NovelToon NovelToon
Bad Girl Vs Ice Boy

Bad Girl Vs Ice Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: blue rose

Ig: @nabilakim28

"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-

Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.

Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?

"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-

Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!

Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?

Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keduapuluh

Aku bagaikan kincir angin kesepian, yang menunggu sang angin datang menyapa

-Gina Oktawinda Park-

S E L A M A T  M E M B A C A

"Kembalilah ke rumah! Saya tidak mau tau, kamu pulang sendiri ... atau saya yang membawamu pulang."

"Mom, don't leave me!"

"Kamu akan baik\-baik saja dengan papamu ...."

"A\-ku tidak mau! Appa jahat hiks!"

"Gin? Gina?" Panggil Chandra yang langsung membuyarkan lamunan Gina. Gina menoleh ke arah Chandra, gadis itu tersenyum lembut sebelum berkata, "ada apa kak?" Chandra mengarahkan pandangannya kembali ke jalan, "kamu ada masalah apa?" tanya Chandra kembali.

"Nggak ada masalah apa\-apa kok kak hehe ...."

Gina kembali ke lamunannya, seharusnya hari ini dia bahagia. Seharusnya dia bahagia karena bisa pergi ke acaranya Brian dengan pria idamannya. Seharusnya begitu kan? Tapi kenapa rasanya menyesakkan, apa karena ini mungkin jadi kali terakhir dia pergi bersama cowok yang selalu diidolakannya ini?

Gina sudah memutuskan kalau dia akan pulang ke rumahnya, rumah di mana ada ayahnya dan juga keluarga barunya. Dan sekarang dia sedang bingung bagaimana caranya untuk memberitahukan hal itu kepada Chandra. Dan apa reaksi Chandra setelah Gina memberitahukannya? Gina terlalu bingung.

Apa nanti saja? Ya nanti saja ....

Mobil Chandra berhenti tepat di depan kediaman keluarga besar Giliandra. Tempat di mana acara ulang tahun Brian dilakasanakan. Gina turun dari mobil, dan langsung dihadiahi tatapan kagum oleh orang lain yang menghadiri acara itu. Ya maklum saja, Gina terlihat sangat cantik malam ini. Dress biru laut yang sangat cocok dengan kulit putihnya, rambut yang dibiarkan diurai begitu saja dengan sedikit dibentuk wave diujungnya. Mereka bahkan tidak mengenali gadis beriris coklat itu. Mungkin karena mereka tidak tahu kalau gadis cupu yang selalu jadi korban bully ternyata secantik ini.

Kalau bukan karena Hera, sudah dipastikan Gina yang akan jadi pemeran utama wanita kali ini. Tapi sepertinya Gina masih kalah  cantik sedikit oleh badgirl, yang sekarang menyandang status sebagai pacar seorang Sean.

"GINA!" Nahkan orangnya datang juga. Hera yang muncul entah darimana langsung memeluk Gina. Hera terlihat sangat cantik didalam balutan dress berwarna peach. Sebenarnya gaun yang dipakai Hera tidak terlalu mewah, hanya saja wajah Hera lah yang membuat gaun yang biasa saja menjadi luar biasa.

"Acieee yang datang sama Chandra ...," goda Hera sambil menoel\-noel pipi gembul Gina.

"Dari pada jadi nyamuk di antara kamu dan kak Sean," balas Gina. Hera hanya memasang muka tanpa dosa.

"Trus lo udah bilang belum sama kak Chandra?" bisik Hera, dan mendapat gelengan kepala dari Gina. Gina awalnya berniat ingin memberitahukan hal itu. Dan jujur dia bingung mau bilang gimana. Masa dia bilang, 'kak! Aku suka sama kakak ... tapi aku harus pulang kampung untuk menghadiri perjodohanku. Jadi kalau kakak juga suka sama aku, kakak mau nggak bantu aku batalin perjodohanku?' Masa gitu? Kan lucu!

"Trus lo mau gitu dinikahin sama om\-om?" tanya Hera, sambil memasang wajah jijik, "Gak mau!" jawab Gina tegas.

"Nah itu ... nanti kalau kak Chandra gak mau, gue rela korbanin Henry untuk batalin perjodohan lo ...." kali ini Hera serius, tapi Gina hanya tertawa dengan ide absrudnya Hera.

"Gina nya aku ambil kembali yah ...."

"Eh?"

Chandra langsung menarik lengan Gina. Sebenarnya dia bingung dari tadi kedua gadis itu ngomong apa aja, sampai bisik\-bisik gitu. Tapi yah, dia gak sekepo itu untuk menanyakan hal itu.

