NovelToon NovelToon
Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:98.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa

Assalamualaikum semua..

Ini karya othor yang ke lima ya.


Maulana Akbar seorang pria muda yang berprofesi sebagai tentara harus menerima nasib cinta yang terlambat di ungkapkan.

Sedari kecil ai sudah dijodohkan dengan seorang gadis dari seorang pemuda yang dulu pernah menyukai Mak nya.

Jalinan cinta monyet itu berlanjut ketika dewasa. Dimana mereka akan segera menikah ketika Lana pulang bertugas dari tugas abdi negara nya.

Tapi alangkah sayangnya, Lana terlambat. Gadis pujaannya harus menikah dengan orang lain.

Mampukah Lana menghadapi ujian hidup yang sedang menimpanya?

Mampukah Lana bertahan saat mengetahui jika gadis yang sedari kecil sudah ia cintai harus memohon dengan pemuda lain?

Inilah kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus kuat!

Maura sedari tiba masih saja termenung sambil memandangi seluruh isi kamar itu. Kamar bernuansa pink dan biru muda itu begitu mirip dengan kamarnya yang ada di rumah Abi Madan.

Sejenak ia tertegun namun air mata itu terus membasahi pipinya. Dari luar, ummi Hasna masih berdiri mematung disana mendengarkan suara isak tangis Maura yang begitu menyayat hati.

''Kamu harus kuat nak! Kamu pasti bisa! Ummi yakin itu! Pada saat kamu berhasil melewati ini semua, Ummi yakin. Calon suami mu pun akan datang untuk menjemput mu." gumam Ummi Hasna di sebalik pintu kamar Maura.

Wanita paruh baya itu mengusap bulir bening yang mengalir di pipi mulusnya. Ia berlalu meninggalkan pintu kamar Maura dan menuju ruang pribadi milik sang suami.

Sementara Maura masih saja terisak disana. "Abi.. hiks.. adek kangen Abi... Hiks.. bang Lana.. adek nggak kuat.. hiks.. hiks.." Isak Maura dengan menelungkup kan wajah di kedua lutut nya.

Masih dengan terisak, Maura merogoh ponselnya dan menghidupkan ponsel itu. Karena sedari kemarin, ponsel itu mati.

Sejak dimana Maulana melihatnya duduk bersanding bersama pemuda lain, ponsel itu ia matikan.

Maura takut, jika Maulana akan marah padanya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Maura membuka ponselnya dan melihat status dari pujaan hatinya saat ini.

"Selamat menempuh hidup baru, Dek.. semoga kamu bahagia bersama nya.. Jika kita berdua tidak di takdir kan bersama. Maka kedepannya kalau kita bertemu nanti, kita akan jadi sahabat baik ya?"

Status berikutnya Maura gilir lagi pada layar ponselnya.

"Jangan menangis .. jangan tangisi yang sudah pergi. Tapi berbahagialah dengan yang ada di depanmu! Sejauh apapun kamu melangkah, hanya dia lah tempat kamu kembali.." lirih Maura.

Bibir itu bergetar menahan tangis. Lagi ia gilir status milik Lana.

"Saat ini aku sudah tiba di perbatasan Antara Indonesia Dan Malaysia. Ku harap, dengan kepergian ku kesini, bisa menghilangkan sejenak rasa sesak di hati.." lagi, Maura menangis dan terisak.

"Hiks... Abang... adek mau Abang... bang Lana.. hiks.. hiks.."

Ia gilir lagi layar pada ponsel itu.

"Sejauh apapun kita melangkah Jika Memang dia adalah jodoh kita, pasti akan bertemu kembali pada saatnya nanti. Jalani takdir ini dengan lapang hati. Karena aku yakin, setiap sesuatu yang sudah tertulis tidak akan pernah tertukar dengan yang lain!"

"Hiks.. hiks.. bang Lana.." lirih Maura lagi masih dengan membaca status milik Lana.

Status terakhir Lana. "Tetap semangat! Dan harus kuat! Ada Allah bersama ku!!"

"Hiks.. Abi... bang Lana... adek mau bang Lana..." Isak Maura dengan memeluk ponsel itu begitu erat.

Saat ia masih larut dalam nestapa, ponselnya berdering. Maura melihat ponsel itu dan semakin menangis.

"Abi.. hiks.. Assalamualaikum... hiks .. hiks . Abi..." Isak Maura ketika sambungan ponsel itu sudah terhubung.

Abi Madan pun ikut menangis. Ternyata panggilan ponselnya yang ke seratus kali, barulah Maura mau mengangkat.

"Wa'alaikum salam sayang.. adek jangan nangis.. ada Abi disini.. Maulana pasti kembali kok. Kamu sabar ya? Ia hanya sedang bertugas. Tunggu dua tahun lagi. Saat hari itu tiba, Abi sendiri yang akan membawanya untuk menemui mu.." lirih Abi Madan.

Seakan ia tau kegelisahan yang terjadi pada Putri keduanya saat ini. "Hiks .. adek nggak kuat Abi.. adek mau bang Lana.. hiks.. aaa..aaa.. bang Lana...aaa.." Raung Maura begitu menyayat hati.

"Sabar sayang.. kamu harus kuat! Yakinlah pada Allah! Minta padanya di setiap sujud malam mu! Sebutkan nama Maulana dalam setiap doamu! Abi yakin, kamu pasti akan bersatu kembali dengannya.." lirih Abi Madan.

Ayah dan anak itu saling menangisi nasib mereka saat ini. Yang Abi Madan tidak tau adalah, jika Maura sekarang sedang berada di Bandung.

Mereka larut dalam tangisan yang begitu pilu. Dengan sambungan ponsel masih terhubung, membuat ayah dan anak itu saling berbagi rasa sakit saat mengingat seseorang nan jauh disana sedang bertugas.

"Benar kata Abi dan bang Lana. Aku harus kuat! Jika aku ingin mendampingi bang Lana sebagai istrinya, maka aku harus kuat! Aku tidak boleh cengeng! Aku akan melakukan perubahan pada diriku. Aku akan berlatih menahan diri agar tidak marah, berbicara santun dan berwibawa. Itu sikap dari bang Lana. Dan Jangan lupakan wajah datarnya itu." Maura terkekeh saat mengatakan hal itu. Begitu juga dengan Abi Madan.

"Aku akan merubah diriku menjadi tangguh, Abi. Lihat saja nanti. Pasti bang Lana akan terkejut melihatku!" imbuh nya sembari mengusap bulir bening yang terus mengalir dari sudut matanya.

"Ya, lakukan! Lakukan seperti apa yang kamu inginkan! Abi akan mendukung mu! Karena Abi tau, hanya kamu yang bisa mendampingi Lana nantinya. Abi percaya padamu, putriku!"

Semangat Maura terbakar saat ini. Ada penyemangat dari dua orang yang ia sayangi. Ia akan menjadi kuat dan tangguh seperti keinginan Lana dulu pada waktu mereka masih kecil.

"Aku akan memantaskan diriku sebelum bertemu dengan mu bang Lana. Sampai saat itu tiba, ku mohon. Jaga hatimu untukku! Akupun akan menjaga hatiku hanya untukmu. Sang pemilik hati yang sesungguhnya. Aku akan menunggu mu!"

Sekarang Maura harus bisa berubah menjadi tanggguh dan kuat. Menjadi seorang istri dari seorang tentara memang di tuntut harus kuat dan bisa segalanya.

Karena kita akan mendampingi seseorang yang akan melindungi negara hingga tetesan darah terakhir.

💕💕💕

Ini yang othor tau dari pengalaman othor selama ini ya. jika ada yang tidak sesuai, mohon maapkheun.. maklum kan saja.

Penulis amatir euuy.. 😁😁

1
Bapak Sunaryo
kok saya yg baca merasa tersakiti ya😡
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
keren
WaTea Sp
benar sekali itu
WaTea Sp
bener...curhat la sama Alloh dng hati yg lapang
WaTea Sp
bener banget. jng melupakanNya
uhuuyyyyyy
jangan pisahkan mrk thor😢
uhuuyyyyyy
woalah artinya Mak Labu itu wanita hamil alias bumil🤭
uhuuyyyyyy
nah kan bener tebakanku almira bukan anak nya abi Madan krn ummi nya sllu membela almira
uhuuyyyyyy
waah semakin seru aja
uhuuyyyyyy
apakah almira anaknya Abi Madan???
uhuuyyyyyy
semangaat bang Lana n kak Maura
uhuuyyyyyy
ooo berarti alif n amira sdh saling suka n cinta
wong jatim
tak gitu juga sesakit apa pun ya gitu juga kn agama nya dalem bget kok GK kayak orang ponpes ya alur cerita nya ..
Melisa Author: cerita ini memang nggak Othor sesuaikan dengan ponpes ya. Karena cerita ini fokus pada cerita Maulana nya. Kedua orang tua Maura hanya sebagai selingan saja. Dan banyak kok kejadian yang seperti itu di sekitar kita. Jangan kecewa 😁
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
😢😢😢
Selvi
ya othor kenapa nggak di lanjutkan lagi kisahnya Kinara di lapak ini
Melisa Author: Di sebelah aja kak. Udah banyak kok bab nya. Cus kepoin! lihat aja di akun menulis Othor! 😁
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
MAULANA..... mirip anakku, panggilannya thor🤭
Melisa Author: Nama anakku pun Maulana Kak. Dapat wangsit dari anak sendiri 😅😅
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
mampir thor
Melisa Author: Silahkan 😊
total 1 replies
Galuh Setya
ceritanya bagus thor. tapi disini kok kesel ya ma maura. kayak terlalu jagoan gitu, dan berusaha nyelesein s3muanya. berasa ingin jadi hero. tanpa ada diskusi dengan misua nya
Melisa Author: 🤣🤣🤣🤣 jangan marah sama othor! jangan santet online ye? 🤣🤣🤣
total 1 replies
nurhasanah
keren author... ditunggu cerita srlanjutnya 💪💪
Melisa Author: Terimakasih lah.. hehehe.. tersungging euuyy othor Nye! 😄😄😄
total 1 replies
Maya Puspita
Alhamdulillah ditunggu Thor kelanjutannya
Melisa Author: Tentu. pantengin terus ! hari ini kalau nggak ada halangan, othor akan crazy up!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!