Catherin Amelia Anderson, seorang gadis muda yang kehilangan kekasihnya saat ia lulus SMA. Kekasihnya meninggal di karenakan kecelakaan yang sudah direncanakan oleh beberapa orang yang iri pada kekasihnya itu.
Sejak kematian kekasihnya itu, Rin menjadi seseorang yang pemurung, sering melamun, pendiam, sering mimpi buruk, dan jadi sangat menjaga jarak dengan laki laki.
Dia pergi ke London dan kuliah disana, dia berharap bisa melupakan kejadian kecelakaan itu.
Dia bisa dibilang wanita yang hampir mendekati kata sempurna. Semua yang ada pada dirinya adalah hal yang baik.
Takdirnya selalu berjalan lancar, namun tidak dengan takdir kisah cintanya....
Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, kecuali Tuhan.
Kisah cintanya yang pertama, berakhir dengan kematian kekasihnya itu, dan setelah itu dia tidak pernah jatuh cinta lagi.
Inilah kisah cintanya....
Cover by: Itrsnn_ (Pinterest)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LatteTea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Bangun
Leo menundukkan kepalanya kebawah lalu menaruhnya di ujung bed ranjang pasien....
" Plisss Rin lo bangun.... lo nggak kasian apa sama gue, gue sedih Rin lihat keadaan lo kayak gini terus. Bangun dong Rin, gue lama lama nangis nih", keluh Leo lagi....
Rin perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Leo yang menundukkan kepala....
" Kak", panggil Rin dengan suara serak dan lirih....
Leo yang mendengar itu sontak langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke Rin....
" Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya Rin sadar juga", syukur Leo....
" Lo nggak papa kan? ada yang sakit? atau lo perlu sesuatu?", tanya Leo bertubi tubi sambil panik....
Rin yang mendengar itu sontak langsung tertawa kecil....
" Kenapa lo ketawa?", tanya Leo sambil mengerutkan keningnya....
" Ya lucu aja lihat kakak tadi panik sambil nanya nanya terus ke aku, hhhhh", jawab Rin sambil di akhiri dengan tawa....
" Ya udah gue mau panggil dokter dulu, buat cek keadaan lo", ucap Leo lalu langsung keluar untuk memanggil dokter....
Tak lama kemudian Leo kembali dengan seorang dokter....
" Hai Rin, bagaimana keadaanmu?", sapa Dr. Roy....
" Hai dokter", sapaku balik....
Dokter langsung mengecek kondisi Rin....
" Alhamdulillah kamu udah bangun dari koma tapi kamu masih harus banyak istirahat ya Rin dan makan yang teratur. Supaya kamu bisa cepet pulih kembali", ucap Dr. Roy....
" Siap, makasih ya dokter ", jawabku....
" iya sama sama", jawab Dr. Roy....
" Ya udah saya permisi dulu ya", pamit Dr. Roy....
" Iya dokter", jawab Rin dan Leo....
Dokter lalu langsung keluar dari ruang rawat Rin....
" Dari tadi cuma kakak yang disini?", tanya Rin....
" Tadi sih ada banyak orang disini, cuma mereka lagi pada pulang dulu buat istirahat", jawab Leo....
" Terus kenapa kakak disini?", tanya Rin lagi....
" Gue disini tuh buat jagain lo Rin, kalau lo nggak mau ya udah gue pulang aja", jawab Leo lalu langsung berdiri dari duduknya akan pergi keluar....
Tapi Rin menahan tangan Leo....
" Kak jangan pulang, aku mau kok di jagain sama kakak", sahut Rin sambil menahan tangan Leo dan memasang muka sedih....
Leo langsung tersenyum karna melihat tingkah Rin....
Leo kembali duduk di kursi yang ada di samping kanan bed ranjang pasien....
Di luar hujan tiba tiba turun dengan deras....
Leo berdiri dari duduknya lalu langsung menuju jendela yang ada di ruang rawat Rin....
Dia menatap ke keluar jendela, lalu memejamkan matanya seolah menikmati suara hujan. Leo kembali membuka matanya lalu terus menatap ke keluar jendela, dia tersenyum. Dia benar benar menikmati hujan....
Rin melihat ke arah Leo sambil tersenyum....
" Pluviophile", ucap Rin sambil tersenyum....
Leo melihat ke arah Rin....
Rin tersenyum lalu berkata " Itu adalah sebutan bagi orang orang pengagum hujan"....
Leo tersenyum lalu kembali menatap ke keluar jendela, dia menikmati hujan yang turun....
Setelah dia puas memandangi hujan, Leo kembali duduk di tempatnya tadi....
" Saat hujan turun aku merasakan sebuah kedamaian dan kebahagiaan. Seolah ada yang spesial saat hujan turun", ucap Leo sambil tersenyum....
Suster masuk membawa makanan juga air minum, lalu langsung pergi....