Hera yang ditinggal sendiri hanya bisa kicep, kemudian dia kembali ke tempat Sean\-\-\- yang kelihatan sedang sibuk dengan teman\-temannya. "Sean ...." panggil Hera manja, tangannya melingkar begitu saja di lengan Sean. "Udah selesai bicaranya dengan Gina?" tanya Sean, Hera langsung mengangguk lucu. Brian yang melihat adegan mesra dua sejoli itu hanya bisa mengerutkan keningnya ... jujur dia terlalu kaget dan merinding melihat sisi Hera yang seperti anak kucing ketika berada di samping Sean.

"Lo punya kepribadian ganda ya Her?" Hera langsung menatap Brian tajam. Sementara Andrew hanya terkekeh geli melihat tingkah temannya itu.

"Ohhh jadi ini ya pacarnya Sean?" tanya seorang cowok tinggi. Hera baru sadar bahwa sedari tadi ada wajah asing di antara mereka. Cowok itu tampaknya berusia sama dengan mereka, senyumnya ramah dengan lesung pipi di pipi kanannya.

"Eh, Hera belum kenal Archandra kan? Ini Archandra sepupunya Brian ...." jelas Henry. Hera bersalaman dengan Archandra sambil tersenyum ramah, begitu pula sebaliknya.

"Hera,"

"Archandra,"

"Her, lo jangan tertipu dengan tampang polosnya ... dia ini sudah teridentifikasi lebih \*\*\*\*\*\* dari gue." Brian menjelaskan dengan sangat semangat. Archandra langsung menabok dengan cinta kepala Brian. "Lo juga sama aja Bambank! Gue mah udah tobat sejak sedetik yang lalu, kalau lo mah udah mendarah daging ... gak bakal bisa tobat." Ok, sekarang Hera udah tau kalau dua bersaudara ini memang ogebnya udah mendarah daging.

"Oh ya Chandra mana?" tanya Sean.

"Kemana lagi? Ya sama gebetannya lah," balas Henry.

"Hah? Chandra punya gebetan?" tanya seorang cewek cantik yang datang entah darimana. Hera tidak mengenal cewek berambut panjang itu, tapi sepertinya yang lain mengenalnya dengan sangat baik ... buktinya saja ekspresi wajah mereka langsung berubah ketika melihat cewek itu.

"Trus kenapa kalau Chandra punya gebetan? Lo pikir dia gak berhak bahagia?!" Brian tersenyum sinis ke arah cewek itu. "Udahlah, lo pikir Chandra itu boneka yang lo ambil saat lo suka ... trus lo buang saat lo udah bosan?" tambah Andrew. Suasana yang sebelumnya hangat akan guyonan dan candaan, sekarang menjadi dingin sejak ke datangan cewek itu. Mereka seperti tidak menyukai cewek itu, bahkan Sean yang awalnya mencair karena Hera, sekarang menjadi dingin lagi. Sebenarnya ada apa ini?

"Heh ... lo pada masih nyalahin gue untuk kejadian waktu itu kan? Bukan cuma gue yang salah, Chandra juga salah!" Cewek itu menekankan tiap kata yang dikatakannya. Sean tersenyum sinis, "kesalahan Chandra cuma karena dia terlalu percaya sama cewek gak tau diuntung kayak lo," ujar Sean datar. Muka cewek itu langsung memerah\-\- menahan amarah. Sumpah, Hera saja tidak habis pikir bahwa pacarnya yang paling hangat sedunia, ternyata kalau marah bisa sedingin ini.

Cewek itu mengepalkan tangannya sambil berlalu pergi. Dan Hera, beneran tidak mengerti situasi ini.

"Lo ngapain ngundang cewek itu?" tanya Archandra.

"Bukan gue yang undang!" bantah Brian.

"Cewek itu siapa sih?" Hera yang bingung akhirnya buka suara.

"Friska\-\-\-

\-\-\-mantannya Chandra."

                              💕💕💕

Chandra yang sedari tadi fokus menatap wajah Gina, akhirnya mendapat teguran dari Gina sendiri, "ihhh kakak kenapa liatin aku mulu sih? Kan aku malu," ujar Gina.

"habisnya kamu cantik sih." Entah apa yang merasuki Chandra untuk berkata seperti itu? Yang pasti sekarang muka Gina sudah memerah seperti tomat busuk.

Chandra sendiri bingung dengan dirinya sendiri. Dia tidak tahu bagaimana dirinya dapat menjadi orang lain, ketika bersama Gina ... jujur dia tidak mengerti. Hanya saja, tawa Gina yang polos selalu bisa menjadi moodmakernya. Chandra masih bingung dengan perasaannya sendiri ... atau sebenarnya dia hanya menolak mengakui perasaannya? Akan tetapi bayangan akan mantannya, masih muncul dikala dia ingin untuk melangkah lebih jauh.

"Wahh," ujar Gina kagum. Iris matanya yang berwarna coklat cerah itu, bersinar karena terkena lampu di acara ini. Matanya itu melihat penuh minat ke arah pemain piano yang tengah memainkan piano di samping kolam renang.

