Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit perhatian
Ardo pun mengantar Reva pulang ke rumah nya, awalnya Reva menolak karena dia masih ingin menunggu Rey datang.
Tapi akibat bujukan dari Ardo akhirnya dia pun ikut bersama Ardo.
Di tempat lain ****
"kenapa perasaan ku enggak enak begini ya? Seperti ada sesuatu yang belum kuselesaikan " batin Rey.
" Rey ayo makan nanti keburu dingin kan jadi enggak enak!" ucap Cantika menyadarkan Rey dari lamunan nya.
Author pov
Setelah Rey dan Cantika pergi meninggalkan Reva sendiri di taman itu mereka tidak langsung pulang, Cantika memaksa Rey untuk ikut jalan jalan dengan nya selama satu hari ini, Rey pun menerima nya saja bahkan dia lupa kalau dia sudah meninggalkan Reva sendiri di taman, entah lah mungkin dia tidak ingat atau karena sebegitu tidak penting nya reva kita tidak tau.
Pov end
Rey mencoba mengingat nngingat kejadian yang dialami nya sedari pagi dan...
"ah sial gue lupa kalau Reva masih ada di taman bermain " batin Rey.
" Cantika aku pergi dulu ya aku lupa jemput Reva di taman bermain tadi." ucap Rey berdiri dan pergi meninggalkan Cantika.
Cantika hanya menatap nanar punggung Rey yang menjauh dari nya itu.
*****
Di perjalanan, Rey sudah tidak tenang, bagaimana tidak, dia meninggalkan kan Reva hampir enam jam dan insiden di taman kemarin masih terngiang dia pikiran Rey.
Sesampainya ditaman Reva sudah tidak ada lagi di bangku tersebut. Dia meneriaki nama Reva namun nihil dia tidak mendapatkan hasil apa apa.
"aaaa sial kenapa gue gegabah begini sih." batin Rey sambil menendang udara yang ada di depan nya dan mengutuki kebodohan nya.
Rey mencoba menelepon Reva namun hasilnya sama, tidak mendapatkan apa apa
Rey terus mencari sampai hampir larut malam.
Dia mulai frustasi ditambah dengan guyuran hujan yang jatuh membasahi bumi yang juga ikut membasahi tubuh Rey,
Saat hendak ingin menelepon Morgan agar meminta bantuan seperti kemarin tiba tiba ada notifikasi masuk kedalam ponsel Rey.
Ting
( Reva udah ada dirumah lo tenang aja tadi gue yang ngantar dia) isi pesan dari nomor tidak dikenal
Rey hanya mengernyitkan dahi bingung siapa pengirim SMS ini.
Lo siapa kenapa bisa tau masalah Reva (send)
Tingg
Gue Ardo tadi gue ngeliat dia sendiri di taman jadi gue yang nganter dia.
Melihat balasan itu akhirnya Rey bergegas ke rumah dan mengecek apakah Reva benar benar sudah ada di rumah sekarang.
****
" lo kenapa enggak bilang bilang udah pulang, dan kenapa ponsel lo enggak bisa dihubungi? " tanya Rey dikamar melihat Reva sedang membaca buku diatas tempat tidur.
" Hp gue lowbet dan baru gue charger, lalu Reva bergegas pergi kk ruang ganti baju mengambil baju Rey dan handuk melihat Rey yang sudah basah kuyup.
"Ganti baju lo nanti lo masuk angin." ucap Reva memberikan handuk dan baju Rey dengan acuh dan bergegas kembali ke aktivitas nya semula.
" ada apa dengan dia? " batin Rey dan segera bergegas ke kamar mandi.
****
Reva hendak turun ke dapur karena dia merasa haus dan ingin mengambil air ke dapur ,namun langkah nya terhenti saat melihat ke arah ruang tamu, melihat Rey tertidur dengan posisi yang bisa membuat badan nya sakit.
Reva segera bergegas membetulkan badan Rey namun dia merasa badan Rey hangat.
"dlDia sakit " gumam Reva
Reva bergegas mengambil air dingin dan handuk putih untuk mengompres dahi Rey berharap dia bisa sembuh besok.
Karena sibuk nya dia merawat Rey sampai dia tidak sadar kalau dia ketiduran di ruang tamu dengan posisi berada di sampingan Rey sambil menopangkan kepala nya dengan kedua tangannya.
Keesokan pagi nya
Rey mengerjapkan mata nya menyesuaikan cahaya Yang masuk ke mata nya, dia merasa ada yang sedang menempel di dahi nya. Dia pun mengambil benda itu dan terkejut melihat Reva tertidur pulas di samping nya.
"*D*ia merawat gue semalaman?" batin Rey menatap lekat wajah yang tertidur pulas itu sambil menyentuh pucuk kepala Reva mengelus lembut kepala Reva.
Reva yang merasa terusik akhirnya bangun dan mendongkak saat merasakan ada sentuhan tangan di kepala nya.
Mata mereka bertemu, Reva menatap lekat lekat mata Rey seakan mengatakan bahwa ini adalah terakhir kali nya dia akan melihat bola mata hitam milik Rey, namun Reva segera memutuskan pertemuan mata tersebut dan berlalu pergi meninggalkan Rey tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Rey pun hanya menatap punggung Reva yang menjauh dari nya dan tidak bisa berkata apa apa lagi.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"