NovelToon NovelToon
The Mafia'S Obsession

The Mafia'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qisyfi Azhra

Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.

walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.

Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.

Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...

Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.

Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.

YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 (Splattered blood)

.....Happy Reading.....🙏🏻📖

H-19

Pagi Hari Kemudian.......

Pagi ini Shannon terbangun di jam 6 dan dia melihat dirinya berada dikamar Marcus, dia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.

Dia menatap Marcus yang tidur membelakanginya.

Shannon beranjak turun dari ranjang, dia berjalan menuju walk in closet mengambil pakaiannya dan kemudian langsung mandi.

Setelah 30 menit mandi, Shannon keluar dengan sebuah pakaian hitam yang terlihat sangat elegan saat dia pakai, dia pun duduk di meja rias dan mulai berias, dan sekitar pukul 7.15 dia selesai berias dia langsung mengaca dan melihat perutnya yang terlihat sedikit membuncit raut wajahnya yang tersenyum ceria berubah menjadi datar.

**Potret Calon Hot Mother nih\, cantiknya minta ampun ya**

"Kenapa tubuhku terlihat begitu besar, ah mungkin ini efek kehamilan..."Ucap Shannon, sebari pergi meninggalkan kamar.

Ternyata setelah tak lama Shannon pergi, Marcus terbangun dari tidurnya dan langsung pergi mandi.

Ruang Makan.

Saat sampai di meja makan, Shannon melihat sudah ada Lucas dan Shanni, Lucas terlihat begitu perhatian dan selalu mengusap kepala Shanni.

Shannon yang melihat itu terlihat kebingungan, namun dia tetap bersikap cool dan duduk seperti biasa.

"Minumlah dulu susu hamilnya, kasihan twins..."Ucap Lucas, lemah lembut.

Uhuuukkkk....uhuuukkkk....

Shannon yang sedang minum air putih pun sampai batuk mendengar Lucas berbicara lemah lembut kepada adiknya...

"Kakak tidak apa-apa?"Tanya Shanni, khawatir.

"Uhuukk, i-iya..."Jawab Shannon.

Tiba-tiba Marcus datang dan duduk dikursi utama, dia melihat suasana di ruangan seketika canggung akibat kedatangannya pun tidak memperdulikan hal itu.

Marcus begitu tampan dan seperti style yang dia gunakan hari ini serasi dengan pakaian yang digunakan oleh Shannon.

**Potret Hot daddy twins nih\, hot banget ya apalagi kalau gendong anak\, aaaahhh tambah hot👍**

"Morning dear..."Ucap Marcus, mencium kening Shannon.

"Morning too..."Jawab Shannon, datar.

Mereka semua pun memulai breakfast dengan kedataran dan kedinginan yang diciptakan oleh Marcus dan Shannon serta kehangatan dan kelembutan yang diciptakan Oleh Lucas dan Shanni.

Setelah breakfast selesai, Marcus dan Lucas pergi menuju kantor mereka masing, sedangkan Shannon pergi ke mall dan Shanni memutuskan untuk pergi ke rumah dr. Shanaz.

Siang Hari Kemudian.......

TC MALL.

Saat ini Shannon kelelahan habis shopping dan melihat perlengkapan baby, dia memutuskan pergi ke restaurant dan makan siang disana.

Tiba-tiba dia teringat Marcus, rasanya dia ingin makan disuapi oleh pria itu namun dia membuang pikiran itu jauh-jauh karena dia mencoba melupakan Marcus untuk memulai kehidupan barunya nanti.

"Ooohh Shannon lupakanlah Marcus, dia hanya daddy dari anakmu bukan kekasihmu apalagi suamimu..."Ucap Shannon, menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.

"Bolehkah aku duduk bersamamu Nona..."Ucap Seseorang yang mampu membuat Shannon terkejut.

Dia menoleh dan melihat seorang Pria berpakaian dokter sedang tersenyum menatapnya, melihat itu Shannon hanya menatap datar Pria itu.