Leo mengambil mangkok yang berisi makanan tersebut....
" Biar gue yang suapin, cepet buka mulut lo", perintah Leo menyodorkan sendok yang berisi makanan tepat di depan mulut Rin....
" Aku makan sendiri aja kak", sahut Rin....
" Ini perintah bukan pertanyaan", jawab Leo....
Rin menghela nafas lalu menuruti perintah Leo untuk membuka mulutnya....
Akhirnya sendok yang berisi makanan masuk kedalam mulut Rin....
" Sebenarnya lo kemarin itu kenapa bisa gitu sih?", tanya Leo sambil terus menyuapi Rin....
" Aku juga nggak tau kak, intinya kemarin itu tiba tiba ada yang mukul punggungku terus orang itu terus nyerang sampek akhirnya aku pingsan", jawab Rin sambil terus mengunyah....
" Terus lo kemarin dari mana malem malem?", tanya Leo lagi....
" Aku itu habis ketemu sama Kak Adrian di cafe sebelah gedung apartemen kita", jawab Rin....
" Emang ngapain ketemuan?", tanya Leo....
" Ada deh, rahasia dong", jawab Rin sambil tertawa kecil....
" Cih... ya udah kalau nggak mau cerita", ucap Leo sambil kesal dan marah juga langsung membuang mukanya ke samping....
" Kakak marah ya sama aku", ucap Rin dengan raut muka sedih dan takut....
Leo menghela nafas panjang untuk meredakan rasa kesal dan marahnya....
Dia kembali melihat ke arah Rin....
" Enggak, kakak nggak marah sama kamu", jawab Leo tersenyum kecil....
Rin tersenyum....
" Nih minum dulu", suruh Leo sambil menyodorkan gelas yang berisi air....
" Makasih kak", ucap Rin....
" hhmm", jawab Leo....
Lalu ada yang masuk ke ruang rawat Rin....
" Rin", panggil oma sambil menghampiri Rin....
" Oma", panggil Rin sambil memeluk omanya....
" Bagaimana kondisimu Rin?", tanya opa sambil menghampiri Rin....
" Aku udah nggak papa kok opa", jawab Rin....
Oma dan opa adalah orang tua dari Tirta Anderson....
* Wah, siapa ini?", tanya oma Rin sambil mengelus punggung Leo....
" Hallo oma, nama saya Leo. Saya teman Gilang dan Rin", sapa Leo dengan ramah....
" Yakin nih cuma temenan aja sama Rin?", goda oma....
" Iya oma", jawab Leo sambil pipinya sedikit merona....
" Oma dan opa kok bisa tau Rin ada disini?", tanya Rin....
" Tadi papa kamu telfon terus ngabarin kalau kamu lagi di rawat di Rumah Sakit", jawab oma....
Satu jam kemudian....
Mama Papa Rin, Anisa, dan anak AJK yang cewek akhirnya datang kembali ke Ruang Sakit....
" Alhamdulillah Rin, kamu akhirnya sadar juga", ucap mama....
" Iya ma", jawab Rin....
Lalu Gilang dan anak AJK yang sedang mencari pelakunya akhirnya datang ke ruang rawat Rin....
" Assalamualaikum", salam Gilang dan yang lain....
" Waalaikumsalam", jawab Rin dan keluarganya....
" Keadaan kamu gimana dek?", tanya Gilang sambil menghampiri Rin....
" Alhamdulillah kak, cuma aku masih harus pemulihan dulu", jawab Rin....
" Gilang apa pelakunya ketemu?", tanya Tirta dengan muka serius....
" Ketemu pa", jawab Gilang....
" Gerald seret dia kesini", suruh Gilang....
" Oke👌", jawab Gerald....
Gerald dan Erland keluar lalu masuk kembali sambil membawa pelakunya, Vera.....
Tangan Vera di borgol ke belakang....
" Ini pelakunya", ucap Erland....
" Siapa dia?", tanya Tirta....
" Namanya Vera, dia adalah mantan pacar Adrian. Adrian bilang dia ini juga sering meneror tunangannya, Hani", jelas Gilang....
" Ini data lengkapnya pa", ucap Gilang sambil menyodorkan sebuah map kepada Tirta....
Tirta membuka map itu lalu membacanya....
" Lepasin aku, kalau nggak aku bakal lapor ke papa ", teriak Vera....
" hhhmm... oh ini papanya", ucap Tirta sambil membaca mapnya ....
Tirta membisikkan sesuatu pada Gilang....
" Baik pa", jawab Gilang sambil mengangguk....
" Nih ngomong sama papa kamu", ucap Gilang sambil mengarahkan hpnya yang sedang ada panggilan Video Call ke arah Vera....
" Papa papa aku diculik", ucap Vera....
" Apa!! Kamu diculik. Siapa yang culik kamu? kamu sekarang dimana?", tanya papa Vera....
Gilang menghadapkan hpnya kepada Tirta, Papanya....
