NovelToon NovelToon
Aulia

Aulia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fanfic / Romansa-Percintaan bebas / Amnesia
Popularitas:37k
Nilai: 4.9
Nama Author: Meyes

Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.

Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.

Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.

Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,

pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.

bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha

Pagi itu, Aulia hanya duduk termenung dibalkonnya, entah sudah berapa lama kebiasaan barunya ini datang, jika ia tidak bisa tidur pasti dia akan menghabiskan waktu berjam-jam mengurung diri.

mungkin semenjak, Andreas pergi tanpa penjelasan yang membuat kebiasaan barunya ini muncul, Angel yang baru saja bangun tersadar bahwa Aulia tidak ada disampingnya.

Angel pun mencari kesudut ruang kamar itu dan akhirnya mendapati Aulia yang sedang duduk diam tanpa suara di balkonnya. Angel pun mengerti denagn tindakan Aulia ingin maksud hati menyadarkan, tapi Angel hanya bisa duduk dan memperhatikan Aulia.

"eh., kamu sudah bangun, kita sarapan yuk" ucap Aulia tersadar dengan kedatangan Angel yang tiba saja duduk dihadapannya.

Angel yang melihat reaksi yang diberikan oleh Aulia hanya menyanggah kepalanya bertumpu ditangan kirinya dan tangan kanannya menahan lengan Aulia untuk duduk kembali.

"kenapa.?" ucap Aulia bermaksud ingi mengalihkan

"apa perlu kita cari laki-laki itu, aku sudah tidak sanggup melihatmu yang seperti ini terus-terusan" ucap Angel geram dengan sikpa Aulia.

Aulia yang mendengar langsung tersenyum dan mencoba meyakinkan dirinya bahwa dia bisa berubah.

"tidak perlu, aku tadi sudah melepas semua kenanganku bersamanya, aku akan berusaha, dengan menyibukkan diri dengan kerja dan impianku, aku bisa," ucap Aulia meyakinkan

Angel yang mendengar mendekat kearah meja dan memegang kedua tangan Aulia memberi kekuatan.

"kamu yakin, walau begitu ada aku disini, dan semuanya yang selalu ada untukmu, jika kamu tidak kuat beritahu aku, hhmm" ucap Angel menenagkan.

Angel tau, diri Aulia yang sangat penyayang dan menghargai setiap perasaan seseorang, pasti sangat sulit untuk melepas semua kenangan seseorang yang amat ia cintai.

Aulia yang tidak ingin terlihat sedih lagi, berusaha bangkit dan tersenyum kearah Angel yang sudah seperti saudara kembar baginya, yang ia tahu jika Angel pasti belum yakin dengan apa yang ia ucapkan sama seperti dirinya saat ini.

"yuk, kita kebawah" ucap Aulia, sekejap ia mengingat ucapan Abangnya bahwa hari ini ia harus sudah masuk bekerja.

"oh ia, aku lupa ngel, hari ini gue harus masuk kerja sudah" ucap Aulia memegang keningnya.

Angel hanya mengernyitkan dahi beriringan dengan bahunya yang terangkat.

Angel pun berdiri dan merangkulkan tanganya dipundak Aulia.

"yuk, lagian, aku juga harus menyelesaikan tesisku" ucap Angel

mereka pun melangkah turun kebawah menuju dapur. terlihat Angga yang terburu-buru dengan membenarkan dasinya yang sedari tadi terlihat kesusahan.

Aulia yang melihat langsunh kearah Angga, dengan membetulkan dasi Abangnya dan mempersilahkan Angga untuk duduk di kursi makan.

"makanya kak, kapan kakak bawa kakak ipar kemari" ucap Aulia menggoda Angga

Angga yang melihat perubahan yang diberikan Aulia hanya tersenyum dan duduk dengan mengernyitkan dahinya kearah Angel, Angel hanya mengangkat bahu sambil mengoles rotinya.

"jika saatnya tiba pasti abang bawa kemari dengan persetujuannya sendiri" ucap Angga sambil meneguk minumannya sebelum makan.

