NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Nikahkontrak / Kriminal
Popularitas:34.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lintang

Hal yang tidak terduga oleh Aileen adalah kedua orang tua yang sangat ia sayangi tega menukar dirinya dengan hutang kedua orang tuanya, menjadikannya pengantin seorang Mafia kejam yang terkenal di Kotanya.

Brian Erlangga tidak membiarkan Aileen merasakan bahagia hidup bersamanya, ia di tuntut untuk bekerja dan menghasilkan uang untuknya sebagai pengganti uang yang telah di berikan kepada Papanya.

Aileen bukanlah seorang wanita yang cengeng, ia mampu mengatasi kesulitannya seorang diri. Suatu hari ia sudah merasakan jenuh hidup bersama Brian lantas menginginkan perceraian, tapi yang ia dapat adalah sebuah siksaan.

Suatu hari pihak kepolisian mengirim seorang detektif untuk menangkap Brian, ia berpura-pura menjadi bodyguard Aileen. Adelio membebaskan Aileen dari tangan Brian dan membawanya pergi jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kanker rahim

Wanita itu berlari ke arah Brian, dan merentangkan tangannya begitu lebar. Seakan meminta untuk segera di sambut oleh pelukan seorang Brian. Wanita itu berhasil mendekati Brian, lalu menatapnya sekilas dan melepaskan kaca mata hitamnya.

"Sayang, apa kau merindukanku?" tanya Tifani setelah berhasil memeluk suaminya.

"Tentu saja ..." ujarnya dengan mengelus rambut Tifani yang panjang, lembut dan harum.

Setelah itu melepaskan pelukannya lalu beralih menyapa John yang berada di belakang Brian.

"John senang bertemu kembali denganmu, kau semakin tampan dan gagah" sapanya dengan tersenyum ramah.

"Terima kasih, Nona ..."

"Ayo kita pulang ..." ajak Tifani sambil menyeret kopernya yang besar.

"Sayang, bisakah kita berhenti sebentar?" sambil mengibas-ngibaskan pergelangan tangannya yang kesakitan karena menyeret koper.

"John, kenapa kau diam saja! Bantu istriku untuk membawa kopernya." Brian merangkul pinggang istrinya dengan mesra lalu mengajaknya untuk pulang.

Dan lagi-lagi John di buat mati kutu oleh tuan mudanya, dia selalu menjadi nyamuk yang mengikuti kemana tuannya akan pergi. Lagi-lagi status jomblo selalu membuatnya harus seperti ini, selalu iri dengan pasangan mereka masing-masing.

***

Hari ini Brian membawa istri pertamanya itu pulang ke rumah orang tuanya, rumahnya tak kalah megahnya dengan rumah yang dia tinggali saat ini bersamaku "Mansion happy Home".

Setelah tiba di rumah, Tifani langsung duduk di sofa dengan menggenggam kaca matanya, lalu mengibaskan rambutnya yang panjang. John selalu tak bisa berkedip setiap kali melihat keanggunan dan kecantikan istri pertama tuan mudanya itu.

Seorang pelayan menyuguhkan teh hijau dengan tiga camilan biscuit plain atau tanpa rasa manis sedikitpun, hal itulah kebiasaan Tifani selama di rumah.

"Silahkan Nona ..." ujar pelayan itu dengan ramah.

"Terima kasih Naina, kau tidak lupa dengan kebiasaanku. Padahal sudah dua tahun kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya Tifani dengan tak kalah ramahnya lalu memeluk sahabatnya itu.

Tifani memang orang yang ramah dan baik hati, selain cantik dan anggun Tifani juga mempunyai tabiat yang orang lain tidak tahu selain dirinya sendiri. Dia adalah seorang Phycikopath yang kejam dan tak punya hati, cocok sekali dengan Brian Erlangga.

"Keadaan saya baik Nona, maaf saya harus bekerja kembali permisi ..." Naina merasa tak enak dengan Brian karena dia menatap Naina dengan tatapan yang tak suka.

"Em ... baiklah kelau begitu, nanti kita ngobrol lagi ya?" Tifani memegang pundaknya lalu melepas seulas senyuman kebangga'annya.

Naina adalah salah satu pelayan yang di sukai oleh Tifani dari semua pelayan yang berada di rumah ini, selain seumuran, Tifani juga kerap bepergian serta menganggap Naina adalah sahabatnya.

"Sayang bisakah aku mengatakan sesuatu, dan mungkin itu juga tidak akan di sini?!" ujarnya seraya menarik tanganku untuk pergi ke kamarnya.

"Baiklah" Brian mengangguk.

"Pergilah John, awasi Aileen. Aku tidak mau rencanaku gagal" ucapnya setelah itu berlalu pergi.

John mengangguk, nampak dia masih memikirkan sesuatu tapi, setelah hal itu terpikirkan kembali olehnya dia segera pergi dari rumah besar itu.

