NovelToon NovelToon
Keberuntungan Dicintai

Keberuntungan Dicintai

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: YWulandari

Mocca Yola, suatu malam yang tragis telah merenggut kesuciannya. Pulang ke rumah dalam keadaan hancur malah dikejutkan dengan sebuah peti mati dengan foto sang ayah tercinta di dekatnya.

Tidak hanya itu, ternyata semua sudah direncanakan oleh dua orang wanita bermuka dua yang berpura menangis tersedu di samping peti jenazah. Semua mereka lakukan tak lain demi mendapatkan harta keluarga Yola.

Setelah itu mereka mengusir Mocca dari rumah, mengirimnya ke tempat yang sangat jauh. 7 tahun kemudian dia kembali dengan si kembar Genius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YWulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa kesepian tanpa tempat pulang

"Max akan baik baik saja."

Leon menenangkan Candy setelah Max ditangani oleh dokter hewan, dia mengajak mereka keluar dari kamar agar tidak mengganggu Max beristirahat. Candy yang masih mengkhawatirkan Max terus menatapnya yang tengah berbaring.

"Biarkan Max beristirahat. Papa antar kalian ke kamar ya." ia menggendong Candy.

"Aku akan siapkan makan siang."

"Ada koki di rumah ini, tidak perlu repot - repot."

"Huh! Apanya yang repot - repot, hanya memasak ini." Mocca mendengus kesal, meski Leon melarangnya dia tetap pergi ke dapur untuk memasak makan siang mereka. Mocca bukanlah Tuan putri yang apa - apa selalu minta orang lain yang siapkan.

"Asisten Hyun!" panggil Leon setelah Mocca pergi.

"Saya disini Tuan."

"Bawa beberapa penjaga untuk mengawasi dapur, periksa terlebih dahulu apakah ada gas yang bocor atau pisau yang berkarat. Jangan membuat Nyonya marah."

Perkataan Leon membuat Hyun diam terbengong, padahal Mocca hanya ingin memasak bukan ingin meledakkan dapur "B-baik Tuan."

...--...

Di dapur, Mocca yang masih memilah - memilih sayuran dan daging tiba tiba dikejutkan oleh beberapa penjaga yang datang. Beberapa dari mereka memakai pakaian anti api, membawa kotak P3K dan tabung pemadam.

"N-Nyonya, Tuan memerintahkan kami untuk mengawasi anda memasak." Hyun bicara gugup sembari sesekali menaikkan kacamatanya.

"Sudah ku duga. Dia keterlaluan sekali, dia pikir aku akan meledakkan dapurnya? Huh!" batin Mocca merasa geram.

Dia mengabaikan orang orang itu dan melanjutkan pekerjaannya. Rencananya ingin memasak beberapa olahan daging dan sayuran, agar mereka mendapatkan gizi yang seimbang dan tubuh bugar yang sehat.

Semua Mocca lakukan sendiri, dia menolak bantuan dari koki dan asisten rumah lainnya.

"Si kembar sangat suka sosis, lebih baik tambahkan beberapa potong ke dalam sayur." ia tengah asyik memotong sosis menjadi bagian bagian kecil. Tidak sengaja ujung pisau yang runcing dan tajam mengenai tangannya.

"Ah!" teriak Mocca, sontak melepaskan pisau dan memasukkan jarinya ke mulut.

"Nyonya! Kau baik baik saja?" mereka langsung bersiap, seorang yang membawa kotak P3K langsung berjalan menghampiri Mocca.

"Tidak apa apa, ini hanya luka kecil." ucap Mocca pada mereka.

Tak lama Leon datang "Ada apa?" tanyanya, datang dengan aura hitam dan dingin di sekitarnya membuat para bawahannya merinding ketakutan.

"T-Tuan.. Nyonya, dia~"

Leon melirik tangan Mocca yang terluka dan langsung berlari ke arahnya dan menggapai tangan Mocca yang terluka "Apa ini sakit? Apa perlu operasi?"

"Berlebihan sekali." batin Mocca.

"I-ini tidak apa apa, tadi tidak sengaja terkena pisau itu." menunjuk pisau yang berada di atas meja.

"Pisau ini?" Leon mengambilnya, tiba tiba Leon melemparnya ke lantai dan menimbulkan bunyi yang sangat nyaring "Berani melukai istriku. Hyun!" ia berteriak.

"Baik Tuan."

Tak lama kejadian mengejutkan terjadi, yang membuat Mocca melonggo sampai menganga. Pasalnya setelah itu para penjaga beramai - ramai menginjak - injak pisau itu seperti sedang menghakimi seorang kriminal.

Mereka yang melakukan tapi Mocca yang merasa malu. Leon itu apa - apaan, berlebihan sekali! Mocca memejamkan matanya, menarik nafas dalam - dalam.

"HENTIKAAAAAAAN!" benar - benar memuakkan, apa mereka sangat takut pada Leon sampai bertingkah bodoh seperti itu?

Mereka diam mematung, begitu juga dengan Leon.

Mocca menggelengkan kepalanya.

"Berikan kotak P3K dan pergilah, kalau tidak aku akan marah.. 1.. 2--"

"Pergi! Pergi!" Leon mengusir mereka, barisanpun di bubarkan.

Dengan menenteng kotak P3K Mocca pergi meninggalkan dapur, sudah tidak ada mood memasak lagi. Dia menyuruh koki untuk membuatkan mereka makan siang.

Dia menghampiri suatu sudut ruangan dan duduk di sebuah kursi, Leon yang sedari tadi membuntuti pun ikut duduk. Dia membantu Mocca membalut lukanya.

"Apa kau marah?" tanyanya.

"Tidak." mengatakan tidak tapi cemberut.

"Kau pasti merasa kurang nyaman karna ada ibu disini. Jika kau mau, aku akan mengantarnya pulang ke kediaman ayah."

"Tidak perlu seperti itu. Tadi itu, kau sudah membentaknya seperti itu, ibu pasti merasa sedih. Setelah makan siang temui dia dan minta maaflah. Aku juga seorang ibu, akan merasa sedih jika Jean melakukan hal yang sama."

Terdiam, Leon kemudian menundukkan kepalanya.

"Mocca sebenarnya.." ucapnya terhenti. Mocca menatap Leon yang kini memasang wajah sedih, ternyata pria menyebalkan ini bisa berekspresi seperti itu.

".. Sebenarnya dia hanya ibu tiri, ibuku meninggal beberapa tahun lalu dalam kecelakaan mobil."

Deg! Deg!

Suara Leon yang begitu lemah malah menggertak hati Mocca, pasti sangat sedih ditinggalkan oleh orang tersayang, sama halnya seperti yang Mocca alami. Jika diingat kembali, tidak heran melihat sikap mereka satu sama lain yang seperti tidak menunjukan suatu ikatan darah.

Leon pasti sangat kesepian selama ini, tidak memiliki seseorang yang bisa dia percayai, yang bisa dia jadikan tempat untuk pulang. Meski dikelilingi oleh banyak orang tapi hatinya merasa kesepian.

"Apa.. Kau ingin bertemu dengannya? Dengan ibu kandungku?" tanyanya pelan, ia mendongakkan kepalanya kini menatap Mocca.

Leon memiliki dirinya dan juga si kembar, tidak akan membiarkannya kesepian lagi.

Mocca mengulurkan tangannya dan memeluk Leon "Baiklah, ayo temui ibu, ajak si kembar juga." Mocca berpikir mungkin dia harus membuka sedikit hatinya untuk Leon.

"Baiklah, cium."

"Baru saja merasa tersentuh karna kemalangannya, sifat menyebalkannya malah muncul. Sekali saja ber-inisiatif mungkin tidak apa apa." akhirnya Mocca mencium pipi Leon.

