NovelToon NovelToon
CINTA PRIA YANG KEJAM

CINTA PRIA YANG KEJAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Shafira adalah gadis yang di paksa menikah dengan pria yang di kenal dengan kekejamannya. hingga suatu hari pria itu jatuh cinta pada gadis itu karena kebaikan hati dari sang gadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENJERAT TINA

Ezra semakin dekat kepada Afika yang selalu memanjakannya. Ia sering menginap di apartemen Rendi dan tidur bersama dengan Afika yang membuat Rendi tak dapat bermesraan dengan Afika.

“Mami, malam ini aku akan menginap dan tidur bersama tante Afika ya!” Kata Ezra dengan polosnya.

“Hei, dalam seminggu ini kau selalu menginap disana! Berikanlah waktu untuk om Rendi berduaan dengan tante Afika.” Sahut Shafira.

“Mereka sering berdua diapartemennya, maka dari itu aku ingin menemani mereka disana.” Kata Ezra.

“Bukan itu maksud mami, nak!” Kata Shafira bingung menjelaskan pada bocah berusia 4 tahun.

“Hehehe, dengarkan papi, nak! Om Rendi dan tante Afika akan menikah, mereka sedang mempersiapkan diri untuk berumah tangga! Jadi kau jangan mengganggu mereka.” Ucap Edzard.

“Maksud papi, berumah tangga seperti papi dan mami?” Tanya Ezra.

“Iya! Setelah itu mereka akan tidur bersama dan memiliki anak yang pintar sepertimu.” Sahut Edzard lagi yang membuat Shafira malu dengan perkataannya.

“Kenapa kau harus bilang tidur bersama?” Bisik Shafira pada Edzard.

“Agar dia mengerti! Dengan begitu dia pasti tidak akan menginap disana lagi.” Sahut Edzard.

“Wajahmu sangat merah! Hehehe, apa kau malu dengan ucapanku barusan?” Tanya Edzard yang membuat Shafira semakin malu.

“Diamlah!” Sahut Shafira memalingkan wajahnya.

“Ezra, apa kau ingin seorang adik bayi?” Tanya Edzard sengaja memberikan kode pada Shafira.

“Tentu saja aku mau! Aku mau adik bayi perempuan.” Sahut Ezra.

“Hah, aku sangat lelah menghadapi pria-pria ini!” Gumam Shafira.

“Mami, ayo berikan aku adik perempuan!” Pinta Ezra.

“Kalau kau ingin adik, kau harus bersikap baik.” Kata Shafira.

“Iya, mami mu benar! Kau harus menjadi anak yang baik untuk tidak mengganggu papi dan mami saat di kamar, hehehehe.” Sahut Edzard.

“Edzard! Bisakah kau mengatakan hal-hal yang baik pada Ezra?” Teriak Shafira kesal.

“Aku selalu berkata baik pada Ezra.” Gumam Edzard.

“Mami, apa aku boleh menginap di rumah om Rendi?” Tanya Ezra lagi.

“Tidak boleh! Malam ini kau tidur di kamar mami.” Sahut Shafira.

“Hei, apa maksudmu? Itu tidak adil namanya! Bagaimana denganku, hah?” Tanya Edzrad.

“Bodo amat! Kau menyebalkan!” Sahut Shafira melangkah pergi.

“Hahahahahaha, kasihan papi.” Ucap Ezra menertawakan Edzard.

“Dasar kau, anak nakal!” Kata Edzrad menggelitiki putranya itu hingga tertawa terbahak-bahak.

Malam harinya setelah pulang dari kantornya, Rendi sangat lesu saat turun dari mobil dan menatap kearah jendela kamarnya dari luar apartemen.

“Huhuhuhu, Ezra pasti menginap lagi malam ini! Aku tidak bisa menikmati malam yang indah bersama Afika.” Gumam Rendi seakan malas masuk ke dalam apartemennya.

Rendi pun terus melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam ruang kamarnya.

“Kenapa aku tidak melihat siapapun disini? Kemana Afika?” Tanya Rendi celingak celinguk di kamar itu.

“Pasti sedang pergi membeli makanan bersama Ezra di market depan, sebaiknya aku mandi dan tidur saja!” Ucap Rendi lagi.

Saat Rendi membuka pintu kamar mandinya, ia melihat tubuh Afika yang sedang berendam di bathup dengan busa yang melimpah.