"Apa tidak ada meja lain sehingga kau harus duduk disini..."Ucap Shannon, datar.

"Tidak, saya hanya ingin menemani anda..."Jawab Pria itu, tetap tersenyum.

"Silahkan..."Ucap Shannon, datar.

Pria itu tersenyum dan duduk berhadapan dengan Shannon, Dia tersenyum dan mengulurkan tangannya...

"Perkenalkan nama saya Ryan, nama anda siapa?"Tanya Ryan, tersenyum.

"Shannon..."Jawab Shannon, datar, tanpa membalas uluran tangan Ryan.

"Nama yang cantik seperti orangnya, Nona Shannon apakah anda sedang hamil?"Tanya Ryan, ramah.

"Yes..."Jawab Shannon, datar.

"Berarti anda sudah menikah?"Ucap Ryan, seolah bertanya.

"Yaa..."Jawab Shannon, asal.

'Wanita yang menarik! namun sayang dia sudah menikah, namun bukan Ryan jika tidak bisa merebut wanita dari kekasihnya...'Batin Ryan.

Shannon yang merasa kurang nyaman pun memanggil Waiter dia membayar semua pesanannya dan langsung pergi, dia merasa kurang nyaman dengan sosok Ryan, dia malah semakin merindukan Marcus.

Rumah Dr. Shanaz.

Shanni sedang makan siang di rumah dr. Shanaz, kedua orang tua dr. Shanaz begitu baik dan ramah hingga membuat Shanni nyaman.

"Oh ya berarti kamu itu tinggal di Mansion Torricelli dong sekarang?"Tanya Ibu Naura kepada Shanni.

"Iya aunty..."Jawab Shanni, tersenyum.

"Beruntung banget sih, jaga kesehatannya ya demi calon anaknya, kamu harus sembuh..."Ucap Ibu Naura memberikan semangat.

"Lain kali kalau kesini bawa sesuatu dong kayak mobil kan gitu Uncle senang, bercanda, bercanda..."Ucap Bapak Azzar, terkekeh.

"Hahahahah Uncle Azzar bercanda mulu dari tadi..."Tawa Shanni, menutup mulutnya sebari tertawa.

"Wah gayanya saja seperti bangsawan, kalau tertawa tutup mulut..."Puji Ibu Naura, tersenyum manis.

"Aunty bisa saja..."Ucap Shanni.

Sedangkan dr. Shanaz dari tadi hanya tersenyum saja melihat kedua orang tuanya dan pasien kesayangannya itu akrab.

TORRICELLI CORP.

Ruang Meeting.

Saat ini Marcus dan beberapa dewan perusahaan sedang meeting penting, suasana di ruangan begitu dingin dan tegang, wajah Marcus yang sangar diikuti tatapannya mampu membuat para petinggi perusahaan terdiam keringat dingin.

"Siapa yang bertanggung jawab?"Tanya Marcus, dingin.

"S-saya..."Ucap Salah satu petinggi perusahaan.

"Bagaimana bisa terjadi kegagalan pemasaran produk?"Tanya Marcus, dingin.

"S-saat itu kita bekerja hanya beberapa jam disaat itu juga tidak a-ada kejelasan dari Tuan dan Tuan Leo, hingga kami tidak tahu..."Ucap Pria itu.

"Jadi kau menyalahkan saya dan Leo..."Ucap Marcus, menatap tajam pria itu.

"T-tidak begitu t-tapi..."Ucap Pria itu terpotong.

"Saya fikir kau yang kurang teliti, KAU DIPECAT."Ucap Marcus, tegas.

Marcus berdiri dan berjalan pergi meninggalkan ruangan, saat dia berada didepan pintu dia diam dan berbalik dia berkata...

"Selesaikan masalah ini atau kalian semua dipecat..."Ucap Marcus, dingin.

Kemudian dia berjalan pergi diikuti Leo.

