Adira nur faiza seorang wanita yang berusaha tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan hidupnya.
Kehidupan rumah tangganya hancur karena orang ketiga. saat ia akan memulai hubungan dengan orang lain kembali ia dikhianati. dibalik itu ia bersyukur karena merasakan kasih sayang seorang kakak.
Akankah ada seseorang yang benar- benar setia padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 21
"Dira istirahat dulu ngga capek apa? nanti dilanjut lagi," ucap Mira teman kerja dira,
"Iya ini dikit lagi selesai," Dira bekerja di restoran sebagai buruh cuci piring karena yang kosong saat itu cuma buruh cuci, Dira pun tak masalah apapun kerjaannya asal itu halal.
"Kerja jangan terlalu berlebihan Dir sayangi diri kamu sendiri juga," ucap Mira.
"iya, ayo kita makan siang?" ajak Dira dan Mira mengannguk, belum mereka keluar seseorang memanggil hingga membuat mereka berhenti dan menoleh keasal suara.
"Dira,"
"Andri, pak Andri," ucap Dira dan Mira bersamaan.
"Pak Andri?" tanya Dira pada Mira.
"Pak Andri ini pemilik restoran ini," ucapan Mira membuat Dira terkejut, ia tidak mengetahui itu karena pada waktu ia datang mencari kerja yang ia temui orang kepercayaan Andri.
"Lo kerja disini?" tanya Andri.
"Iya baru sebulan yang lalu," jawab Dira.
"Bagian apa?" tanya Andri karena melihat Dira tidak memakai seragam.
"bagian dapur," jawab Dira.
"Dapur?" ulang Andri, ia masih mencerna maksud Dira, ia pikir dapur yang dimaksud Dira adalah koki atau asisten koki, tapi jawaban dari Mira membuatnya terkejut.
"Bagian cuci piring pak," ucap Mira.
"Apa?" teriak Andri.
"Nggak usah teriak gitu juga Ndri!" ucap Dira.
"Lo ikut gue," Andri menarik Dira dengan paksa.
Sampai diruangan Andri menatap Dira dengan menghela nafas.
"Kenapa nggak bilang lo butuh kerjaan? mulai hari ini lo pindah bagian kasir, nanti biar gue yang atur," tutur Andri.
"Nggak bisa gitu dong Ndri! gue nggak mau," ucap Dira.
"Dira, kita udah sahabatan lama, buat gue lo itu sudah gue anggap saudara, adik, gue nggak mungkin biarin lo kerja berat gitu!" ujar Andri.
"Kalau lo mindahin gue ke kasir trus yang kasir sekarang gimana?" tanya Dira.
"Gampang nanti tinggal pindahin ke bagian pramusaji atau yang lainnya," jawab Andri.
"Gak bisa gitu dong Ndri, guenya yang nggak enak," protes Dira.
"Kenapa nggak bisa? gue bossnya jadi terserah gue," jawab Andri.
"Justru karna lo bossnya gue nggak mau, itu sama aja gue manfaatin lo, apa kata pegawai lo nanti?" tanya Dira.
"Sejak kapan seorang Dira peduli omongan orang?" tanya Andri, yang dijawab Dira dengan mengangkat bahunya acuh.
"Gue tau lo orang yang baik, tapi gue nggak mau manfaatin kebaikan lo, kalau lo maksa mindahin gue lebih baik gue ngundurin diri aja," kata Dira dengan menghela nafas.
Andri menatap Dira dengan tidak suka, tapi sekuat apapun Andri berusaha ia tidak akan pernah menang.
"Baiklah gue nggak akan mindahin lo," Dira sangat senang dengan keputusan Andri tapi perkataan Andri berikutnya membuat ia mendelik sebal,
"Tapi gue nggak mau lo panggil gue pak apalagi boss, gue maunya lo panggil seperti biasa dan bukan cuma panggilan gue juga mau sikap lo biasa ke gue seperti biasanya walaupun itu ditempat kerja, gimana?" tanya Andri.
"oke," jawab Dira malas, membuat Andri tersenyum lebar.
"Baiklah tuan Andri yang terhormat, sepertinya urusan kita sudah selesai, jadi saya pamit undur diri, terima kasih," ucap Dira dengan membungkukkan tubuhnya meninggalkan ruangan itu.
Andri melongo dengan sikap Dira.
"Hei, lo gue pecat hari ini juga," teriak Andri sementara Dira berjalan cekikikan.
Pukul 10 malam restoran sudah tutup, para pegawai bersiap untuk pulang.
"Dir lo pulang naik apa?" tanya Andri yang melihat Dira baru keluar dari restoran.
"Naik motor," jawab Dira.
"Ini udah malam Dir, bahaya cewek naik motor sendiri," ucap Andri.
"Biasanya juga gue pulang sendiri," jawab Dira.
"Emang lo nggak takut di jalan ketemu pocong atau kunti?" tanya Andri sengaja menakut- nakuti Dira.
"Enggak, gue lebih takut ketemu buaya macam lo," jawab Dira membuat Mira dan teman- temannya cekikikan.
"Kalian kalau mau ketawa, ketawa aja nggak usah ditahan," kata Andri pada para pegawainya.
"Maaf pak," kata mereka serempak.
.
.
.
.
.
*Terima kasih sudah mampir.
Jangan lupa tinggalkan jejak.
love you*.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu