Masih tahap Revisi. Karya ini tamat namun ingin aku buka lagi agar bisa on going. Karena masih banyak permintaan update.
Jasson termangu saat menatap tubuh sang istri terpental jauh diatas mobil lalu di hempaskan ke jalan dengan darah yang sudah mengalir memenuhi jalan.
Ia menatap nanar dan bersumpah akan membalas setetes darah yang mengalir dari tubuh sang istri tercinta.
Nathalie terpental dan menyelamatkan sang suami Jasson.
Bagaimana kisah Nathalie dan Jasson
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Nathalie
Terlihat Jasson yang gelisah, Aleena bisa melihat itu dari jarinya Aleen bisa melihat nya.
"Kau gelisah, Yakinlah! Jika Nona Nathalie pasti akan baik-baik saja, lagian... Dalam kecelakaan besar ia bisa selamat karena ada kamu, dengan operasi kecil ini, aku yakin Nona Nathalie pasti bisa melewati nya, " ucap Aleena, Alena ingin menyentuh tangan Jasson, tapi ia urungkan, karena ia tahu saat ini ia benar-benar ingin berubah
"Kau tidak tahu, Len, bagaimana perasaan mj saat melihat kejadian tragis tepat di depan mataku, detak jantung ku seolah berhenti berdetak, hatiku hancur, nyawaku seakan lepas dari ragaku, sakit seakan seperti tertusuk beribu benda tajam, tapi menemukan pelakunya, amarah datang, Apaakh aku salah jika aku menghabisi mereka,? " Tanya Jason seraya menoleh kearah Aleena uang duduk di samping nya.
"Tidak, kau tidak salah, aku pasti akan melakukan hal yang sama jika aku ada di posisi mu," Ucap Alena dengan sangat yakin.
"Apalagi Nona Nathalie melakukan itu demi menyelamatkan nyawamu, " Ucap Aleena lirih.
Jasson menyeringai dalam diam, Di tengah kecemasan nya, Jasson juga merekam apa yang sudah Aleena katakan, tentu itu sudah terkirim pada orang tuanya.
******
"Kalian tahu kemana Mas Alex pergi?" Tanya Flora saat Santi masuk dan memberikan makanan untuk Flora
"Saya tidak tahu Nona, Tuan besar tadi menelfon, beliau menanyakan kabar Nona, saya bingung harus jawab bagaimana, sedangkan kesehatan Tuan besar saat ini kurang sehat, saya takut untuk mengabarkan Tuan besar tentang keadaan Nona, " Ucap Santi tertunduk.
"Aku baik-baik saja, Kau panggil kan aku dokter Kunal, katakan padanya jika aku butuh bantuannya, Jika aku seperti ini terus, aku akan benar - benar kehilangan akal sehatku, " Teriak Flora saat berada dalam kondisi sadar
"Baik, Nona. Akan saya hubungi Tuan Kunal, " Ucap Santi ketakutan
"Tapi Nona, sebaik nya anda makan lah dulu, sudah mulai kemaren Nona belum makan, " Ucap Santi membujuk Flora.
"Letakkan saja, " ucap Flora yang kini mulai dengan tatapan kosongnya. Mendengar ucapan Flora, Santi pun meletakkan makanannya di dekat Flora, lalu pergi meninggalkan Flora di dalam ruangannya.
Dalam diamnya Flora menetes kan air matanya, tubuh nya seakan lemah seketika. Sesak sangat terasa saat ia mengingat semua kejadian yang sudah ia lakukan, dari awal ia menggunakan Alexo, hingga saat ini ia menginginkan Jasson.
"Aaaa" Teriak Flora seraya menjambak rambut nya sendiri.
"Tega kau mas, habis manis sepah di buang, kau b*jingan Mas Alex, Kau selalu bermain perempuan di belakang ku...! " Teriak Flora histeris
Sedangkan di luar pembantu nya merasa sangat kasihan pada Flora
"Kalau seperti ini, kasihan sekali Nona Flora, Tuan Alex memang selalu main perempuan, baik disini mainan di luar negeri, tapi kita juga gak bisa menyalahkan tuan Alex, Nona Flora kasar begitu sama tuan, siapa yang betah coba, yang kalem saja di selingkuhi sama tuan Alex, " Ucap pembantu yang lumayan lama di kediaman Flora.