LC CORP.

Ruang CEO.

Saat ini Lucas sedang duduk dikursi kebesarannya sebari membaca berkas dari Hospitel, Tiba-tiba masuklah seorang wanita cantik dengan tampilan dress sederhana.

"Lucas..."Ucap Elly, tersenyum manis.

"Hi sayang..."Ucap Lucas, tersenyum.

Ellyna berjalan memasuki ruangan Lucas dia duduk dipangkuan Lucas sebari mengalungkan tangannya dileher Lucas.

"I miss you honey..."Ucap Ellyna, puppy eyes.

"I miss you too..."Jawab Lucas, terkesan cuek.

"Kamu kenapa?gak biasanya cuek sama aku begini..."Ucap Ellyna, turun dari pangkuan Lucas dan menatap kesal Lucas.

"Aku tidak apa-apa, bagaimana kondisi anakmu?"Tanya Lucas, datar.

"Anakmu?Lucas bukankah kau sudah menganggap anak ini sebagai anakmu juga, berarti ini anak kita Lucas..."Protes Ellyna, kesal.

'Cih, mana mungkin aku menganggap anak dari hasil perselingkuhan itu anakku, aku memiliki anakku sendiri dari wanita suci...'Batin Lucas, merasa jijik dengan Ellyna.

Selama ini Lucas tidak sepenuhnya memaafkan kesalahan Elly, namun dia mencoba memaafkan Elly tapi tidak dengan menjadi ayah dari anak yang dikandung Elly.

"Elly jika kau kesini hanya untuk menggangguku lebih baik kau pulang saja dan istirahat..."Ucap Lucas, tegas.

"Ooohh sekarang kamu berubah, okay aku pulang dan mulai saat ini jangan pernah cari aku lagi..."Ucap Elly, pergi.

"Untuk apa aku mencari ****** sepertimu..."Jawab Lucas, tegas.

Elly menahan tangisnya dan berlari pergi sebari memegangi kandungannya.

Malam Hari Kemudian.........

MANSION TORRICELLI.

Malam ini seluruh anggota keluarga sedang berkumpul di meja makan menunggu makanan disajikan, Shannon mengenakan piyama tidur merah mawar yang terkesan elegan saat dia pakai.

**Potret Shannon malam ini\, Si cantiknya Uncle Marcus😎**

Para maid sedang bolak balik meletakkan menu makan malam di meja makan, sedangkan bi Tini sedang menyiapkan susu hamil untuk kedua Nona Bumil.

"Kakak kau tahu tadi aku main kerumah dr. Shanaz dan kedua orang tuanya begitu ramah..."Ucap Shanni, tersenyum ceria.

"Siapa dr. Shanaz?apakah itu dr kandungan?"Tanya Shannon, mengerutkan dahinya.

"Bukan, dia dr segalanya...."Jawab Shanni.

Tiba-tiba bi Tini datang membawa nampan isi 2 cangkir susu, Pembicaraan mereka pun terhenti.

"Minumlah dulu susunya honey..."Ucap Marcus, mengusap kepala Shannon.

Shannon menganggukan kepalanya dan meminum susu itu, bersamaan juga Shanni meminum susunya, selama mereka minum susu mereka saling bercerita.

'Aku baru sadar jika Shanni itu begitu baik dan sopan, kenapa selama ini aku selalu bersikap dingin dan kasar padanya sampai memperkosanya dan membuatnya hamil...'Gumam Lucas yang masih cukup terdengar oleh Shanni.

Shanni yang mendengar itu menoleh dan menatap wajah Sangar Lucas, Shanni mengangkat bibirnya dan tersenyum tipis, dia berharap ini adalah sebuah mukjizat karena Lucas sudah mulai membuka hati untuknya.

"Pernikahan kita akan diselegarakan 2 minggu lagi, dan aku harap kalian berdua sudah siap..."Ucap Marcus, tegas.