Aulia dan Angel yang mendengar saling melempar pandangan dan langsung bertanya dengan penasaran.

"apa sudah ada kak, siapa, cantik, apa dia bekerja seperti mu, atau hanya akal-akalan abang saja agar aulia tidak menagihnya lagi" tanya Aulia tidak sabar.

Angga yang mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari Aulia hanya mengangkat bahu dan melanjutkan makannya diam untuk membuat penasaran Aulia dan juga Angel.

pertanyaannya yang tidak direspon membuat Aulia kesal dan hanya memanyunkan bibirnya sambil melahap makannya.

Disela-sela makan, Angga mengingatkan Aulia untuk datang ketempat kerjanya.

"oh yah, ingatkan hari ini" ucap Angga merujuk ke Aulia.

Aulia yang sudah tahu, hanya mengangguk saja sambil makan.

Angga yang melihat ekspresi yang diberikan Aulia hanya bisa tersenyum, dia tahu Aulia penasaran dengan wanita yang sedang ia dekati.

.....

Aulia yang baru sampai sudah disambut dengan Sekretaris Leon di lobby, untuk mengantarkan Aulia keruangan kerjanya.

Aulia kerja di salah satu perusahaan mereka yang bergerak dibidang produksi makanan, Angga sengaja menuntut Aulia untuk segera bekerja karena disamping agar Adiknya lupa dengan Andreas, disamping itu juga Angga sudah sangat kewalahan dengan semua pekerjaan yang ia pegang,

Walau sudah ada Bunga dan juga Leon yang membantu baginya itu belum cukup, dimana Keluarga Wijaya meninggalkan beberapa perusahaan belum dengan anak perusahaan diluar kota, Resto dan beberapa saham yang ada.

Maka dari itu Angga memilih untuk Aulia bisa mempelajari semuanya, yang tetap akan dibantu oleh Bunga, Leon dan tentu saja Dirinya.

"silahkan nona" ucap Sekretaris Leon membuka pintu kerja Aulia

Aulia yang melihat tanda pengenal disamping pintunya, yang tertera ruangan Presdir Group Food Wijaya. Aulia pun masuk.

Didalam ruangan, Aulia yang belum duduk masih menatap kearah Leon dengan wajah bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan.

Seperti tahu maksud Aulia Leon pun menunduk memberi hormat sebelum menjelaskan.

"selamat datang nona, saya selaku sekretaris pribadi keluarga anda, akan membantu apa saja yang nona butuh, sekarang nona Aulia resmi sebagai presdir yang bergerak dibidang produksi makanan kita, dan nona bisa memulai dengan berkas-berkas diatas meja" ucap Leon jelas sambil menunjuk kearah berkas-berkas dimejanya,

Aulia yang mengikuti arah tangan Leon hanya mengernyitkan dahi tanda belum siap denga semuanya, akhirnya duduk dimejanya dengan menghela nafas sebelum bekerja,

Aulia yang melihat Leon masih berdiri disebrang mejanya, langsung dengan wajah bingung kearah Sekretaris Leon.

"jika, nona butuh saya, nona bisa menekan tombol ini, saya akan datang" ucap Leon kearah tombol-tombol telepon disudut meja kerja Aulia,

Aulia paham dan mempersilahkan Leon untuk keluar.

Walau baru melakukan pekerjaan resmi, Tapi bagi Aulia yang sedang meneliti berkas-berkas dihadapannya dia seperti sudah paham dengan tugas-tugasnya.

Karena Aulia biasanya membantu Angga saat Abangnya bekerja dirumah, selama kedua orang tua mereka tiada, terbilang juga otak Aulia yang pintar, dan cepat tanggap dengan semuanya maka tida butuh waktu bertele-tele agar ia mengerti pasti dia sudah paham dengan sekali penjelasan.

.....

dreettr drreett

Suara telepon Angga bergetar, Dia sedang melakukan meeting tanpa ditemani Leon sedang sangat fokus buyar seketika, Angga pun mengangkat tangannya kearah karyawannya untuk berhenti sejenak, dan ia pun keluar ruangan untuk menerima telepon.

