Kiev Bhagaskara adalah selebriti lebih atas dari papan atas. Idola remaja itu telah bermetomorfosa sebagai pria idaman setiap wanita. Bukan hanya sukses menjadi musisi serta aktor profesional, pria itu berhasil merajai dunia bisnis dan disebut-sebut sebagai; The Celebrity CEO.
Sementara itu Rembulan Kivianisya mungkin merupakan supir truk paling menawan seantero negeri. Lain hal dengan Kiev yang bertemankan panggung megah, kilat kamera dan sorak penggemar yang bertalu, Kivia bersahabat dengan truk pengangkut hasil tambang, walkie talkie serta debu.
Sepuluh tahun yang lalu takdir memperkenalkan keduanya dalam sebuah pertemuan tak terduga. Dan di sanalah cerita mereka bermula.
----
ternyata kau bukan sekadar bayang yang singgah
kau menetap,
di sini
Inkina Oktari
The Celebrity CEO
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inkina oktari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Finally
Akhirnya Kiev menginjakkan kaki di Gedung Kesenian Balairung Sari Taman Budaya Banjarmasin. Tempat itu tampak ramai oleh jubelan penonton yang sedang menyaksikan pagelaran Karasminan Banua. Acara ini diisi oleh serangkaian pertunjukan tradisional Kalimantan Selatan, dari kesenian madihin, mamanda, tarian, teater, musik dan kesenian lainnya. info penting yang Kiev terima adalah, Kahada Taduh akan tampil dalam acara ini.
Kiev tampak begitu tampan mengenakan baju sasirangan lengan panjang. Baju sasirangan berwarna pelangi itu tampak sangat pas di tubuhnya. Banyak yang melihat ke arahnya tetapi mereka mungkin seperti yakin tak yakin mengenalinya sebagai Kiev Bhagaskara. Kiev berjalan sendiri seperti anak hilang. Namun, ia berusaha mengabaikan kesendiriannya dengan mengamati berbagai penampilan yang sedang dipertunjukkan. Membaur dengan para penonton yang lain.
Di sekitar panggung besar itu juga terdapat stand-stand yang teramat kental oleh kebudayaan suku Banjar. Dari pernak-pernik, pakaian, hingga makanan khas Banjar.
Sekarang sedang tampil seorang perempuan yang sedang menampilkan tarian selamat datang. Kalau tidak salah dengar, pembawa acara menyebutkan bahwa nama tarian ini adalah Tari Baksa Kambang. Penari itu bergerak begitu anggun dan gemulai.
Kiev tercenung saat pembawa acara kemudian mengumumkan bahwa Kahada Taduh akan segera tampil. Kiev dapat melihat beberapa orang laki-laki dan satu orang perempuan yang duduk bersimpuh di atas panggung. Instrumen musik panting mulai mengalun memanjakan telinga. Selain panting, terdapat alat pengiring lainnya yang terdiri dari alat musik babun, gong, biola, suling, ketipak dan tamburin.
Suara merdu sang penyanyi pun membawakan lagu Ampat si Ampat Lima karya H. Anang Ardiansyah.
Ampat si ampat lima kaka ai kuriding patah
Patah sabilah patah sabilah di higa lawang
Ampat si ampat lima kaka ai kutanding sudah
Kada manyama kada manyama nang baju habang
(Empat si empat lima kaka, kuriding patah
Patah sebilah, patah sebila di samping pintu
Empat si empat lima kaka, ku tanding sudah
Tidaklah sama tidaklah sama yang baju merah)
Ampat si ampat lima kaka ai kuriding patah
Patah sabilah patah sabilah di higa tajau
Ampat si ampat lima kaka ai kutanding sudah
Kada manyama kada manyama nang baju hijau
(Empat si empat lima kaka, kuriding patah
Patah sebilah, patah sebila di samping pintu
Empat si empat lima kaka, ku tanding sudah
Tidaklah sama tidaklah sama yang baju hijau)
Kiev berjalan ke depan, untuk melihat lebih jelas. Tiba-tiba, sebuah kerudung berwarna merah terang, melayang ke arahnya dan menutupi wajahnya.
“Maaf,” kata seorang perempuan pemilik kerudung itu. Ia mengenakan pakaian adat Galuh Banjar. Tangan Kiev bergerak melepas kerudung tipis itu dari wajahnya, hal pertama yang ia lihat adalah sepatu yang dikenakan orang di hadapannya. Sepatu berwarna abu-abu berkilauan ini....
Kiev mengangkat kepala secara perlahan. Kedua manik mata itu kemudian bersitatap satu sama lainnya.
Banyak urang nang maantar tapih
Salambar-lambar kada bakain
Banyak sudah urang nang mamilih
Jodohnya ... kada ka lain
(banyak orang ya mengantar sarung
selembar saja tidak (punya) kain
banyak sudah orang yang memilih
jodohnya tidak ke lain)
"Kivia...."
Mata Kivia membulat. "Kiev?"
bersambung
Gehehehehehe akhirnya jumpa jugo mereka. Gimana ya setelah lama nggak bertemu. Masihkah ada rasa itu? Hehehheheh.
find me on instagram : inkinaoktari
Jangan lupa like, komen dan vote yaaa gwhehhe.
romance.thriler.entertainer
ada unsur budaya kalimantan
pokoknya komplit
alurnya bagus
makasih