...* * *...

Di sebuah Cafe, Ruri duduk dengan perasaan gelisah menunggu seseorang datang. Desakan dari para petinggi perusahaan membuatnya harus segera mendapatkan seseorang yang mau menyuntikkan dana pada perusahaannya.

Orang pertama yang akan dia temui tentu saja pacarnya Vello.

"Ruri, maaf membuatmu menunggu lama." Vello datang dan langsung duduk di kursi lainnya.

"Vello.. Bantu aku, aku mohon." Ruri menggenggam tangan Vello begitu erat sambil menunjukan wajah malangnya.

Vello tersenyum, "Tenanglah, katakan pelan - pelan."

"Seseorang sekretaris kantor melakukan penggelapan dana yang sangat besar, polisi datang untuk menangkapnya namun kabarnya dia tidak bisa ditemukan dimanapun..

.. Saat ini Yola sedang dalam kekacauan, beberapa saat yang lalu para karyawan mulai mendemo meminta agar gaji mereka segera di bayar. Vello.. Kau anak angkat pemilik perusahaan MB, kau pasti bisa membantuku, 'kan?"

Ruri memohon padanya.

Ekspresi itu, pemandangan yang sudah Vello tunggu - tunggu.

"Bisa, aku bisa bantu. Tapi tidak bisa menyuntikkan dana secara besar - besaran. Kau tahu sendiri, aku hanya anak angkat. Paling tidak, dari harga saham aku bisa membelinya sebanyak 15% saja."

Ruri mengkerutkan dahinya "15% saja? Vello tolong aku, 15% itu tidak bisa menutupi semuanya."

"Ruri tenanglah. Aku akan membantumu mencari perusahaan yang ingin membeli sahammu. Jadi tenanglah, kalau tidak kau bisa sakit."

Dengan lembut Vello mengelus pipi Ruri yang kini terdiam patuh "Ya seperti itu, patuhlah seperti anjing."

...** * **...

Apa kabar reader?

Terima kasih sudah setia menunggu up🖤

1
Princess Ren
pantesan bingung,, kok anak kandungnya mau dinikahkan SM ponakannya... ternyata ohh ternyata...
Princess Ren
akal bulus yang mantap 🤣🤣🤣🤣
Ulau Gabirel
Luar biasa
Dewi Anggita
sumpah Leon bikin ngakak tingkah nya
Dewi Anggita
ampun dah Leon gak percaya apa istrinya bisa masak🤭🤭🤭
Violet
Org biasa aja sring di incer jd target entah diculik, dilecehkan bahkan dibunuh apalg org kaya n terkenal macem kluarga Leon pastinya byk musuh tak terlihat makanya ada perlindungan biar ga knapa2, lalu knapa Mocca ga pinter2 sihh hrusnya bljar dr kjdian kakaknya yg hampir celaka n mawas diri stdknya tdk bikin khawatir Leon n si kembar
🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ Ir. S0ekarn0 ❀∂я
ini gmna kelanjutan kisah henry- Ruri.. pnsran bngt tor. .
Nadja 🎀
benar- benar deh author bikin prank 🤣
Aku Ya Aku. 😂😂
ya ampun sekali sembur langsung jadi.. level 1 lho padahal. belum naik level udah jadi aja..
Nur Ain
hahaha mkn nasi lah bang
Nur Ain
kekasih Mocca kah
Cheng xiao
semuanya bodoh🤣
zhafira
cerita yang menarik untuk dibaca
Lili Adelia
rumit ceritanya
Lili Adelia
heran yah erlan ngajak tp gk bsa ngejagain
Lili Adelia
males peran utama Mocca
Lili Adelia
makax Mocca tuh trlalu sok,klw di bilanhin sok baik padahal goblok,kecelakaan bru tau dia
Lili Adelia
Emank Vello tuh goblok
Lili Adelia
ceritanya berbelit2
Lili Adelia
Mocca tuh keras kepala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!