"Kalau tuan Alex memang b*ajing*an, semalam udah pasti dia akan melakukan hal yang tidak-tidak kan sama Santi, tapi nyata nya... Tuan tidak melakukan apapun padanya, bahkan yuan Alex memberikan uang dengan percuma pada Santi, " Ucap pembantu yang ke dua
"Pria kan emang begitu, awalnya modus, sok baik, sok kerena, nanti ujung-ujungnya kayak gitu, biar luluh si korbannya, " Ucap pembantu yang pertama seraya berlalu meninggal kan depan kamar yang kini menjadi tempat Flora di ikat di tepi ranjang.
*****
Di sisi lain, Alex merasa kesal dan marah.
"Sayang, kau kenapa? Bukankah kau yang tadi terdengar begitu terburu-buru, menag apresiasi sekarang kau terlihat begitu kesal, " Ucap wanita yang kini ada di samping tubuh Alex.
Wanita itu sudah tidak menggunakan sehelai kain pun, Alex bern*afsu hanya saja senjatanya tidak bisa berdiri tegak seperti biasanya.
"Arrgggghhhh, " Teriak Alex karena kesal
"Kenapa alat tempur ku malah gak bangun-bangun! " Ucap kesal Alex,
"Biar ku bantu sayang, " ucap wanita itu yang kini sudah berjongkok di antara kedua p*h*@ Alex, Benar saja... Wanita panggilan itu kini telah memberi serangan di senjata tempur milik Alex, Meskipun ada reaksi, tapi itu hanya sedikit lalu loyo kembali, hingga wanita itu menyerah.
"Mungkin kau kelelahan sayang, karna itu bisa mempengaruhi juga, " Ucap wanita itu seraya terus mengelus benda pusaka milik Alex.
"Mungkin kau benar, akhir-akhir ini aku banyak sekali pekerjaan dan juga pikiran, kau tahu... Istriku sudah stress, karena itulah aku lelah pikiran dan juga jiwa, " Ucap Alec seraya menyentuh buah yang menggelantung di dad*@ sang Wanita, sehingga sang wanita mengeluarkan suara irama umpan indah.
Namun Alex tak bisa menyembunyikan kecemasan nya. Benda pusakanya adalah harta satu-satunya untuk menjerat banyak wanita, tapi jika ia sudah tak hidup, apalah arti dari hidupnya.
******
Waktu berjalan dengan begitu cepat, Saat Jason dan Aleena menunggu, Suara langkah kaki terdengar mendekati kursi yang di duduki oleh Jasson dan Nathalie.
"Tuan, Bagaimana keadaan Nona,? " Tanya Agam saat berdiri di depan Jasson.
"Masih di dalam, lalu kau sendiri, bagaimana keadaan kantor, Pak Ruslan apa dia faham dengan alasan ku membatalkan pertemuan itu,? " Tanya Jasson
"Malah beliau sangat minta maaf, Jika beliau sampai marah, kemungkinan beliau akan datang ke rumah sakit nanti, " Ucap Agam
"Tuan, Nona Annisa ikut denganku, ada hal yang ia bicarakan degan anda, " Ucap Agam pada Jasson.
Saat Jasson ingin berkata, suara pintu terbuka membuat Jasson langsung berdiri dan menatap dokter itu.
"Bagaimana,? " Tanya Jasson
dokter itupun tersenyum pada Jasson seraya berkata
''Semuanya sesuai rencana tuan, Silahkan jika tuan ingin menemui Nona Nathalie, " ucap dokter wanita yang menangani Nathalie.
dokter Manda yang baru datang dari luar negeri hanya untuk menangani Nona Nathalie. Karena Jasson tidak ingin hal yang tidak di inginkan terjadi pada sang istri.
Jasson tersenyum mendengar ucapannya, tanpa berkata ia langsung masuk kedalam ruangan Nathalie, dan melihat wajah istrinya yang sudah di perban seluruhnya.
Jasson langsung memeluk sang istri yang masih terbaring.
"Aku mencintaimu, Sayang'' di kecup nya kening Nathalie degan begitu lama
''Karena aku, kau mengalami banyak hal, sakit... pasti sangat sakit ya, ?'' tanya Jasson yang di jawab dengan celengan kepala oleh Nathalie. Jasson menatap mata itu, Mata yang telah mengisi seluruh hati dan hidup nya.
Jasson tersenyum lalu melihat beberapa suster yang hendak keluar.
''Tuan sebentar lagi, Nona akan di pindahkan keruangan nya, '' ucap suster itu
''Baik, Sus,'' ucap Jasson tanpa melihat kearah suster yang sedari tadi menatap nya.
sayangnya terputus-putus .. mesti mengingat kembali bagian akhir yg dibaca
utk penulis ... diupayakan tuntas yaaah dalam menuangkan ide cerita .. Insya Allah akan lebih banyak lagi penggemar
semangat yaaa