Ini cerita cinta gadis bisu, awalnya gadis ini bertemu dengan pria tampan dan kaya bernama Ali. Ali menemukan cinta sejatinya yang bernama Hawa. Hawa hanya gadis desa yang sederhana dan mempunyai kekurangan pendengaran dan suara, Hawa tinggal hanya dengan Ibunya. cinta mereka tidak di restui oleh keluarga Ali, dan ingin menjodohkan Ali dengan wanita lain..
Hai teman-teman penasaran kan dengan ceritanya ikutin terus yuk! semoga kalian suka yah 😃😃😃
happy reading!😃😃😃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli sumarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
"Sudah Neng?" tanya Pak Poji tukang sayur.
"Sudah Pak, berapa yah?" tanya Hawa menanyakan harga.
"Tiga puluh lima ribu Neng," sahut Pak poji. Lalu Hawa membayar dan berterima kasih.
Aku mau masak sayur sop ayam buat Ali, pasti Ali suka.
Saat Ali pulang, Ali kecelakaan truk. Ali dilarikan ke rumah sakit. Ada seorang polisi datang ke rumah Hawa memberi kabar buruk
ke Hawa. Polisi itu sangat prihatin dengan keadaan istri Ali, karena gagu. Hawa menangis tersedu-sedu berjalan ke rumah sakit.
Hawa berlari sambil menangis ke rumah Bu Hena Mamahnya Ali. Mamahnya Ali kaget dan terus menyalahkan Hawa. Jika ada Pak Hendarto, pasti Pak Hendarto bisa menolong Hawa. Bu Hena mendorong Hawa dan menjenggut rambut Hawa.
"SEKARANG ANTAR SAYA KE RUMAH SAKIT! SEMUA GARA-GARA KAMU! KAMU ITU PEMBAWA SIAL TAHU GAK!" sahut Bu Hena.
Hawa tersedu-sedu menahan sakit karena Bu Hena sempat mencakarnya. Hanya maki-maki saja yang Hawa dengar dari ocehan Bu Hena.
"ADUH GAGU, KAMU BISA DIAM GAK SIH? BISANYA CUMA NANGIS AJA! KALAU ALI TIDAK NIKAH SAMA KAMU, GAK AKAN SIAL SEPERTI INI!" sahut Bu Hena.
Sesampai di rumah sakit, Bu Hena menangis melihat Ali koma. Dan Bu Hena terus-menerus menyalahkan Hawa.
"Sayang, kenapa kamu jadi seperti ini Nak? kalau saja kamu tidak nikah sama si gagu sial ini, gak mungkin kamu seperti ini Nak!" Sahut Bu Hena.
"Heh, ngapain kamu di sini? sana pergi! jangan datang ke sini lagi! pergi kamu!" sahut Bu Hena, mendorong Hawa.
Hawa menolaknya, Hawa tidak mau keluar dan memegang tangan Ali sambil menangis tersedu-sedu. Tapi Bu Hena tetap menarik Hawa dan memaksa Hawa keluar dari
ruangan.
Ya Allah, apa yang terjadi pada diriku? Ali kenapa bisa jadi seperti ini? Ali aku di sini menunggu kamu sadar, apa benar yang di ucapakan Mamah aku wanita pembawa sial?
Ali melakukan operasi, suster mengeluarkan Ali dari ruangannya, Hawa menghampirinya dan menangis menggenggam tangan Ali. Bu Hena menariknya dan mendorong Hawa.
"HEH, NGAPAIN KAMU MASIH DI SINI! PERGI KAMU!"
"awaaa,, aaaa,,," Hawa menangis dan berusaha berbicara ke Bu Hena.
"APAAN SIH? NGOMONG AJA GAK JELAS! DASAR GAGU!" sahut Bu Hena.
Hawa berlari keluar rumah sakit sambil menangis, kantong mata Hawa mulai membengkak karena air mata. Deras hujan yang membasahi tubuh Hawa, kedinginan pun orang tiada yang peduli, hanya bisa menonton dan menertawakan saja.
Ya Allah, kenapa bukan aku saja yang kau buat celaka, kenapa harus Ali. Jika aku yang celaka tidak akan banyak orang yang terluka, tapi kenapa malah Ali ya Allah. Ali aku mohon sembuh Ali, aku mohon Ali sembuh!
Hawa pingsan, dan tertidur di jalanan sambil terguyur air hujan. Kebetulan Aji lewat dengan mobilnya, ia terkejut melihat Hawa pingsan. Aji langsung membawanya dan menolongnya.
"Kenapa ini Aji?" tanya Mamahnya Aji.
"Aku menemukan Hawa pingsan di jalan Mah," sahut Aji.
"Kamu bawa masuk ke dalam yah!" sahut Mamahnya Aji.
"Iya Mah." Sahut Aji.
Apa yang terjadi sama kamu Hawa? Ali kemana? apa Ali menyia-yiakan kamu! kurang ajar Ali, gak bisa tepatin janji.
