Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epsd. 20. Angry Beauty
Epsd. 20. Angry Beauty
"Cherry berry strawberry mangga manalagi udahan dong nangisnya...," rayu Lucas hampir satu jam, pasalnya selepas Cherry sadar dia menyadari ada yang berbeda di tubuhnya. Menyadari hal itu Cherry langsung berteriak marah-marah dan menangis. Sedangkan Zahra dan Brandon hanya bisa menonton adegan mengenaskan yang dialami Lucas.
"Jangan dekat-dekat aku!" teriak Cherry menolak Lucas berada di hadapannya.
"Sekali lagi mendekat...ngek!" lanjutnya kali ini dengan tangan seolah menggorok leher.
Lucas yang melihatnya langsung merasa ngeri, wajah cantik Cherry mendadak berubah menjadi angry beauty. Dengan keberanian yang mulai menipis Lucas berusaha untuk menarik senyum di kedua ujung bibirnya.
"Cher.. aku tak bermaksud--" ucap Lucas terpotong akibat teriakan Cherry.
"Cari mati ternyata kamu om!" teriak Cherry dengan bola mata yang menonjol akan keluar. Lucas hanya bisa pasrah menerima nasibnya setelah ini. Berkali-kali dia menelan ludahnya sendiri, keringat dingin sudah mulai bercucuran membasahi seluruh wajahnya, bahkan AC yang berada di dalam kamarnya tak mampu lagi untuk mendinginkan ruang mereka.
"Baru kali ini aku lihat Lucas takut sama bocil," bisik Brandon di telinga Zahra.
"Aku juga baru lihat si Lucas kalah telak sama wanita berstatus putih abu-abu," sahut Zahra dengan berbisik pula.
"Kalian!" panggil Cherry membuat Brandon dan Zahra menoleh kearahnya.
"I--iya Cherr.." ucap Brandon terbata-bata karena merasa ngeri juga. Sedangkan Zahra hanya tersenyum.
"Aku mau Om dan tante untuk mengantarku pulang sekarang juga" ucap Cherry serius.
Bukannya menjawab Brandon malah melirik ke arah Lucas. Sudah pasti Brandon mendapatkan penolakan dari Lucas dengan gerakan isyaratnya. Melihat Brandon sedang melemparkan isyarat kearah Lucas, Cherry kembali berteriak memanggil Brandon sembari turun dari ranjang king size milik Lucas.
"Om... pokoknya antarkan aku pulang sekarang juga, aku takut serumah sama orang mesum" ucapnya melewati Lucas tanpa melirik nya sedikitpun.
"Cherry berry strawberry mangga manalagi... kita bisa bicarakan ini baik-baik, kamu ga perlu pergi dari rumah ini," ucap Lucas sembari mengejar Cherry yang berjalan terlebih dulu.
"Kita sudah menandatangani kontrak perjanjian, disitu tertulis kalau diantara kita tidak boleh saling menyentuh apapun. Tapi kenapa baru sehari Om sudah melanggarnya sih..," sahut Cherry sangat kesal, saking kesalnya dia sampai menghentakkan kakinya berkali-kali.
"Okey, aku akui aku salah tapi please Cherry jangan pergi. Bagaimana jika Ibumu menanyakanmu?" ucap Lucas pada akhirnya mampu membuat Cherry menghentikan langkahnya seketika.
'Ibu..' gumam Cherry dengan pelan.
"Apa yang harus aku sampaikan kepadanya jika beliau mengetahui kita tak bersama lagi?" Lucas memulai dengan dramatis.
"Bisa kamu bayangkan betapa sedihnya Ibu melihat kita seperti ini, apa kamu tak memikirkannya?" tambah Lucas mendramatisir.
Air mata Cherry tak bisa dibendung lagi punggungnya terlihat bergetar menandakan jika dia sedang menangis.
'Yes, berhasil' batin Lucas.
'Tak sesusah yang kupikirkan menaklukkan bocil ini' imbuhnya dalam hati.
Lucas perlahan mendekat, tangannya dengan pelan mengayun menyentuh pundak Cherry.
"Coba pikirkan lagi keputusanmu untuk keluar dari sini," rayu Lucas kembali.
"Sejak kapan Lucas punya ide kayak gini--" gerutu Brandon pelan tetapi dengan cepat sebuah capitan mendarat ke perutnya agar dia tak meneruskan gerutuannya.
"Sebaiknya diam saja kalau tak mau dipecat Lucas secepatnya" sahut Zahra pelan.