"bagaimana" ucap Angga

"nampaknya nona aulia sudah sibuk dengan semuanya didalam ruangannya, bahkan untuk makan siang dia memerintah ob untuk membelikan makanan diluar" ucap Leon

Angga yang mendengar sedikit lega,

"jika seperti itu, bisakah kau kembali kemari" ucap Angga

"baik, saya akan tiba kesana" ucap Leon

Angga pun menyudahi dan kembali keruangannya.

tuktuktuk

Suara pintu diketuk membuat Aulia sejenak menghentikan kegiatannya menoleh kearah pintu, saat Leon masuk Aulia kembali kearah layar komputernya.

"ada apa leon.?" ucap Aulia denga tatapan yang terus kelayar digitalnya.

Leon memberi hormat sebelum menjelaskan.

"maaf nona jika saya menggangu, saya ingin permisi untuk pergi kekantor kembali, sepertinya tuan angga membutuhkanku" ucap Leon

Aulia yang mendengar berhenti dengan kegiatannya, dan mendekat kearah mejanya.

"jiak seperti itu silahkan, oh ya bisa minta tolong suruh mey untuk segera kemari" ucap Aulia merujuk ke Sekretaris tetapnya dikantor itu.

Leon hanya menunduk tanda mengerti dan melangkah keluar.

Mey pun masuk selepas Sekretaris Leon pergi.

"mey, ini laporan sudah saya bereskan, masih ada beberapa, segera buat rinciannya sebelum dikasih kebagian yang menangani, ini" ucap Aulia memerintah dan menyuruh Sekretarisnya untuk mengambil.

Sekretaris nya menjawab dengan sopan dan mengambil beberapa berkas yang sudah teratasi, sekejap Sekretarisnya terpaku dengan kecantikan Adik dari Pimpinan perusahaannya.

Aulia yanh menyadari sedari tadi ditatap langsung menoleh kearah Sekretarisnya dengan senyuman.

"apa ada yang membuatmu belum mengerti" ucap Aulia

Mey yang menyadari langsung tersadar dan tidak enak dihadapn Bosnya.

"maaf bos, eeh nona, eehh, maaf saya hanya terpana dengan kecantikan anda" ucap Mey salah tingkah yang makin salah tingkah karena sedari tadi tatapan Aulia kearahnya.

Aulia yang merasa Sekretarisnya bingung untuk menyebut dia siapa, hanya terkekeh dan sekali lagi memperkenalkan diri, dia juga sadar sedari dia tiba di Kantor sama sekali belum memperkenalkan dirinya.

"oh yah, saya belum perkenalkan diri, saya Aulia adik dari pemilik perusahaan ini, panggil saja saya sesuai dengan yang kau mau, umur kita sepertinya tidak bedah jauh, kita pasti akrab" ucap Aulia yang masih duduk dimejanya sesekali melirik berkasnya.

Mey yang mendengar langsung tersenyum canggung dan menyadari bahwa Bosnya masih banyak pekerjaan.

"baik, b o s, saya permisi dulu" ucap Mey merujuk kearah Aulia untuk menunggu respon Aulia.

Aulia hanya tersenyum dan mempersilahkan Mey untuk pergi, baru ingin meraih gagang pintu, Aulia pun memanggil kembali Sekretarisnya, lantas Mey pun berdiri menghadap kearah Aulia.

"mey, kok ob kita lama sekali yah datang, bisa suruh segera" ucap Aulia

Mey yang menyadari, langsung mengangguk dan membungkuk badannya sebelum akhirnya pergi memerintah OB untuk melayani Bos baru mereka.

.....

Dikantor yang berbeda, Adrian yang terlihat istirahat makan siang yang ia habiskan didalam ruangan, sejenak dalam tumpukan laporan, berdiri memandang kearah luar jendela besar diruangannya yabg menyuguhkan pemandangan hiruk-pikuk jalanan kota, sesekali ia menyesap teh digenggamannya.

