidur dan aku malah tidak sembuh-sembuh." Jelas Aura.

"Ah benar juga," gumam Denis, sepertinya memikirkan ucapan Aura, ia tidak ingin melihat gadis itu sakit lagi dan itu yang ia rasakan sekarang.

"Baiklah, kalo begitu aku pulang dulu. Kapan-kapan saja aku akan mampir. Nanti jangan lupa makan, ah apa perlu aku bawakan makanan nanti." Ucap Denis terlihat berpikir.

"Tidak perlu Denis, hari ini aku sudah sangat berterima kasih karena kamu sudah menjagaku di klinik. Jadi kamu tidak perlu repot lagi." Ucap Aura.

"Tapi aku senang direpotkan olehmu," Denis terlihat tersenyum tulus dan Aura tersipu dibuatnya.

"Ah, Aura jangan baper hanya karena dia perhatian dan senyum seperti itu ke arahmu. Ia seperti itu kepada semua wanita." Batin Aura meyakinkannya untuk tidak menaruh simpati pada Denis.

"Sebaiknya kamu pulang saja sekarang, aku mau istirahat oke." Ucap Aura langsung berlari kecil memasuki kostannya.

Denis hanya tertawa kecil menanggapi Aura dan menyalakan motornya kemudian tancap gas meninggalkan area itu.

Di perjalanan Denis terlihat tersenyum kecil, ada perasaan senang dan bahagia dari lubuk hati dan suatu perasaan yang sudah lama ia tidak rasakan.

"Duh, kok aku jadi baper sih." Batin Aura kemudian ia teringat lagi dengan mantannya yang sudah menyelingkuhinya terlihat Aura memasang raut sedih di wajahnya lagi.

"Bagaimana bisa aku tertarik dengan laki-laki yang bahkan sudah sangat jelas kutahu jika dia itu seorang playboy yang mungkin lebih parah dari mantanku. Aura-Aura tidak bisakah kamu tertarik pada pria yang lebih baik lagi." Pikir Aura berdebat padanya dirinya sendiri. Karena di hatinya mulai ada nama Denis namun di sisi lain hatinya, ia masih kapok dengan pria seperti Denis. Aura tidak ingin memikirkan hal itu ia ingin fokus kuliah dan setelah itu ia mulai mengistirahatkan dirinya lagi agar cepat sembuh.

.

.

.

Malamnya ada sebuah pesan masuk di ponsel Aura dan ternyata itu dari Denis.

'Sudah makan belum?'

Sebuah pesan singkat dari Denis dan hal itu malah membuat Aura tersenyum dan tertawa. Entah mengapa ia malah mengingat pertanyaan simpel yang membuatnya bahagia di kala ia pernah jatuh cinta.

'Ini lagi makan.' Jawab Aura.

'Makan yang banyak biar sehat.' Denis membalas cepat pesan Aura.

'Tenang saja, nutrisiku kali ini terpenuhi kok.' Aura memberikan emot pada pesannya.

Dan malam itu terjadi percakapan panjang di antara mereka melalui pesan singkat dari ponsel mereka.

1
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Oke Kakak, siap🔥
total 1 replies
naning palupi
lanjut
DMus: Siap Kak, ditunggu yaa
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Oke Kak
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Oke Kak👍
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Siap Kak!🔥🔥🔥
total 1 replies
Wiwin Vivo
Di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Siap Kak!
total 1 replies
Wiwin Vivo
Di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Oke Kak
total 1 replies
Soli Khatin
semangat
DMus: Siap Kak🔥🔥

Terima Kasih
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siap Kak!!
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Siap Kak🔥
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siip Kak👍
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Oke Kak!
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siap Kak!
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Oke Kak🔥🔥🔥
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siip Kak
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak semangat
DMus: Siap Kak🔥🔥🔥
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Siap Kak!
total 1 replies
Ryunivers
kocak sue denis🤣🤣🤣🤣🤣 , malah membanggakan diri
DMus: Deniskan Narsis🤣🤣
total 1 replies
Ryunivers
Padahal cowoknya yg kesemsem
DMus: Salah Aura pokoknya
total 1 replies
Wiwin Vivo
di tunggu lanjutannya kakak
DMus: Oke Kak, terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!