"Kamu suka?" tanya Chandra. Gina langsung mengangguk lucu. "Kamu bisa main piano?" tanya Chandra lagi. Gina langsung menoleh, dia seperti kaget mendapat pertanyaan seperti itu.

"Eh\-\-\- iya aku bisa ...." Piano adalah satu\-satunya hal baik yang bisa diingatnya, ketika dia bersama orang tuanya. Ibunya dulu sering bermain piano, dan akhirnya diapun mengikuti les piano ... dia hanya berharap suatu hari nanti dia dapat bermain piano bersama dengan ibunya. Namun sayang, ibunya bercerai dengan ayahnya ... dan dia akhirnya hanya bermain piano sendiri. Saat dia tinggal bersama orang tua Andrew, bibi sangat mensupport kemampuannya ... jadi dia diikutkan beberapa lomba piano, dan dia memenangkan semuanya. Ya, setidaknya ada kenangannya tentang piano ... yang membuatnya merasakan hari\-hari bahagia itu.

"Ikut aku." Chandra langsung menarik lengan Gina. Gina yang kebingungan hanya bisa mengangguk patuh.

Mereka berdua pergi ke arah samping kanan kolam renang, agak jauh memang dari pusat acara ... namun mereka masih dapat mendengar suara dari arah pesta. Gina terpana begitu melihat apa yang tersaji dihadapannya. Kolam air mancur dengan cahaya kebiruan setiap kali air menyembur keluar, dan sebuah\-\-\-\-piano?

"Kak, ini di mana?" tanya Gina. Matanya masih terpaku pada air mancur itu.

"Ini? Tempat bermain kami di rumah Brian." Chandra terkekeh kecil ketika mengatakannya, mungkin karena di sini terdapat beberapa kenangan lucu saat dia bersama 5 prince. Seperti saat Brian tercebur ke kolam, atau saat handphone baru Andrew jatuh ke kolam karena si bungsu Henry.

"Dan piano itu?" Gina menunjuk ke arah piano putih yang tertata rapi di samping kolam.

"Ah itu, itu pianonya Brian ... dia gak bisa main piano, tapi dia suka main\-\-\- walau permainannya sangat tidak baik untuk telinga. Dan sepertinya dia tidak keberatan jika kita meminjamnya sebentar," jelas Chandra. Chandra langsung berjalan ke arah piano putih itu. Dia duduk begitu saja di atas kursi panjang, dan langsung membuka penutup tuts piano.

Chandra menepuk tempat duduk di sampingnya, "ayo ke sini," ujarnya. Gina hanya mengangguk patuh, lalu berjalan ke arah piano. Gina duduk di samping Chandra. Ini adalah kali pertamanya duduk di depan piano setelah kabur dari rumah. Gina meletakkan jari\-jarinya di atas tuts piano, dan mulai menekannya lembut ... perlahan melodi indah mulai mengalun dari piano yang sebelumnya diam. Chandra kaget, dia tidak menyangka piano yang selama ini memperdengarkan nada\-nada aneh karena dimainkan oleh Brian ... sekarang memperdengarkannya alunan yang sangat indah. Dan sekarang Chandra menyadari satu hal ... Gina terlihat sangat cantik ketika bermain piano.

"Jelek ya?" tanya Gina diakhir permainannya. "Gak ... cantik ...." Chandra berkata seperti itu tanpa mengalihkan perhatiannya dari wajah Gina.

"Yang tadi lagu apa? Aku tidak pernah mendengarnya," ujar Chandra. Gina hanya tersenyum kaku, "für dich," jawab Gina dengan logat Jerman yang fasih. Gina memang keturnan Korea, tapi dia suka mempelajari bahasa lain juga ... dan Jerman adalah bahasa kesukaannya. "For you? Tapi aku tidak pernah mendengarnya ...." Chandra menatap Gina bingung. Gina hanya terkekeh dan berkata, "ini adalah lagu yang dibuat oleh pianis yang tidak terkenal ... dia membuatnya untuk ibunya, anak itu berharap dia dapat bermain piano dengan ibunya ketika dia sudah besar," jelas Gina. Dan Chandra hanya mengangguk mengerti.

Apa aku harus memberitahukannya sekarang? Lalu kira\-kira bagaimana reaksinya? \-Gina mengalami pergulatan batin.

Setelah Gina menetapkan hatinya, akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka suara.

"Kak Chandra,"

"Gina," seru mereka serentak.

"Ada apa?" tanya Chandra. Gina langsung berubah pucat basi, dia sebenarnya bingung ingin menjelaskan darimana ... dia bingung.

"A\-aku ma\-mau ngomongin sesuatu," ujarnya gugup. Chandra hanya menatapnya seperti mengisyaratkan: bicara saja.