Tifani mendudukkan Brian pada pinggiran ranjang, lalu Tifani mengeluarkan beberapa dokumen dari dalam tasnya. Hal itu cukup membuat Brian mengkerutkan keningnya, dia penasaran hal apa yang akan Tifani katakan kepadanya.

Dengan langkah yang mantap, Tifani membawa semua dokumen yang di genggamnya itu untuk di berikan kepada suaminya.

"Sayang ini apa?" tanyanya setelah menerima dokumen itu.

"Bacalah ... " Tifani berkata.

Tifani menunggu ekspresi yang akan suaminya katakan, dia juga takut kalau akan membuat Brian patah semangat atau malah akan membencinya.

Brian metapat lekat manik Tifani, ada guratan kesedihan di wajahnya. Tapi hal itu semakin membuat Brian khawatir dengan keadaan istrinya saat ini.

Dengan berhati-hati, dia membuka surat dokumen tersebut. Tertera sebuah nama Rumah Sakit XXX yang berada di Barcelona.

"Apa ini?" sambil kembali menatap Tifani.

"Bacalah sampai akhir, Sayang" jawabnya dengan air mata memenuhi kelopak matanya. Air mata itu bisa tumpah kapan saja setelah Brian menyelesaikan bacaannya.

Brian mengangguk, lalu kembali membaca dokumen itu. Walaupun hal itu di rasa tak penting baginya, dan berharap istrinya mau menceritakan masalahnya Brian tetap mau melakukan hal yang di minta oleh istrinya. Dia tau mungkin ini adalah satu sebab kepergiannya yang mendadak ke Spanyol.

Apalagi saat Tifani meminta tak ada komunikasi dan penjagaan di sebelahnya. Hal itu semakin membuat Brian ketakutan, sebenarnya apa yang alami olehnya selama di negara tersebut. Dan kini dia telah kembali, kembali ke dalam pelukannya.

Brian sungguh terkejut dengan apa yang dia baca, dia langsung melempar dokumen yang berada di genggaman tangannya. Lalu menatap haru wajah istrinya yang entah mulai kapan air matanya itu tumpah, Brian menarik tubuh Tifani lalu memeluknya erat.

Air matanya meleleh keluar, ada sebongkah batu besar mengganjal di hatinya. Ada perasaan marah serta kecewa dalam hatinya, tapi perasaan itu masih bisa dia tepiskan. Brian lebih mementingkan perasaan istrinya yang kini merasa terluka.

"Kenapa kau sembunyikan ini semua dariku, bahkan kau menutup komunikasi kita. Kenapa kau melakukan ini?" tanyanya dengan suara serak serta tergagap-gagap.

Brian melepaskan pelukannya lalu mencium seluruh wajah istrinya dengan penuh sayang. Lalu membelai pipinya yang penuh dengan air mata.

"Ini karena aku tidak mau membuatmu khawatir, Sayang. Maafkan aku karna selama 5 tahun menikah denganmu, aku tidak bisa memberikanmu keturunan. Hal itulah yang membuat hatiku terluka, dan pergi menghindar darimu berharap di rumah sakit Kanker aku bisa sembuh dari penyakit itu. Aku memang bisa sembuh, tapi aku kehilangan rahimku untuk selamanya ..." selesai mengatakan hal itu tangisan keduanya semakin menjadi, mereka saling berpelukan untuk saling menguatkan.

Tanpa sengaja Naina mendengar semua yang Brian dan Tifani katakan, dia juga berurai air mata. Karena sahabatnya yang baik itu kini bukanlah seorang istri yang sempurna untuk suaminya. Naina akan berniat memberitahunya, kalau Brian sudah menikah lagi dengan wanita lain yang umurnya masih cukup muda.

Siapa tau dengan menceritakan hal itu, sahabatnya bisa mengurangi kesedihannya. Bahkan mereka bisa mempunyai anak dari wanita lain, yang juga istri kedua Brian.

1
Fawaz Al ashy
sangat baik alur nya saya suka
Eca Sallsavy
lanjut
Wienda Na
lamma
Wienda Na
seru,jalan ceritanya bikin penasaran
Olive Vivi Lalujan
nexxx
Hanna Devi
sampai di sini dulu, besok2 mampir lagi 😁
Hanna Devi
nyicil2 bacanya 🤭
Hanna Devi
semangat selalu 💪💪
Hanna Devi
Hai..
Hati Terbelah Di Ujung Senja mampir nih 😍
Ridi Alifia
Nextttt
Ulfa
semangat kak

maaf baru sempat mampir lagi
Keiro
semangat akak
♕FiiStory_
mampir lagi, jangan lupa mampir lagi di karyaku ya
Keiro
Astaga jahatnya
Keiro
Kasian Aileen Thor
Keiro
Lagi...
Keiro
Lanjut thor
Keiro
Tega amat tuh orang tua, kasian anaknya
Ulfa
nyicil jejak kak

semangat
Ulfa
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!