Kehidupan Arlla yang penuh lika liku harus dia jalani
"Tanda tangani surat ini agar cepat selesai"
ucapnya dengan dingin
Dan dengan berat Arlla menandatangani surat cerai itu
"PUAS? " bentak Arlla lalu pergi
Dia sudah muak melihat suaminya dengan madunya berlama lama
Menjadi tegar di saat kita rapuh itu sulit
Mencari kebahagiaan di saat bersedih sangatlah susah
Namun apakah kita harus selamanya meratapi?
Tentu tidak akan ada kebahagiaan yang muncul pada waktu yang tepat
Garis takdir itu sebenarnya indah namun proses menyakitkan yang kita alami sebelumnya terkadang membuat kita putus asa
Jalani dan nikmati prosesnya semuanya akan terlihat jauh lebih baik
Jika ingin bahagia maka kau harus rela berkorban
Jika kau siap jatuh cinta maka kau juga harus siap patah hati
Jika ada pertemuan bukan kah akan ada perpisahan
Entah itu perpisahan hidup atau mati,, Kita tidak ada yang tau
Yang jelas kita harus siap menjalani itu semua
"KEHIDUPAN PENUH LUKA"
Kisah Pernikahan Gio dan Arlla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Di ruanganku aku dan Irene duduk di sofa dengan segelas jus jeruk yang baru saja di antarkan oleh office boy
"Lu mending jujur deh ama gue" ucap Irene
Aku menghela nafas kasar kemudian menceritakan semuanya dengan Irene
"Whatt gila bener bener ya tuh si Lela" ucap Irene yang juga ikut kesal
"Untung lu ngikutin saran pembantu lo" ucap Irene
"Makanya bantuin gue ya" ucapku
"Siap" ucap Irene sambil terkekeh
Setelah mengobrol bersama di ruang ku akhirnya aku kembali fokus bekerja sedangkan Irene kembali ke tempat usahanya
...****************...
Pukul lima sore aku kembali ke rumah setelah menyelesaikan semua pekerjaanku di kantor
Mobilku melaju di jalanan yang cukup ramai karena jam pulang kerja
Aku memberhentikan mobilku di salah satu toko pizza
Sepuluh menit aku keluar dari toko itu dengan menenteng dua box pizza
Aku kembali melajukan mobilku menuju rumah dan dalam waktu dua puluh menit aku telah sampai
Mobilku sudah terparkir rapi di halaman rumah dan saat kakiku hendak melangkah masuk ke dalam rumah ada seseorang yang memanggil namaku
Aku menatap ke arah belakang dan ternyata dia adalah ibu Lela, Tika
Aku bersedekap dada dan bersandar pada mobil sambil menatapnya yang berjalan ke arahku
"Dari mana aja kamu" tanyanya membuatku heran
Dia siapaku? Mengapa selalu mengusik hidupku
Bahkan tidak cukup Lela saja kini ibunya terlalu ikut campur dalam kehidupan ku
"Mengapa? apa masalahnya denganmu" tanyaku sambil menatap sinis
Tatapannya yang sinis membuatku tersenyum sinia juga
"Heh!! Dasar wanita gak tau diri" umpatnya membuat emosi ku memuncak
"Silahkan anda pergi saya tidak ada waktu" ucapku
"Kenapa? Ini rumah juga milik Gio kan dia juga menantu saya" ucap Tika
"Anda pergi secara baik baik atau saya seret dengan tangan saya sendiri" ucapku tegas
"Saya ingin menginap disini" ucapnya enteng sambil berjalan masuk ke dalam rumah
Benar benar dia memancing emosi ku
Aku menghentakkan kakiku dan melangkah mengikutinya
"Silahkan anda pergi disini tidak ada kamar kosong" ucapku mengusirnya secara terang terangan
"Enak aja kalau gak ada kamar kosong yaudah saya tidur di kamar kamu" ucapnya enteng
"Terus saya tidur dimana" tanyaku dengan nada yang lumayan tinggi karena terpancing emosi
"Tidur di sofa" ucap Tika
Dia hendak melangkah menuju lantai dua
Aku hanya tersenyum sinis
Cari saja kamarku sampai ketemu
Tanganku meraih ponsel yang ada di dalam tas ku dan mendial Gio
"Hallo sayang ada apa" ucapnya di seberang sana
"Cepet kamu kesini mertua kamu tuh bikin ulah" ucapku kesal
Tuttt..
Dengan cepat Gio sudah sampai di rumahku
"Ada apa memangnya" ucapnya
"Suruh dia pergi dari sini aku udah muak" ucapku ketus
"Dia ada dimana" tanya Gio
"Di lantai atas" ucapku
"Memangnya dia mau ngapain kesini" tanya Gio membuatku menghela nafas
"Dia mau nginep disini" ucapku singkat
"Biarin aja disini kan kamar tamu banyak sayang" ucap Gio dengan lempeng
Aku menatap tajam padanya
"Ok biarin dia tinggal disini biar aku yang pergi aku gak mau tinggal satu rumah dengan mertua kamu" ucapku ketus sambil berjalan meninggalkan Gio
"Ehh jangan gitu dong ok ok" ucap Gio
"Lebih baik aku tinggal sama pengemis jalanan dari pada tinggal sama mertua kamu" ucapku dengan tatapan tajam
Benar benar
Hari ini aku sudah lelah bekerja di kantor dan saat pulang harus di hadapkan dengan hal seperti ini
Melelahkan dan menyebalkan
tdi dah ucap kata talak ko ????