"Se\-sebenarnya a\-aku\-\-\-" Omongan Gina berhenti karena ada suara panggilan memanggil Chandra.

"Chandra?!" Gina tidak mengenal cewek yang memanggil Chandra itu ... tapi sepertinya Chandra mengenalnya\-\-\- dengan sangat baik. Wajah Chandra langsung berubah pucat basi ketika melihat cewek itu.

"K\-kak Friska?" Iris mata Chandra menatap dalam ke arah wanita itu.

Sebenarnya ada apa ini? Dan ... siapa perempuan itu? \-Gina terus bertanya\-tanya dalam hati.

"Maaf a\-ku tidak tahu kamu sudah punya pacar, aku hanya ingin menyapa ... apa aku mengganggu?" tanya cewek itu dengan sok polos.

"Enggak," seru Chandra.

"Iya," itu jawaban Gina\-\-\- dalam hati tentunya.

"Selamat ya, kamu sudah punya pacar baru ... dan dia sangat cantik."

"Ah a\-aku bu\-\-\-" lagi dan lagi Gina tidak bisa meneruskan kalimatnya. Kali ini Chandra yang memotong kalimatnya, "kami tidak pacaran," jelas Chandra. Ya kan, mereka memang tidak punya hubungan apapun ... tapi kenapa? Kenapa Gina justru merasakan sakit ketika Chandra berbicara seperti itu ... apa dia benar\-benar tidak ada artinya dihidup Chandra?

"Kamu bohong Chandra, kamu gak mungkin bisa dekat banget sama cewek kalau tidak punya perasaan apapun," ujar cewek itu dengan mata berkaca\-kaca. Lalu berbalik dan berjalan menjauh. Chandra langsung berdiri dari duduknya, "Friska!" panggil Chandra lalu langsung mengerjar cewek itu. Namun sebelum itu Chandra sempat menoleh ke arah Gina yang masih terduduk bingung\-\-\-\- atau sedih? Chandra menatap Gina dengan tatapan yang sulit diartikan. Gina hanya tersenyum manis, seperti mengisyaratkan: kejar saja, aku tidak apa\-apa ....

Chandra langsung mengejar wanita itu. Sementara itu, Gina yang ditinggalkan sendiri hanya bisa menatap kosong ke arah piano yang tadi dimainkannya. Tanpa di sadari air matanya jatuh lagi ... bodoh! Apa segitunya kah Gina tidak layak untuk dicintai? Ya, dia ini mungkin memang takdirnya ... hidupnya mungkin memang tidak bisa berjalan seperti maunya Gina.

"Kamu nggak apa\-apa?" tanya Andrew yang datang entah darimana, dia langsung duduk begitu saja di samping Gina\-\-\- yang sebelumnya adalah tempat Chandra.

"Gak ... bagaimana aku bisa nggak apa\-apa?" Gina menundukkan kepala di atas tuts piano yang telah tertutup.

"Kak ... apa aku benar\-benar tidak layak dicintai ya? Apa aku memang seharusnya gak usah sok\-sokan kabur aja?" Terdengar isakan pilu disela kalimatnya.

"Kata siapa? Kamu itu adekku yang paling berharga di dunia ...." Andrew mengelus pucuk rambut Gina lembut.

"Hehe, kakak yang terbaik ... tapi kak, sebenarnya ada yang tidak aku beritahu sama  kakak," ujar Gina. Andrew mengerutkan kaningnya, dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh adiknya itu.

"Aku sebenarnya, dijodohkan oleh appa," jelasnya.

\-TBC\-

1
...
sama andrew aja sis..
...
knp ya aku ngerasa kalau si X ini ada berada di sekitar mereka..
Queen Sha
ahhhciyeeee.... aauthorrr keseringan lihat drakor kayak aq juga
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
ntahlah, agak lain memang.

tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.
Novia Ayu Apriani
🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Oh si cntik Gina menyamar jadi cewek cupu ternyata...ckck..😅😅
Alvinda68
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Yang anehnya, Kenapa Gina harus baca buku ditempat itu? malam2 lagi..🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Kamu akan di jodohkan dgn Sean deh Hera 😂😜
Qaisaa Nazarudin
Cowok ini Sean kan temennya Henry??
Qaisaa Nazarudin
Whaat Hera baru kelas X? ku pikir kelas X1.. Tapi cerdas nih anak bisa masuk kelas IPA ..
Qaisaa Nazarudin
Asem🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Sekolah lama kak Rendy kan itu 🤣🤣
Yuki azura
kk boleh masukin aku ke grup chat
Riska Auliaa
Y
f1q.x3a
aaa gemes😭
f1q.x3a
adik ipar😂✨
Uma Hidayah
cocok...sesuai imajinasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!