"Andai waktu dapat di putar kembali,Aku ingin Kau tak pergi dari hidup Ku Von,,"
Vonny menatap Ku lama,,
"Tapi itu hal yang tidak ku ingin kan di dalam hidup Ku Juno!!
"Jika boleh memutar waktu Aku tidak ingin mengenal Mu apa lagi sampai jatuh hati pada Mu.
Kau yang membuang Ku,dan sekarang Kau yang mengemis pada Ku untuk kembali.
Tidak Kau ingat sakit nya Aku saat menghadapi sikap Mu yang semau nya???
Kata-kata itu yang jelas teringat di ingatan ku.Saat Vonny bertemu dengan ku kembali.
Aku akui Aku dahulu memang begitu jahat pada nya.Aku telah menyia-nyiakan gadis yang sangat mencinta i Ku.
Hingga akhir nya Aku sadar jika Memang Dia yang terbaik hadir di dalam hidup Ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adena_ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Aku memandangi CS di depan ku saat ini.
Jadi pacar nya Juno bekerja di bank ini,Aku pikir Ia mempunyai jabatan yang tinggi sehingga membuat Juno begitu suka pada nya.
Ternyata cuma Counter di salah satu bank swasta.
Ia tersenyum saat melihat ku.
Aku memalingkan wajah ku,sebaik nya Aku pura-pura tidak mengenalnya.
Entah kenapa Aku menjadi kesal saat melihat nya,teringat jelas oleh ku bagaimana Juno begitu bangga nya menceritakan Ia kemarin di hadapan ku.
Tanpa Juno tahu Ia sudah membuat mu cemburu.
Aku memang jatuh hati pada Juno,entah kapan rasa ini muncul.Aku merasa begitu nyaman dengan nya.
Memang banyak pria yang mencoba mendekati ku setelah mereka tahu status single ku sekarang.Tapi tidak ada yang membuat ku suka seperti menyukai Juno.
Aku begitu menyukai sosok Juno,Aku selalu ingin dekat dengan nya.Terkadang aku sering mencari alasan agar bisa bersama nya.
Dan tentu saja Ia tidak bisa menolak nya karena Ia adalah bawahan ku.Tentu saja Ia takut untuk berurusan dengan ku.
Aku mencoba mengirimi Juno sebuah pesan.
"Juno kamu di mana?bisa jemput saya tidak sekarang."Aku mengirimi Ia sebuah pesan.
Tak lama ponsel ku pun berbunyi.
"Jemput di mana nit?"Juno membalas pesan ku.
Aku pun mengirimi Ia alamat bank kantor pacar nya Juno.Aku ingin lihat reaksi Juno apakah Ia akan datang menjemput ku.
"Baik nit,Aku segera ke sana."Juno membalas lagi.
Bagus lah jika Juno akan ke sini.Memang sekarang Juno yang membawa mobil ku.Bukan tanpa sebab,Aku mengijinkan Ia membawa mobil ku agar Ia bisa mengantar ku ke mana saja.
Jadi ia tidak bisa menolak ku.
Setelah selesai berurusan Aku masih duduk di ruangan tunggu.Aku sengaja duduk di sini agar saat Juno masuk ke dalam menjemput ku wanita itu melihat nya.
Aku mengamati wanita itu saat melayani customer.Dia memang sangat cantik dan ramah.Sosok keibuan terpancar jelas dari mata nya.
Pantas saja jika Juno begitu nyaman dengan nya.
Tak berapa lama ponsel ku berbunyi.
Juno yang menelpon mu,seperti nya Ia sudah tiba di depan.
"Jun,masuk ke dalam ya.Parkirkan dulu mobil nya."Ucap ku pada Juno.
"Iya nit,aku akan ke dalam."Ucap nya pada ku.
Tak berapa lama Juno pun masuk.Wanita itu sempat kaget saat melihat Juno.Dan Juno pun tersenyum sambil melambaikan tangan pada wanita itu.
Wanita itu pun membalas senyuman pada Juno.
Sial,,
Kenapa malah aku menyaksikan ini semua.Bukan nya Aku mau membuat wanita itu cemburu.
