Follow IG: harumini_12
“Percuma shalat, mainnya saja ke klub malam,” cibir Meri pada sang suami yang belum ada sehari menikahinya.
“Dari pada kamu, shalat tidak, ke klub malam iya,” celetuk Oza, seorang pria tampan, pemilik beberapa hotel bintang lima didalam dan juga luar negeri. Yang terpaksa menerima perjodohan yang dilakukan oleh sang mommy, dengan gadis yang ditemuinya di klub malam saat dia sedang menghadiri acara pesta ulang tahun rekan kerjanya.
mengingat keduanya bertemu pertama kali di sebuah klub malam, membuat keduanya salah paham, tanpa tahu yang sebenarnya terjadi. Mengingat lagi pertemuan keduanya di klub malam, mereka sama- sama sedang menghadiri pesta ulang tahun.
Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga yang bagaikan kucing dan anjing, akankah ada cinta yang tumbuh diantara keduanya dengan berjalannya waktu, atau sebaliknya, ketika mereka sama-sama memiliki pujaan hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undang-undang
"Kenapa aku tidak bisa mengendalikan tubuhku, oh Tuhan, hentikan i... ini, a... aku sungguh emm," Oza tidak jadi meneruskan ucapannya, saat hasrat di tubuhnya bener benar tidak bisa dikendalikan lagi, dan dia terus menghujami lubang kenikmatan milik sang istri, yang sedang mengeluarkan suara nan eksotis di bawah sana.
Tentu saja mendengar suara eksotis Meri sang istri, membuat Oza begitu semangat dan tidak ingin berhenti menggoyangkan pinggulnya menghujami daerah inti sang istri dari ritme sedang hingga ritme cepat.
"Suamiku, kenapa berhenti?" tanya Meri saat Oza menghentikan permainannya.
"Maaf istriku, aku harus melakukan ini,"
"Hey, kita ini sudah suami istri, tidak ada salahnya melakukan ini. Tidak ada undang undang yang dapat mempenjarakan suami istri, saat mereka sedang melakukan hubungan seperti ini, suamiku,"
"Kamu benar istriku, aku akan memulainya lagi," sambung Oza yang kembali menghujami inti pusat sang istri menggunakan senjata miliknya yang sudah tidak tahan untuk menyemburkan cairan cintanya dalam rahim sang istri.
Dari tempo lambat, sedang hingga sekarang tempo sangat cepat Oza mengoyangkan pinggulnya maju mundur, hingga dia tidak tahan lagi untuk segera mengeluarkan cairan cintanya di dalam rahim sang istri.
"Istriku, Meri. Oh em uhh," panggil Oza diakhiri dengan suara lenguhan, saat cairan cintanya benar benar sudah menyembur sempurna dalam rahim sang istri.
"Ih, berisik, apa apaan sih," kesal Meri saat dia mendengar suara Oza tepat ditelinganya, hingga tidur pulasnya terganggu, membuatnya langsung membuka kedua matanya.
Dan saat kedua bola matanya sudah membulat sempurna, Meri sangat terkejut, ketika mendapati, bukan dirinya yang memeluk tubuh sang suami, seperti semalam, tapi Oza lah yang masih tertidur sambil memeluknya dengan sangat erat.
"Woy, lepaskan aku!" seru Meri sambil menepuk tangan Oza yang sedang memeluknya.
Namun, tidak dapat membangunkan, membuat Meri kini ingin mendorong tubuh sang suami, tapi dia urungkan, dan sekarang di gantian dengan menautkan keningnya, saat area pinggangnya terasa basah membuatnya langsung meraba area yang basah.
"Oza!" teriak Meri dengan kencang, membuat mimpi nikmat Oza harus dia sudahi, saat kedua bola matanya sudah membulat sempurna. "Dasar jorok!" ujar Meri yang kini beranjak dari tidurnya, saat Oza menarik tangannya yang tadi memeluk tubuh Meri.
Dan sekarang Meri menoleh pada celana Oza, untuk memastikan jika dugaannya benar. "Ya ampun, Oza. Jorok sekali, sudah besar masih ngompol, dasar menjijikan," celetuk Meri saat melihat celana sang suami sudah basah.
Membuat Oza langsung beranjak dari tidurnya, untuk melihat celananya, yang memang sudah basah.
Membuat Oza langsung turun dari tempat tidur dan berlari menuju arah kamar mandi, meninggalkan Meri yang sedang mengerutu, saat pinggangnya dia kira terkena air kencing Oza.
Oza yang sudah berada didalam kamar mandi, langsung meraup wajahnya dan menggelengkan kepalanya, saat mengingat, ternyata dia hanya bermimpi sedang melakukan hubungan suami istri dengan Meri.
"Sudah tidak normal, tukang ngompol pula, dasar menjijikkan," cibir Meri saat Oza baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya.
Namun, Oza tidak ingin menanggapi cibiran Meri, dan melangkahkan kakinya menjauh dari pintu kamar mandi.
"Percuma otot sempurna macam roti sobek, tapi tidak normal, bukan hanya itu, tapi juga tukang ngompol, menjijikan sekali," cibir Meri yang sedang mengamati tubuh kekar sang suami yang menurutnya sempurna, apa lagi ada bulir bulir air yang belum sepenuhnya kering dari tubuh Oza, yang terlihat sungguh menggoda.
Dan Oza yang melewati dimana Meri sedang berdiri. Kini menghentikan langkahnya tepat di depannya, lalu membalik tubuhnya agar bisa menatapnya.
"Apa?!" tanya Meri seolah menantang. "Benar kan, apa yang aku katakan, jadi jangan marah, wek," Meri menjulurkan lidahnya, dan ingin melangkahkan kakinya, tapi tangannya langsung di cekal oleh Oza.
Bersambung...................
Hayo sudah hari senin, jangan lupa Vote mingguannya untuk Meri dan juga Oza ya Guys.
SELAMAT MENJALAN AKTIVITAS, HAPPY NICE DAY!
jagain tuh oza..
repot kl masih oleng
blom kapok ya tian jeblosin lgi k penjara aja tuuh dua2nyaa