" Bapak tau saya kan. Besok bapak ke kantor saya dan kita batalkan kerja sama proyek kita, dan saya akan tarik investasi saya ke perusahaan bapak", ujar Tirta....
" A-Apa Pak Tirta!! maaf pak saya nggak tau, anak saya bikin salah apa pak?", tanya Papa Vera sambil gelagapan....
" Anakmu sudah mencelakai putriku dan dia akan terima pembalasannya, dia akan aku masukkan ke penjara", jawab Tirta lalu langsung mematikan Video Call nya....
Gilang mengembalikan hpnya ke saku....
" Apa masalahmu pada putriku?", tanya Tirta sambil menatap tajam ke Vera....
" Dia itu wanita ganjen, dasar murahan", ucap Vera sinis....
Rin yang mendengar itu langsung tidak kuasa menahan tangisnya....
Semua orang benar benar marah atas ucapan Vera....
Leo yang sedari tadi berdiri di samping Gilang langsung menghampiri Vera lalu menamparnya karna dia sudah tidak bisa menahan amarahnya....
Pllllaaakkk....
Suara tamparan Leo....
Semua orang diam membeku....
" Jaga ucapanmu, kalau kau berani mengatakan itu lagi maka akan kubunuh kau", ucap Leo dengan tatapan membunuh dan penuh amarah yang membuat Vera seketika ketakutan....
Tirta tersenyum puas melihat perlakuan Leo....
" Gilang bawa dia ke penjara, dan papa ingin dia membusuk di penjara", suruh Tirta....
" Baik pa", jawab Gilang....
" Gerald Erland seret dia", suruh Gilang....
" Oke👌", jawab Gerald dan Erland bersamaan....
Akhirnya Gilang, Gerald, dan Erland membawa Vera ke penjara....
" Mama ayo pergi", ajak Tirta....
" Mama sama Papa mau kemana?", tanya Rin....
" Mama, Papa, Anisa, oma, dan juga opa harus siapin pesta pernikahannya", jawab Ayu dengan lembut....
" oh, ya udah deh kalian pergi aja", jawab Rin....
" Kalian tidak latihan?", tanya Tirta kepada anak AJK....
" Oh iya kita harus latihan", ujar Kent karna teringat....
" Ya udah sana kalian latihan", sahut Tirta....
" Terus Rin disini sama siapa?", tanya Rin....
" Leo kamu tetap disini jagain Rin", ujar Tirta....
" Pa masak iya Kak Leo lagi yang nemenin aku, bosen tau pa ditemenin dia lagi", protes Rin....
" Udah kamu nurut aja sama papa ", jawab Tirta....
" Iya pa", jawab Rin....
Akhirnya semuanya pergi lagi, dan tinggallah Rin dan Leo yang masih berada dalam ruangan itu....
" Gue mau balik ke apartemen dulu, mau ganti baju. Lo mau titip sesuatu?", ucap Leo membuka obrolan....
" Tolong ambilin satu buku novel di rak buku kamar aku", jawab Rin....
" Buku yang mana?, lo kan punya banyak buku", tanya Leo lagi....
" Terserah kakak, mau ngambil yang mana aja. Tapi kakak pilih buku yang di rak nomor 2 dari atas", jawab Rin....
"Beneran terserah kan? nanti udah kubawa malah marah marah lagi ", tanya Leo memastikan....
" Iya kak, terserah", jawab Rin sambil ada penekanan....
" Oke oke", jawab Leo....
Leo melangkah menuju pintu tapi tiba tiba dia balik lagi lalu melangkah menuju bed ranjang pasien Rin....
" Aku pergi dulu ya, cuma bentar kok jadi jangan rindu sama aku ya", pesan Leo sambil mengedipkan mata kirinya....
Pipi Rin seketika langsung merona karna ucapan Leo....
" Ih kakak apaan sih☺️....Udah sana pergi pergi ", ucap Rin sambil memukul mukul Leo menggunakan bantal....
Leo langsung berlari kecil menuju pintu sambil masih menggoda Rin....
" Malu ya....Pipi kamu merah tuh kayak kepiting rebus. Hahaha 😂", goda Leo sambil di akhiri dengan tertawa lepas....
" Assalamualaikum", salamnya sambil tersenyum menggoda Rin dan tertawa kecil.... Lalu dia keluar dan menutup pintu....
" Waalaikumsalam", jawab Rin dengan pipi yang masih merona....
Bersambung....
See You....
Mau minta maaf ke pembaca karna kemarin nggak up....
Maaf ya, kemarin ada kesalahan teknis pas nulis jadinya kemarin nggak bisa up....
Sekali lagi maaf ya semuanya....
Dan jangan lupa untuk Like, vote, dan komen ya karna itu adalah sebuah bentuk dukungan dari kalian buat aku....
Terima kasih ^_^
semangat terus Thor 😊