"Hai nit,sudah siap?"Tanya Juno pada ku.
"Iya,ayo pergi sekarang."Ucap ku lagi.
"Kamu duluan saja ke mobil ya,Aku masih mau menunggu Vonny sebentar.tidak apa kan?"Ucap nya pada ku.
"Kamu mau apa?"Tanya ku penasaran.
Apa-apan ini kenapa malah dia yang membuat ku panas.
"Aku ingin memberi Ia cokelat kesukaan nya."Ucap Juno sambil tersenyum dan melihat ke arah Vonny.
"Baik lah aku akan duluan."Ucap ku ketus dan berlalu.
Aku benar-benar tidak berlalu.Aku berdiri dari kejauhan sambil mengamati mereka berdua.
Tak lama wanita itu memberi kode pada Juno.Seperti nya Ia sudah masuk jam istirahat juga.
Juno pun mengangguk dan menuju ke pintu keluar,Aku pun bergegas keluar dan menuju mobil.
Dari dalam mobil Aku melihat Juno menunggu wanita itu.Tak lama wanita itu muncul dan langsung memegang tangan Juno.
Juno memberikan Ia sebuah cokelat,tampak raut wajah bahagia dari Wajah wanita itu.
Aku pun membunyikan klakson tanda kesal karena melihat mereka berdua.
Dan Juno langsung melambaikan tangan pada ku memberikan isyarat bahwa akan secepat nya kembali.
Sial,,
Kenapa malah aku sekarang yang kepanasan karena melihat mereka.Bukan ini yang Aku ingin kan tadi.
Aku ingin melihat wanita itu marah dan bertengkar dengan Juno,bukan semakin mesra seperti ini.
Aku pun mengenal nafas karena kesal.
Seperti nya Aku harus mencari rencana lain untuk memisahkan mereka berdua.
Juno pun masuk ke dalam mobil.
"Maaf ya lama,Kita mau kemana lagi?"Ucap nya pada ku.
"Aku lapar,aku mau makan."Ucap ku pada Juno.
"Baik lah Aku akan mengantar ku kemana saja hari ini."Ucap nya sambil tersenyum pada ku.
"Benar,Kamu mau mengantar ku ke mana saja?"Ucap ku manja pada nya.
"Iya,kamu mau kemana?"Tanya nya lagi pada ku.
Aku pun mendekat ke arah nya.Ia terlihat kaget saat melihat ku begitu dekat dengan nya.
"Aku mau ke hati mu Juno."Ucap ku pada nya.
Terlihat Ia menelan ludah karena merasa gugup.Ekspresi muka nya begitu lucu.
Aku pun tertawa melihat nya.
"Juno,,Juno,,kamu lucu sekali."Ucap ku sambil tertawa.
Ia pun terlihat bengong menatap ku.
"Kamu sedang bercanda kan?"Ucap nya pada ku.
Aku masih tertawa melihat keluguan nya.
Seperti nya Ia memang lelaki yang polos yang belum tahu apa-apa.Jika Ia adalah lelaki pintar Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tadi.
"Nit,kamu jangan suka seperti itu,jantung ku mau copot rasa nya."Ucap nya sambil memegang dada nya.
"Mana sini coba aku dengar."Ucap ku sambil menempelkan telinga ku di dada nya.
Hmm,,dia mempunyai dada yang bidang.Pasti sangat enak jika di peluk oleh nya.Dan bau badan nya juga sangat wangi.
Pikiran ku pun langsung berpikir yang tidak-tidak tentang nya.
Anita,,sadar lah,,
Ingat kamu harus menjaga wibawa mu.Jangan terkesan seperti wanita murahan.
Aku pun melihat ke arah muka nya,terlihat Juno semakin gugup.
Aku suka melihat Ia seperti itu,Itu membuat ku semakin menyukai nya.
Aku merasa semakin tertantang untuk memiliki nya.
Lihat saja nanti,ia pasti akan jatuh ke pelukan ku.
*****
MATI AJA KELEN BERDUA