WARNING !! BANYAK TYPO...
MASIH PROSES PERBAIKAN PUEBI
Melody. Seorang wanita yang bekerja keras mendapatkan uang, demi bisa menyewa pengacara. Untuk membantu mendapatkan hak asuh anaknya, luciana.
Melodi tertarik bekerja di perusahaan yang menyediakan jasa ART dan baby sister. Dan siapa sangka, anak yang akan dia asuh adalah anak yang selalu datang ke kafe tempat ia bekerja. Hingga karena pekerjaan itulah, membuatnya terjerat cinta segitiga majikannya.
Kevin adalah seorang CEO perusahaan ternama. Dan saat melodi sudah menikah dengan kevin, mantan istri dari kevin datang dan menumbuhkan kembali perasaan kevin yang dulu begitu mencintai mantan istri nya.
Bagaimana kisahnya??
..
Novel ini fiksi dan murni hasil pemikiran sendiri. jika ada kesamaaan nama dan tokoh, itu murni suatu kebetulan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon idaa_nafishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maafkan kami han
" Kau sedang apa?" Kevin memeluk melodi dari belakang.
" ken, kau mengagetkan ku. Lepaskan ken, bagaimana jika anak² melihat." Melodi berusaha melepas tangan yang melingkar di pinggang nya.
" Tidak mau, aku masih sakit dan butuh vitamin." bisik kevin membuat melodi geli.
" Ehem... Maaf tuan muda." Suara han sukses membuat melodi berhasil melepaskan tangan kevin
" Bisa kah kau mengetuk pintu dulu han." Ketus kevin.
" Tapi disini tidak ada pintu tuan."
" Sekertaris han, apa kau ingin ikut makan siang bersama?." Tawar melodi.
" Tentu saja nona.... Kalau di ijinkan." Han melirik kevin yang menatapnya tajam.
" Ken..." Menatap kevin yang melotot pada han.
" Kalian duduklah, aku akan memanggil anak²." Ucap melodi meninggalkan kevin dan han.
Glek.. Han merasakan hawa mencekam setelah melodi pergi.
" Aaa... Tu..tuan sebaiknya aku makan diluar." Gugup han.
" Duduk!" Ketus kevin.
" Ada perlu apa kau kemari?."
" Aku mengkhawatir kan tuan, jadi aku datang untuk melihat apa tuan membutuhkan sesuatu."
" Ya kau benar han, aku sedang butuh sesuatu. akhir² ini aku merasa sesak di dada" Ucap kevin dengan suara yang mulai melunak.
" Apa sangat darurat?" Han dengan nada khawatir.
" Sepertinya sangat emergency."
" Apa perlu aku menghubungi dokter candra tuan?."
" Sepertinya begitu. Kemari lah han, sentuh dadaku." Kevin menarik tangan han.
" Apa kau merasakan nya han?"
" Merasakan apa tuan?, " han bingung.
" Ck, tidakkah kau merasakan getaran itu han?, seperti gempa bumi. Saat aku bersentuhan dengan melodi han."
" Tuan.. Kau sedang jatuh cinta." Ucap han dengan gembira
" Ya han, aku jatuh cinta han." Kevin tersenyum lebar.
" Selamat tuan, selamat. Kau sudah mencair tuan." Hendak memeluk kevin
" hei, apa maksud mu mencair?, kau kira aku manusia es??!!" Ketus kevin.
" Apa saja lah tuan, asal kau bahagia." Han tak kuasa menahan rasa gembira nya. Dia pun memeluk kevin.
Saat kedua nya asik berpelukan, melodi dan anak² datang. Dan terkejut.
" Momy, mereka sedang apa?" tanya riana.
" Mereka sedang berpelukan!" ketus kenan
" Tapi kenapa dengan paman han?" saut riana.
" Apa dady menyukai paman han?" Ucap briana.
" Kata bu guru, kalau dua orang dewasa saling berpelukan. Artinya mereka saling mencintai." Ucap kenan.
" Haaa..., apa dady lebih menyukai paman han daripada momy?" Riana memandang melodi yang menahan diri agar tidak tertawa.
Kevin dan han yang mendengar suara bisik², langsung melepaskan diri.
" Anak², kenapa berdiri di situ?, ayo kita makan." Ketus kevin menutupi rasa malu nya. Ia tau mereka pasti memikirkan hal yang tidak².
" Dady, apa kau akan menikahi paman han?" ucap riana.
" Ppffff...." Melodi menahan tawa nya, melihat han dan kevin melolot dengan perkataan riana.
" Sayang, kenapa kau bicara begitu?"
" Kami melihat dady berpelukan dengan paman han, kata bu guru dua orang dewasa yang berpelukan adalah sepasang kekasih." Timpal kenan santai.
" ppfff, hahahahah...." Melodi tertawa sambil memegangi perutnya.
" Momy, kenapa momy tertawa?!." Ketus kenan.
" Hahaha, maaf maaf sayang." Melodi mengelus rambut kenan.
" Jadi ...."
" Sayang paman tidak mencintai dady kalian, masak terong makan terong." Ucap han.
" Ha??, terong?. Apa itu terong momy?, memangnya terong bisa makan dirinya sendiri?" Ucap twins.
" Emmm... aaa... emmm..., dady akan menjelaskan, momy harus ke kamar mandi, tata titi tutu." Melodi berlari meninggalkan meja makan, namun bukan untuk ke kamar mandi, tapi menghindari pertanyaan dari twins.
" Han, kau membuatku dalam masalah, kenapa membicarakan sesuatu yang membuat jiwa kepo mereka meronta²." bisik tajam kevin pada han.
" Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja."
" Dad...?" Twins menatap kevin dengan tatapan membunuh.
" Mmm.. dahulu kala terong punya kaki dan tangan. Suatu hari mereka kelaparan dan terpaksa memakan saudara² nya sendiri." Karang kevin
" Tapi apa hubungannya dengan dady dan paman han?." Ucapan kenan berhasil membuat kevin menggaruk² kepalanya.
" Mmm, paman han yang akan menjelaskan. Benarkan han?" Kevin menepuk² bahu han.
" Aw... aw.. aduh.. sepertinya dady harus ke toilet. tata titi tutu." kevin melesat bagai jet.
" Paman...." Han mendapat tiga tatapan mematikan.
Habislah aku. Batin han.
..
..
..
..
..
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...