Gak lama, Hawa sadar. Tapi Hawa hanya diam dan menangis saja.
"Alhamdulillah, kamu sadar, kamu kenapa?" tanya Aji.
"Haaah,,, hiks.. hiks.. hiks.." Hawa menangis dan bingung.
"Apa kamu perlu buku dan bulpoint?" tanya Aji. Hawa langsung berteriak histeris, Hawa keluar kamar dan menangis terus-menerus.
"Aji, sebaiknya jangan kau tanya dulu! biarkan ia tenang dulu saja!" sahut Mamahnya Aji.
"Sekarang kamu masuk dulu yah, istirahat!" sahut Aji.
"Mah, apa aku harus bilang Bu Sari?" tanya Aji.
"Jangan Nak, kita cari tahu dulu apa yang menyebabkan Hawa seperti ini!" jawab Mamahnya Aji.
"Kasihan anak ini, seperti tekanan batin, Aji tolong ambil obat alkohol Nak!" sahut Mamahnya Aji.
"Ini Mah, kenapa tangannya Mah? tanya Aji.
"Seperti cakaran." Sahut Mamahnya Aji.
Cakaran? apa Ali menyiksa Hawa? ini gak bisa di biarin, harus kasih pelajaran ke Ali.
"Kenapa Nak?" tanya Mamahnya Hawa.
"Aku harus kasih pelajaran Mah, sama suaminya Hawa, aku gak terima Hawa di sakitin kaya gini!" sahut Aji kesal.
"Jangan gegabah, cari tahu dulu keterangan dari Hawa, biarkan ia tidur! biar ia tenang dulu!" perintah Mamahnya Aji.
Aji dan Mamahnya meninggalkan Hawa yang tertidur lelap. Sungguh malang nasib Hawa di cintai seseorang tapi ia menderita.
"Tante, gimana keadaan Ali?" tanya Verlina.
"Masih koma, ini semua gara-gara si gagu itu!" sahut Bu Hena terus menyalahkan Hawa.
"Kan aku bilang, ia itu hanya bikin susah saja Tante, coba Tante agak galak melarang Ali buat gak nikahin Ali dengan si gagu, gak kaya gini kan?" sahut Verlina malah terus memanaskan Bu Hena yang kesal.
"Pokoknya, Ali harus ceraikan wanita gagu itu! Tante gak mau keluarga Tante jadi ikut sial." Sahut Bu Hena.
"Betul tuh Tante, langsung ajalah ceraikan si gagu itu! kalau gak mau tinggal kita singkirkan aja!" sahut Verlina.
"Terserah kamu deh, pokoknya Ali harus cerai dari si gagu itu gimanan caranya." Sahut Bu Hena semakin panas.
Dasar perempuan tua bodoh, baru di panasin gitu aja, udah terpengaruh, ha-ha-ha.
"Oh iya Tante, Om Hendarto apa sudah tahu?" tanya Verlina.
"Sudah, tapi gak bisa pulang, karena sibuk ngurus perusahaan di Thailand." Sahut Bu Hena.
Ha-ha-ha, bagus deh kalau gitu! gue bisa leluasa ngeracunin Nenek peot ini!
Hawa terbangun, dan terus menangis. Hawa menulis di kertas agar Aji mengerti maksudnya.
"Hawa, kamu sudah bangun?" tanya Aji.
"Aji, Ali kecelakaan sekarang koma, Mamahnya terus menyalahkanku dan mengusirku, Mamahnya menuduh ini semua salahku." Sahut Hawa dalam tulisannya.
"Astaghfirlullah, aku udah salah sangka sama Ali, kenapa Mamahnya seperti itu?" tanya Aji.
"Mamahnya tidak suka denganku, karena aku gagu, tolong aku Aji!" sahut Hawa dalam tulisannya.
"Tolong apa? apa yang bisa aku bantu?" tanya Aji.
"Aku ingin melihat perkembangan Ali di rumah sakit, gimana pun, Ali suamiku Aji." sahut Hawa dalam tulisannya.
"Oke, nanti aku antar ke sana yah, sekarang kamu makan dulu!" perintah Aji dan Hawa menolaknya.
"Ya udah, ya udah, kita kesana yah!" sahut Aji.
"Maaci," Hawa berkata terima kasih dan tersenyum.
Kenapa sih kamu bisa kenal sama orang itu! aku tidak menyalahkan Ali, tapi keluarganya tidak suka sama kamu, membuat kamu tersiksa kaya gini.
Gak lama, Hawa dan Aji menuju ke rumah sakit, Hawa malah di tuduh berselingkuh dengan Bu Hena. Hawa dan Aji di usir oleh Bu Hena dan Verlina. Saat Hawa menangis dan Aji memberi tisu, Verlina memotretnya diam-diam.
Bersambung....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Ayra kan blm nikah sama Dewa...
bunda tunggu season2'y...
semangat trus💪💪
next up Thor💪💪
semoga ayra jg lekas sadar
next up Thor💪💪