“Sayang, kau sudah pulang?” Sapa Afika dengan manisnya.

“Dimana Ezra? Bukannya setiap malam dia akan menginap disini?” Tanya Rendi.

“Ezra tidak menginap disini malam ini, Shafira melarangnya!” Sahut Afika.

“Kenapa?” Tanya Rendi.

Kemudian Afika bangun dan berjalan menuju Rendi dengan tubuh yang di penuhi busa.

“Karena malam ini hanya ada aku dan kau saja, sayang!” Bisik Afika menggoda Rendi.

“Wah, ini pasti akan menjadi malam yang indah!” Seru Rendi sangat bersemangat.

Rendi langsung menerkam tubuh Afika yang polos di bathup penuh dengan busa tersebut. Mereka berdua menghabiskan malam dengan penuh gairah sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai. Sementara Edzard sedang dongkol karena Shafira dan Ezra sangat nyenyak tidur di atas ranjang bersamanya.

“Huh, aku jadi tidak bisa memeluk Shafira! Hah, kepalaku sangat pusing menahannya!” Gerutu Edzard kesal.

“Shafira, Shafira! Ayo bangun, Shafira!” Bisik Edzard membangunkan istrinya itu.

“Eeemmm, ada apa? Kenapa kau belum tidur?” Tanya Shafira.

“Aku mau itu!” Gumam Edzard.

“Aku sangat ngantuk! Besok saja.” Sahut Shafira kembali tertidur.

“Ayo lah, lagian Ezra sudah tertidur nyenyak! Apa kau tega melihatku mengelusnya sendirian?” Ujar Edzrad.

“Hah, dasar pria!” Ucap Shafira menghela nafas panjang.

“Apa kau mau melakukannya disini? Kalau Ezra bangun bisa gawat!” Bisik Shafira.

“Dirumah ini begitu banyak kamar kosong.” Sahut Edzard langsung mengangkat tubuh Shafira dan membawanya ke salah satu kamar yang terdekat. Karena orang tuanya sedang kasamaran di kamar lain, tinggalah Ezra yang tidur sangat pulas di kamar itu sendirian.

 

*****

Keesokan harinya, Tina yang sedang menghabiskan waktunya untuk berbelanja, melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan orang yang dikenalnya.

“Bukankah itu Shafira? Tidak mungkin itu dia! Wanita itu sedang terkapar koma di ranjangnya.” Gumam Tina.

“Tapi dia sangat mirip sekali dengan Shafira.” Gumam Tina lagi yang begitu sangat penasaran.

Tina mulai mengikuti wanita itu kemanapun wanita itu pergi. Saat mengikutinya sampai kelorong jalanan yang sempit, Tina kehilangan jejak wanita yang diikutinya tersebut.

“Kemana wanita itu? Aku kehilangan jejaknya.” Kata Tina melihat kesana kemari.

“Sekarang waktunya! Tangkap dia!” Perintah Anton pada anak buahnya.

Dengan cepat anak buah Anton membius Tina dan membawanya masuk ke dalam mobil.

“Cepat jalan!” Perintah Anton lagi pada supir yang mengendarai mobil tersebut.

“Satu persatu, aku akan membalas semua perbuatan kalian padaku.” Kata Shafira melihat Tina yang sedang tak sadarkan diri di dalam mobil tersebut.

Tina pun di bawa ke sebuah gudang di tempat tante Ani di sekap, namun Tina di letakkan di sebuah ruangan yang berbeda dengannya. Gudang tersebut telah di rancang kedap suara oleh Edzard khusus untuk menyekap semua musuh-musuhnya sebelum diserahkan kepada polisi.

Sama seperti tante Ani, Tina pun di ikat kaki serta tanganya dan matanya di tutup oleh sehelai kain agar tak bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya. Tak lama kemudian, Tina pun tersadar dari obat bius yang membuatnya pingsan tadi.

“Aaahh, kepalaku sakit sekali!" Ucap Tina meringis kesakitan dan hendak menyentuh kepalanya, namun ia tak bisa karena kedua tangan dan kakinya terikat kuat oleh tali.

"Ada apa dengan tangan dan kakiku? Mataku juga tertutup.” Kata Tina berusaha berontak.