Brandon yang tadinya ingin marah mengurungkan niatnya, apa yang dikatakan Zahra ada benarnya. Jika Lucas sampai mendengar gerutuannya selesai sudah masa depannya. Fasilitas yang ada saat ini akan menjadi aset negara api kembali.
"Aku ga akan keluar tapi dengan satu syarat," ucap Cherry masih dengan bibir bergetar akibat menangis.
"Apa syaratnya? aku akan menebus semua nya jika itu mampu membuatmu tak keluar dari sini" sahut Lucas merasa tenang tak berpikir yang bukan-bukan, karena menurutnya Cherry hanya seorang anak sekolah yang masih bisa di bohongi.
Cherry berbalik berhadapan dengan Lucas, hidung mancung serta wajah kemerah-merahan akibat menangis itu menambah kesan cantik paripurna . Lucas sendiri entah mengapa tak mengedipkan mata sama sekali, tatapannya begitu intens seolah dewa amor sudah melepaskan panah asmara kepadanya.
Lucas tersenyum manis, dia masih mengira jika Cherry tak mungkin memberikan syarat yang berat kepadanya.
"Aku mau kaka berendam di bath up menggunakan es batu selama satu jam," ucap Cherry jelas dan lantang.
Ya Tuhan... cobaan apa lagi ini, emangnya gue pinguin.
Tawa Brandon dan Zahra seketika pecah mengisi ruangan yang beberapa menit lalu menegang. Tanpa memperdulikan Lucas, mereka berdua tertawa dengan renyahnya sampai-sampai Zahra kesakitan memegang perutnya.
Sedangkan Lucas hanya bisa menahan kesal melihat dia sahabatnya menertawakannya.
'Rasain lu.. elu pikir bisa apa main-main sama Cherry Jovanka Emillia' batin Cherry menertawai nasib Lucas.
"Cherr.. ga ada yang lain apa?" pinta Lucas.
"Ada option kedua"
"Apa itu?" tanya Lucas mulai bahagia.
"Berendam sama buaya" jawab Cherry dengan kesal lalu melewati Lucas yang sedang menjambak rambutnya sendiri.
*Flashback
"Cherr... Cherry berry strawberry bangun..," panggil Lucas sembari menepuk pipi Cherry perlahan.
"Maafin aku Cherr...," ucap Lucas sembari mengangkat tubuh Cherry keatas tempat tidurnya.
Maaf Cher, aku melanggar perjanjian kita untuk tidak menyentuhmu. Tetapi ini darurat aku tak mungkin membawamu menggunakan pakaian seperti ini, aku sangat tidak rela jika ada orang lain yang melihat sejengkal tubuhmu," Lucas masih bisa menggerutu dalam keadaan denting. Entah dia sadar atau tidak dengan ucapannya tetapi kisah cinta ini akan segera dimulai.
Dengan ragu-ragu, Lucas perlahan membuka bathrobe Cherry. Dengan mata yang pelan-pelan dia tutup sendiri tetapi masih bisa mengintip.
"Tuhan, ini sah saja dia istriku sah dimata agama" ucap Lucas dengan mantap.
Disaat dirinya mulai membuka bathrobe Cherry tangannya tak sengaja menyenggol aset kenyal milik Cherry. Lucas yang tadinya hanya mengintip perlahan matanya terbuka. Sebagai seorang pria normal tentunya Lucas menginginkannya, apalagi ini adalah malam pertama buat mereka. Meski Cherry belum memiliki rasa apapun kepada Lucas justru berbanding terbalik dengan Lucas. Dia mulai tertarik dengan Cherry dari awal pertama mereka bertemu, hanya saja Lucas belum menyadari semuanya. Lucas masih saja memikirkan Reta.
Lucas mencoba membuang perasaan mesumnya, namun sayangnya dia kalah dengan bujukan setan. Perlahan Lucas menyentuh bibir ranum Cherry dengan pelan, kemudian beralih kepada kedua gundukan kenyal yang ukurannya tak begitu besar. Lama Lucas menikmatinya tak sadar dia meninggalkan stempel merah disana.
"Maafkan aku sudah melanggar perjanjian kita," ucap Lucas kemudian menikmatinya sekali lagi. Hampir saja Lucas akan menikmati surga dunia, suara mobil Brandon dan Zahra terdengar. Lucas dengan terpaksa menyudahi semuanya tentunya dengan perasaan kesal. Namun setelah menyadari semuanya dan melihat banyaknya dia meninggalkan stempel merah, wajah Lucas menjadi merasa bersalah.
"Aku akan mempertanggung jawabkan semuanya,"
Bersambung....
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