Dipikirkannya sesekali terlintas percakapannya bersama Ayla semalam, tidak lama kemudian dia nampak memikirkan Aulia dan juga Andreas, karena tidak ingin terlalu kacau dalam pemikirannya sendiri, Adrian memutuskan menghabiskan minumannya dan memanggil Sekretaris Mike untuk masuk.

Tidak lama setelah Adrian memanggil Sekretaris Mike, dia kembali duduk dimeja kerjanya, untuk segera menyelesaikan beberapa laporan yang harus segera diselesaikan.

"ia tuan, apa ada yang diperlukan.?" ucap Sekretaris Mike menghadap

Adrian menengok kearah Mike dengan wajah yang tidak terbaca dipikiran Mike.

"bisa kau selesai dua laporan ini, sisanya biar saya" ucap Adrian menunjuk Map bening dihadapannya.

Sekretaris Mike yang mendengar tanpa menolak langsung mengambil apa yang diperintahkan untuk segera ia selesaikan.

"apa hanya ini tuan, nampaknya anda sedang gelisah" Tebak Mike merujuk kepada wajah Adrian yang terlihat memikirkan sesuatu.

"tidak ada, hanya saja saya ingin menemani kakek, untuk beberapa hari ini, sebelum anak-anaknya datang" ucap Adrian sambil menyandarkan kepalanya dikursi.

Sekretaris Mike yang mengerti membungkuk kan badannya tanda hormat sebelum dia beranjak dari ruangan pimpinannya.

"baik tuan akan saya selesaikan, kalau begitu permisi" ucap Mike beranjak.

Adrian pun melanjutkan kembali pekerjaannya sebelum matahari terbenam.

......

"hay ngga, disini" ucap Ayla yang melihat kedatangan Angga dari balik pintu.

Angga pun melangkah menuju Ayla, sebelum duduk mereka cipika-cipiki dan duduk berhadapan.

"sorry, tunggu lama yah.?" ucap Angga

Ayla hanya tersenyum dan mengerti dengan Angga.

"tidak masalah, aku pun baru tiba karena ruang operasi akhir-akhir ini sangat ramai" ucap Ayla sambil membuka menu dihadapannya.

Tidak tau mengapa jika Angga berhadapan dengan Ayla, dia tidak pernah fokus dan selalu terhipnotis dengan wajah Ayla.

Ayla yang menyadari langsung mengangkat bahu tanda bertanya.

"ada apa, apa wajahku ada sesuatu" ucap Ayla menyelidik kearah Angga

Angga yang tersadar bahwa dia terciduk, langsung tersenyum dan tidak lama dia memegang tangan Ayla mereka pun saling menatap.

"Ayla, kamu cantik sangat cantik" ucap Angga yang tidak sadar bahwa tangannya yang memegang tangan Ayla dimeja.

Ayla langsung menyelidik sekali lagi sambil tersenyum, dan tidak bertindak layaknya menolak dengan tangannya yang digenggam.

"apa maksudnya.?" ucap Ayla menyelidik

Angga yang masih ragu akan perasaannya langsung menarik tanggannya kembali dan menyimpan dibawah meja.

Ayla yang melihat hanya bisa terkekeh geli melihat reaski Angga, tidak lama pesanan makanan mereka datang, mereka pun makan sambil sesekali berbicara.

Ditengah-tengah mereka sedang makan ponsel Ayla bergetar.

dreett dreettt

Tertera nama Adrian diponselnya, Ayla yang merasa tidak enak hati dengan Angga langsung melihat kearah Angga yang direspon dengan mengangkat tangannya tanda mempersilahkan Ayla untuk menjawab.

Ayla pun beranjak menjauh sedikit dari meja makan mereka.

"ia halo" ucap Ayla

"ini ayla kan! maaf menganggu hanya ingin bertemu saja denganmu bisakah?" ucap Adrian diseberang teleponnya

"silahkan, kapan? tapi maaf mungkin kita hanya bisa bertemu dirumah sakit, nanti akan saya beritahu oke" ucap Ayla menyudahi panggilan Adrian, yang belum sempat mendengar perkataan Adrian sedikit pun.

Ayla pun kembali duduk dihadapan Angga sambil melanjutkan makannya.

Angga yang mati penasaran ingin bertanya tapi urung ia niatkan, tetapi Ayla tahu dengan tatapan Angga.

"teman lama bukan siapa-siapa" ucap Ayla sambil meneguk minuman dengan wajah yang berseri.

Angga yang sedang makan, seketika tersedak dibuat oleh Ayla, karena tanpan ia bertanya Ayla bisa membaca pikirannya.

Ayla yang terkejut dengan reaski Angga langsung memberikan minuman dihadapannya.

"astaga angga, kamu tidak apa-apa kan.?" ucap Ayla sambil menepuk-nepuk punggung Angga dengan lembut.

Angga yang mendapat perlakuan itu membuat dia merasa lebih nyaman. Angga pun meminta Ayla duduk kembali karena Angga tidak ingin mengundang perhatian dari orang banyak, karena mereka sedang di tempat umum.

"duduklah, aku baik-baik saja" ucap Angga sambil tersenyum.

Angga merasa yakin bahwa wanita dihadapannya ini memiliki rasa tabg yang sama terhadapnya, hanya saja Angga belum begitu yakin, itu membuat Angga makin ingin dekat lagi dan lagi bersama wanita itu.

Sehabis makan, Angga mengantar Ayla sampai dipintu mobilnya.

"ayla, kamu nyaman tidak berada didekat ku.!" ucap Angga tiba-tiba.

sambil memegang salah satu tangan wanita didepannya, yang sedari tadi berjalan lebih dulu darinya. sontak Ayla berbalik kearah Angga dan memamerkan barisan giginya yang rapi.

"pertanyaan apa itu, bukankah sejauh ini kita sudah saling dekat, kalau aku tidak nyaman mungkin dari awal aku tidak akan merespon kedekatan kita" jelas Ayla

Mendengar penjelasan Ayla, Angga hanya tersenyum manis dan melepas genggaman tangannya.

"senang bisa dengar itu, silahkan supaya tidak macet sampai dirumah sakit" ucap Angga membukakan pintu mobil Ayla.

Ayla hanya bisa nurut, walau hatinya bertanya-tanya tentang maksud ucapan Angga, dia belum menyalakan mesin mobilnya masih melirik kearah lelaki yang diluar mobilnya.

Seakan tahu dengan tatapan Ayla, Angga hanya membelai lembut kepala Ayla sambil terkekeh.

"hanya memastikan, jangan bertanya mengapa nanti pasti akan kamu tahu sendiir, sudah silahkan kamu duluan, aku harus bertemu dengan klien disini" ucap Angga.

Ayla pun hanya bisa tersenyum dengan wajah yang masih penasaran, tanpa pikir lama Ayla pun melajukan mobilnya kearah jalanan raya.

......

"bos, hari sudah mulai gelap, apa bos belum mau pulang" ucap Mey Sekretaris Aulia.

Aulia yang sedari tadi fokus tidak menyadari bahwa dibalik jendela ruangannya sudah nampak mengelap. Aulia pun menoleh kearah Mey dan tersenyum, ada raut yang kacau disekitar wajahnya tapi itu makin membuat Aulia makin terlihat cantik.

"jika tugasmu sudah selesai, kamu bisa duluan, sedikit lagi pekerjaanku akan selesai" ucap Aulia yang sedang menanda tangani laporan.

Mey yang melihat Bosnya sangat bekerja keras, seperti tidak tega untuk meninggalkan, Mey pun mencoba memberi solusi.

"bos, maaf kalau lancang, saya akan tunggu bos diluar kalau begitu, karena saya merasa tidak enak hati meninggalkan atasan disaat dia sedang bekerja" ucap Mey sambil menunduk sebelum melangkah keluar dari ruangan Aulia.

Aulia yang mendapat reaski dari Mey, habya bisa tersenyum simpul seakan dia tahu bahwa Sekretarisnya ini bisa ia andalkan.

"baiklah, kamu bisa pulang sekarang, karena baru saja pekerjaan ku selesai, bisakah.!" ucap Aulia membereskan meja kerjanya.

Aulia melihat sekali lagi kearah Mey dan mendapati Mey tersenyum dan mengangguk sambil keluar dari ruangannya.

Aulia berjalan mengambil jas dan juga tasnya yang ia gantung disudut ruangannya, baru selesai ia memakai jasnya ponselnya pun bergetas didalam tas.

dreeett dreeett

tertera panggilan dari Abang Angga, Aulia hanya tersenyum sambil mengangkat telepon itu dan berjalan menuju lift untuk ketempat parkir.

hari sudah mulai beranjak malam, suasana kantor pun berangsur-angsur sepi hanya beberapa karyawannya yang terlihat lembur karena berkejaran dengan date line.

"ia bang ada apa" ucap Aulia sambil berjalan kearah lift.

"kok belum pulang" ucap Angga diseberang telepon.

"ini juga baru selesai bang, uda dulu yah aulia mau naik lift, aulia segera pulang okey bye" ucap Aulia menutup teleponnya.

ting

pintu lift terbuka, Aulia pun masuk dia bersandar dinding sambil menyelipkan kedua tangannya didada, bagaimana pun Aulia menyibukkan dirinya. tetap saja bayangan Andreas masih saja ada, seakan Aulia tidak diizinkan untuk melupakan lelaki itu.

tidak terasa mata Aulia berkaca-kaca, karena tak ingin sedih lagi, Aulia pun mengambil ponselnya, belum sempat mengambil pintu lift pun terbuka kembali, Aulia pun keluar dan menuju parkiran mobilnya.

Diperjalanan pulang, Aulia berhenti sejenak di minimarket, untuk membeli keperluannya. saat mendorong trolinya Aulia yang sedang melihat-lihat koleksi di rak-rak yang berbaris rapi, karena sangking asiknya ia tidak sengaja menabrak troli milik seseorang.

brrukkk

"sorry.." ucap Aulia

matanya bertemu dengan sosok lelaki dihadapannya yang sedang memegang trolinya, sontak saja lelaki itu menyelidik

"aulia, ia kamu aulia kan" ucap Maxim

Aulia yang tersadar, dia hanya tersenyum senang sambil terkekeh.

"kak max, tidak nyangka bisa ketemu disini" ucap Aulia sambil menangkupkan tanganya dibibir, tidak percaya dengan kebetulan ini.

Maxim pun mengulurkan tangan.

"senang bisa ketemu lagi, oh ya belanja juga" ucap Max sambil menarik kembali tangannya.

mereka pun beriringan dengan troli masing-masing

"pastinya dong kak, oh ya sibuk apa sekarang.?" ucap Aulia memasukkan beberapa belanjaan di trolinya.

"enggak sibuk apa-apa, hanya meneruskan bisnis keluarga saja, enggak ada yang spesial" ucap Max

Dirasa sudah cukup belanja, mereka pun keluar mini market dengan belanjaan masing-masing, mereka memilih duduk dihalam mini market yang disediakan tempat duduk disana.

"oh ya, kak max masih dengan hobi yang sama.?" ucap Aulia, seakan tahu semua dengan profil hidup mantan kekasih hatinya dulu yang tak sampai.

Aulia memang mengetahui apa-apa saja yang disukai oleh Max, Max pun tahu jika dulu wanita ini menyukainya, dan dia tidak pernah menolak jika ada orang yang menyukainya, dia merasa itu adalah hak seseorang.

"masih, ada apa memangnya.?" ucap Max menyelidik

"aulia bermaksud, menawarkan beberapa kerjasama untuk kak max, jika itu mau" ucap Aulia dengan senyum canggungnya, entak mengapa walau hatinya bukan lagi dipenuhi Max tapi saat sedang bersama seseorang yang pernah ia sayangi pasti rasanya canggung.