“Hei, siapa kalian? Kenapa kalian menculikku, hah?” Teriak Tina.

“Apa kau takut, Tina?” Tanya Shafira yang membuatnya terkejut.

“Kau? Siapa kau?” Teriak Tina lagi.

“Apa kau selama ini terlalu bahagia di atas penderitaanku sampai-sampai kau melupakan suaraku?” Sahut Shafira.

“Shafira! Tidak mungkin kau, Shafira! Shafira sedang terbaring koma akibat ulah pria yang dia cintai itu, hahahaha.” Kata Tina sambil tertawa.

Dengan penuh amarah, Shafira mencekik leher Tina sehingga membuatnya sulit bernafas.

“Kau sangat senang rupanya setelah berhasil menjebakku di kamar hotel itu!” Ucap Shafira naik pitam.

“Lepaskan aku! Aku akan mati.” Ucap Tina terbata-bata.

“Kau tidak boleh mati dengan mudah! Kau harus merasakan apa yang namanya tersiksa seperti kau telah membuatku tersiksa selama beberapa tahun yang lalu.” Sahut Shafira kemudian melepaskan cekikannya pada leher Tina.

“Uuhukk…uhuk! Kau pikir dengan mudah kau bisa membalasku, hah?” Teriak Tina menantang Shafira.

“Kau terlalu percaya diri, Tina! Kau lihat saja nanti, apa yang akan kau terima sebagai pembalasan atas semua yang telah kau lakukan selama ini.” Kata Shafira.

Shafira keluar dari ruangan itu dan menuju ke ruangan dimana tempat tante Ani.

“Hai, tante Ani! Apa kau sehat hari ini?” Kata Shafira pada tante Ani.

“Lepaskan aku!" Sahut tante Ani.

“Apa kau telah setuju untuk bekerja sama denganku menjebak Arnold, tante?” Tanya Shafira.

“Aku tidak akan pernah merubah pikiranku untuk bekerja sama dengan kalian!” Teriak tante Ani.

"Oh, begitu ya?" Sahut Shafira.

"Tante, apa kau tidak kasihan pada putramu yang sedang kebingungan mencarimu sendirian di luar sana? Bahkan Arnold tak mau membantunya sedikitpun." Kata Shafira mencari cara untuk mengelabui tante Ani.

"Apa kau bilang? Arnold tidak membantu Bobi?" Tanya tante Ani terkejut.

"Iya! Apa kalian berdua belum sadar juga, kalau selama ini kalian telah diperalat oleh Arnold demi tujuannya menjatuhkan Edzard? Jika dia sudah mencapai tujuannya, maka kalian berdua akan segera disingkirkan olehnya!" Kata Shafira.

"Itu tidak akan mungkin! Dia berjanji padaku, bahwa dia akan memberikan kami kehidupan yang mewah setelah dia berhasil mengambil semua miliknya yang sekarang berada di tangan Edzard." Sahut tante Ani.

"Hahaha, tante...tante! Jika dia memang menganggapmu, lalu dimana dia saat ini? Kenapa dia tidak datang dan menyelamatkanmu? Apa kau tau, kalau sekarang dia sedang bersenang-senang menikmati hari-harinya bersama Tina! Sedangkan kau hanya terikat disini dan putramu menjadi budak dirumahnya." Kata Shafira berupaya untuk mengadu domba tante Ani dan Arnold.

"Itu tidak mungkin!" Sahut tante Ani.

"Baiklah, jika kau tetap tidak ingin bekerja sama denganku disini! Aku akan bilang pada Edzard untuk menangkap putramu yang saat ini tak diperdulikan oleh Arnold!" Ancam Shafira.

Mendengar ancaman Shafira mengenai putranya, tante Ani menjadi gusar. Ia tak ingin sesuatu terjadi lagi pada Bobi.

"Jangan! Jangan suruh Edzard untuk menangkap Bobi! Edzrad pria yang kejam." Kata tante Ani memohon.

"Kalau kau tak mau itu terjadi, maka bekerja samalah denganku, tante!" Kata Shafira.

"Baiklah! Aku akan membongkar semua kejahatan Arnold yang aku ketahui." Kata tante Ani yang akhirnya menyerah.

“Bawakan aku alat perekam itu!” Ucap Anton yang sejak tadi berdiri di samping Shafira dan mendengarkan apa yang dikatakan tante Ani.

“Kalau begitu kita mulai, tante!” Ucap Shafira.

“Apa semua ini ada hubungannya dengan Arnold dan Tina?” Tanya Shafira.

“Semua diawali dengan kedatangan Lita mengabariku bahwa Bobi sedang sekarat dirumah sakit!” Sahut tante Ani.

“Apa? Lita?” Gumam Anton tak percaya karena kondisi Lita yang berada dirumah sakit jiwa.

“Saat itu Lita menangis dan membawaku melihat kondisi Bobi di rumah sakit! Disana sudah menunggu Arnold dan Tina yang akan menanggung semua biaya pengobatan Bobi, asalkan aku mau melakukan apapun yang mereka perintahkan padaku! Lita juga yang mempengaruhi aku untuk membalaskan dendam atas apa yang terjadi pada Bobi waktu itu.” Kata tante Ani lagi.

“Katakan padaku, apa lagi yang akan direncanakan Arnold dan Tina?” Tanya Shafira.

“Mereka berencana akan segera menyingkirkan Gani dan Eva, agar mereka dengan mudah untuk mengambil semua asset dan kekayaannya.” Jawab tante Ani.

“Bagaimana dengan Lita sekarang?" Tanya Shafira.

"Semenjak hari itu aku tak pernah bertemu dengan Lita lagi! Yang aku dengar dari Bobi, Lita sedang dirawat di rumah sakit jiwa karena tak kuasa menahan kesalnya terhadap Edzard yang telah menjebloskan ayahnya ke dalam penjara serta mengambil semua perusahaan milik ayahnya!" Sahut tante Ani.

"Baiklah! Untuk hari ini kurasa sudah cukup." Kata Shafira.

Tante Ani mendengar derap langkah kaki yang semakin menjauhinya.

"Shafira, kau mau kemana? Lepaskan aku!" Teriak tante Ani.

Bbbbrrraaakkkkkk.....

Terdengar suara pintu yang baru saja tertutup dengan keras. Tante Ani hanya bisa berdiam diri dalam ikatannya di dlaam ruangan itu.

1
Qaisaa Nazarudin
Noh siapa itu? Apa jangan2 itu Bobi yg sudah tantenya ikat jamin dgn duit Rp50 juta itu??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa kau gak pergi lihat aja, Mana tau ada org jahat dirimah itu..
Qaisaa Nazarudin
Hanya itu2 saja alesan ancamannya Edzard,Edzard belum bertemu buku dgn ruas lelaki yg bisa menyelamatkan Shafira dari cengkaman Edzard..😔😔
Qaisaa Nazarudin
Anton selalu benar👍🏻👍🏻👍🏻 Shafira itu wanita baik2,mana mau dia hamil anak luar nikah,Dasar pria gila..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu pasti kalung yg Edzard liat waktu Shafira menyelamatkan nya waktu itu..
Qaisaa Nazarudin
Sama aja bohong 🤣🤣🤣
Makanya lain kali baca dulu,ogeb..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Yup aku setuju, Di sini Shafira juga gak salah, Karena dia diancam oleh Bobi dan di manpaatin oleh Lita..
Qaisaa Nazarudin
Jfn bilang kalo itu Shafira..
Qaisaa Nazarudin
Haih raasain kau Bobi mampus aja bagus,Hidup juga gak berguna..😡
Qaisaa Nazarudin
Mungkin dr sini kelhilafan Edzard,Nih cewek ntar yg jd penghalang antara Edzard dan Syafira,,percaya deh..
Diana diana
ceritanya bagus , gak ngecewaiin
Diana diana
tamat juga . .
aku maraton loch bacanya . .
dan gak ngecewain . .
Diana diana
ceritanya bagus tapi sepi pengunjung ya . .
Diana diana
aaaah aku jd deg degan an euy
Diana diana
part nya sedikit tapi setiap part nya sangaaaaaaaat mengesankn . .
Diana diana
ap yg terjadi ya 6 tahun lalu . .
Diana diana
wkwkwkwk . .
Diana diana
wkwkwkwk . . ngakak liat tingkah mereka . .
Diana diana
bahaya klo sampe Kang Mus tau klo Safira d siksa c tuan kejam . . wkwkwkwk
Diana diana
aku yakin Shafira orangnya . .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!