Menjadi cantik dan berprestasi bukan sebuah jaminan memiliki kehidupan yang baik. Alina gadis yatim piatu berparas cantik juga salah satu primadona kampus dengan banyak prestasi harus menerima takdirnya yang buruk.
Alina tidak menyangka bahwa akibat dari cinta satu malamnya yang tidak di sengaja bersama Presdir kejam bernama Revan menuai hinaan dan hujatan dari orang disekitarnya karena telah berbadan dua...
Diharapkan untuk pembaca agar bijak dalam menanggapi tulisan ini 😁😁😁
bagi yang belum cukup umur jangan intip intip ya..☺️☺️☺️🌺🌺🌺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vinyfillah☺☺, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lagi (Part 1)
Kini Alina dan Ibu Ani berada di tempat asing dan tidak tahu harus kemana, karena berada di kelas ekonomi mereka hanya dapat cemilan selama diperjalanan. Alina langsung mencari cafe terdekat di bandara itu. Ia merasa sangat lapar cemilan di pesawat tidak dapat mengenyangkan perutnya.
"Bu kita cari cafe atau restoran yang di sini aja dulu ya, Alin lapar banget. "
"Iya neng, ibu mah terserah neng aja. "
"Oke deh, kita ke sana aja ya Bu" ucap Alina sambil menunjukkan sebuah restoran makanan seafood.
Mereka memasuki restoran tersebut, dekorasi ruangan yang nyaman dengan cat dinding berwarna biru laut juga beberapa ornamen ornamen yang juga mendukung suasana layaknya berada di pantai, hingga lukisan dinding yang terkenal di kalangan anak-anak the little mermaid.
"Berasa di negeri dongeng ya Bu." ucap Alina kagum.
"Iya neng. Ibu setuju, yang punya pasti suka sama anak-anak. "
"Ibu benar." ucap Alina sambil mengangguk.
"Neng, makanannya mahal nggak nih? "
"Hahaha. Ibu nggak perlu pikirkan mahal apa nggak yang penting kita makan dulu urusan harga itu dibelakang! "
"Iya deh, terserah neng aja. "
"Permisi pesan nasi udang goreng saus tiram nya sama ikan bakar "
" Minumnya Mbak? "
"Mmm, jus alpukat aja. Sama teh hangat manis jambu ya "
" Baik mbak. "
" Eh neng kok pakai bahasa Indonesia tadi? "
"Iya Bu, yang punya ini tuh katanya pernah lama tinggal di Indonesia. Alina tadi habis browsing internet biar nggak ribet ngomongnya. "
"Oh pantes si Eneng gak khawatir."
"Iya dong Bu, semua harus direncanakan karena kita kan baru disini."
"Iya juga ya neng."
"Bu, Alin telfon kak Kamilah dulu"
"Hallo, kak Alin udah sampe nih"
"Syukurlah, nggak kesulitan kan, Lin?"
"Nggaklah selama ada internet semua aman terkendali."
"Baguslah kalau begitu."
"Kak kalau urusan kakak udah selesai kakak beneran nyusul ya jangan PHP ?"
"Iya pasti tapi sabar ya, ooh iya jangan lupa cari tempat menginap oke."
"Siap bos kakak!"
"Kamu tuh bisa aja."
"Hahaha.. Alin tutup ya kak" tertawa dan menutup telfon.
Usai makan mereka istirahat sejenak. Alina masih belum tahu harus kemana setelah ini ditempat yang asing ini ia sama sekali tidak memiliki satupun kenalan, ditambah lagi dia membawa Bu Ani yang juga tidak tahu apa-apa dan malah ia libatkan dalam usaha pelariannya dari Revan.
Ia bahkan berbohong pada Kamilah agar wanita yang sudah dianggapnya seperti kakak kandung itu tidak khawatir pada mereka.
"Kenapa neng, kayak orang bingung gitu" ucap Bu Ani.
"Enggak kenapa-kenapa Bu, kita istirahat disini bentar ya Bu, Alin kekenyangan nih."
"Iya neng, ibu-ibu neng Alin aja. "
"Makasih ya Bu, udah mau susah bareng Alin. "
"Ibu kan udah anggap neng anak sendiri rumah neng Alin gak perlu sungkan oke "
"Alin benar-benar bersyukur dan sangat berterima kasih sama ibu udah bantu Alin dari kuliah. Sekarang malah ikutan mau jagain Alin lagi hamil gede gini." Ucap Alina dibalas nyaman dari ibu Ani dan saling menggenggam tangan.
"Oh ya neng perutnya udah mau 9 bulan kan? "
"Iya bu, bentar lagi sekarang baru 8 bulan 3 minggu."
"Rencana mau normal atau caesar neng? "
"Normal Bu, takut operasi."