"Kenapa kau tidak memberi tahuku sebelumnya?"Tanya Lucas, kesal.

"Untuk apa?akulah pemimpin keluarga ini jadi aku berhak menentukan keputusan apapun itu."Jawab Marcus, sombong.

"Ya itu benar, tapi masalah pribadiku itu ada ditanganku..."Ucap Lucas, sinis.

Marcus hanya menjawabnya dengan sebuah senyum miring mengerikan yang mampu membuat wajah Shannon dan Shanni yang menyaksikan perdebatan saudara sepupu itu pias.

"Ehhemm lebih baik kita mulai saja makan malamnya..."Ucap Shannon, canggung.

"Yes..."Sahut Shanni, elegan.

Mereka memulai makan malam dengan begitu dingin, raut wajah semuanya begitu datar dan dingin, setelah mereka selesai makan Marcus dan Lucas memutuskan pergi ke Markas karena terjadi sebuah masalah.

MARKAS MAFIA OF INDONESIAN.

Saat keduanya sampai di Markas, mereka melihat kondisi Markas yang begitu tidak genah, para Malfioso tergeletak di lantai dengan kondisi berlumuran darah disegala sisi dan tempat Markas.

Bangunan Markas pun terlihat gelap seperti mati lampu, Markas terlihat begitu berantakkan dan kacau.

Marcus dan Lucas berjalan pelan memasuki pagar Markas saat sampai didalam area Markas mereka melihat ada Levi dan beberapa malfioso lainnya yang selamat keluar dari Markas sama dengan banyak darah.

Mereka berlari pelan menuju Marcus dan Lucas.

"Apa yang terjadi?"Tanya Marcus, dingin.

"Team Dimtra mulai beraksi kembali Tuan, mereka membawa banyak pasukan malfioso dan menyerang Markas, saat itu pertahanan kami begitu kecil walau kami sudah meminta bantuan kepada pihak Di Markas singapura namun itu tetaplah lama..."Jelas, Levi, datar.

"Okay, mereka mulai beraksi kembali, jangan sampai Pria gila itu membawa Kayla..."Ucap Marcus, dingin dan serius.

"Bukankah Kayla dirawat di Singapura?kenapa pria itu malah menyerang Markas disini?"Tanya Lucas, serius.

"Ini caranya, jadi kita ikuti saja Congratulations on starting this game..."Ucap Marcus, seringai tipis namun menyeramkan.

"Levi lindungi seluruh keluarga Torricelli dari masalah ini, dan yang paling ketat dan utama adalah Shannon, Shanni dan Kayla..."Ucap Marcus, berjalan pergi memasuki Markas.

Lobby Markas.

Saat memasuki Markas Marcus melihat banyak mayit dimana-mana, dia merasa jijik dan kurang nyaman, dia pun pergi menuju ruang kerjanya.

Dan disusul oleh Lucas, Levi dan para malfioso.

"Levi, kirimkan sebuah surat untuknya 'Jika anda tidak ingin mati sia-sia maka temui Tuan saya besok di Markas..', Dan ingat jangan sampai dia tahu siapa pengirimnya aku ingin tahu apakah dia mengenal siapa orangnya..."Ucap Marcus, dingin.

"M, sepertinya Dimitri memang sudah begitu mencintai Kayla, kenapa tidak kau izinkan saja dia menikahi Kayla, bukankah dia juga mau bertanggung jawab..."Ucap Lucas, datar.

"Kau tidak lihat adikku itu terbaring tidak sadarkan diri karena perbuatan siapa?tentu saja pria gila itu..."Ucap Marcus, terlihat marah.

"Ya aku mengerti, hanya saja kufikir mungkin memang saat itu Dimitri tidak bermak---"Ucap Lucas terpotong.

"Aku tidak suka dibantah L."Ucap Marcus, menatap tajam Lucas.

"Okay baiklah..."Jawab Lucas, mengalah.

MANSION TORRICELLI.

Kamar Shannon.

Shannon sedang duduk dikursi panjang di balkon sebari mengotak atik ponselnya, tiba-tiba ada yang menelphonenya dan itu adalah asistennya yaitu Alexa.

Call : Asisten Alexa

📞Alexa : Hello Nona Shannon, saya sudah mendapatkan informasinya Nona...

📞Shannon : Really?siapa?

📞Alexa : Dia bernama Ellyna Amora, dia bukanlah wanita dari kalangan atas, dia biasa-biasa saja, dia wanita yang baik dan ramah namun dia tidak setia Nona, Dia memiliki kekasih lain selain Tuan Lucas dan baru-baru ini Tuan Lucas mengetahui jika kekasihnya itu selingkuh.

📞Shannon : Heh, wanita ****** saja belagu, baiklah kau hancurkan keluarganya bahkan bila perlu buang wanita murahan itu ke kutub utara biar mati dia disana..

📞Alexa : Baik Nona, Oh ya keberangkattan anda ke Italia jadi?

📞Shannon : Tidak jadi, kau kirimkan saja keberangkatanku dan Shanni ke singapura.

📞Alexa : Baik🙏🏻

Sambungan telphone pun terputus, Shannon melempar ponselnya kekursi samping, dia benar-benar marah mendengar kabar tidak mengenakan ini.

Dia pun berjalan masuk kekamar, mengunci pintu balkon, dan berbaring di ranjang Guccinya itu, dia memejamkan mata dan berusaha tidur.

Kamar Shanni.

Sedangkan di kamarnya Shanni sedang menggunakan skincare sebari mendengarkan music, dia sesekali mengelus perutnya...

Dia begitu bahagia menanti sang anak lahir kedunia, walau dia tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak.

"Skincare ini bagus, tapi ini terlalu ribet cara pakainya..."Dumel Shanni sebari memakaikan skincare ke wajahnya.

Setelah beberapa menit skincare-an, Shanni pun bersiap untuk tidur cantik dia berbaring di ranjang mewahnya dan mulai memejamkan matanya, tak butuh waktu lama dia segera masuk ke alam mimpi.

To be continue.

Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊

Terimakasih🙏🏻

1
Qiss Nur Qhaisara
benar menjijikkan sih
Dwi Andini
lanjutkan kk
asri3utami
visualnya si maximo lagi, jadi tambah suka 😁😁
asri3utami
cerita nya agak mirip 365 days, tapi tetep suka 😄
Sitiaisyah Putri
kayaknya seruu nih
Gemilang Adja
katanya Marcus cinta sama Shanon tapi ini kok malah sering bercinta sama Tiara,jadi bingung saya...,.
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih Kak🙏
total 1 replies
Sun
alvin lebih ganteng
Aisyah Suyuti
menarik
Claudya Imelda
ini mana lanjutnya
Ade Hariani
di translet dong tor
👠Queen inces👠
aisss nggak beber nih ceritax
kok gitu sih

pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Nur Halipa
ribet nya alur cerita nya...
Nur Halipa
terlalu blak blakan alur cerita nya...
Nur Halipa
gak tau alur cerita nya bagaimana kaya gimana gitu...
Nur Halipa
kok gitu sih alur ceritanya Marcus gak punya hati banget si Marcus😠😠
jk👑
mampir
Rere Niae Cie'kecee
semangat tour😍😍😘🤗
Fatimah_az zahro
Maksa banget sih Uncle M, Kasihan kan Shannon di paksa...😠

Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...

Semangat kerjanya author sayang😊💞
Q. Az-Zahra: Terimakasih kak, sayang banyak-banyak dari Q untuk kakak cantik💖😊
total 1 replies
Fatimah_az zahro
Semudah itu Lucas menyetujuinya?😠

And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...

Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Fatimah_az zahro
Ya Ternyata Shanni tak direstui oleh Mom Aini, sabar ya Shan....

Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....

Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!