"oh yah, asik dong, aku baru sadar, dengan penampilanmu seperti ini, pasti.." ucap Max menerka

"yah, benar sekali, sama seperti kak max, aku pun sama, sekarang aku ingin mengembangkan bisnis keluargaku lebih jauh lagi" ucap Aulia

"bisnis yang mana, secarakan keluarga wijaya bukan hanya satu" ucap Max menggoda sambil tersenyum.

"makanan kak, aku ingin kak max jadi fotografernya dan juga memasukkan produk kami ditempat kak max" ucap Aulia.

Maxim yang mendengar hanya mengangguk saja, dan sesekali berpikir.

"kalau begitu kita bicarakan dikantormu saja besok, aku akan datang, bagaimana" ucap Maxim tersenyum.

"benarkah kak, aku sangat bersyukur hari ini bisa bertemu denganmu kak" ucap Aulia senang.

.....

Tiba dirumah, terlihat Angga sedang duduk dipantry dapur sambil memainkan ponsel ditangannya.

melihat Aulia baru saja tiba, membuat Angga menengok kearah Adiknya itu.

"kok lama sekali, abang sedang menunggumu" ucap Angga merujuk kearah Aulia.

Aulia yang mendengar langsung meletakkan belanjaannya di meja makan, dan berjalan kearsh lemari pendingin, meneguk minuman dingin dan duduk dipantry bersebelah dengan Angga.

"memangnya ada apa abang mencari aulia" ucap Aulia sambil duduk.

"hanya saja..." ucap Angga terpotong

"aulia baik-baik saja bang" ucap Aulia meneguk minumannaya perlahan.

"bagaimana dengan hari pertamamu, apa menyenangkan, jika terlalu sulit bilang ke abang, abang tidak ingin kamu merasa terpaksa hhhmm" ucap Angga penuh perhatian

Aulia tahu Angga sangat mengkhawatirkannya, tapi Aulia enggan untuk terlalu jujur dengan perasaannya, dia tidak ingin Abangnya merasa khawatir terlalu berlebihan seperti sebelumnya.

"pekerjaan dikantor, menyenangkan, sampai-sampai berkas yang abang tumpuk sudah aulia selesaikan hari ini, jadi besok aulia akan bertemu klien untuk melakukan kerjasama" ucap Aulia tersenyum.

Mendengar Adiknya bersemangat membuat Angga lega, dan membalas senyumannya kembali. tidak lama setelahnya mereka oun menuju kamar masing-masing, karena mereka harus istirahat, bagaimana pun kedua kakak beradik itu mempunyai tanggung jawab dalam peninggalan kekayaan kedua orang tua mereka.

.....

jangan lupa like dan vote yah readers 😉

1
n_jesika
lanjut thorr
Siti Shalehah Ctg
terimakasih telah kembali Thor...
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
Junior Robbyansha
jgn km upx thorr
n_jesika
tolong ini lanjutan nya mna 😫
Rupink Chiabella
nabrak mulu
Nia Kurniasih
lamjut...
Aisyah Ajja
kebiasaan deh lg serius2nya baca berhenti ga da lanjutan
Nia Kurniasih
lanjut..
Nia Kurniasih
lanjut...
Tika
semangat!!
Tika
aku mampir di sini...
Suyen Narti
aku suka aku suka ceritax bagus
Nia Kurniasih
lanjut....
milnau
keren 😍😍ceritanya bagus. Semangat thor nulisnya. Btw aku pendatang baru nih. Aku butuh masukan, kritik dan sarannya. untuk novelku "Gigi". Ditunggu ya kedatangannya. Makasih
RA💜<big><_
kak q mampir bawa boomlike dan bintang lima buat kakak, semangat

mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit

salam santun dariku Rija Annisa
Cokorda Swastika
tata naskahnya buat pusing... rapat2...
Dinda Fitrianingsih
seru kayaknya cerita anak sekolah,,
Kinan Adina
keren
Nita Ve
Keren ceritanya😍
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!