"Bener neng mendingan normal 2 hari langsung bisa urus bayi beda sama operasi lama sembuhnya."
"Gitu ya Bu."
"Ya iyalah neng! Eh tapi bukannya kembar 4 ya emang sanggup beberapa kali tenaga habis lo neng! "
"Mudah-mudahan aja Bu Alin serahkan semuanya sama yang di atas untuk keselamatan Alin sama calon bayi. "
"Iya neng ibu juga doain semoga semuanya lancar sampai dede bayi kembarnya lahir. Amin"
"Amin. Biar Alin bisa cepat cari kerja juga."
"Nanti ibu bantu jualan buat nambah penghasilan"
"Ibu tuh baik banget sama Alin mau diajak susah kayak gini"
"Neng Alina itu gadis baik-baik siapapun yang kenal dekat sama neng pasti sama kayak ibu. "
"Bener banget Bu, aku setuju " ucap lelaki yang tiba-tiba ikut nimbrung bareng mereka.
"Ya ampun Rio? Kak Rio kan?" ucap Alina kagum.
"Iya Lin, apa kabar? "
"Baik kak, kalau kabar kak Rio"
"Seperti yang kamu lihat sekarang "
" Sukses ya kak "
"Kamu juga pasti dong cewek jenius di SMA "
"Nggak juga. Baru juga lulus beberapa bulan yang lalu, sekarang malah belum bisa cari kerja karena lagi hamil gede "
"Iya juga ya, pantes chuby banget tambah imut" ucap Rio tersenyum.
"Hahaha masa sih kak gendut ya?" Agak cemberut.
"Tapi tetap cantik lah" ucap Rio memuji.
"Kak Rio tuh bisa aja bikin Alina malu tahu nggak"
"Ooh iya kok bisa ada disini Lin? Aku hampir nggak percaya loh kalau nggak denger langsung kamu ngomong tadi"
"Iya juga ya, gimana ngomongnya ke kak Rio? Bingung sendiri!"
"Kok bingung sih Lin? Kan tinggal cerita aja! "
" Kak sebelum Alin cerita boleh nggak Carikan tempat tinggal ?" Pinta Alina.
"Gimana kalau tinggal di rumah lama aku aja. Lumayan kan bisa irit "
"Beneran nih kak?"
"Iyalah masa bohongan "
"Hiisshh kak Rio tuh kalau bercanda nggak kelihatan"
"Hantu dong enggak kelihatan! "
"Bukan gitu kak maksud Alina enggak lucu," ucap Alina terkekeh.
" Gitu ya? " Ucap Rio canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Sampai lupa asyik ngobrol ibu kenalin ini kak Rio teman SMA Alin, kak Rio ini Bu Ani." ucap Alina sambil memperkenalkan mereka.
Setelah memperkenalkan ibu Ani pada Rio akhirnya mereka diantar oleh Rio ke rumah lamanya. Tempatnya agak jauh dari bandara perlu satu jam setengah untuk jarak tempuh ke rumah lama Rio.
Setelah sampai tempat tersebut Alina dan ibu Ani tertegun dengan rumah yang ditunjukkan Rio pada mereka, pasalnya rumah tersebut memiliki gerbang pintu yang besar dan ketika mereka masuk mereka lebih terkejut lagi karena halamannya luas dan hijau banyak pepohonan dan bunga yang tertata sangat rapi di sebelah jalan berbaris rapi bunga bonsai yang hijau terlihat sangat sejuk. Di setiap sisi ada lampu jalan berbentuk kotak sebagai penerang di malam hari.
"Yuk turun," ucap Rio memecahkan suasana.
"Iya kak, enak ya di sini sejuk." Ucap Alina yang sangat menyukai suasana rumah yang akan mereka tinggali.
"Kamu suka?" tanya Rio.
"Hmm, suka banget. Makasih ya kak Rio untuk rezeki dadakannya."
"Hahahaha.. Iya sama sama, asal kamu bisa betah Lin"
"Pasti iya kan Bu?"
"Iya neng. Ibu juga suka apalagi halamannya luas gini." Ucap Bu Ani.
"Tapi rumahnya nggak besar sih Lin, hanya halaman aja yang luas!" Ucap Rio.
Alina terkejut dengan ucapan Rio yang mengatakan bahwa rumah yang mereka tumpangi itu tidak luas. Ia tidak habis pikir rumah yang besar menurut Rio itu seperti apa.
.
.
.
.
^bersambung_^
.
maaf ya reader's lama up-nya ada beberapa hal dan beberapa masalah.
jangan lupa tetap dukung beri komentar like dan vote nya yang banyak ya.
I Love u bertubi tubi readers 😍😍😍😘😘😘
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu